Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

Usai acara peresmian dengan potong pita yang diserahkan langsung ke Joseph dan April. Mereka menikmati beberapa acara dan hidangan. Hingga pamit untuk undur diri diluan. Meminta Ijin pada yang lainnya , termasuk Ferdinan dan Jorji.


 


" Kita mau kemana sayang? " Tanyak April pada Joseph yang sudah mengemudikan Mobilnya menembus jalan Raya.


" Hari ini jadwal kontrol kamu sayang. Kita kerumah sakit mengecek kandungan kamu. Aku sudah membuat janji temu dengan Dokter Endrik. " ucap Joseph dengan senyum.


"Kalian dengar anak - anak , Daddy sangat perhatian kan pada kita? " Tanyak April ke perutnya.


 


Joseph malah ikut senyum , kenapa jadi merasa malu ya saat April berkata begitu.


 


"Aku saja lupa jadwalnya sayang , kamu mengingatnya dengan sangat jelas. " Kata April serius dengan memicingkan matanya.


 


"Sebagai suami , harus kudu siaga sayang. Karena Hormon ibu Hamil itu bukan hanya merubah Mood. Tapi juga bisa mengubah lupa menjadi tidak ingat. " ucap Joseph ngekeh.


 


" Hahahaha.. kamu bisa aja nih. Memang benar aku akhir - akhir ini keseringan lupa jadi tidak ingat. " ucap April mengulang perkataan Joseph.


 


 


-----------------------------------


Setibanya di Rumah Sakit , tidak butuh lama. Joseph dan April sudah dipersihlahkan untuk masuk. Karena memang jam khusus yang diberikan Dokter Endrik pada mereka.


 


"Selamat siang menjelang Sore Pak Joseph dan Ibu April , mari silahkan duduk. " ucap Dokter Endrik dengan senyum Ramah.


 


" Terimakasih Dok. " ucap Joseph sambil menarik kursi untuk April.


 


"Baik , dari catatan saya , harusnya kandungan Ibu April sudah berjalan 8 minggu ya Pak. Harusnya sih kita sudah bisa mendengarkan Detak jantung dari kedua Bayi. Oke sebelum kita melakukan pengecekan , Selama sebulan apa ada keluhan Bu?" Tanyak Dokter Endrik menatap April.


 


April dengan sedikit berpikir , mengkaji ulang perjalanan sebulan kemarin. " Hemmm... sepertinya sih tidak ada Dok. Cuma saya suka lapar tengah malam , minta yang aneh - aneh pulak. tapi setelah dibelikan atau dituruti hilang begitu aja Dok. Dan sepertinya suami saya sih yang ngidam. " ucap April tertawa..


 


Dokter Endrik mendengarnya tersenyum.


" Wah Pak Joseph yang ngidam nih? Bisa gemuk dong Pak." ucap Dokter Endrik senyum.


" Iya nih Dok , demi buah hati Dok. " celetuk Joseph.


"Benar - Benar Pak. Tapi kalau pun Ibu April merasa lapar tengah malam itu wajar Bu , karena ibu kan mengandung dua anak. Jadi memang lebih sering merasa lapar. Cuma kalau yang Ibu April katakan kadang suka lapar , tapi kalau sudah dituruti hilang rasa laparnya. Itu yang juga namanya ngidam Bu. Ngidam Mata. " ucap Dokter Endrik tertawa.


April dan Joseph ikut tertawa. Dokter Endrik ternyata Humoris juga , pikir mereka berdua.


" Suster Emma , tolong dibantu ibu April menimbang berat badannya. " ucap Dokter Emma.


Suster Emma pun menghampiri April , dan membawaknya ketempat timbangan.


" Mari Bu , ke ranjang tempat pemeriksaan. " menunjuk Ranjang yang disamping mesin USG.


 


" Berbaing ya buk , maaf saya naikkan dressnya ya?. " ucap suster Emma tersenyum dan menyelimuti bagian bawah tubuh April.


April pun tersenyum pada suster Emma. Tapi jauh dalam lubuk hatinya , sebenarnya April malu. Perutnya terumbar jelas dihadapan yang bukan suaminya itu.


Joseph datang menghampiri Istrinya. Dia tauh betul pasti April malu. Kemudian datang duduk disebelah Ranjang April dan menggenggam tangannya.


 


" Perut kamu sudah mulai buncit sayang. " bisik Joseph kekuping April.


" Iya kan , berat badanku juga sudah bertambah sayang." Jawab April.


