
" Aku sudah berjanji, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Kematianlah yang akan memisahkan kita." ucapnya lembut dan Menggenggam jari jemari April. Tak sadar mendengar kata sang suami, air mata April jatuh tak tertahan ke tangan Joseph yang masih menunduk menatap Jemari kecil April.
" Kenapa kamu menangis?" Tanyaknya menghapus air mata dipipi April yang juga buru-buru disapuh oleh April.
" Agh.. tidak apa-apa." ucapnya dengan senyum palsu.
Menarik tubuh April masuk kedalam pelukannya dan membelai rambutnya " Maaf aku belum bisa jadi suami yang baik, membuat kamu selalu kesal dengan semua tingkah burukku." ucapnya dengan tangan kanan menepuk bahunya.
April menggelengkan kepalanya , lalu melepaskan tubuhnya dari pelukan Joseph " Jangan berkata seperti itu, aku tidak pernah menganggap kamu buruk. Kamu yang terbaik yang aku miliki." ucapnya dengan senyum.
Joseph lalu tersenyum lagi " Aku sangat bersyukur Istriku ini sangatla pengertian" ucapnya sambil mencoel hidung mancung April. Lalu April ikut tertawa.
" Jadi kamu sudah gak marah denganku?" Tanyaknya dengan menatap kemata April.
April menggelengkan kepalanya " Iya..aku sangat tersiksa jika terus diam dengan kamu." April langsung memeluk suaminya, dan mencium pipi Joseph.
Sangat bahagia, Joseph memeluknya dengan erat. karena memang beberapa jam saja tidak berbicara dengan belahan hidupnya ini, dia sudah stress berat. Bagaimana kalau dia jauh dari April ya?
" Kamu mau bermalam disini? atau kita balik kerumah?" Tanyak Joseph lagi.
" Kita kembali saja, tidak enak nanti pekerja dirumah kita mikirnya jadi macam-macam." ucapnya.
" Baiiklah sayangku, kamu memang yang terbaik untukku." Ucapnya senang. " Oya... kita makan malam sama mama dan papa kamu saja dulu, baru kita pulang. Sekalian suruh pak Sony jemput mobil kamu barengan dengan pak Yanto. aku gak mau kamu nyetir malam-malam." ucap Joseph.
" Baiklah.. aku setujuh."
" Oya... tadi waktu aku dikantor, Selena datang lagi mencariku." ucapnya memang tidak ingin menyembunyikan apapun dari April.
" Wah...benaran cinta mati dia sama kamu. Ya wajar aja dong, kalian kan pacaran sudah 3 tahun. Hemmm... selama itu apa saja yang sudah kalian lakukan?" Tiba-tiba April yang tidak pernah bertanyak tentang masa lalunya.
Dengan cepat Joseph menangkis pertanyaan April.
" Hanya sebatas layaknya pacaran biasanya, ya kamu tauhkan kalau orang pacaran gimana?" jawabnya salah tingkah.
" Agh.. aku masi beberapa bulan kenal sama kamu langsung dilamar sama kamu, gak tauh rasanya pacaran dengan kamu. Wah... Ternyata Selena sangat beruntung." Mulai menggoda Joseph yang mimik wajahnya berubah tegang.
Joseph mendorong tubuh April ke ranjang dan menimpahnya lalu menggelitiknya, April tertawa tak tahan menahan rasa geliknya " Nah.. masi berani kamu meledek aku? Ngah, ampun?" ucap Joseph dengan becandaanya.
" agggghh ampun." seruh April sambil menangkis tangan Joseph dan tertawa.
Joseph menghentikan aksinya, dan menatap lekat kewajah April. " Suatu saat nanti, jika seseorang mengatakan masa laluku, itu tergantung kamu yang menilainya. Tapi yakinlah... aku tidak pernah melakukan sesuatu diluar akal sehatkku, apa lagi sesuatu yang mempermalukan." ucapnya dengan senyum tipis dibibirnya.
April mendengarkan dengan seksama, dia sendiri tidak terlalu memikirkan itu. Bagi dia Setiap orang berhak memiliki masa lalu. Dan untuk sekarang, bagi April dia Joseph yang dikenalnya selama ini. Bukan yang dikenal orang dulu. Itu saja sudah cukup baginya.
" Ayo kita turun, mama dan papa pasti sudah menunggu." Ucap April.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun melewati hari itu dengan damai. April tauh semuanya butuh proses untuk mengenal pribadi masing-masing lebih dalam. Dan dia paham Joseph jauh lebih baik dari yang dia tauh.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= Angkasa Group \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Tuan ada yang mencari anda diluar." ucap Serketarisnya.
" Siapa? apa aku sudah punya janji dengannya?" Tanyak Andrew.
" Beliau belum ada janji temu Tuan. tapi Beliau bilang ada urusan penting dengan Tuan yang harus diomongin. Oiya atas nama Nyonya April setau saya beliau Istri dari Tuan Joseph Wijaya, yang akan bekerja sama dengan kita Tuan." ucapnya menjelaskan.
" Ouh persilahkan dia masuk Ra" Perintahnya ke Clara Serketarisnya.
" Baik tuan saya permisi."
