Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
BERBAGI BERSAMA


__ADS_3

Usai makan malam Joseph dan April serta anak kembarnya berkumpul di ruang keluarga. Karena Joseph dan April sedari si kembar kecil sudah di didik untuk saling berbagi , bercerita apa saja yang mereka lakukan di luar rumah.


Seperti waktu mereka dulu saat bersekolah , pasti Joseph maupun April memberikan waktu untuk mendengar cerita dari kedua Anaknya. Setidaknya Joseph maupun April ingin anaknya selain bisa menganggap mereka sebagai orang tua , mereka berdua juga mau anak - anaknya bisa menganggap mereka sahabat , teman curhat , atau pun tempat sandaran bagi kedunya.


" Gimana. . . dari siapa duluan? Daddy sih maunya dari Jayda duluan , karena kita tahu kan si Jayda yang manja ini susah akrab dengan orang baru. " Kata Joseph menatap ke Jayda.


" Yach Daddy. . . Jayden duluan dong Dad yang paling kecil." Kata Jayda protes.


" Daddy mau kamu duluan ka , buruan cerita Jayden juga pengen tahu."


" Buruan sayang." ucap April menimpali.


" Baik deh... " Jawab Jayda pasrah , semua menatap ke Jayda.


" Okey. . . jayda hari ini sesi perkenalan diri di panggil kedepan sama Dosen yang tampaaaan banget selaku Dosen wali untuk jurusan Jayda." Dia mualai bercerita.


" Kenapa bisa kedepan? kan cuma di panggil menurut Absen ka? " tanya Jayden bingung.


" Iya. . . tadi ada salah satu siswa iseng banget sama teman satu lokal Jayda , jadi waktu dia di panggil kedepan sama dosen karena keisengannya jadila dia di pangggil kedepan. Terus waktu ngelewati bangku Jayda , langsung aja Jayda jegal kakinya sampai jatuh."


Joseph refleks terkaget tuh anak pikirnya keturunan siapa kok resek amat sesama orang baru. Tapi benar pikiran Joseph putri semata wayangnya susah untuk mengakrabkan diri sama orang baru.


" Kamu kok usil banget si sayang? siapa yang ajarin kamu seperti itu?" Tanya April dengan wajah muramnya.


" Bukannya Jayda mirip sama Daddy ya mam?" Tanyanya tanpa berdosa menatap ke Joseph.


Joseph menutup wajahnya malu , sedangkan April sendiri memang sudah menebak ke usilan Jayda itu memang keturunan dari keluarga suaminya.


" Kok Daddy sih nak , Daddy gak seperti kamu agh. Malu dong perempuan kok berani benar sama anak laki - laki mana masih anak baru juga. Daddy dulu gak gitu lah. "


" Lah mami pernah cerita kok kalau Daddy memang sifatnya suka usil. Selain usil juga jutek , berwajah datar , terus sukanya apa lagi ya? Pokoknya kata mami kalau lihat Daddy gambaran Jayda banget ." katanya sambil tertawa kecil.


Joseph menatap April yang sudah geleng - geleng kepala karena kejujuran sang putrinya.


" Mami. . . benaran kamu bilang Daddy seperti itu? " Tanya Joseph beranjak berjalan ke sofa April.


April tersenyum.

__ADS_1


" Kan memang benar yang di bilang Jayda Dad , kamu kan uslinya kebangetan." kata April saat Joseph sudah melingkarkan tanganya ke pinggang April. Joseph tidak pernah sungkan mempertontonkan kemesraan antara dia dan April di depan anak - anaknya.


Jayden hanya senyum - senyum gak karuan dengarin cerita sih Jayda yang kelewat berani , masih anak baru aja uda songong mana dia cewek lagi.


" Sudah giliran adik Jayden , gimana kamu nak? apa kamu sama dengan kakak kamu?" Tanya April yang masih dalam pelukan Joseph.


Jayda sendiri masih memperhatikan kedua orang yang paling dia sayangi itu. Selalu dia berpikir , semoga dia mendapatkan Pria sebaik Daddy nya. yang bisa mencintainya dengan tulus sampai mereka tua.


" Nggak agh Mi . . . malahan jayden tuh langsung dapat teman baru , Tapi cewek sih Mi."


" Wah. . . bagus dong siapa tahu jodonya kamu."balas April.


