
ROOM VVIP HOTEL WIJAYA
Joseph sangatlah bahagia, buah dari air matanya tadi mendapatkan Hadiah sangat spesial dihari jadinya. Makna yang terbaik dari kejadian barusan yang melandanya, Jika tidak ada kejadian tadi Joseph tidak tauh April lagi mengandung. Bisa jadi jika terus dibiarkan, nyawa baru yang memiliki kehidupan dari Rahim April tidak memiliki asupan Gizi yang terbaik.
" Sayang aku sangat bahagia hari ini." ucap Joseph sambil mencium tangan April. " Terimakasih untuk kado yang spesial ini, yang tak ternilai harganya." ucap Joseph.
April melihat sang suami yang sangat bahagia pun tertular menjadi tersenyum. " Aku akan menjaganya dengan baik." Jawab April.
" Aku akan melayani setiap kebutuhan kamu." ucap Joseph lagi.
" Kita bersama memberikan cinta untuk buah hati kita sayang." Seru April.
Joseph mengaunggukan kepalanya, dan menatap wajah April dengan senyum. Lalu mencium keningnya dengan mesra.
" Kita harus sampaikan Kabar baik pada keluarga kita sayang." ucapnya Lagi.
April yang mengingat kejutan dari keluarganya pun buru-buru bertanyak. " Apa kita menginap disini?" Tanyak April.
Joseph menganggukan kepalanya. " Iya... untuk hari ini kita disini, sampai kamu benaran pulih." ucap Joseph.
" Ohhhh." Jawab April singkat.
Joseph menaikan sebelah alisnya dan menatap keApril. " Kenapa respon kamu seperti itu?"
" aggghhh... tidak apa-apa kok." ucap April.
Joseph meletakkan Ponselnya, dan menatap ke April. " Yakin tidak ada menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanyak Joseph purak-purak serius mengitimidasinya dengan tatapan tajam.
" iya benaran tidak ada apa-apa sayang." ucap April santai.
Joseph mengarahkan kupingnya keperut April dan berbicara tepat diperutnya, sambil mengelus lembut perut April yang masi Rata. " Hello anak Daddy, Ini Mami kamu lagi bohong sama Daddy, kita hukum ya Mami kamu ini, dia sudah mulai nakal." ucap Joseph bercanda.
April yang mendengarnya sedikit tergelitik. Lucu saja, semenjak tauh kehamilannya Joseph mulai pintar untuk ngobrol sama perut. Dielusnya kepala Joseph yang menempel. Tidak mau kalah April menjawabnya. " Daddy ini sangat usil, anak mami juga harus tauh dong." ucap April.
Joseph malah jadi tertawa. Begini rasanya yang menyambut kedatangan anggota baru. " Sebentar aku telpon mama dulu sayang." ucapnya dan mengambil Ponselnya. Joseph mengabarkan pada keluarganya tentang kehamilan April dan Keberadaam Mereka. Siap dari mamanya Joseph juga mengabarkan berita bahagia itu kepada papanya April. Seluruh keluarga merasakan bersukacita.
TING... TONG...
Bel kamar Joseph berbunyi, dengan cepat Joseph berdiri dan berjalan membuka pintu. Aldi ternyata membawakan seluruh keperluan April dan dia.
" Ow kamu" ucap Joseph. " Silahkan letakkan didalam ya Al."
" Baik Pak." ucap Aldi sambil melangkah masuk dan meletakkan semua keperluan mereka.
" Saya permisi pak." ucap Aldi sesudah semuanya diletak dengan masing-masing tempat.
__ADS_1
April tersenyum sendiri, suaminya ini bukankah seharusnya bisa menggendongnya kemobil dan membawaknya pulang kerumah. kenapa juga harus menginap disini. Tapi April tak mau merusak momen bahagia Untuk mereka. Biarlah dia mengikuti saja kemaun sang suami.
" Kita sebentar lagi akan malam sayang, kamu mulai sekarang tidak boleh makan terlambat..Okey." ucap Joseph.
" Siap Bos." Jawab April.
Joseph Tersenyum. " Sayang sebentar aku mandi dulu, siap mandi aku baru membersihkan kamu."
April menganggukan pertanda iya. Joseph pun meninggalkan April dan melangkah kekamar mandi. Buru-buru April mengambil ponselnya dan menghubungi Mama Mertua, Aldi, Linda dan Astrid. Satu persatu dia hubungi secara singkat. memberikan kode ke mereka. Stelah mendengar April dan Joseph tidak pulang kerumah, Mereka menyusun rencana baru.
Ternyata semua yang bersangkutan sudah sembunyi dikamar sebelah. Dapat info dari April, satu persatu mereka keluar dan April membukakan pintu untuk mereka.
Satu persatu kemudian mereka masuk, dan bersembunyi ditempai masing-masing. April hanya berbaring diranjangnya, menunggu Joseph keluar dari kamar mandi.
Seluruh lampu sudah dimatikan oleh Reza. Tak lama kemudian Josep mulai keluar dari kamar mandi, berjalan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Joseph bingung menatap seluruh ruangan menjadi gelap dan sunyi.
" Sayang...." Seru Joseph.
April tidak menjawab. Dia mencoba menahan Tawanya. " Sayang... jangan bercanda. Hidupkan lampunya. Aku tidak nampak sama sekali." ucap Joseph, sambil merabah dinding, mencoba berjalan meraih keposisi Ranjang.
Reza memutar suara Horor dari Ponselnya. Sengaja menakuti Joseph. " Sayang.. jangan main-main, pikirin anak kita yang dikandungan kamu." ucapnya yang sebenarnya takut, menggigil mendengarkan suara Horor.
