
Rumah Sakit Joseph Wijaya, Jakarta Barat
" Wanita mana yang bisa terima dicium sama orang yang bukan pacarnya. Bukan orang yang dicintainya, Juga bukan orang yang mencintainya." Bentaknya.
" Ahh.. itu. Hemm ya sudahlah.. tidak usah dibahas. Segera minum obatmu dan beristirahat." Berdiri dan berjalan menuju Ruang tamu dengan kesal. April yang melihat perubahan wajahnya pun terdiam. Entah mengapa Joseph yang mendengarnya menjadi panas. Dengan sifatnya yang seperti itu membuat April jadi serba salah.
ka**u merajuk? seharusnya aku yang seperti itu dasar pria aneh.
Menimum obatnya dan bergegas untuk tidur. Dipandangnya darì ranjangnya Joseph yang sangat serius berkutat dengan laptopnya. Terkadang keningnya yang berkerut yang sedang berpikirpun tidak mengurangi kahrismanya, kegagahannya.
sangat tampan... sangat bertanggung jawab, pekerja keras. Andai saja dulu Rendy seperti dia. Mungkin aku bahagia ,Perhatiannya saja sungguh membuatku senang walaupun dia bukan siapa siapaku. Apa lagi dia juga tak jauh bedah denganku sama sama dihianati cinta.
Tak terasa air matanya pun berlinang. Mengenang kisahnya, yang dihianati oleh pacar dan sahabatnya sendiri. Dihapusnya air matanya dengan cepat dan menutup matanya untuk mencoba tidur.
Selesai mengerjai kerjaannya Joseph pun berdiri meregangkan tubuhnya. Berbalik mengarah ranjang April. Dihampirinya dan dibenarinnya selimut April. Kemudian dia pun beranjak ke ranjang kusus yang tersedia untuk menjaga pasien.
***
Pagi pun menyinari bias cahayanya, yang memasuki Ruangan VIP itu. April yang sudah bangun diluan sedari pagi itu pun sadar kedatangan Perawat untuk mengecek kebutuhan April. Jarum infus yang sudah dibuka pun membuat April senang karena tidak ada penghalangnya lagi untuk berjalan. Sarapan pagi, obat obatan semua sudah tersedia untuknya.
Tak jauh dari ranjangnya itu dia mencari sosok Joseph yang tak tampak sedari dia membuka matanya. Turun dari ranjangnya menelisiri ruangan itu hingga ditemukannya Joseph yang wajahnya lelah tertidur dengan pulas. Dihampirinya sisi ranjangnya dan duduk tepat disebelah Joseph yang berbaring, ditelusurinya satu persatu bagian wajahnya, matanya, bibirnya, hidungnya, dagunya, keningnya.
sangat perfect, ternyata kau juga tampan saat lagi tertidur. Tapi kalau lagi marah kayak mamak mamak yang lagi kehilangan tutup panci. hahaha.. lucu. Ucapnya dalam hati dan Tersenyum memandangnya.
Lamunannya melihat wajahnya itu tesadar saat Joseph terbangun.
" Sudah puas memandangi ketampananku?" Tanyanya sambil bangkit dari ranjangnya.
April yang masi memandang pun terpaku dan refleks berdiri efek kaget, karena sangkin kagetnya yang hendak berbalik malah menginjak sendalnya sampai ingin terjatuh Joseph yang disampingnya sigap menangkap tubuhnya yang jatuh dipelukannya. Mata mereka pun bertukar pandang. Terdiam sebentar.
" Kau.. sangat suka ya jatuh dipelukanku?" Dengan senyuman.
"Ahh... bukan.. bukan seperti itu" gagap Sambil mengangkat tubuhnya berdiri tegak dan merapikan rambut panjangnya yang tergurai.
" Kau saja yang membuatku kaget." Mengalihkan pandanganya kearah lain.
" Apa yang kau lakukan tadi? Bukankah lagi mengagumi ketampananku?"
Terbatuk mendengar ucapan Joseph yang sebenarnya memang benar April lagi mengagumi ketampanan wajahnya.
