Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
J&J : EPS 11


__ADS_3

JAYDA.


"Kasihan Felicia, Aku antar kalian." tawarnya dengan berat hati.


 


Dika menoleh ke Jayda, "Kamu yakin???"


 


Entah apa yang merasuki otak dan pikiran Jayda saat itu, mulutnya bisa berkata seenaknya saja. Di luar dari apa yang dia inginkan.


 


"Kalau enggak yakin pindah agama aja!" ketus Jayda membuat Dika tertawa kecil.


 


 


"Masih sama saja, tidak pernah berubah. Dasar cewek cerewet. Selalu saja mampu membuatku merindukan dirinya. Semoga kali ini, sang pencipta berpihak ke padaku."


 


"Ayo sayang... Naik mobil Tante Dokter aja. Mobil Daddy kamu enggak bisa nyala." Jayda menarik lembut tangan Felicia. Berjalan bersama menuju mobil Jayda yang jaraknya tidaklah dekat. Karena Mobil khusus Dokter memiliki area parkiran yang berbeda.


 


 


"Sini Tante Dokter gendong."


 


Jayda hendak menarik tubuh Felicia untuk menggendongnya, Dika menghentikannya dan mengambil alih Felicia dari Jayda dan menggendongnya. Keduanya saling memandang, Dika tersenyum, Jayda menatapnya dingin dan langsung berjalan duluan. Karena Jayda tidak ingin, orang yang melihat mereka beranggapan bahwa mereka adalah keluarga kecil yang bahagia.


 


 


"Ogah banget gua! Di kirain orang Istrinya dia." gumam Jayda dengan berjalan secepat mungkin.


 


Saat tiba di depan mobilnya, Jayda langsung membuka pintu mobilnya dan membawa dirinya masuk dengan mendaratkan tubuhnya di kursi kemudi.


 


"Berikan kuncimu." ucap Dika sebelum Jayda menutup pintu mobilnya.


 


 


"Mau apaa?" tanya Jayda.


 


"Biarkan Aku yang menyetir. Kamu Istirahat saja, bukankah sudah sangat lelah seharian bekerja?" tanya Dika.


 


 


"Bukan urusan kamu! Masuk saja." balasnya dengan menarik pintu mobilnya, lagi-lagi Dika menahannya.


 


 


Jayda menatap dingin ke Dika, "Kok jadi Kamu yang ngatur sih?"


 


 


"Jangan membantah, Kamu tidak tau lokasi rumahku! Biar Aku yang membawanya, agar tidak kelamaan tiba di sana. Jika sampai malam hari kita sampai, Kau tidak bisa pulang Jay." Dika memanggil namanya dengan lembut.


 


 


Kedua mata Jayda terkesiap, saat mendengar suara Dika memanggil namanya seperti dulu. Ia tidak mau larut dalam kisah masa lalunya. Ia membung pandangannya dengan perasaan gugup. Dan mencoba menuruti kemaun Dika dan keluar dari mobilnya.


 


 


Jayda memilih duduk bersama Felicia di kursi penumpang. Sekilas Dika melirik Jayda yang sangatlah lembut ke Felicia.


 


"Felicia sangat beruntung memiliki cinta dan kasih sayangnya Jayda. Membuat Aku cemburu, karena Aku tau rasa di cintai dan di sayangi Jayda dengan tulus." gumam Dika di dalam hatinya.


 


 

__ADS_1


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Suara Felicia yang berceloteh dengan Jayda yang tidak berasa lelah, menjawab seluruh pertanyaan dari Felicia terdengar sangat jelas di depan. Dika hanya bisa menyimak dan mendengar tanpa mengelurkan suaranya. Yang terpenting, Dika tau dia sangat bahagia. Karena Jayda yang selama ini dia cari-cari, ternyata tidak jauh-jauh. Semesta mempertemukan mereka lagi di satu tempat lagi.


 


 


 


Suara nada dering dari penyanyi kesukaan Jayda Lucky- by Jason Mraz (feat. Colbie Caillat) terdengar memenuhui mobil.


 


 


Kembali lagi Dika terkesiap, itu adalah lagu kesukaan mereka berdua. Tidak berubah sama sekali, Jayda masih memakai nada dering yang sama dengan Dika.


 


 


"Halo"~ Jayda.


 


"Jay... nongkrong yuk tar malam" ~ Ginta.


 


"Duh....Sorry girls gua gak bisa. Anak gua banyak, enggak seperti kalian." ~ Jayda.


 


 


"Duh... Lo sok sibuk deh Jay... Gua datangi Lo entar ke Apartemen Lo." ~ Ginta


 


 


 


"Terserah Lo lah Gin...Entar Lo kecewa loh gua enggak di Apartemen. Besok aja gimana? Gua kosong, bisa dari siang Gua main ke tempat Lo."~ Jayda.