Kemudian Dokter Endrik duduk didepan mesin USG. Menyiapkan data April pada layar mesin. Mengetik nama April dan lainnya.


" Suster Emma , gimana berat badan Ibu April? Apa ada kemajuan? " Tanyak Dokter Endrik.


" Iya Dok , timbangan Ibu April sangat bagus. Sesuai per bulannya naik 2,2 Kg Dok. " jawab suster Emma.

__ADS_1


" perkembangan yang sangat bagus. " ucap Dokter Endrik tanpa menatap mereka.


Suster Emma mengoleskan Gel USG diatas perut April. Kemudian Dokter meletakkan alat untuk mengecek. Memutar kekiri , kenanan , mundur dengan gerakan lembut.


Tampak pada layar monitor , dan Layar TV LED didepan ranjang April yang terhubung langsung dengan layar USG.


" Bisa dilihat Pak? Bu? sudah terbentuk tapi masih berukuran kecil. " Ucap Dokter Endrik.


April dan Joseph senyum - senyum merasa takjub. Menatap layar dengan dua bayi yang lagi asyik berenang.


" Lihat kan , lagi berenang - berenang itu , lagi salto - salto. " ucap Dokter Endrik dengan tersenyum.


April dan Joseph ikut tersenyum mendengarnya.


" Ini kita dengarkan Detak Jantung Bayi yang sebelah kiri ya? " Kata Dokter Endrik sambil mengutat atit tombol Volume dari Mesin USG.


 


Terdengarlah suara Dentuman Jantung yang berirama. Suara jantung janin itu terdengar disatu ruangan. Joseph dan April Tercekat , Wajah mereka berdua tidak mampu menyembunyikan ketakjuban sang Maha Kuasa.


 


" Begitukah Dok?. " Spontan Kata itu keluar dari mulut Joseph. Matanya berkaca - kaca.


" Iya Pak , ini detak jantung janin yang sehat. Saat Kontrol bulan depan akan semakin kuat dan lebih jelas. " ucap Dokter Endrik menjelaskan.


 


Dokter Endrik berdiri dan kembali duduk dimejanya. April juga sudah dibersihkan oleh Suster Emma dan mereka kembali duduk didepan Dokter Endrik.


" Untuk saat ini , semuanya bagus. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Untuk kedepannya Vitamin yang saya berikan tetap dikonsumsi ya Bu. Susu juga jangan lupa untuk diminum. "


" Baik Dok. " Jawab April singkat.


---------------------------------------------


 


Setibanya dirumah , dari Parkiran Mobil terlihat Mobil Carlo terparkir rapi dihalaman rumah mereka. Sedangkan April hanya bingung dan bertanyak saat Mesin Mobil sudah dimatikan Joseph.


 


" Siapa yang datang sayang? " Tanyaknyak ke Joseph.


" Mobil Carlo itu sayang , tumben dia datang kesini." ucap Joseph membuka pintu mobilnya.


" Woiiiii!!! Ngapain Lo datang , bawak Linda segala juga. " ucap Joseph girang melihat kedatangan sahabat Tergilaknya.


" Santai Bro... duduk dulu Gih. " ucap Carlo sambil tersenyum.


" Kayaknya ini rumah Gua lah , kenapa lo yang kayak tuan rumah?. " ucap Joseph kemudian duduk bersama dengan April.


 


" Hahahaha... santai Coi. " ucap Carlo.


" Ada apa maksud kedatangan kalian kesini? Mau minta Restu? Curiga Gua " Tanyak Joseph.


 


Siti tauh benar tugasnya , sebelum majikannya pulang dia sudah menyajikan minuman , serta makanan ringan di meja mereka.


Sedangkan Carlo dan Linda tersenyum , karena tebakan Joseph benar.


" Kami kesini Ma—U." memegang tangan Linda dan sok romantis. Kemudian Carlo membisikkan sesuatu pada Linda.


Kemudian Linda mengeluarkan Undangan dari dalam tas nya.


" Tengg... Tenggg... Tengg... " ucap Linda memberikan undangan pada Joseph.


 


" Wah... kalian benaran mau Nikah? Wah pasti mama senang banget ini!!!  " Pinta Joseph ketika menerima undangan dari Linda.


" Yoooa Bro , emangnya lo aja yang mau merasakan surga dunia. " ucap Carlo.


" Ngeresss aja Lo Semvak! " ucap Joseph.