Clara berjalan kearah pintu keluar untuk memepersilahkan April dan juga Astrid yang menemani April.
" Nyonya dipersilahkan masuk, mari ikut saya." ucapnya Ramah.
April dan Astrid berjalan menuju keruangan Andrew, melangkah perlahan, hingga tiba diruangannya. Andrew yang melihat April pun tersenyum senang, dia juga baru tauh, ternyata April istri dari rekan bisnisnya yang akan dicobanya menawarkan kerja sama untuk beberapa hari kemudian.
" Silahkan duduk April." ucap Andrew kakuh, melihat tatapan tajam April.
Mengikutinya untuk duduk, April tidak mau berbasah basi. Dia langsung keintinya.
" Maaf Tuan Andrew yang terhormat, maksud kedatangan saya kesini, menyangkut Mobil yang anda kirim ke rumah saya. Saya mau Mobil itu diambil kembali, karena saya tidak memerlukannya." ucap April tegas.
Andrew terperanjak tidak menduga " Apa tidak ingin minum dulu?" Tanyaknya spontan.
April menarik nafasnya " Maaf saya kesini ingin membicarakan soal Mobil. Harusnya anda paham Tuan, kenapa sepagi ini saya sudah datang keperusahaan anda."
Sedangkan Andrew menatap April, berpikir sejenak dan membenarkan gagang kacamatanya. " Maaf jadi begini, saya cuma bermaksud untuk menggantikan saja, karena saya tidak enak Nona April tidak ada menghubungi saya terakait masalah ganti rugi karena keteledoran saya sendiri." ucapnya dengan santai.
Mengangkat sebelah alisnya " Tuan Andrew, saya sudah katakan kemarin, saya tidak akan menuntut apapun dari anda, karena mobil saya juga gak ada yang lecet. Kening saya juga sudah sembuh. Jadi apa Tuan juga belum mengerti maksud saya? Kalau Tuan tidak mengambil mobil itu, biar saya suruh orang saya untuk mengantarkannya ke Kantor ini." ucapnya tanpa ada senyum dibibir tipisnya.
" Maaf jika itu menyinggung Nona April. Baiklah akan saya bawak kembali. Anggap saja kita impas." Ucapnya.
" Terimakasih, saya permisi." ucapnya sambil beranjak dari sofa tanpa memandang ke Andrew.
Andrew yang menatap punggung April yang sedang berjalan keluar ruangan, menyunggingkan tawanya, dan menggelengkan kepalanya. " Aku sangat suka kriteria wanita seperti dia. Akan ku coba mendapatkannya." ucapnya dalam hati.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= Anugrah Corp \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
DRTTTT....DRTTTT...DRRTTT...
April dan Astrid baru tibah di perusahaannya, Tak lama ponselnya bergetar. Dilihatnya kelayar Ponselnya, " MY BABY BALA BALA" siaapaaaaa ini???" Tanyaknya sendiri.
__ADS_1
" Ada apa Pril? "
" Agh.. ini ada yang nelpon namanya ini." menunjukkan ponselnye ke Astri.
" Coba kamu angkat saja, nanti orang yang kamu kenal, siapa tau Kamunya yang lupa".
" Aighh.. tidak pernah sih seingatku, Ya sudah aku angkat." Jawabnya.
" Halo?" Ucap April.
" Sayang... kok lama banget ngangkatnya? Kamu dimana?" ucap Joseph.
" Lah.. ini kamu??? Kamu suamiku kan?" Tanyaknya buru-buru sambil berjalan masuk ke Lift.
" iya ini suami kamu, jadi siapa lagi?" Ucap Joseph bingung.
" agh..sayang.. kamu yang ubah nama kontak kamu diponsel aku. Jadinya aku tidak tauh." ucapnya meringis.
" Ouuu hahahaha.. aku lupa sayang kasi tauh kamu." ucapnya.
" Iya namanya sungguh menjijakkannn Oppa."
" Ssssttt.. itu nama terbaik dariku, oya kamu ini dimana gak ada kabarin aku dari tadi. Aku rindduuuu." ucapnya.
April tiba diruangannya langsung duduk dikursinya.
" Maaf aku tidak bilang-bilang, aku tadi ke perusahaan Angkasa. Tolong jangan marah, aku suru dia ngambil mobil itu kembali. Jadi nanti siang itu Mobil udah diambil dia."
" Wow....kamu hebat. Kenapa gak bawak aku menemui dia?" Tanyaknya datar.
" Hemmm.. aku takut kamu marah sih." Ucapnya sedih.
" Sudahlah... Aku cuma mau infokan nanti malam kita ke party teman bisnisku. Apa kamu bisa sayang nemani aku?"
" Wah... bisa dong. untuk pertama kali aku menghadiri dari kalangan bisnis kamu." ucapnya senang.
" Okey sayang... kita jumpa dirumah ya sayang, aku siang sudah balik kerumah."
'" Iya suamiku... sampai jumpa dirumah ya. Secepatnya aku pulang. Byeee..."
" Byeee.. love you sayang."
" Love You to Oppa." ucapnya memicingkan matanya gelik sendiri.
Joseph hanya tersenyum kecil menanggapi Istri kecilnya yang imut lalu menutup ponselnya.
__ADS_1
Bersambung...