
Berangkat ke Singapore , untuk menghadiri Pesta pernikahan Jorji dan Ferdinan. April dan Joseph kali ini sekalian BabyMoon , mereka berangkat di Awal pagi dengan penerbangan pertama ke Singapore. April merasa senang , habis pernikahan Carlo dan Linda , Sekarang Jorji dan Ferdinan. Sungguh diluar dugaan mereka.
Tiba di Singapore , Aldi sudah bersiap membawak atasan langsung ke Cruise. Pertama kali tiba di Cruise April sangat takjub. Pemandangan Laut yang membentang luas dengan Air laut birunya, April benaran takjub melihat Kapal Putih.
Joseph menggenggam tangan April , seraya tersenyum mengisyratkan kebahagiaan April tertular ke Joseph. Mereka sungguh beruntung bisa melepaskan sesaat penat pekerjaan sambil menghadiri pesta mewah itu.
Dari dalam tampak Jorji mengenakan Gaun pengantin berwarna putih gading , berbentuk lurus dan ramping. Bagian Lehernya berbentuk Vneck. Tiara kecil berbentuk tudung sepanjang gaunnya mempercantik kepala Jorji.
Sorak - sorai tepuk tangan tamu sudah mulai memenuhi ruangan , membuat kedua mempelai itu sedikit malu. Ferdinan yang memakai Tuxedo dengan sepatu hitam. Menambah kesepadanan antara dua insan.
" Selamat Buat kalian." ucap Joseph saat mendekati sang pengantin.
" Wah. . . April. Aku senang banget kamu bisa ikut." ucap Jorji memeluk erat April.
" Selamat ya mbak . . . Akhirnya Mbak Jorji belah duren juga. " Ucap April sambil ngakak.
" Kamu. . . mulai bisa menggoda ya." ucap Jorji tertawa.
" Buat Ferdinan , Jangan letoy , jangan lemas. Kasihan entar si Jorji. Entar dia pulak yang diatas bisa bahaya kan."
" Sialan Lo Bro. . . jangan bikin gua malu Lo."
" Secarah lo sama cewek lambat. siapa tauh urusan ranjang juga lambat. Malu ah." ucap Joseph meledek.
__ADS_1
" Sayang. . . ini kan hari bahagia mereka. Masak kamu ngomongnya seperti itu." ucap April.
" Entah nih si Jos , jangan ganggu suami gua. Kalau dia lambat , gak apa - apa ada gua yang bisa memimpin."
Sontak Joseph jadi ngakak. " Kalian emang pasangan yang harus diacungin Jempol. Harus bisa saling menutupi kekurangan pasangan dong." ucap Joseph lagi.
" Benar. . . harus seperti itu. Sudah sana , nikmati makanan kalian. "
Joseph dan April pun menikmati hidangan makanan yang sudah dijamu buat para Tamu. Mereka menikmatinya , sambil menghirup udara Laut yang sepoi - sepoi. Diatas Gledak Kapal April dan Joseph juga berjalan mengelilingi area kapal dengan lantunan lagu romantis yang dibawak band dan penyanyi yang sudah disiapkan oleh WO yang melantun merdu.
-----------------------------
Acara pesta telah usai , Ferdinan dan Jorji sudah bertolak ke Phuket. Tapi tidak buat Joseph dan April Mereka mengelilingi Singapore , Menikmati beragam kuliner khas sana. Betapa senangnya April , apa lagi diajak Joseph makan Ice Cream dia sungguh berbunga - bunga. Hingga sore hari mereka bersama Aldi kembali ke Hotel. Sudah puas menjajal makanan , bermain , Joseph pun membawak April kepenginapan.
" Senang dong , ada kamu disini. Ada anak kita juga , walaupun masi dikandungan maminya , aku bisa ngajak kamu senang - senang saja sudah sangat bahagia. "
Tiba - Tiba Joseph merasa Mual , dia pun berlari ke kamar mandi. April mengikutinya melihat keadaan Joseph.
" Aku tidak apa - apa sayang. Sudah sana duduk diranjang aja. Ini cuma mual biasa." ucap Joseph membuat April tenang.
" Kenapa sayang? Sebelumnya kamu tidak apa - apa."
Tanyak April hawatir.
__ADS_1
" Entar rebahan pasti sudah membaik. Kamu tidak usah takut ya. "
" Tapi wajah kamu pucat banget sayang."
Kemudian Joseph kembali mual. Dia pun muntah tapi tidak ada yang dikeluarkan. Segerah April mengambil air hangat untuk Joseph minum.
" Minum dulu sayang. Siapa tau kamu masuk angin."
Joseph pun meneguknya , menghabiskan minumannya. Tak lama perutnya pun enakan.
" Apa kamu seperti itu efek ngidamku sayang? "
Menoleh ke April. " Apa bisa seperti itu sayang?" Tanyak Joseph heran.
" Apa kita ke Rumah Sakit saja? Kita periksakan?" Tanyak April memastikan.
" Tidak usah sayang , jika memang ini yang disebut ngidam. Aku terima , biar aku yang merasakannya. Kalau kamu aku tidak bakalan sanggup melihat kamu tersiksa. " ucap Joseph kemudian mengelus perut April. " Anak Daddy , jangan nakal - nakal ya. Kasihan mami kalian nanti." ucapnya sambil mengelus lenbut.
Perut April yang sudah semakin membesar. Menunggu waktu saja untuk Joseph dan April melihat si Kembar hasil dari buah cinta mereka. Tapi bukanya harusnya sudah bisa terlewati untuk Trimester yang membuat mual. Berbedah dengan Joseph , baru merasakan mual - mual. Sebelumnya, hanya banyak yang mau dimakan.
" Kamu istirhatlah , mungkin besok sudah baikan." ucap April menarik selimut untuk Joseph yang sudah rebahan disampingnya.
" Kamu juga sayang , tidurlah. Jangan bergadang , aku tidak mau kamu sakit karena kita hari ini sudah sangat lelah." ucap Joseph membelai kepala April.
__ADS_1
April pun menggelengkan kepalanya. Mencoba menutup kedua matanya , agar bisa lekas tertidur. Besok pagi mereka kembali ke Jakarta. Sudah cukup untuk April merasakan BabyMoon.