Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Hantaran


__ADS_3

Kediaman Wijaya, Pondok Indah, Jakarta Selatan


Joseph yang membawa April ke rumahnya disambut hangat oleh mama dan Papanya. Di siang itu mereka berkumpul bersama untuk sekedar mempertanyakan persiapan April dan Joseph sudah sejauh mana.


"Halo calon mantuku " tanyak mama ke April.


" Halo tante. " ucap April disambut pelukan dan cipika cipika.


" Kalian dari mana nak?"


" Baaru dari Fiting Baju mam.." langsung Joseph menjawab


" yuk sayang keatas " ucap Joseph mengajak ke Kamarnya.


" Awas ya kamu macam-macam , masi sebulan lagi loh." Jawab mama.


" iya mam.. tenang aja loh." ucap Joseph.


" Tante saya keatas dulu ya."


" Iya sayang... hati-hati Joseph itu siluman." Bisik mama


April pun tertawa lalu berjalan menuju tangga.


Sesampainya dikamar Joseph, April duduk di sofanya merebahkan sebentar tubuhnya.


" lelah ya?" Tanyak Joseph yang baru keluar mengganti pakaianya.


" iya nih... kakiku sakit banget." menepuk nepuk betisnya.


" Mana sinih... aku lihat." jongkok menarik kaki April keatas pahaknya.


" Tidak usah.. nanti juga baikan." menarik kembali kakinya dari pahak Joseph.


" Siniiiiii... jangan membantah!" ucapnya tegas.


April pun mengikuti perintah Joseph. Yang sangat hawatir.


Joseph pun menekan betisnya " Awww .. sakit Jos."


Joseph meletakkan kakinya lalu berdiri, berjalan menuju lemari mengambil salap untuk Otot.


" Sini." ucapnya lagi.


Dioleskannya dengan lembut, digosok kebawah dan keatas. Perlahan Joseph mengusuk betisnya.


" Gimana sudah enakan?" Tanyak Joseph.


" Iya... disamping kamu tuh seorang Direktur, ternyata ahli juga jadi tukang urut."


Joseph yang mendengar itupun langsung mengerucutkan bibirnya dan menyentil kening April


Lalu duduk didekat April.


"Aduh.. sakit tauh." ucapnya mengusap keningnya.


" Rasain..." ucap Joseph yang mengejeknya.


wajah April pun cemberut melihat kearah Joseph.


"Oh ya sayang Aku ingin menanyakan kepadamu untuk hantaran nanti Apa yang ingin kamu minta dariku?" ucap Joseph.


" Apa ya? Aku juga tidak tahu Jos. kalau Menurut kamu apa? Soalnya kan kamu sendiri tahu aku juga sudah punya banyak barang yang telah ku miliki sebelumnya" ucap April yang memang bingung.


" iya bener juga sih... apa yang harus aku berikan kepadamu ya? Hemmm... mobil Ferrari kamu sudah ada, perhiasan itu pasti sudah ada, rumah aku sudah menyediakan untuk kamu terus apa lagi dong?" mereka juga heran.


" Ya sudahlah itu tergantung dengan dirimu Aku tidak ingin minta apa-apa hanya dirimu di sampingku saja itu sudah membuatku bahagia. Tapi untuk mahar dan juga antaran aku serahkan kepadamu Sayang, apapun yang akan kamu berikan kepadaku aku akan menerimanya dengan senang hati" April pun tersenyum.


"Oke kalau begitu aku akan mempersiapkan nya untuk kamu"


DRTTT...DRTTTT...


ponsel Joseph yang berbunyi lalu Joseph pun melihat ke arah ponselnya nomor yang tidak dikenal diabimbang ingin mengangkat atau tidak, tetapi April menyuruh mengangkatnya.


Tak lama dari seberang sana terdengar suara wanita


" Tega kamu jos melupakan kenangan kita yang dulu kebersamaan kita dulu, kenapa kau tidak memberikan aku waktu untuk mencoba memperbaiki diri " ucap Selena marah.