" Hemmm masi pagi... aku tak ingin berdebat denganmu. Aku tadi hanya ingin membangunkanmu untuk sarapan pagi. Itu saja.." Bergegas berjalan kembali ke ranjang untuk menutupi wajahnya yang memerah.
Sial... kenapa bisa ketahuan sih.. grrrrhhhhh!!!
Joseph yang merasa menang terseyum sendiri. Lalu berjalan menuju Toilet sekedar untuk mencuci muka dan berkumur. Lalu menghampiri April.
" Duduk disitu" ucap April " Ini sarapanmu, aku tadi meminta tolong untuk menambahkan sarapan pagi untuk pemilik Rumah Sakit ini. Sungguh mudah memakai namamu."
" Dari mana kau tahu gedung ini milikku?" tanyanya bingung.
" Dari kesamaan namamu dan nama Rumah Sakit ini." menyodorkan sarapan Joseph.
Padahal April tahu karena mencari profilnya.
" Apa kau tahu namaku?" Berucap dengan mengunyah.
" Hemmm... awalnya aku cuma tahu namamu hanya Joseph dari kak Clarisa saat kau marah karena mobilmu aku tabrak. Oya apa mobilmu itu udah selesai?" ucapnya berjedah. "Kemudian, aku tahu nama panjangmu dari Asisten pribadiku, saat kami bertemu klien di Hotelmu." ucapnya dengan santai dan mengunyah makanannya.
Hanya makan dan memperhatikan April yang mengunyah makanannya dengan lahap.
" Pelan pelan saja makannya, aku tahu kau lapar."
Ucapnya lembut.
" Soal mobilku... sudah diperbaiki seperti semula, 2 hari lalu. Apa kau sudah membayarnya?" Joseph pun iseng.
" sudah... setelah pulang dari bengkel itu aku memerintahkan Asistenku untuk membayarnya. Kalau aku sudah bilang untuk bertanggung jawab, pasti aku lakukan." Ucapnya dengan senyuman.
" Terimakasih" ucapnya. April pun menoleh bengong mendengar ucapan Joseph.
" Sudah.. habiskan makananmu. Selesai Makan kau bisa mandi kan membersihkan dirimu. Atau mau aku yang mandikan?" Ucapnya becanda.
" Jangan sembarangan kalau ngomong?" dengan mata melotot.
__ADS_1
" Awas matamu entar bisa keluar." Jawabnya dengan candaan. "Ya sudah aku ingin membawa kau keliling Rumah Sakit ini. Pasti kau sangat bosan sudah 2 hari mendekam dikamar ini kan?"
April yang mendengarnya mendadak senang.
" Ah baiklah. Oya.. teringatnya apa kau menemukan Hpku di Mobilku?"
" Iya... aku menemukannya terjatuh dibawah tempat dudukmu. Kau yang tergesa gesa tak sadar. Karena Hpmu juga yang membawaku ke tempatmu, bermaksud untuk mengembalikannya." sambil mengunyah makananya.
" Ah iya... Terimakasih. Bisa kau kembalikan padaku?"
" Aku meletakknya di Dasbor Mobilmu."
Memukul keningnya karena dipikirnya ada pada Joseph. "Ahhh.. ku kira" Mengernyitkan keningnya.
" Ada apa?"
" Pasti banyak yang mencariku" ucapnya sedih.
" Pikirkanlah kesehatanmu dulu. aku tau kau wanita super sibuk. Tapi utamakan pemulihanmu. Baikla aku mau keluar sebentar, jika aku kembali, aku sudah melihatmu siap." ucapnya sambil beranjak keluar ruangan.
" Cih.. kau seperti itu membuatku jadi mikirin yang aneh-aneh. Walaupun terkadang sifatnya ngeselin, tapi kau juga pengertian dan perhatian padaku. Aku sungguh bingung dengan tingkahmu." ucapnya sendiri. Lalu bergegas bersiap siap membersihkan diri dan berjalan kearah Toilet.
Joseph yang keluar ruangan menemui Dokter untuk memastikan kesehatan April yang memang benar sudah bisa untuk pulang. kemudian kebagian Administrasi untuk membayar semua perawatan April. Walaupun dia pemiliknya dia tetap ingin memperlakukan dirinya sama seperti pasien lain.
