
Usai acara peresmian dengan potong pita yang diserahkan langsung ke Joseph dan April. Mereka menikmati beberapa acara dan hidangan. Hingga pamit untuk undur diri diluan. Meminta Ijin pada yang lainnya , termasuk Ferdinan dan Jorji.
" Kita mau kemana sayang? " Tanyak April pada Joseph yang sudah mengemudikan Mobilnya menembus jalan Raya.
" Hari ini jadwal kontrol kamu sayang. Kita kerumah sakit mengecek kandungan kamu. Aku sudah membuat janji temu dengan Dokter Endrik. " ucap Joseph dengan senyum.
"Kalian dengar anak - anak , Daddy sangat perhatian kan pada kita? " Tanyak April ke perutnya.
Joseph malah ikut senyum , kenapa jadi merasa malu ya saat April berkata begitu.
"Aku saja lupa jadwalnya sayang , kamu mengingatnya dengan sangat jelas. " Kata April serius dengan memicingkan matanya.
"Sebagai suami , harus kudu siaga sayang. Karena Hormon ibu Hamil itu bukan hanya merubah Mood. Tapi juga bisa mengubah lupa menjadi tidak ingat. " ucap Joseph ngekeh.
" Hahahaha.. kamu bisa aja nih. Memang benar aku akhir - akhir ini keseringan lupa jadi tidak ingat. " ucap April mengulang perkataan Joseph.
-----------------------------------
Setibanya di Rumah Sakit , tidak butuh lama. Joseph dan April sudah dipersihlahkan untuk masuk. Karena memang jam khusus yang diberikan Dokter Endrik pada mereka.
"Selamat siang menjelang Sore Pak Joseph dan Ibu April , mari silahkan duduk. " ucap Dokter Endrik dengan senyum Ramah.
" Terimakasih Dok. " ucap Joseph sambil menarik kursi untuk April.
"Baik , dari catatan saya , harusnya kandungan Ibu April sudah berjalan 8 minggu ya Pak. Harusnya sih kita sudah bisa mendengarkan Detak jantung dari kedua Bayi. Oke sebelum kita melakukan pengecekan , Selama sebulan apa ada keluhan Bu?" Tanyak Dokter Endrik menatap April.
April dengan sedikit berpikir , mengkaji ulang perjalanan sebulan kemarin. " Hemmm... sepertinya sih tidak ada Dok. Cuma saya suka lapar tengah malam , minta yang aneh - aneh pulak. tapi setelah dibelikan atau dituruti hilang begitu aja Dok. Dan sepertinya suami saya sih yang ngidam. " ucap April tertawa..
Dokter Endrik mendengarnya tersenyum.
" Wah Pak Joseph yang ngidam nih? Bisa gemuk dong Pak." ucap Dokter Endrik senyum.
" Iya nih Dok , demi buah hati Dok. " celetuk Joseph.
"Benar - Benar Pak. Tapi kalau pun Ibu April merasa lapar tengah malam itu wajar Bu , karena ibu kan mengandung dua anak. Jadi memang lebih sering merasa lapar. Cuma kalau yang Ibu April katakan kadang suka lapar , tapi kalau sudah dituruti hilang rasa laparnya. Itu yang juga namanya ngidam Bu. Ngidam Mata. " ucap Dokter Endrik tertawa.
April dan Joseph ikut tertawa. Dokter Endrik ternyata Humoris juga , pikir mereka berdua.
" Suster Emma , tolong dibantu ibu April menimbang berat badannya. " ucap Dokter Emma.
Suster Emma pun menghampiri April , dan membawaknya ketempat timbangan.
" Mari Bu , ke ranjang tempat pemeriksaan. " menunjuk Ranjang yang disamping mesin USG.
" Berbaing ya buk , maaf saya naikkan dressnya ya?. " ucap suster Emma tersenyum dan menyelimuti bagian bawah tubuh April.
April pun tersenyum pada suster Emma. Tapi jauh dalam lubuk hatinya , sebenarnya April malu. Perutnya terumbar jelas dihadapan yang bukan suaminya itu.
Joseph datang menghampiri Istrinya. Dia tauh betul pasti April malu. Kemudian datang duduk disebelah Ranjang April dan menggenggam tangannya.
" Perut kamu sudah mulai buncit sayang. " bisik Joseph kekuping April.
" Iya kan , berat badanku juga sudah bertambah sayang." Jawab April.