" Jangan menggangguku lagi, aku katakan jangan pernah menghubungi aku lagi kau tidak berhak untuk mendapatkan Kesempatan Kedua setelah yang kau lakukan ke aku dulu. Aku mohon Carilah kebahagiaanmu Selena, anggap aja Masa Lalu kita dulu pelajaran untuk yang sekarang Maaf aku tidak punya waktu untuk mendengar ocehanmu."


aku merasa bingung kenapa wanita itu gencar mencari Joseph, Mungkin dia tahu u berita pernikahan mereka dari media April merasa gugup dan takut jika Selena nanti berniat menghancurkan pernikahan mereka.

__ADS_1


'


" Apa itu Selena jos? gimana kalau misalnya nanti dia akan menghancurkan resepsi kita ? Aku sangat takut jos jika itu terjadi semuanya akan sia-sia kamu tahu sendiri kan Selena bagaimana saat kau membuat ku menangis karena dia aku tidak mau seperti itu "


"Tidak usah takut Sayang aku akan memerintahkan Aldi untuk mengerahkan keamanan ketat saat pernikahan kita nanti jadi kamu tidak usah banyak pikir soal itu. persiapkan saja dirimu , sebentar lagi awal pernikahan kita akan dimulai. Aku ingin nanti hantaran aku ke rumahmu berjalan dengan baik."


April pun mengangguk setuju.


***


" tiba di mana Joseph dan keluarganya menuju ke rumah April Untuk mengantarkan seserahan mereka ke keluarga April dengan barang bawaan yang sudah dipersiapkan oleh Joseph April sudah bersiap berdandan dengan cantiknya.


keluarga Joseph tiba di halaman rumah April mereka disambut dengan seluruh keluarga April, keluarga besar dari papanya April dan mamanya April. Begitu juga dengan Joseph. rumah April dipenuhi oleh para tamu undangan yang hanya dari keluarga inti saja. sangat ramai menyambut kedatangan keluarga Joseph untuk memasuki rumah. Membawa seserahan dan menyerahkannya ke Tengah keluarga April.


Joseph pun memberikan Hantarannya seperangkat perhiasan untuk calon istrinya.


Perhiasan itu terdiri dari kalung, anting, dan gelang bertahta berlian 10 karat. Tas bermerek, sepatu, Gaun semuanya bermerek. Itu di antarkannya. Karena memang bingung Calonya itu sudah memilkkj semuanya.


" Wah.. ternyata calon suami April sangat tampan, sudah tampan kaya raya lagi." salah satu dari adiknya Mama April saat melihat Hantaran dari Joseph. "Tuh hantarannya saja sangat berkelas." ucap tante Nita yang ke anak gadisnya.


" kamu itu cari calon suami itu yang seperti ini jangan yang biasa aja." ucapnya lagi ke sepupu April yang bernama Citra." masak mau kalah dengan Si April."


" Mama kok gitu sih..." ucap Citra " Ya kali aja memang Jodohnya dia, semua sudah di atur sama yang maha kuasa ma."


" Kamu ini taunya ngejawab aja."


Tante Nita ini memang paling Kepo di keluarga mamanya April. suka ngatur, suka banding-bandingkan. Dulu saja April ingin menjadi pengusaha, dia yang menentang, Dia bilang harusnya April mengikuti jejak kedua orang tuanya padahal ya memang April tidak mau.


Hingga darisitula April tidak akrab dengan para keluarga mamanya. Terlalu mengatur kehidupan Keluarga April. Berbeda dengan tantenya Merry. Tante Merry ini memiliki sepasang anak, yang satu bernama Laras yang Satu bernama Herry. Tante Merry ini Sangat beribawa, walupun April tidak dekat dengan tantenya itu, tapi dia sangat dekat dengan anaknua Herry sepupunya yang paling disayangnya semasa kecil.


Semenjak kepergian April ke Amerika mereka jarang kumpul. ketika acara hantaran Herry pun datang sekaligus melihat April dan calon suaminya. mereka dulu sangat akrab saling berbagi cerita di masa sekolah dulu berbeda jauh Ketika April sudah menimba ilmu di luar negeri persahabatan mereka tidak seindah seperti sekarang apalagi nih detik-detik April menuju kepelaminan.