 


 


"Agh... Lo gak asik Jay. Gua kesepiannya sekarang Lo ngajaknya besok." ~ Ginta.


 


 


 


 


"Lo sok enggak kesepian aja. Lo juga jomlo Jay, tau diri!" ~ Ginta.


 


 


Jayda tertawa lepas.


 


"Gua lupa kalau gua juga jomlo, tapi gua jomlo bahagia Gin. Enggak kaya Lo ngenes hidup Lo, sikit-sikit Lo gonta ganti enggak jelas. Gak ada yang nyangkut. Uda ah... Lo ceriwis banget. Gua lagi di jalan, gua matiin ya. Byeeeee...."~ Jayda.


 


"Awas Lo ya kalau jumpa, gua ma—" ~ Ginta.


 


"Tutttt... Tuttt... Tuuttt."


 


Jayda tertawa seakan dia sendiri di dalam mobil, Dika dan Felicia sama-sama memperhatikan wajah Jayda. Jayda yang berasa di perhatikan menghentikan tawanya memperhatikan Papa dan Anak itu.


 


"Tante Dokter kalau tersenyum begitu sangat cantik." ucap Felicia.


 


"Agh Terima kasih sayangnya Tante. Felicia juga sangat cantik." balas Jayda dengan menyentuh kedua pipi Felicia.


 


 


"Anakku tau saja apa yang di pikiranku." gumam Dika dalam hatinya dan tersenyum.


 

__ADS_1


 


Butuh hampir dua jam untuk sampai di rumah Dika. Rumah yang sangat luas, konsep taman dan garden yang menghiasi area rumah Dika. Tampak Felicia dan Jayda tertidur dengan berpelukan.


 


Jam menunjukkan pukul 19:21 waktu setempat. Dika menatap keduanya, betapa teduh wajah Jayda saat tertidur. Wajah yang sangat Ia cintai, membuat dirinya bergelut dengan rindu dan sepi dari penyesalan di masa lalu.


 


 


"Felicia... Jayda..." panggil Dika dengan menepuk pelan lengan keduanya.


 


 


Kedua mata Jayda mengerjap, menyeimbangkan pemandangannya di depan rumah mewah yang sangat luas di hiasi lampu yang menyala memberikan keindahan.


 


 


"Kenapa sudah malam?" tanya Jayda.


 


"Memang sudah malam... Aku sudah katakan, rumahku jauh, bila Kau yang membawanya akan lebih jauh. Ayolah turun dulu, biar Aku bawa Felicia ke dalam." pinta Dika dengan lembutnya.


 


 


"Apa Aku tidak bisa langsung pulang saja?" tanya Jayda.


 


"Tidak... Aku tidak akan membiarkan kamu pulang sendiri. Masuklah dulu." ucap Dika dengan mengambil kunci mobil Jayda dan menyimpannya ke dalam sakunya.


 


 


"Gawat.... kenapa Aku bisa masuk ke dunianya lagi. Main-main aja Lo Jayda, sok-sok an menawarkan diri mengantarkan mereka. Lihatlah sekarang apa Kau mencoba masuk ke dalam dunianya, Jangan sampai kau di campakkan kedua kalinya!" gumam Jayda dalam hati.


 


 


"Apa Kau mau masih berdiam di sana?" suara Dika membuyarkan lamunan Jayda.


 


"Egh.."


 


Dika tidak menunggu jawaban Jayda, dia langsung berjalan menuju pintu masuk dengan menggendong tubuh Felicia. Jayda mengejar Dika, dan mendekatinya.


 


"Dika..." panggil Jayda dengan menyentuh lengannya.


 


Dika terhenti saat Jayda memanggil namanya dengan benar, karena untuk pertama kalianya, Dika mendengar Jayda memanggilnya dan menyentuh tangannya.


 


 


"Kenapa?" tanya Dika dengan lembut.


 


"Dika...Berikan kunci mobil Gua. Gua mau pulang," kata Jayda dengan memohon.


 


 


"Kamu tidak lihat aku sedang menggendong Felicia, apa Kamu tidak merasa kasihan jika dia terbangun. Masuklah dulu." kata Dika kembali berjalan ke pintu masuk.


 


 


"Aku takut.. hatiku kembali bergejolak. Hatiku kembali terpengaruh karena di hatiku masih memiliki cinta di sudut hatiku yang paling dalam hanya untukmu seorang." gumam Jayda di dalam hatinya.


 


BERSAMBUNG.


......


JANGAN LUPA VOTE KE MY CHOSEN WIFE SAJA YA PEMBACAKU YANG BAIK HATI. TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2