" Ya kan benar kan Pril , Lo macam gak ngeres aja, buktinya Lo langsung ngamilin April!. " ucap Carlo.


April pipinya jadi memerah. Kurang ajar sekali si Carlo bawak - bawak April.


April pun tidak mau diam saja. " Wah selamat buat kalian , aku ikut bahagia untuk kalian berdua. " ucap April dengan senang dan tersenyum.


 


" Terimakasih Bu April. " ucap Linda memberikan senyuman juga.

__ADS_1


" Jadi kalian tetap di Jakarta kan? " Tanyak Joseph takut kehilangan serketaris terbaiknya.


" Gak usah takut Bro , Linda tetap bekerja dengan Lo. Dia gak mau lepas dari Lo!! Kayaknya dia lebih bergantung sama Lo! " ucap Carlo sedikit cemburu.


"Maaf Pril , saya bukan mau menyinggung kamu , kita sudah sepakat akan tinggal di Jakarta. " ucap Carlo.


" Bukan bergantung Loh. Aku cuma berhutang budi banyak sama Pak Jos. Sudah membantu keluargaku saat dalam keterpurukan. Bisa tanyak langsung sama Pak Jos. Maaf Bu April , tidak bermaksud apa - apa. " ucap Linda malu.


" Tidak masalah , kalian tidak usah risaukan perasaan saya. Karena saya tuh sangat mempercayai suami saya ini. " ucapnya menatap Ke Joseph.


 


" Duh syukurnya binik Gua ini pengertiiiiiian banget. " ucap Joseph menarik kedua pipinya gemes.


Lalu menatap ke Carlo.


" Jadi perusahaan April yang Lo kelola gimana Bro?"


" Nah itu dia , Lo bisa tanyakan langsung sama Ibu Bos gua. " ucap Carlo menunjuk April.


Joseph menatap ke April. " Apa yang kalian sembunyikan dariku sayang? " Tanyak Joseph mencoba menelusuri mata April.


 


" Kami? Tidak ada apapun. Carlo akan menggantikan aku sayang , di Perusahaan Anugerah Corp. Aku akan cuti, cuma Carlo yang aku percaya selama memegang perusahaan dan Carlo sendiri sudah seperti keluarga kita bukan? . Dan untuk Yang di Jerman aku serahkan sama Pak Budi. Dan selama Carlo di sini , aku sendiri yang akan mengawasi kinerjanya. " ucap April senyum ramahnya.


Joseph menepuk tangannya senang berdiri kearah Carlo. Yah sebenarnya senang tanpa diminta ke April dia mengerti perasaan Joseph , tanpa diminta pada April dia akhirnya berhenti untuk sementara waktu.


 


" Gua senang bro Akhirnya Lo di Jakarta juga. Berarti  bisa kita buat kerja sama antar perusahaan Suami dan Istri nih? " Pinta Joseph ke Carlo.


" Gampang Bro , tenang aja. Ada Master. " ucap Carlo memuji Dirinya.


 


"Oya Tanggal berapa Lo Nikah? "


" Makanya Lo buka , Lo baca. " ucap Carlo.


Buru - Buru Joseph membuka Undangannya. Dibacanya dan dia kaget.


" Benaran Resepsinya di Hotel Gua ni? " Tanyak Joseph kearah Linda dan Carlo.


" Yaaa!! Benaran , Biar Gratis. Hahahaha.. Gak juga sih. Karena permintaan Linda , karena banyak juga kerabat dekatnya."


" Baguslah! Gua ikut senang untuk kalian berdua" ucap Joseph senang.


" Pak , makan malam sudah siap." ucap Siti tiba - tiba datang menengah percakapan mereka.


" Baik Siti. Mari kita semua makan malam dulu , baru kalian boleh Pulang. " ucap Joseph mengajak Carlo , sedangkan Linda bersama April. Mengikuti Pria mereka.


 


---------- BERSAMBUNG -----------


 


 


Maaf Lama Updatenya , karena Baby saya Lagi sakit.


Semoga tetap suka ya sama jalan ceritanya.


Jangan Lupa Like , Love dan Komentarnya.


Jika berkenan hati  , bisa VOTE Novel Ini ya.


Jangan pelit - pelit dong sama Author :)


Bisa juga VOTE  Novel saya  yang berjudul TERPAKSA MENIKAH.


Untuk yang membaca Via NovelToon bisa VOTE pakai POIN nya ya.


TERIMAKASIH


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2