Kemudian Dokter Endrik duduk didepan mesin USG. Menyiapkan data April pada layar mesin. Mengetik nama April dan lainnya.
" Suster Emma , gimana berat badan Ibu April? Apa ada kemajuan? " Tanyak Dokter Endrik.
" Iya Dok , timbangan Ibu April sangat bagus. Sesuai per bulannya naik 2,2 Kg Dok. " jawab suster Emma.
__ADS_1
" perkembangan yang sangat bagus. " ucap Dokter Endrik tanpa menatap mereka.
Suster Emma mengoleskan Gel USG diatas perut April. Kemudian Dokter meletakkan alat untuk mengecek. Memutar kekiri , kenanan , mundur dengan gerakan lembut.
Tampak pada layar monitor , dan Layar TV LED didepan ranjang April yang terhubung langsung dengan layar USG.
" Bisa dilihat Pak? Bu? sudah terbentuk tapi masih berukuran kecil. " Ucap Dokter Endrik.
April dan Joseph senyum - senyum merasa takjub. Menatap layar dengan dua bayi yang lagi asyik berenang.
" Lihat kan , lagi berenang - berenang itu , lagi salto - salto. " ucap Dokter Endrik dengan tersenyum.
April dan Joseph ikut tersenyum mendengarnya.
" Ini kita dengarkan Detak Jantung Bayi yang sebelah kiri ya? " Kata Dokter Endrik sambil mengutat atit tombol Volume dari Mesin USG.
Terdengarlah suara Dentuman Jantung yang berirama. Suara jantung janin itu terdengar disatu ruangan. Joseph dan April Tercekat , Wajah mereka berdua tidak mampu menyembunyikan ketakjuban sang Maha Kuasa.
" Begitukah Dok?. " Spontan Kata itu keluar dari mulut Joseph. Matanya berkaca - kaca.
" Iya Pak , ini detak jantung janin yang sehat. Saat Kontrol bulan depan akan semakin kuat dan lebih jelas. " ucap Dokter Endrik menjelaskan.
Dokter Endrik berdiri dan kembali duduk dimejanya. April juga sudah dibersihkan oleh Suster Emma dan mereka kembali duduk didepan Dokter Endrik.
" Untuk saat ini , semuanya bagus. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Untuk kedepannya Vitamin yang saya berikan tetap dikonsumsi ya Bu. Susu juga jangan lupa untuk diminum. "
" Baik Dok. " Jawab April singkat.
---------------------------------------------
Setibanya dirumah , dari Parkiran Mobil terlihat Mobil Carlo terparkir rapi dihalaman rumah mereka. Sedangkan April hanya bingung dan bertanyak saat Mesin Mobil sudah dimatikan Joseph.
" Siapa yang datang sayang? " Tanyaknyak ke Joseph.
" Mobil Carlo itu sayang , tumben dia datang kesini." ucap Joseph membuka pintu mobilnya.
" Woiiiii!!! Ngapain Lo datang , bawak Linda segala juga. " ucap Joseph girang melihat kedatangan sahabat Tergilaknya.
" Santai Bro... duduk dulu Gih. " ucap Carlo sambil tersenyum.
" Kayaknya ini rumah Gua lah , kenapa lo yang kayak tuan rumah?. " ucap Joseph kemudian duduk bersama dengan April.
" Hahahaha... santai Coi. " ucap Carlo.
" Ada apa maksud kedatangan kalian kesini? Mau minta Restu? Curiga Gua " Tanyak Joseph.
Siti tauh benar tugasnya , sebelum majikannya pulang dia sudah menyajikan minuman , serta makanan ringan di meja mereka.
Sedangkan Carlo dan Linda tersenyum , karena tebakan Joseph benar.
" Kami kesini Ma—U." memegang tangan Linda dan sok romantis. Kemudian Carlo membisikkan sesuatu pada Linda.
Kemudian Linda mengeluarkan Undangan dari dalam tas nya.
" Tengg... Tenggg... Tengg... " ucap Linda memberikan undangan pada Joseph.
" Wah... kalian benaran mau Nikah? Wah pasti mama senang banget ini!!! " Pinta Joseph ketika menerima undangan dari Linda.
" Yoooa Bro , emangnya lo aja yang mau merasakan surga dunia. " ucap Carlo.
" Ngeresss aja Lo Semvak! " ucap Joseph.
