Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Masukan aku kebagian masa depanmu


__ADS_3

Apartemen Wijaya Park, Jakarta Barat


Sore berganti malam itu sudah tidak biasa, silih berganti malam pun datang dengan kemauannya. Menatap pada Jutaan Bintang, bercahaya menemani langit gelap malam. Sungguh entah dari mana gunda gulana ini. Seakan tidak mampu untuk mengutarakannya.


April yang menatap pada langit malam itu dari Balkon Apartemennya ditemani angin malam. Gelisa entah mengapa, sudah lama rasanya tidak merasakan gelisa yang mengguncang pikiran.


" Apa yang harus aku katakan?" Tanyaknya pada sang langit, yang menatapnya dari kejauhan.


" Kenapa aku sangat takut?"


April pun kembali masuk, melihat kearah jam dinding kamarnya.


" Mungkin jam segini Mama belum tertidur." ucapnya dengan menggenggam Ponselnya.


Lalu menatap layar ponselnya, menghubungi sang mama.


Tak lama Ponselnya pun tersambung.


" April.... apa kabar anak mama?" ucap mama senang.


" Halo ma... April sehat. Mama sama papa sehat?" Ucapnya .


" Sehat nak.. maaf mama dan papa belum bisa mengunjungimu." ucap si mama sedih.


" agh.. tidak apa-apa ma, April ingin mengatakan sesuatu ma." ucapnya ragu.


" Katakanlah nak.. apa yang ingin kamu katakan?"


" Agh.. itu... maa..." Terdiam sejenak. " Ma... April dilamar." ucapnya pelan.


" Wow... siapa yang sudah melamar anak mama ini, nak Rendy?" Tanyak si mama yang memang hanya mengetahui April berpacaran dengannya.


" Bukan ma... April sudah putus dengannya. Dia juga sudah menikah." ucapnya perlahan.


" Lah..apa iya? kenapa kamu gak ngomong sama mama nak?" ucap mama yang tauh anaknya menyimpan masalahnya sendiri.


" Tidak apa-apa ma... sekarang yang melamar April lebih pria yang sangat baik... keluarganya juga, sangat baik ke April" ucap April dengan senyum.


" Duh anak mama, Ternyata Gadis kecil mama ini sudah besar, baiklah... nanti mama coba sampaikan ke Papa nak. Oya.. kamu tinggala kembali kerumah kita nak, jangan menyendiri di Apartemenmu, mama takut kamu selalu kesepian."


" Terimakasih mamaku sayang, nanti kalau sudah waktunya April pulang kerumah."


" Baikla sayang... istirahatlah, jangan terlalu capek dan jaga kesehatanmu ya nak. mama rindu kamu. Miss you sayangnya mama."


" Miss you to mamaku terhebatku. Bye ma..."


***


" Al... tolong besok carikan rumah di Menteng, carikan yang sesuai dengan kediaman keluarga saya, juga nyaman untuk anak-anak, kalau sudah nemu, kabarin saya secepatnya." Perintah Joseph.


" Siap pak... akan secepatnya saya laporkan." ucap Aldi.


Entah mengapa menatap masa depan bersama April menjadi bagian yang tak terlewatkan dari pikirannya. Mengapa? karena April itu wanita berbeda, dari Selena. Bukan ingin membandingkan, April yang terlahir dari anak kaya raya, keluar dari zona nyaman mencari kesenangannya dalam berbisnis, berbedah dengan Selena, Wanita manja yang hanya bisa merengek untuk kepuasannya semata. Sangat jauh berbedah, April sendiri bisa mendapatkan posisi dihatinya yang terkunci rapat untuk disinggahi itu saja sudah menjadi nilai Plus buat Joseph.


'" Sungguh mengubah kehidupakan yang kusut Gadis kecilku. Sedang apa dia?"


Mengambil ponselnya mencoba menghubungi kekasih hatinya.


Nomor yang anda tujuh sedang sibuk


Menatap jam dinding " Jam segini... dia menghubungi siapa?"


Mencoba lagi, nihil tetap sama. " Nelpon siapa dia?"


Lima belas menit kemudian mencoba lagi dan tersambung.