" HIHIHIHIHIHIHIHI."Clarisa menirukan suara si Kuntil.
" Sayang kamu dimana. Aku disini." ucap Si Joseph yang sudah sampai di atas Ranjang. Kemudian Reza keluar dari bawah Ranjang menyalakan senter dimukanya sendiri dan mengejutkan Joseph. Sontak Joseph terkaget hingga tersungkur kelantai.
Astrid dan Linda keluar dari Persembunyian mereka, berpurak-purak jadi Zombi berjalan ingin mencekik Joseph. Teriak Histerislah si Joseph sangkin ketakutannya. April tidak tega mendengar Joseph menjerit. " CUKUPP!!! Teriak April.
Semuanya menjadi kaget mendengar teriakan April. Tidak mau gagal sepenuhnya, papa dan mama Joseph meniupkan Trompet, sedangkan Clarisa dan Reza memecahkan Balon. Aldi menyalakan lampu kembali.
Joseph yang masi tersungkur dilantai dengan nafas yang ngos-ngosan pun tak percaya, keluarganya bersekongkol dengan orang terdekat mereka.
" HAPPY BIRTHDAY" ucap mereka serempak.
" Kalian." ucapnya meringis kesal.
April menghampiri Joseph membantunya berdiri, dan duduk ditepi ranjang. Joseph memajukan bibirnya, sangkin kesalnya dia merajuk kayak anak-anak. April yang duduk disebelahnya juga ikut terkenak.
" Sayang, Jantung kamu tidak apa-apa kan?" Tanyak April.
Tentu saja Joseph masi kesal, dia merajuk dan menjawab kearah April " Kamuuu.. ternyata ikut dengan mereka juga mengerjain aku."
" Heyyy gak boleh Marah. Siapa suruh kamu Ulang Tahun." ucap Mama.
"Iiii mama Apaan. Setiap orang kan emang ulang tahun ma." ucap Clarisa, walaupun sudah hamil besar dia tetap semangat ngerjai adik semata wayangnya.
__ADS_1
" Jangan marah dong Bro... kasian tuh April jadi sedih tu kan. Tuh liat wajahnya." menunjuk ke April. Joseph ikut melihat kearah April. " Nanti anakmu juga ikutan sedih, apa lo tega." Reza menakutinya.
" Iya Jos.. kamu ini baru begini saja sudah merajuk. Percuma saja wajahmu tampan nyalimu cetek Jos." ucap sipapa.
Joseph sebenarnya senang sih mendapat surprise aneh dari keluarganya dan pekerjanya.
" keluarga macam apa kalian iniii" menunjuk keluarganya sendiri. " Ini lagi, mau saya pecat kalian!!!" ucap nya pada Aldi dan Linda. " Kamu juga Astrid, mau-mau saja disuruh Sama April."
" Maaf Pak Atasan saya Ibu April, jadi ya saya nurut saja sama atasan saya." jawab Astrid.
" Iya Pak.. saya juga mengikuti perintah Ibu Bos. siapa yang berani melawan, Ya kan Al?" Tanyak Linda.
" Sudah-sudah, ini kan hari bahagia kamu, hari ulang tahun kamu mendapatkan kado spesial, jadi jangan marah-marah dong, kita semua disini berkumpul untuk kamu." Ucap mama.
April menggenggam tangan Joseph. "Ayolah... kita nyanyikan selamat ulang Tahun.
Mendengar April " semua serentak menyanyikan lagu ulang tahun untuk Joseph. Joseph pun akhirnya tersenyum kembali. Siap melakukan peniupan Lilin, Reza langsung mengambil Cake dari tangan Linda, mencampakkan kuenya ke Wajah Joseph.
Benaran kesal si Joseph ulah keluarganya itu. " Aku sudah mandi apa kaliaaaan Tauh!!!" Dengan wajah penuh cake.
April sangat lucu melihat wajah Joseph. Diambilnya ponselnya dan merekam suaminya yang kayak badut.
Melihat April merekamnya, Joseph mendekatkan wajahnya ke April hingga April juga terikut Jorok.
Tapi sangatlah bahagia untuk Joseph, semuanya kali ini bisa berkumpul bersama. Mendapatkan kejutan ulang tahun, makan malam bersama, berbincang bersama. Hingga mereka berpisah, karena Jam sudah menunjukkan angka 11 malam.
April dan Joseph beristirahat usai kepulangan mereka. Akhirnya April menyerahkan Bingkisan kadonya untuk Joseph yang harusnya tadi pagi dia berikan. " Ini kado dariku sayang." ucapnya ke Joseph yang disebelahnya.
" Kado apa lagi sayang? bukankah kado darimu sudah kamu berikan ke aku, untuk apa lagi ini."
" itu berbeda sayang, bukaklah." ucap April.
Joseph mecoba membukanya, dengan perlahan melihat isinya berupa jam tangan terbaru.
" Sayang... ini benaran? Kok kita sama? kemarin aku mau beli jam tangan mereka. Tapi motifnya tidak sesuai. Malah dapatnya dari Kamu sayang."
" baiklah.. Terimakasih banyak Istriku." ucap Joseph dan mencium kening Istrinya.
April tersenyum, karena suaminya senang
" Mari tidurlah sayang" Menarik selimut untuk April. "Tubuhmu sudah sangat lelah."
April menganggukan kepalanya. " baiklah sayang.. kamu juga dong." ucap April menarik tangan Joseph untuk ikut tidur.
\=\=\=\=\=\= BERSAMBUNG \=\=\=\=\=
__ADS_1