
5 Tahun kemudian
April bersama Kedua anaknya , pergi mengunjungi sang Daddy yang sedang bertugas. Kedatangan April bersama Kedua anaknya , mengejutkan Joseph yang usai dari Rapat menuju ruangannya , kaget melihat Jayda dan Jayden berlari kearahnya dengan perasaan senang.
" Daddy." ucap kedua anaknya memeluk Joseph dengan hangat.
" Wah. . . anak Daddy kesini. Kalian sudah makan siang?" Tanyak Joseph mengangat kedua anak nya didalam gendonganya.
April yang melihat aksi mereka bertiga sangatlah senang. Harus melihat keluarga kecilnya yang begitu indah bermanjaan dengan Suaminya.
" Belum Daddy ,Pulang sekolah kami langsung kesini mau jumpa daddy dulu , padahal mami tadi ngajak kami untuk makan dulu." ucap Jayda Putri Joseph.
Joseph menghampiri April dan memberikannya kecupan dibibirnya. Untuk menyapa sang Istri dengan membawak kedua anaknya dalam gendongannya.
" Baiklah , Jayda dan Jayden mau makan apa?" Tanyak Joseph kepada kedua anaknya.
" Makan Ayam." seru mereka berdua.
" Okey. . . kita makan Ayam. Mami mau makan apa?" Tanyak Joseph ke April yang masih senyum dengan tinkah kedua anaknya.
" Mami ikut kalian saja makan apapun jadi." ucap April senang.
" Okey siang ini kita akan makan bersama Uncle Carlo dan Aunty Linda. Kalian mau kan jumpa dengan Fernando? Anaknya Uncle Carlo yang kemarin itu datang kerumah kita?" Tanyak Joseph pada kedua anaknya.
" Mau Daddy." ucap Jayda dengan cepat.
" Malas ah Dad , Fernando suka dekat sama Jayda aja. "
" Hei. . . gak baik seperti itu sayang , nanti main sama mami ya." ucap April menyentuh kepala Jayden.
Jayden sangat pencemburu bila kakanya Jayda didekati teman Prianya. Disekolah pun dia begitu , sangat melindungi sang Kakak. Baginya Jayda adalah kakak sekaligus sahabatnya yang harus dia lindungi.
" Baiklah. . .Kita berangkattt." seru Joseph dengan menggendong Jayda sedangkan Jayde dalam pegangannya.
Apil mengikuti Joseph dan anak - anaknya berjalan dari belakang. Kali ini bukan Linda yang menjadi serketaris Joseph semenjak kehamilan pertamanya , Linda mengundurkan diri sejenak untuk Mengurusi anak mereka yang terpaut 2 Tahun dari anak April dan Joseph.
Setibanya di Mobil , Jaydan dan Jayden duduk dikursi belakang penumpang.
__ADS_1
" Terimakasih sayang , sudah membawak mereka datang." ucap Joseph pada April.
" Iya sayang , aku tauh kamu beberapa hari ini sibuk. Makanya aku berinisitif membawak mereka. Apa lagi mereka berdua asik Sebut Daddy." ucap April dengan senyuman.
" Daddy , besok di sekolah ada acara yang mengundang Daddy untuk bersama kita." ucap Jayda dari belakang.
" Benarkah? apa Daddy harus hadir?"
" Hem. Daddy wajib harus datang , kata Ibu Guru besok acaranya di penuhi dengan para ayah." ucap Jayden.
" Baiklah , besok Daddy kesekolah kalian. Kita bersama berangkat ya. Okey." seru Joseph semangat.
" Okey Daddy." Jawab Jayda dan Jayden bersamaan.
Tak berapa lama April , Joseph dan kedua anaknya tiba di Restaurant di mana tempat mereka sudah menentukan jam makan siang bersama Carlo dan Linda. Untuk membicarakan soal Proyek Joseph yang dinaungi oleh Carlo.
" Hey. . .Halo Jayda dan Jayden , kalian ikut juga." ucap Linda menyapa kedua anak Joseph dan April. Fernando anaknya menatap pada Kedua anak kembae itu.
" Iya , Jayda dan Jayden rindu sama Daddynya. Akhir-akhir ini Daddynya pulang malam mulu , anak -anak sudah tidur. Nah mereka rindu sama Daddynya." ucap April kwmudian ikut duduk bersama.