" Halo." ucap April lirih menyambut Ponselnya yang juga baru saja mengusap air matanya, terasa sedih rasanya jauh dari kedua orang tuanya.


" Heyyy... kamu menangis?" Tanyak Joseph yang mendengar suara April tidak seperti biasanya.


" Agh... tidak." ucapnya berbohong.


" Jangan membohongiku, kenapa? Siapa yang berani membuat kelinci kecil ini menangis, katakan padaku biar kujewer." Tanyaknya mencoba membuat lelucon.


Dia yang mendengarnya pun tersenyum, apa iya dia berani menjewer mamanya.


" agh.. itu sebenarnya barusan aku menelpon mama, apa kamu berani menjewer mamaku?" Tanyak April yang mulai semangat.


" oww.. itu... sorry, kalau yang itu, hehehe.. aku mana mungkin seberani itu." ucapnya malu " tapi.. kenapa kamu menangis?" Tanyaknya heran " Apa mamamu memarahimu? Atau jangan jangan mamamu tidak setuju denganku?"


" Tidak... aku hanya merindukannya, sudah lama kami tidak berkumpul bersama." ucapnya lagi.


" Owu.. begitukah. ya sudah jangan bersedih. ada aku yang menemanimu. Istirahatlah...Bye." Joseph pun bergegas mengambil jacket dan kunci Mobilnya.


Menuruni anak tangga, sang mama yang melihat anaknya yang sudah malam mau keluar pun bertanyak.


" Mau kemana Jos malam-malam begini?"


" Ke tempat April mam.. Jos pergi dulu ya, jangan menunggu mam."


" Heyyyy... jangan macam macam sama anak orang ya. kamu itu belum sah jadi suami April." Teriak mama yang sudah ditinggal pergi oleh Joseph.


" Ada apa sih ma?" Tanyak papa melihat istrinya teriak teriak.


" Itu anakmu.. malam malam mau ketemu sama April, mama kan takut dia macam macam sama anak orang pa." ucapnya lagi.


" Isss si mama... kayak gak pernah mudah aja. Lagian anakmu si Jos juga bukan Pria yang sembarangan." Bela sipapa.


"Iya memang bukan Pria sembarangan, tapi pria angkuh ya pa. Iiii.. anakku yang satu itu."


***


" Selamat malam Tuan." ucap security setengah membungkuk kepada si empunya.


semua mata karyawan seisi Apartemen itu menatap Tuan muda tampan itu datang dengan dua kantung makanan dikedua tangannya. Bertanya tanyak mau kemana tuan muda itu. Banyak yang tidak tauh kisah cinta tuan muda Wijaya karena dia tidak sukak diekspos ataupun diliput dari segi manapun. Dia tidak suka menjadi terkenal, ataupun mengumbar kehidupan pribadinya. Jika ada yang berani melakukannya pasti akan berurusan dengan Aldi, tampangnya aja yang manis tapi orangnya berdarah dingin.


" Selamat malam... Bekerjala dengan baik." Jawabnya ramah dan terus berjalan. Tidak ingin diperlakukan spesial, dia tidak suka menjadi perhatian orang.


Melangkah ke arah lift menekan tombol lantai kamar April.


sesampainya didepan kamar April.


Ting tong... suara bel pintu berbunyi.


April segera beranjak dari kasur mengambil jubah luaran linggerie satinnya, menyusuri anak tangga. Mengintip siapa yang malam malam begini datang.

__ADS_1


" Kamuuu." ucapnya saat membuka pintu.


Joseph yang melihat wajahnya langsung senyum dan mengangakat kedua tangannya yang membawa makanan. " Selamat malam Sayang."


Langsung dengan wajah tersenyum senang melihat pria itu datang " Ayo sini masuk."


" Kenapa jauh jauh kesini sih? sudah malam masi keluyuran."


Joseph yang pertama kali datang ke Apartemen April itu meletakkan bungkusan makanan dimeja ruang tamu itu. Dipandanginya dari sudut kesudut.


Dia memang sangat sederhana sekali. Warna putih selalu menjadi dasar dari ruangan ini dipadukan dengan Warna biru.


" Kenapa kaget seperti itu." ucapnya menepis lamunan Joseph.


Berbalik menatap Ke April dan memeluknya.