Semua perawat, suster dan karyawan yang bertugas pagi itu takjub mlihat kehadiran sang Pemilik itu dari dekat. Karena Joseph memang jarang datang, sebab pengelola setiap perusahaanya sudah ada yang handle di setiap bagian. Kecuali Hotel milik sang papa.
Mereka pun berbisik bisik karena ketampanan Joseph Maksimal diatas rata rata. Yaa.. bayangkan aja ketampanan Oppa Oppa Korea yang kulitnya mulus bening, ototnya yang kekar dan perawakannya yang tinggi. Lee Min Ho lewatlah kata Joseph.
Tak lama dia ingin berbalik semua mata yang diarea itu memandang padanya kagum. Bak Model yang berjalan tak menghiraukan semua mata memandang . Dia hanya berjalan dengan mata fokus memandang ke arah yang ditujuh. Sampai didepan pintu kamar April seseorang yang telah menunggunya sedari tadi.
" Ini Pak pesanan Bapak" ucap Aldi yang juga merupakan Asisten Pribadinya untuk melakukan hal hal penting.
" Hah.. Thank You Al." menepuk bahunya.
" Sama sama Pak. Oya Pak, sudah tahu hari ini Teman anda Carlo akan balik ke Jerman?"
" Oya...??? saya tidak tahu, dia tidak memberitahukan ke saya."
" Saya melihat Tuan Carlo tadi pagi sudah checkout dari Hotel kita Pak."
" Baik Pak...akan saya laksanakan. Saya permisi."
Mengambil Hp nya dan menghubungin Carlo.
" Halo bro" ucap Carlo disebrang telpon.
" Lo balik ke Jerman tidak ingin pamitan sama gua?"
" hahaha santai bro... kan lo bukan cewek gua yang harus pamitan ke mana pun gua pergi jadi ngapa juga gua harus pamit sama lo." ucapnya santai.
" Bedebah Lo bro.. Datang gak ngabari, pulang gak permisi. Ngalah ngalain Jelangkung lo bro." ucapnya gemas.
" Hahaha... asem lo bro. Gua 2 jam lagi udah terbang. kalau entar gua balik ke Jakarta lagi, gua maunya saat itu gua datang untuk acara Nikahan lo ya Bro. Jangan lama lama menyimpan masa lalu, g baik untuk kesehatan jantung lo bro cepat matek entar." ucapnya dengan ketawak.
" Sialan lo... gak usah balik aja lo buat ribet. Ya sudah Safe Flight ya bro."
" Okay bro..."
Selesai percakapan antara dua sahabat itu Joseph pun membuka pintu ruangan dan melihat April yang sedang merapikan ikatan rambutnya. April yang mengetahuin kedatangannya pun berbalik.
" Kau sudah kembali."
" Iya.. sebentar aku ke Toilet." ucapnya dan meletekkan bungkusan dari Aldi.
Joseph yang membeli pakaian baru untuknya dan April sengaja tidak langsung memberikannya ke April karena memang belum waktunya jam pulang. Dia pun sekedar hanya ingin memiliki teman jalan dengan alasan klasik menemani April berkeliling Rumah Sakit untuk mengulur waktu.
Keluar dari Toilet " Yuk keluar"
wah.. tampannya. Oh noooo... keren amat.
Stelan Casual Tangan panjang dan celana panjang coklat yang dibelinya menambah ketampanan Joseph.
" kenapa diam? Yukkkk..."
__ADS_1
" agh.. iya." berjalan mengikuti Joseph keluar ruangan. Menyusuri lorong lantai Lima menuju taman Rumah Sakit itu. Mereka yang berjalan berdampingan menjadi sorotan empuk. Bisik bisik para karyawan Rumah Sakit, melihat sang pemilik membawa seorang wanita.
" Sangat serasi." bisik sesorang
"Akhirnya Tuan Joseph punya pacar juga ya." bisik karyawan lainnya.
April yang tak sadar akan sorotan mata mereka hanya berjalan mengikuti Joseph dengan santainta. Dan saat tiba ditaman Rumah Sakit meregangkan tubuhnya dan menghirup udara pagi dengan menutup wajahnya.
" Aghh segarnya udara disini." Joseph yang berdiri disebelahnya pun melirik kearahnya dan ikut tersenyum.