" Ya kan benar kan Pril , Lo macam gak ngeres aja, buktinya Lo langsung ngamilin April!. " ucap Carlo.
April pipinya jadi memerah. Kurang ajar sekali si Carlo bawak - bawak April.
April pun tidak mau diam saja. " Wah selamat buat kalian , aku ikut bahagia untuk kalian berdua. " ucap April dengan senang dan tersenyum.
" Terimakasih Bu April. " ucap Linda memberikan senyuman juga.
__ADS_1
" Jadi kalian tetap di Jakarta kan? " Tanyak Joseph takut kehilangan serketaris terbaiknya.
" Gak usah takut Bro , Linda tetap bekerja dengan Lo. Dia gak mau lepas dari Lo!! Kayaknya dia lebih bergantung sama Lo! " ucap Carlo sedikit cemburu.
"Maaf Pril , saya bukan mau menyinggung kamu , kita sudah sepakat akan tinggal di Jakarta. " ucap Carlo.
" Bukan bergantung Loh. Aku cuma berhutang budi banyak sama Pak Jos. Sudah membantu keluargaku saat dalam keterpurukan. Bisa tanyak langsung sama Pak Jos. Maaf Bu April , tidak bermaksud apa - apa. " ucap Linda malu.
" Tidak masalah , kalian tidak usah risaukan perasaan saya. Karena saya tuh sangat mempercayai suami saya ini. " ucapnya menatap Ke Joseph.
" Duh syukurnya binik Gua ini pengertiiiiiian banget. " ucap Joseph menarik kedua pipinya gemes.
Lalu menatap ke Carlo.
" Jadi perusahaan April yang Lo kelola gimana Bro?"
" Nah itu dia , Lo bisa tanyakan langsung sama Ibu Bos gua. " ucap Carlo menunjuk April.
Joseph menatap ke April. " Apa yang kalian sembunyikan dariku sayang? " Tanyak Joseph mencoba menelusuri mata April.
" Kami? Tidak ada apapun. Carlo akan menggantikan aku sayang , di Perusahaan Anugerah Corp. Aku akan cuti, cuma Carlo yang aku percaya selama memegang perusahaan dan Carlo sendiri sudah seperti keluarga kita bukan? . Dan untuk Yang di Jerman aku serahkan sama Pak Budi. Dan selama Carlo di sini , aku sendiri yang akan mengawasi kinerjanya. " ucap April senyum ramahnya.
Joseph menepuk tangannya senang berdiri kearah Carlo. Yah sebenarnya senang tanpa diminta ke April dia mengerti perasaan Joseph , tanpa diminta pada April dia akhirnya berhenti untuk sementara waktu.
" Gua senang bro Akhirnya Lo di Jakarta juga. Berarti bisa kita buat kerja sama antar perusahaan Suami dan Istri nih? " Pinta Joseph ke Carlo.
" Gampang Bro , tenang aja. Ada Master. " ucap Carlo memuji Dirinya.
"Oya Tanggal berapa Lo Nikah? "
" Makanya Lo buka , Lo baca. " ucap Carlo.
Buru - Buru Joseph membuka Undangannya. Dibacanya dan dia kaget.
" Benaran Resepsinya di Hotel Gua ni? " Tanyak Joseph kearah Linda dan Carlo.
" Yaaa!! Benaran , Biar Gratis. Hahahaha.. Gak juga sih. Karena permintaan Linda , karena banyak juga kerabat dekatnya."
" Baguslah! Gua ikut senang untuk kalian berdua" ucap Joseph senang.
" Pak , makan malam sudah siap." ucap Siti tiba - tiba datang menengah percakapan mereka.
" Baik Siti. Mari kita semua makan malam dulu , baru kalian boleh Pulang. " ucap Joseph mengajak Carlo , sedangkan Linda bersama April. Mengikuti Pria mereka.
---------- BERSAMBUNG -----------
Maaf Lama Updatenya , karena Baby saya Lagi sakit.
Semoga tetap suka ya sama jalan ceritanya.
Jangan Lupa Like , Love dan Komentarnya.
Jika berkenan hati , bisa VOTE Novel Ini ya.
Jangan pelit - pelit dong sama Author :)
Bisa juga VOTE Novel saya yang berjudul TERPAKSA MENIKAH.
Untuk yang membaca Via NovelToon bisa VOTE pakai POIN nya ya.
TERIMAKASIH
__ADS_1