" Aku kesini ingin menghibur kekasihku yang lagi sedih." Dengan dekapan mesra Joseph memeluknya memberikan kekuatan.


April pun membalas pelukannya " aku sangat berterimakasih untuk itu, tapi bukankah kita tadi siang baru ketemu." melepaskan pelukannya.


" Sudah ku katakan... aku terjebak dengan wajahmu, selalu sangat merindukanmu." ucapnya lagi dan menatap ke pakaian tidur April yang terbalut sexy.


" Kamu setiap malam selalu mengenakan itu?" Tanyaknya dan mengangkat kedua alisnya mengarah kedaerah tubuhnya.


April pun refleks menutup dadanya. " Heyy... jangan berpikiran kotor."


" Bukan seperti itu, jika bukan aku yang datang, apa kamu keluar dengan pakai seperti itu?" Tanyaknya kesal.


" Tidakkkk.. karena kamu yang datang kenapa harus sungkan."


" Ele.. ele.. ternyata dirimu pintar menggoda, ya sudah duduk disini." Menarik tangan April dan duduk di ruang tamu Apartemennya, April pun mengikutinya.


" Hey.. harusnya sih aku yang berkata seperti itu."


" Jangan lupa... Apartemen ini milikku, walaupun kamu membeli salah satunya."


" Cih... angkuh banget."


Melahap semua makanan yang sudah dibeli Joseph. Tidak menyangka Pria itu memang bisa saja menghiburnya. Bagaimana tidak, perlakuannya ke April membuatnya seperti seorang Putri dalam negeri dongeng.


Joseph yang duduk disofa dan April yang tiduran dipangkuannya menatapa pada layar TV ruang tamu itu. Mereka menonton hingga lupa waktu


" Jos sudah jam sebelas malam, kamu tidak pulang?" Tanyaknya.


" Tidak... malam ini aku akan menginap disini."


Refleks April mengangkat tubuhnya " Apaaa? kenapa menginap? Kamar tidur tamu kosong Jos tidak ada bednya, kamu mau tidur di mana?"


" Kita kan bisa seranjang." ucapnya lagi.


" Agh..kamu ini, jangan tidak baik."


" Tidak baik bagaimana? Aku ini calon suamimu." Ngotot dia.


" Iya calon suamiku yang angkuh.. wekz. " ucapnya menggoda.


Joseph yang melihat tingkah konyolnya menarik tangannya mendekatkan tubuhnya kepelukannya.


" Aku sudah tidak sabar untuk menikahimu , agar dirimu tidak sendirian di Kota ini." ucap Joseph mesra dan Membelai lembut rambutnya


" Jika kamu merasa sepi, panggil saja aku, aku akan secepat kilat datang untukmu, jangan menanggung sendiri bebanmu. Mulai sekarang, belajar untuk memasukkan diriku didalam bagian hidupmu, masa depanmu. Kamu paham?" Tanyaknya dengan perhatian lembut.


April yang mendengar ucapanyannya dari dalam pelukannya meneteskan lagi air matanya. Percaya atau tidak, Pria ini sungguh mengubah hidupnya. Memperlakukannya dengan sebaik mungkin. Tak hanya hebat dalam bisnis, dia juga hebat menempatkan wanita kesayangannya dalam bagian terpenting dirinya.


Joseph yang menyadari April meneteskan air mata , memegang wajahnya lembut, " Jangan menangis, wajahmu terlihat jelek seperti itu." sambil menghapus air mata di kedua pipinya.


" Hah..aku sangat terharu, sangat bersyukur sekarang ada kamu disampingku." ucapnya mengusap sisa air matanya.


" Saya yang sangat bersyukur, kamu dikirim Tuhan untuk melengkapiku." Ucap Joseph lagi


" la seperti lirik lagu saja ya." akhirnya April pun tersenyum.


Tak lama memandang wajah itu, Jose menarik lembut wajah April dan mencium bibir merahnya yang ranum.


cup... bibir itu pun bersentuhan lembut, saling membalas, dengan kehangatan yang mengalir panas tenggelam dalam pikiran masing masing. Dengan mata yang dipejamkan, April menikmati sentuhan bibirnya.


ciuman ini bagaikan ciuman pertama untukku. Sangat terasa hingga merasuki jiwa dan pikiran.


