Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Memberikan Paket


__ADS_3

Usai semua tugas yang harus dikerjakan. Tak terasa waktupun sangat cepat berlalu. Tanpa sengaja April yang malam itu tengah berjalan keluar dari kamar Presidential Suitenya hanya untuk mencari angin malam berpapasan dengan Arta. Arta yang mengenali April menyapa.


" Hello Pril." Ucapnya sopan


" Heh.. hai." ucap April berlagak ramah.


" Oya kamar Joseph yang mana ya Pril?" Tanyaknya sengaja.


" ooww yang itu." menunjuk kearah kamar.


" Hah.. Thank you ya."


" iya sama-sama." Ucapnya senyum sambil berjalan kearah pintu Lift.


Setelah sampai di pintu Lift, April pun mundur, mengendap-endap melihat apakah Arta sudah masuk ke kamar Joseph apa belum. Lalu dilihatnya lorong itu sudah tidak ada orang. Berlari secepat mungkin kembali ke kamarnya.


Didalam kamar April, dia langsung menuju dinding kamarnya yang bersebelahan dengan Joseph. Ditempelnya kupingnya.


" Aghh... sial kenapa gak dengar sih?" Ucapnya Jengkel. Dicobanya lagi pindah posisi kuping.


" Aghhhh benar-benar tidak bisa didengar. Mereka lagi apa sih? Siapa wanita itu" Rengek April.


Diapun terduduk diatas kasurnya dengan sedih. menopang dagunya dengan kedua tangannya.


" Mereka lagi apa ya?"


***


" Silahkan duduk." ucap Joseph dengan senyum


" Thank you Jos."


" Mau minum?" Tawar Joseph.


" Tidak usah. I was Not long." ucapnya lagi. " Maaf Jos langsung ke intinya saja ya , saya kesini ingin bertanya."


" Ow silahkan."


" Wanita kemarin itu benaran pacar kamu? Kemana Selena Jos?" Tanyanya sungkan.


" Hah.. iya.. seperti yang saya ucapkan kemarin Art, April itu wanita yang sekarang mengisi hati aku. Maaf... soal Selena, aku tak mau membahasnya lagi. Kamu kan teman dekatnya, seharusnya kamu lebih tauh dong dari dia." ucapnya dengan tegas.


" Oww.. soal itu, aku udah lama Lost Contac dengannya Jos. Mungkin semenjak dia balik ke Jakarta. Dan aku kemarin pindah ke LA jadi semua kontakku terhapus Jos." jawabnya.


" Hemm.. tapi soal itu aku malas membahasnya, dan aku sudah berakhir lama dengan Selena. Sekarang aku sudah menemukan wanita yang pas. Baiknya luar dalam Art. Aku tidak mau karena masa lalu aku gak bisa bahagia bukan?" ucapnya lagi.


" Ya... jika itu pilihanmu lakukan kau juga harus bahagiakan. Walaupun saya teman dekat Selena, jika memang dia bersalah padamu, aku tidak akan berpihak padanya." ucapnya dengan senyum. " Lagi pulak dari aku lihat April memang baik seperti yang kamu katakan tadi. cuma aku takut dia berpikiran lain tentangku."


" Maksudnya kamu gimana berpikiran lain." tanyaknya lagi.


" Jika benar dia menyukaimu, pasti dia akan cemburu denganku, yang mengira aku ini siapamu. Tadi aku berpapasan dengannya saat hendak kesini, dia lagi berjalan keluar menuju lift, sorot matanya padaku kurang menyenangkan." Jawab Arta santai.


" Benarkahhhh? mau kemana dia malam malam gini? Oh...Astaga mampusla gua, pasti pikirannya macam-macam nih." ucap Joseph kawatir.


kemarin aja gua meluk Arta dia sangat marah. apalagi melihat gua berduaan dengan wanita. Mampusla kali ini .


" Hahaha.. kau sangat takut ya? Baiklah aku pulang saja, kalau lama lama disini mungkin aku bisa digorok sama pacarmu itu." ucapnya dan berdiri untuk keluar kamar Joseph


" Baiklah.. jangan datang lagi. Aku tidak mau bermasalah." ucap Joseph becanda. " Take a Care ya." Hanya dijawab dengan senyuman oleh Arta.


