Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Bermalam Bersama


__ADS_3

" Will you Marry Me?"


" Yes... I Will." dengan mantap April berkata dan menyerahkan jarinya.


Joseph pun sangat bahagia mendengar jawabannya. Dia pun berdiri dan meloncat girang sambil berkata. " She Said Yes...She Said Yes..." Teriaknya Kearah penonton.


Semua penonton itu pun bersorak senang, merasakan kebahagiaan Joseph.


April yang melihat kearah penonton pun sebenarnya malu, tapi karena semua pengunjung antusias dengan mereka setidaknya berbagi kebahagiaan.


" Thank you Honey." Ucapnya seketika dan menatap April, lalu dipasangkannya cincin itu di Jari manisnya.


" Thank You Jos." Ucap April lirih.


" Tidak.. aku yang harusnya berterimakasih sudah menerimaku dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Benarkan aku bilang, jodohmu itu aku. Cincin ini melambangkan keabadian, aku memilihnya khusus untukmu. Sangat pas bukan? Padahal aku gak tau ukuran jarimu" ucap Joseph


" Iya.. sangat indah. Terimakasih untuk semuanya" ucap April lembut.


Joseph menariknya dan memeluknya. Lalu dicium bibirnya dengan lembut, sangat lembut, karena sudah lama dia mencium seorang kekasih dia pun merasa kakuh, tapi April pun kali ini membalas ciumannya dengan santai. Sangat hangat kedua bibir itu bergesekan.


Tak lamaa saat mereka melakukan kissing . Suara kembang Api mengejutkan April. Kembang Api itu pun menghiasi langit Pantai sangat indah. April yang kaget melepaskan ciumannya dari Joseph dan menatap Ke arah langit.


"Wuahhhhh.. indah banget." Ucap April " Kau yang persiapakan semuanya sendiri ya?" Tanyak Aprilm


" Huum.. semua aku lakukan sendiri, saat kita pertama kali tiba disini." Berkata sambli memeluk April dari belakang.


" Kau bahagia kan?" Tanyak Joseph.


" iya.. sangat bahagia. Terimakasih." Ucapnya dengan pelan.


***


Jamuan makan malam direstaurant penginapan dekat pantai.


Makan malam romantis untuk merayakan jadian mereka.


Dengan segelas anggur merah dan Beef steak menjadi santapan malam itu dengan musik klasik beralun pelan.


" Habiskan makananmu, kita akan menginap disini. Aku sudah booking satu kamar untukk kita."


April pun kesedak mendengarnya. " heyy.. pelan pelan" ucap Joseph memberikan air mineral.


" Lah.. kenapa cuma satu kamar Jos? Kita kan berdua."


" Kenapa? Kau tidak mau tidur satu kamar dengan calon suamimu ini?"


" Agh.. bukan seperti itu.. aku tidak terbiasa saja." Ucapnya malu.


" Benarkah? Jadi bagaimana? Penginapan disini hanya sisa 1 kamar."


" kenapa kita tidak kembali ke Hotel Jos?"


"Hemmm... Bus hanya sampai jam 7 aja, makanya aku memesan kamar yang memang hanya sisa satu."


" Oww.. gitu ya." Ucapnya melemah.


" Ada apa? Kau takut aku melakukan sesuatu padamu?" Tanyaknya lagi.


" Aghhh... bukan bukan.. seperti itu." Ucapnya cepat.


" Jadi tidak ada masalah bukan, sudahla jangan takut, aku tidak akan melakukan apapun dengan calon Istriku." Jawabnya meyakinkan. " Sudah habiskan makananmu.

__ADS_1


***


" Maaaaa...." ucap Clarisa yang pagi pagi datang keruma mamanya.


" Ada apa sih risa? pagi pagi gini sudah teriak-teriak. Papamu saja masi makan tuh, bok pagi pagi itu sampe sini ucap salam dulu kek. apa kek.. ini teriak teriak." ngomel mamaknya.


" Ah si mama... Risa bawak kabar baik ini ma." ucapnya bahagia.


" Kabar apa ini? mari sini kita ke meja makan, pasti papa sudah siap."


Berjalan keruang makan. Papa yang melihat anak wedoknya datang dipagi hari yang gak biasanya pun terheran.


" Morning pa.." sapa Clarisa dan menyentuh pundak papanya yang baru saja selesai makan.


" Morning.. kamu kenapa pagi-pagi sekali datang. mana suamimu? gak ikut?" tanyak papa perhatian.


" Agh.. Reza ada rapat pa... jadi Risa sendiri kesini tepatnya diantar supir pa." Jawabnya santai.


" Iya.. tapi perhatikan kandunganmu Risa." ucap si mama.


" Benarrr nak... itu cucu pertama kami kamu harus gak boleh lasak lasak." Timpal sipapa.


" iya ma.. pa.. tapi Risa ada kabar baik loh." ucapnya lahi.


" Apa itu." Jawab simama dengan wajah seriusnya.


Calrisa mengeluarkan Ponselnya dan menunjukan Photo Joseph yang sedang melamar April.


" Lihat ma.. pa.." ucap Clarisa.


'Itu si Jos... sama siapa dia?" Tanyak mama Kepo " Dia sedang melamar siapa Risa?" Tanyaknya penasaran.


" Itu loh ma... si April." Jawabnya senang.


" Iya ma... Jos melamarnya ma."