" Kau suka?" ucap Joseph dan membuka matanya.
Menggelengkan kepalanya dan Tersenyum.
' Sangat suka. Tapi lebih suka jika sudah keluar dari sini."
" Kau sudah bisa diijinkan pulang." ucapnya lembut.
"Benarkah? Trus kenapa kita malah kesini?"
" Hemmm tunggu prosedur Dokter mu.. jika dia bilang kita sudah boleh keluar, baru kita pulang. Dia hanya bilang kau hari ini sudah bisa pulang." ucapnya
" Ahhh.. gitu ya. Baiklah. Tapi gimana dengan pakaian ku? kalau aku keluar nanti?"
" Aku sudah membelinya, tidak usah khawatir." Dengan senyuman.
Aduh so sweetnya dia tau aja yang aku butuhkan
" Terimakasih" ucap April malu malu.
" Untuk?"
"Hemmm... ya untuk semuanyala." Jawabnya membuang muka dan duduk dibangku taman, Joseph pun mengikutinya dan duduk disampingnya.
" Sudah sewajarnya, Karena ada yang bilang aku yang membuat dia sakit. Jadi aku harus tanggung jawab penuh." Ucapnya dengan tangan terlipat didada dan kakinya yang disilangkan.
" Hahaha.. Kau menyindirku?"
" Ah.. tidak. cuma kenyataannya berkata begitu."
" Dasar pria aneh." Ucapnya sambil tersenyum dan dibalas senyum juga.
Menelusuri megahnya Rumah Sakit, Dua gedung tinggi yang saling berhadapan itu dihiasi taman yang memang dikhususkan untuk Pasien agar tidak bosan menambah Kekaguman pada April.
" Apa yang kau pikirkan saat ingin membangun Rumah Sakit ini?" April penasaran, melihat kearah Joseph menunggu jawaban.
" Hah... apa ya?" Menggaruk garuk kepalanya seakan gatal. " Melihat senyuman, mungkin itu kata yang tepat. Aku membangun ini untuk orang sakit yang memerlukan pertolongan, mengembalikan senyuman mereka, menjadikan ini sebagai rumah sementara mereka disaat mereka dirawat." menjelaskan dengan seksama.
" Seperti kau. Bukankah tadi kau tersenyum?"
" Jawaban yang aneh." ucapnya sambil memalingkan wajahnya dengan sedikit senyuman.
" Apanya yang aneh? Kau tahu aku pengusaha besar. Jangan menganggapku remeh." ucapnya angkuh.
" Cih.. iya Tuan Pengusaha kaya raya." balasnya meledek.
" Sudahlah.. kau sudah cukup kan melihat lihat gedung ini, mari kita kembali." Berdiri dan berjalan yang diikuti Oleh April dengan bibir yang di miringkan.
Baru juga beberapa menit
Merekapun berjalan bersamaan dan masuk menyusuri lorong Rumah Sakit. saat ingin melangkah ke bagian lorong lantai yang berada tak jauh dari taman Rumah Sakit dari jauh Seseorang menatap April dengan kaget. April yang melihatnya berhenti. Joseph yang terus berjalan tersadar April yang tidak disampingnya pun berhenti dan berbalik melihat April yang mematung.
" Kenapa kau tidak jalan?" Joseph menoleh ke April.
April yang mendengarnya pun seakann tak mendengar. Lalu Joseph melihat kearah yang ditatap April. Dilihatnya dan kembali menatap kearah April.
Siapa dia?
Bersambung...
***
Buat para pembaca, Maaf jika lama update. sebenarnya setiap hari udah update sampai 2Episode. Tetapi karena ada kendala setiap postingan lanjutan ini tidak juga nampil sementara review semua berhasil dari MangaToon. Jadi saya berinisiatif membuat Novel baru untuk lanjutan cerita yang sama. Mohon harap dimaklumi ya, Tidak ada unsur kesengajaan untuk lama - lama update :)
__ADS_1
Tetap ikutin ya. semoga tidak ada kendala seperti kemarin.
Jangan lupa like dan Komentar positifnya semua pembaca yang baik hati. Terimakasih*** :)