***


Melamun sendiri, yang harusnya April yang ingin berjalan-jalan pun ditundanya karena ingin menguping tapi gak berhasil.


Saat hendak keluar kamarnya ingin melanjutkan keinginannya tadi. April membuka pintu kamarnya dengan kesal. saat dibuka Joseph yang hampir mengetuk pintu kamarnya pun terkaget karena belum diketuk saja sudah terbuka.


Sigap April yang melihat kedatangannya menutup balik pintu itu, Langsung saja Joseph menahannya.

__ADS_1


" Heiiii..tunggu dulu." ucap Joseph memaksa masuk.


April yang tidak sekuat Joseph pun kalah kuat dengannya.


" Mau apa kamu?" Tanyaknya cemberut.


"Kenapa sih wajahnya kayak gitu... kan jadi jelek." ucapnya membujuk.


" Gak usah basa basi, kamu mau apa kesini!!!!" Ucapnya penuh kesal. " Sudah selesai urusannya dengan wanita itu?" Tanyaknya keceplosan.


aghhhh kenapa sih aku ini.


" Hahahaha.. aku kesini mau melihat Gadis kecilku." Menarik kedua pipi April menggerak gerakannya.


" Apaan sih, lepaskan! aku bukan anak anak."


Joseph yang melihatnya cemburu pun menarik kedua lengannya dan memeluknya.


" Jangan galak-galak dong ke aku. Aku kan sedih" ucapnya dengan membelai rambut April. " kamu jangan cemburu ya. Arta itu bukan siapa-siapa aku kok." April masi terdiam.


sangat hangat pelukannya. Selalu bisa jadi penenangku. aku juga tidak bisa mengendalikan emosiku. apa benar ini namanya cemburu?


" Kamu kalau lagi marah gitu aku tidak tauh harus berbuat apa supaya kamu gak marah lagi ke aku."


" Maaf" Ucap April yang melunak.


" oya.. apa kerjaanmu disini sudah selesai?" Melepas pelukannya dan menatap April.


" Kemungkinan sih sudah. Ada apa?" Tanyaknya heran.


" harusnya Besok aku sudah kembali ke Jakarta, karena kau disini seminggu, aku ingin kembali bersama denganmu." ucapnya dengan senyum.


" Agh... iya.. kenapa juga seperti itu, kau boleh diluan saja. Jangan menunggu." ucapnya sungkan tapi tak rela.


" Tidak... besok sore aku ingin membawakmu ke suatu tempat. kita habiskan sisa waktu disini bersama." Jawabnya dengan gagah berani.


Dengan senyum membuat penasaran "Masi rahasia, besok juga kau akan tauh." ucapnya dan mencolek hidung April lalu tersenyum.


" Awasss... Kau jangan macam-macam denganku." Tunjuknya kearah wajah Joseph.


" Tidak...aku tidak macam-macam, aku cuma satu macam aja didunia ini limited untuk kamu." ledek Joseph.


" kau ini percaya diri sekali ya. Sudah kembalilah kekamarmu. Aku sudah mengantuk." ucapnya mengusir.


" Iya tuan Putri... jangan marah lagi ya. Kayak gitu kan kamu bertambah cantiknya." ucapnya dan mengedipkan mata.


April yang memegang pintu untuk menutupnya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Joseph.


" husss... sanaaa." kata April lagi menutup pintu yang masi tertahan kaki Joseph.


" Okey... Good Night Baby I love you." ucapnya terakhir dan berlalu.


April yang mendengarnya sesudah menutup pintu pun sangat senang. " I love you to baby." sambil kesemsem sendiri berjalan menuju kasurnya.


***


Tok... tok.. tok...


Siang hari itu terdengar suara ketukan pintu dari dalam kamar April. April yang hanya bersantai pun dengan cepat membuka pIntu, Pikirnya Joseph yang datang.


Saat dibukanya dilihatnya dan bingung.