Usai acara, seluruh keluarga inti pun berkumpul untuk menikmati santapan yang sudah disediakan oleh keluarga April. Ketika April ke dapur ingin mengambilkan sesuatu tak sengaja dia berpapasan dengan Herry. merekapun saling sapa menanyakan kabar dan memberikan salam selamat untuk April. Herry pun menjabat tangannya dengan lembut, wajahnya yang menampakan kekaguman ke April pun tertangkap oleh Joseph , yang datang dari belakang.


" Selamat ya Pie Labu.. ternyata udah mau jadi istri orang aja. "


" Hahaha.. iya ni. Terimakasih ya Cakue... sudah mau datang. " ucap April dengan senyum.


Saat hendak Melepaskan tangannya Herry malah menariknya. April pun bingung.


" Kamu sangat cantik hari ini, hari sebelumnya, dan dari sejak dulu."


Joseph yang sudah memandang dari kejahuan menghampiri kedua orang itu. Tak terima dia lama-lama dipegang tangan calon istrinya.


" Hei Sayang..." ucapnya ke April dan merangkul pinggangnya.


April yang mendengar suara Joseph pun berbalik badan dan buruburu melepas tangannya.


" Eh..sayang ini kenalkan sepupuku Herry."


ucapnya terbata bata, karena tauh Joseph pencemburu.


" Ow... salam kenal saya Joseph" ucapnya


Lalu disambut Herry dengan tampang purak-purak senang


" Saya Herry." ucapnya singkat dengan senyum kecut.


" Maaf saya mau ngobrol dengan Istri saya." ucapnya angkuh.


" Ow silahkan, saya permisi."


Herry itu punya rasa terpendam dengan April. Tapi April memang tidak tahu bahwasannya Heri menyukainya . Lau Joseph berkacak pinggang melihat ke arah April.


" Kenapa dia memandang kamu seperti itu? Apa hubungan kamu dengan dia" ucap Joseph cemburu.


" Tidakkkk ada.. dia itu sepupu aku loh sayang, dulu kami sangat Akrab. ya tapi gak lebih cuma sekedar berteman."


" tapi aku Curiga dengan pandangannya ke kamu, Apa kamu tidak merasa? Mungkin saja dia suka dengan kamu."


" Hei jangan ngaco ah itu sepupu aku nggak lebih. sudah-sudah Jangan cemburu kan ini hari bahagia kita." ucapnya sambil merangkul tangan Joseph.


" Hemmm... aku tidak suka lelaki lain pegang-pegang kamu."


" Iya iya.. aku tauh. Sudah jangan cemberut begitu jelek tauh. Mana senyumnya." ucap April menggoda.


Joseph pun memberikan senyum kepaksa. April malah terkekeh liat Joseph yang cemburu dengannya.


" Itu senyum kepaksa, jelek tauh, Ya sudah kita ketaman yok." ucap April merangkul tangan Joseph.


Saat hendak berjalan melewati ruang tamu, tante Nita dan naknya citra berada disitu. Bergabung dengan semua keluarga mama April yang menikmati santap siang dari acara itu.

__ADS_1


" hey April..." ucapnya.


Mereka pun terpaksa berhenti.


" Hey tante.." ucapnya lagi.


" Ini calon kamu ya.. Sangat tampan ya.Kaya Raya lagi, bisa carikan yang begini untuk Citra?"


Joseph pun hanya tersenyum aneh melihat kearah tantenya.


" Ow.. hehe.. iya nih calon saya Tan." ucapnya singkat.


" Lihat nih Citra... sapa tau aja ada yang begini untuk sepupu kamu ini."


Citra hanya tertunduk malu melihat mamanya seperti itu. Tapi memang benar Citra yang melihat ke Joseph dari dekat memang begitu sangat tampan, perfect la untuk seorang wanita mendapatkan Pria kayak Joseph.


" Gimana nak Joseph? Kok diam saja? ada gak teman kamu yang kayak kamu untuk anak tante."


" Maaaaa!!! " ucap Citra


" Nitaaa.. jangan seperti itu, malu dong sama nak Joseph." ucap tante Merry.


" Kenapa rupanya kak? Kan memang benar, kali aja ada teman nak Joseph atau April yang bisa untuk Citra."


Mama April anak pertama di Keluarganya, Tante Merry anak kedua dan Tante Nita anak paling kecil.