April yang memang tidak pintar untuk urusan yang seperti itu, mengikuti ritme gerakan bibir Joseph.


Joseph yang melumat bibirnya yang terasa manis itu, pun melepaskan perlahan bibirnya, takut jika diteruskan akal sehatny bisa bisa melangkahi batas.


" Sangat manis, ternyata kelinciku sudah pintar membalas." ucapnya menggoda.


Wajahnya pun memerah malu " Bukankah kamu yang mengajariku." menundukan wajahnya.


" Masi juga memerah itu pipi" ucapnya menarik kedua pipi April dan Berucap seperti anak kecil.


" Ahhh sakit tauh." rengek April.


" Kamu itu menggemaskan sekali sih. Ya sudah...Ayo tidur, besok kita bekerja."


Mereka pun menaiki anak tangga kekamar April. seperti dirumah Joseph, April tertidur nyenyak dipelukan Joseph. Dan sesuai janjinya " aku tidak akan menyentuhmu sebelum kau menjadi istriku." Pria baik baik dia nih.


***


April yang baru tebangun dipagi hari, melihat pemandangan indah, seorang Pria yang sedang duduk dengan kaki bersila di balkon Apartemennya itu sedang membaca koran dengan secangkir teh di mejanya.


April menatapnya dengan hangat


Pria itu yang akan menemaniku setiap aku terbangun.


" Sudah puas menatap ketampananku?" Tanyaknya yang menyadarkan April.


Dengan senyum menjawab. " Aku tidak akan pernah puas melihat ketampanan si Pria angkuh." ucapnya dengan senyum.


Joseph pun beranjak dari kurisnya dan menghampirinya. duduk dipinggir ranjang dan langsung mengecup lembut bibir April.


" Saat kamu menjadi istriku nanti, kamu bisa menikmatinya setiap hari." ucapnya lembut dan membelai rambutnya. " Sudah sana mandi, aku sudah menyiapkan air hangatmu, habis mandi turun dan sarapan, aku juga sudah memesan dari pihak Apartemen." ucapnya perhatian.


" Terimakasih, maaf aku kesiangan, biasanya aku memasak sendiri sarapanku." ucapnya lagi


" kamu ini sangat sering mengucapka terimakasih, ingatla aku ini calon suamimu yang akan bertanggung jawab penuh dalam hidupmu. Kelak saat kita hidup bersama, urusan sarapan biarkan koki yang memasak. Aku tak mau istriku sibuk didapur Ya sudah mandilah, aku akan menunggumu di bawah." Ucapnya lalu mengacak ngacak rambut April kayak mengacak bulu kucing.


April yang masi terngiang dengan kata kata Joseph barusan serasa sesak, pria semacam itu sungguh ada dimuka bumi ini. Tak ingin Joseph menunggu lama dia pun bergegas mempersiapkan diri untuk kekantor.

__ADS_1


***


April yang turun kebawah berjalan menuju ruang makan menghampiri Joseph merasa terheran, sarapan pagi ini benar benar semeja penuh. Ada buah, ada sayuran, susu, teh, daging, ikan semua lengkap hingga makanan penutup pun ada. April yang turun dari atas sangat kebingungan.


" Kenapa kamu memesan sebanyak ini Jos?"


" Makan yang banyak, biar cepat besar." ucap Joseph yang memakan sandwichnya.


Tertawa april pun menjawab" mau sebesar apa lagi aku ini dimatamu?"


" Itu.. tubuhmu kan pendek. Biar bertambah juga tinggimu." Menunjuk kearah April.


" Main fisik kamu nih." menjawab dan menguyah sarapannya. " Biar tinggku cuma semekot, tapi cintaku padamu tak terhitung." ucapnya bencanda.


Joseph yang lagi menikmati sandwitchnya pun terhenti hampir kesedak.


" Wowww... amazing, sudah bisa menggodaku ya?" Tanyaknya


" Hahaha... jangan remehkan aku." ucapnya sambil menjulurkan lidahnya.


Joseph juga tersenyum." Habiskanla makananmu, aku akan mengantarmu ke kantor." ucapnya bersemangat.