" Isss mami baru juga masuk uda main jodoh - jodohi. Jayden mau belajar baik - baik dulu mi , sapa tahu bisa jadi penggantinya Daddy." kata Jayden serius.


" Benar kamu mau seperti Daddy?" tanya Joseph.


" Benar dong Dad , Jayden pengen nanti bisa meneruskan kesuksesan Daddy seperti Daddy jadi penerus keluarga Wijaya pengganti Opa."


" Syukur banget daddy punya Junior seperti kamu. Tanpa Daddy minta , kamunya sendiri yang mau. belajar yang rajin ya nak." Seru Joseph bangga.


" Terus gimana? lanjut lagi dong." kata Jayda penasaran.


Jayda tersenyum menanggapi April.


" Iya terus ya Jayden tabrak tuh cewek karean kita sama - sama belum paham sama lokasi kampus itu. Namanya Mikha Mi , dia teman pertama Jayden di satu jurusan. Jadi kita barengan , tadi makanya lama pulang Jayden nawarin Mikha untuk Jayden anterin. Egh mama nya nawarin Jayden masuk dulu baru di bolehin pulang. Di kasi minum Teh sama mamanya Mikha."


" Wah senang banget dong uda sampai main ke rumahnya. Jangan - jangan anak mami uda suka pada pandangan pertama tuh kek Daddy kamu sama mantanya dulu."


Ledek April dengan mendapatkan cubitan di pinggangnya. Joseph malu kalau saja Aibnya terbongkar di depan anak - anaknya.


" Nggak kok Mi ." Protes Jayden.


" Nggak salah lagi maksudnya Mi." timpal Jayda sinis.


" Apaan si Lu Ka."


" Ya sudah. . . yang penting kalian Harus baik - baik berteman. Jangan suka bertengkar , dan nikmati masa muda kalian. Punya banyak teman lebih menyenangkan ketimbang banyak musuh. Mami aja sangkin kepengen sukses aja sampai gak punya teman karena belajar dan belajar. Jangan sampai kayak mami , bergaul dengan baik Mami gak akan larang kalian , ngekang kalian , asal kepercayaan mami sama daddy tidak kalian nodai. Apa kalian paham?" Kata April tegas.

__ADS_1


Joseph tersenyum menatap April yang selaku Istri dan Ibu dari anaknya. Di mana porsinya sebanding , saat serius dan bercanda April bisa membedakan itu pada anak - anaknya.


" Siap Nyonya Wijaya." Jawab Jayda hormat.


April menoleh ke Jayden " Siap mamiku yang palinnggg baik sedunia."


April pun tersenyum mendengar keduanya.


" Siap istri Daddy yang palingggggg gemesin sedunia." Tiba - Tiba Joseph ikut menimpali.


" Daddy gak mau kalah mi." Cetus si Jayda.


Jayden pun ikut tersenyum senang benar ada Daddy dan Maminya yang bisa berkumpul bersama pikirnya. Biasa Daddy nya sibuk sedangkan maminya sudah melepaskan perusahaannya bergabung dengan sang Daddy.


" Ya sudah sesi malam ini kita tutup dengan cinta." Kata Joseph meminta ketiganya memeluk dirinya yang sudah membuka kedua tangannya.


" Selamat malam anak Mami dan Daddy. Semoga hari esok lebih baik lagi untuk kalian berdua." Ujar Joseph dengan menyentuh lembut kepala keduanya.


" Ayo cium Daddy kalian. " perintah April.


" Selaamt malam Dad ." kata jayda mencium pipi Joseph bersamaan dengan itu berpindah ke Pipi April. " Selamat malam mami."


" Malam sayang , mimpi yang indah." balas April menyentuh kepala Jayda .


Jayda langsung saja meninggalkan ruangan keluarg menuju kamarnya.


" Selamat malam Daddy. " kata Jayden memeluk Joseph. Sedangkan Joseph memeluk erat tubuh Jayden dan mencium kepalanya.


" Selamat malam jagoan Daddy , tetap semangat ya nak."


" Okey Dad."


" Selamat malam mami kesayangan." katanya memeluk erat tubuh April.


" Selamat malam anak Mami tidur yang nyenyak. "


" Iya mam , bye." jawabnya lalu keluar dan menuju kamarnya.

__ADS_1


" Yuk sayang. . . kita ke kamar." ajak Joseph dengan menggenggam tangan April meninggalkan ruangan keluarga.


__ADS_2