" Mama... gak bole kayak gitu. Liat anak kita." ucap om Bambang Papanya Citra.


" apa sih Pa.. kan emang benar biar Citra mendapatkan calon pendamping hidup yang seperti ini " ucapnya kesal.


Mama April yang baru masuk melihat wajah anaknya yang menyimpan kesal ditangkap mamanya. Mamanya pun mendekati mereka.


" Ada apa Nak Kenapa kamu di sini?" ucap mama memegang bahu April.


Belum sempat April menjawab sudah disambar sama tantenya.


" ini lho Mbak saya minta ke April sama nak Joseph untuk mencarikan pendamping hidup untuk Citra seperti Joseph ini."


" Oh begitu? ya sudah April sama nak Joseph gabung ke taman ya bareng sama Papa sama Mama dan juga keluarga yang lain mereka mencari kalian." ucap mama lembut dan tersenyum, menyelamatkan anak dan mantunya karena dia sangat mengenal adiknya itu.


Apri pun langsung bergegas merangkul lengan Josep dan berjalan bersama ke arah Taman . mata tajam Tante Nita ke arah Mereka pun terlihat kesal karena tidak ada jawaban dari April dan Joseph. Herry yang melihat kemesraan mereka pun merasa kesal.


" Tante kamu itu aneh ya? Tidak menghargai banget anak gadisnya disitu." ucap Joseph.


" Dia itu dari dulu memang begitu Jos. Aku tidak suka dengannya. Jadi anaknya Citra itu hampir mirip juga dengannya, suka iri sama orang. Dulu saja waktu aku kecil apa yang aku punya direbut, sampai aku harus mengalah semua barangku diambil. Mama yang nyuru aku harus mengalah. Karena kehidupan kecilnya dulu tak seindah seperti aku Jos. Begitu juga waktu Herry sering melindungiku dia itu marah kayak kamu tuuhh cemburu."


" Aku tidak suka aja ada pria lain megang-megang kamu."


Berjalan kearah Taman. Keluarga dari Joseph sanhay kagum ke April. semua sepupu Joseph yang memang dari kalangan orang berada seperi papa Joseph tidak norak kayak tantenya. Semua sangat hangat menyambut April yang sudah hampir menjadi bagian keluarga suutuhnya.


Banyak juga sepupu Joseph yang kagum dengan ketampanannya. Tapi tidak secentil Mama nya Citra yang terang terangan.


Erica.. sepupu Joseph yang dekat dengannya. Tapi dia sudah menikah. Keakraban mereka nampak jelas diwajah Joseph yang tersenyum hangat.


April hanya melihatnya saja, kesal tapi dia biasa aja tidak seperti Joseph yang menampakkan kecemburuannya. Erica yang hanya melihat April diam pun menyapanya.


" April.. " ucapnya


" Eh iya mbak Erica." Jawabnya kaget.


Joseph yang melihat kearah April pun jadi serba salah karena tadi posisinya dia yang cemburu sekarang apakah sama dengan April yang dirasakannya tadi.


" Kenapa diam? Joseph ini sepupu saya yang paling usil, jadi kamu jangan mikir yang macam-macam ya karena kita memang dekat dari kecil "


'Egh.. enggak kok mbak. Saya hanya mikir ini orang tadi cemburunya gak karuan waktu sepupu saya jjga menyapa."


" Ow... Joseph memang sangattt pencemburu pril, kamu harus sabar soal itu ya. Mbak tau gimana dia waktu sama mantannya itu. Maaf bukan bermaksud mengungkit. Tapi dia sekali sayang... sampai mati dia pertahankan." ucapnya.


'Agh.. hiasa aja mbak.." ucap Joseph.


" Iya kan memang gitu.. apa yang kamu suka harus kamu dapatkan."


" Iya benar mbak... Josepb memang seperti itu. kalay lagi cemburu aja serem wajahnya. Apa lagi ngambek iiii.. Horor mbak. kayak ada hantu-hantunya." ucap April menggoda.


Joseph pun langsung mencubit tangan April.


Mereka tertawa bahagia bersama.


" Sudah tinggal selangkah lebi dekat. Harus dipersiapkan dengan baik."Tambah Erica.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2