" Mengantarku? Kamu tidak ke Hotelmu?"


" Siap mengantarmu, aku ke Hotel."


" Dengan pakaian seperti itu?"


" Aldi sudah menyiapkan pakaiaanku, sampai di Hotel aku tinggal menggantinya." ucapnya tersenyum.


" Owww iya.. aku kadang suka lupa, pria ku ini seorang ternyata seorang Direktur." ucapnya.menggoda.


"Dasar kelinci kecil..."


***


Menembus kemacetan pagi itu dengan menunggangi Ferari Hitamnya, Joseph menganarkan April tiba tepat didepan Gedung kantornya.


" Sudah sampai" ucap Joseph.


" Iya... kamu hati-hati ya nyetirnya."


" Siap buk bos." mengangkat tanganya dan hormat. " Kamu juga yang semangat kerjannya, entar sore aku jemput." sambil membelai rambutnya.


" Okey sayang... bye." ucapnya lagi, dan hendak turun dari mobil. Tapi Joseph menarik tangannya.


" Tunggu.. ada yang kelupaan." kata Joseph.


" apa itu?" wajahnya mengernyit mengingat apa yang dimaksud Joseph.


Menunjuk ke pipi kirinya " ini." ucapnya manja.


" Ah.. kiss" langsung April mendekatkan bibirnya dan mencium pipi kiri Joseph .


" Satu lagi" menunjuk pipi kanannya . saat April hendak mendekatkan bibirnya ke pipi kanannya Joseph langsung berbalik dan memberikan bibirnya.


" Iii kamu ini kesempatan banget." pukul April ke lengan Joseph.


' Awww... itukan vitamin dipagi hari, hahaha. ya sudah turunlah kelinciku. " ucapnya menggoda.


" Hemmm... hati-hati ya, kabarin aku kalau sudah tiba." membuka pintu mobilnya. Joseph pun melambaikan tangannya " Byeee..." ucapnya lagi lalu menunduk " Love you Jos." mengedipkan matanya lalu menutup pintu dan Berjalan masuk keGedung kantor.


" Love you to sayang." ucap Joseph kearah April yang berialan. " sudah pintar aja dia, gak sia sia aku mengajariny." langsung memutar dan melaju kencang kejalanan.


***


DRT....DRT...DRTTT...


April menatap layar ponselnya, Nomor yang tidak dikenal menghubungin ke nomor ponselnya. April enggan untuk mengangkatnya.


DRT...DRT.. DRTT...


Nomor itu pun kembali menghubungi nomor April.


" Siapa ini? Menggangu saja." kembali di hiraukannya.


DRT...DRTT...DRT...


April sudah mulai kesal lalu mengangkat " Siapa?" ucap April langsung.


" Hallo Pril, ini aku." ucap Pria disebrang sana.


Alis April terangkat suara ini tidak asing lalu dia mencoba mengingat.


" Ada perlu apa kau mencariku!."


" Jangan marah-marah dulu dong." ucap Pria itu.


" Aku tidak punya urusan denganmu, kalau sudah selesai bicara akan aku tutup!." Jawab april ketus.


" Tunggu dulu, kalau kamu tidak mau mendengarkanku, biar aku yang ke kantormu."


" Apa mau mu!" ucapnya lagi.


" Mau ku.. sekarang temui aku, dicafe sebrang kantormu, sekarang juga. kalau tidak aku yang kesana."


Tuttt...Tutt.. Tutt..


" Sial dimatikan. Pria ***, masi punya muka dia ingin bertemu denganku." Ucapnya yang kesal.


April pun keluar dari ruangannya.


" Mau kemana buk bos?" ucap Astrid melihat April tergesa gesa.


" Agh.. kak saya mau keluar sebentar, jika ada yang mencari saya, hubungin saja saya langsung ya kak."


" ow baik.. hati-hati dijalan." Ucap Astrid yang memang tidak tauh.


***


" Aku tauh kamu pasti datang." ucap pria itu dengan senyum senang." Duuduklah dulu, dan mau minum apa?"


" Ciiih... gak sa basi basi, aku banyak kerjaan, cukup katakan apa perlumu denganku!:" Pinta April ketus.


" Yang aku mauuuuu kamu...?"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2