"Excuse me miss, I am assigned Mr. Joseph to deliver this to you." ucap si Housekeeping dan memberikan paketan yang terbalut dengan pitah putih.


" Agh.. Thank You." ucapnya dan menerim paketan itu.


Lalu masuk dan membuka kotak itu. Dibacanya kartu yang terdapat didalam.

__ADS_1


" Pakailah ini saat sore nanti kita bertemu. Aku akan menjemputmu, jangan sampai telambat ya :)


I love you, Dari Pujaan hatimu."


April yang membacanya pun tertawa lalu mengambil pakaian dan sepatu teplek putih snow white yang dihiasa bunga kecil. Semua sudah disiapkan Joseph.


Mengangkat Dress casual Putih yang sangat cantik Tentunya harganya jangan ditanyak untuk seorang Tuan muda itu.


April langsung sumringah sangat senang, berputar putar memegang Dressnya.


" Pria itu sangat romantis. Tauh aja membahagiakan orang." ucapnya penuh tawa.


***


Masuk kedalam satu Mall yang ternama disana, Joseph pun singgah disalah satu toko penjual Berlian . Melihat lihat mana yang cocok dijadikan hadiah untuk sang pujaan hatinya itu.


"Good afternoon, Sir? Is there anything I can help you with?" ucap salah satu staff toko besar itu.


" Ahh.. Good afternoon I'm looking for a ring for my fiance." Jawabnya dengan ramah.


" What kind of ring will you give?" Tanyaknya lagi.


" Hemmmm.. Which describes eternity." ucapnya senyum.


" Wait a minute sir."


Staff toko pun mencari sesuai permintaan Joseph.kemudian datang memberikan cincin berlian dua Ring yang dilingakari penuh batu berlian diapit dengan batu berlian berbentuk Love.


Joseph pun mencoba mengukurnya. Memberi taukan staff ciri ciri April. Akhirnya pun dia mantap memilih cincin yang disodorkan stfaff itu seharga 63.000.000 jika diRupiahkan. Joseph pun mengeluarkan Mastercardnya. Selesai membayar dia pun bergegas keluar menuju Toko bunga.


Sebuket bunga pun sudah terbungkus Indah. Bunga Mawar Putih yang dirangkai dengan balutan pita cokelat. Sungguh sangat memikat jika melihatnya.


Joseph yang sudah menyusun rencana dengan meyewa seseorang pun memberikan semua barang yang sudah dibeliknya sedari tadi agar dipersiapkan ditempat yang dibookinnya saat tiba di LA. ya tanpa sepengetauan April.


"Prepare as well as possible." ucap Joseph tegas dengan seorang Pria Bule berbadan besar.


" Yes Sir."


***


" Apakah ini namanya kencan?" ucap April yang sudah mengenakan Dress putih mewah dan dilengkapi sepatu tepek bercorak snowwhite dan bunga kepada kaca didepannya.


Disisirnya lagi rambut pirang panjangnya, diikat setengah lalu dipadukannya dengan cocongan. tidak bisa banyak model. April hanya tak ingin berdebat dengan Jos pun mengikuti kehendakknya yang tidak bole menampakkan lehernya.


Anggun dan sangat cantik itu tinggal menunggu dijemput.


" Aghhh.. aku sangat deg degan.. kenapa jantungku sangat berdebar kencang?" Memegang dadanya.


" Dia mau ngapain sih? Aku sangat penasaran sekali." ucapnya lagi.


" Heiii.. kaca.. kau tau Joseph itu lagi ngapain sih? kenapa dia lama banget. Aku benar benar penasaran dibuatnya." ngomong sama kaca.


***


Siang sudah berganti sore. Joseph yang sudah bersiap siap, dengan pakaian kaos putih bergaris hitam itu, menggukan Jas biru pekat dipadukan dengan Jeans coklatnya. Menambah kegantengannya yang semenjak lahir


Tok.. Tok.. Tok...


Bersambung....


***


***Hayoo... ada yang tauh gak April mau diajak kemana? 😁


Terusss bang Joseph mau ngapain ya?


Ada yang bisa nebak gak***?

__ADS_1


__ADS_2