" Awwww... anakku itu, akhirnya laku juga dia. Awwww... mama terharu, gak sia sia dia dulu mama kasih susu Kedelai." ucap mama kagum.


" Apa hubungannya ma?" Tanyak sipapa bingung.


" Owww.. Enggak tauh juga pa. aaaa tapi mama bangga dengan anak mama semua. kalian emang anak yang tidak mengecewakan orang tua. Walau mama dan papa tidak menjodoh jodohkan kalian dengan orang terpandang, tapi kalian memilih dengan tepat pendamping kalian." Mama pun meneteskan air matanya.


" Kenapa jadi menangis sih ma." ucap Clarisa mendatangin mamanya dan memeluk simama dari belakang. Mama pun menyentuh tangan Clarisa yang memeluknya.


" Mama cuman terharu nak... mama bangga dengan kalian. sama kayak papa kalian nih.. mama juga senang sampai setua ini papamu juga tidak pernah macam macam dibelakang mama. Joseph kan seperti papa juga. setia sama satu wanita yang dia sukai. Pokoknya mama senang.. April kan anaknya baik, sopan santun, lihat juga kinerjanya, latar belakang keluarganya juga bagus. Dia anak yang terpandang. Walau jauh dari orang tua dia sangat mandiri.


'Loh mama kok tau semua." tanyak papa.


" iya pa.. mama udah cek sendiri latar belakang April.'


" simama kayak Detektif aja." ucap si papa.


"Agh.. papa mama kan mau tauh wanita bagaimana yang dibawak anak mama kerumah." Bela simama.


" hahaha.. iya iya... mama yang baik." ucap sipapa.


" Tapi kenapa mereka bisa bersama di Amerika nak?" Tanyak mama.


" itu kata Jos,selama ini ternyata perusahaan Jos yang di Bali itu ma, jadi investor terbesar di cabang April yang disana."


" Astaga... kalau jodoh memang gak kemana ya pa?" Tanyak mama haru.

__ADS_1


'iya ma.. dari awal papa lihat anak itu, juga sangat yakin mereka berjodoh." ucap sipapa.


" Sama- sama anak pekerja keras." ucap Mama lagi.


Simama pun kembali memandangin ponsel Clarisa.


sungguh serasi kedua anak ini. Terimakasih Tuhan.


" Jadi kamu jauh jauh kesini untuk membawak kabar ini ya nak? Tanyak sipapa.


'iya pa.. supaya kita juga bisa menyambut calon keluarga baru." Besok malam mereka udah kembali ke Jakarta pa." ucap Clarisa.


***


Dengan berat hati April pun melangkah mengikuti Joseph kearah penginapan. Malam itu sangat dingin. mencekam jiwa April.


Tiba dikamar penginapan yang hanya satu kamar itu. Khsus Joseph pesan untuk mereka bermalam. Joseph pun masuk. April yang masi bingung hanya mematung didepan pintu masuk.


" Masuklah... kenapa masi berdiri disitu?" Tanyak Joseph yang lalu meletakkan Jas nya dikursi.


' Agh iya" April sangat gugup dan melangkah untuk masuk.


Joseph lalu kearah jendela, menarik kainnya dan terlihat pemandangan pantai malam itu sangat indah.


" Sangat indah kan pemandangan dari penginapan ini?" Tanyaknya ke April. lalu menutup kembali kain jendela.


April yang diam terduduk pun bingung apa yang hendak dia lakukan. Joseph menghampirinya.


" Kenapa kau melamun?"


" agh.. tidak apa apa" ucapnya gugup.


" Mandila... disini ada air panasnya." ucapnya berbisik dan menyentuh kepala April dengan kepalanya.


April pun kaget dan membalikan wajahnya tepat dihadapan Joseph dan tak sengaja Bibirnya pun tersentuh Bibir Joseph. Refleks April menarik wajahnya.


Joseph pun tertawa melihat April yang sangat salah tingkah. wajahnya pun sudah merah padam.


" Hahaha.. kenapa kau sangat kaget?" Tanyak Joseph menarik tangannya.


" Aghh itu.. kau sendiri yang menggangguku." Protesnya kesal.


" Santai saja.. aku sudah bilang aku tidak akan melakukan apapun dengan calon Istriku. kecuali jika kau mau." ucapnya dengan tertawa.


" Agh.. kau ini.. jangan macam macam" protes April dan berdiri.


" Pikiranmu yang dari tadi mesum." menyentil kening April. " seperti kau yang mengiingkannya. Jangan memancingku untuk melakukan sesuatu dengan pikieanmu itu. kau paham?" lalu berjalan kearah kamar mandi.


Menhidupkan pemanas untuk April berendam


" Ayo sana.. bersihkan dirimu." Ucap Joseph.


" Gimana aku mau mandi, Baju ganti juga tidak membawaknya."


" aku sudah menyiapkanya dilemari itu. Pakaila.. semoga pas." ucap Joseph. lalu beralih ke Ponselnya.


April pun melanhkah pelan, menuju lemari yang sudah tersedia..banyak pakaian yang disiapkan Joseph. pakaianya dan Joseph hanya terpisah sela lemari. sangat banyak pakaian April, sampai baju dalamnya pun sudah dipersiapkan.


Sejenis jin apa yang hinggap ditubuhnya.


Diapun bergegas berlari ke kamar mandi dan menguncinya rapat rapat.

__ADS_1


Aghhhh.. akhirnya....


Bersambung....


__ADS_2