" Panggil Aunty dan Uncle sayang." ucap April mengajari anaknya untuk menyapa orang lebih dewasa.
Joseph pun gemesin liat kedua anaknya itu.
" Hello anggota Joseph , kalian berdua pintar. Kayak papa dan mama Kalian." ucap Carlo.
" Hallo Fernando ." ucap Jayda menyapa.
Fernando hanya menatap Jayda dia malu , asik mengapit pada Linda. Tatapan Jayden pada Fernando seakan ingin memangsanya.
" Ayo dimakan ya. Tadi siapa yang minta daging Ayam." Tanyak Joseph.
" Jayda Mau Daddy."
" Jayden juga mau." ucap anak - anak Joseph.
Mereka pun memulai makan siang dengan ketiga anak yang berada ditengah - tengah mereka. Usai makan siang , April membawak kedua anaknya bersama Linda dan Fernando untuk ketaman bermain anak yang sudah disediakan oleh Restaurant. Melihat tingkah lucu anak mereka , April dan Linda pun sangat tidak percaya, mereka sudah bertumbuh besar.
__ADS_1
Carlo dan Joseph , melanjutkan urusan mereka yang sudah tertunda. Karena Joseph beberapa hari belakangan mengurusi proyek lainnya. Usai rapat sendri , Joseph dan Carlo menghampiri keluarga mereka masing - masing.
" Fernando , lain kali kita main bareng lagi ya." ucap Jayda.
Fernando pun menganggukan kepalanya menjawab iya pada Jayda. Digendongan Carlo Fernando sangat aman , dia takut melihat tatapan Jayden padanya.
" Anak Lo si Jayden tatapan matanya gak buang banget sama Lo Jos." ucap Carlo ngakak.
" Dia cemburu kalau ada yang dekatin si Jayda. Takut dia kakaknya di apa - apain. Kadang kalau April cerita gua jadi bingung sendiri , ni anak kadang mau arogan juga disekolahnya , Jayda jadi tidak bisa bermain dengan leluasa."
" Sifatnya kayak Lo. Mau melindungi , suatu saat juga berubah. Ya sudah bro , kita permisi dulu. Lain kali Gua ke kantor Lo." ucap Carlo " Yok Pril... kita permisi." ajak Carlo kemudian pamit.
Mereka pun kembali menaiki Mobil , menuju Hotel Joseph. Bersama kedua bocah mereka yang sudah tertidur pules , di pelukan April.
" Aku antar kalian saja langsung kerumah ya sayang. Anak - Anak sudah kecapekan. Biar mobil kamu aku suruh Aldi yang bawak." ucap Joseph.
April pun mengiyakan , karena memang sudah berat membawak dua anak dalam gendongan April. Kedua anaknya sangat suka tidur dalam pelukan April.
Setibanya dirumah , Joseph membawak Jayden untuk masuk kekamar anak mereka. Karena badan Jayden lebi besar dari Jayda makanya Jayda digendong April masuk kekamarnya. Kamar anak mereka hanya terpisah tembok , disamping kiri ada Jayda dan Kanan ada Jayden. Walapun kamar itu luas , banyak barang anak mereka yang sudah dipersiapkan untuk kedua anak itu.
Joseph sudah meletakkan Jayden di Kamarnya. Kemudian dia menghampiri April dan memeluk tubuh April.
" Sayang , aku kembali ke Hotel. Malam Ini tunggu aku ya. Aku rindu banget sama kamu." bisik Joseph.
" Iya. . . aku akan menunggu kamu. Tidak usah takut. Jangan terlalu lelah sayang. Kamu ingat kata anak - anak tadi siang. Besok belajar bersama Ayah. Dan kamu harus datang. Kalau tidak anak kamu akan kecewa. " ucap April membalas pelukan Joseph.
" Baik Sayang. . . aku tidak akan pulang larut malam karena sudah selesai juga tugas kemarin. Sekarang tugas dengan Istri yang harus dikerjakan." ucap Joseph menggoda Istrinya.
" Ya sudah sana kerja. Nanti lama - lama disini entar nafsu kan bahaya." Goda April lagi.
Joseph pun memeluk tubuh April Kemudian membelai rambutnya. Lalu mencium bibir April dengan hangat dan sangat lembut.
" Aku sayang kamu." ucap Joseph kemudian.
" Aku juga sayang sama kamu. Hati - hati di jalan sayang." ucap April saat Joseph mulai melepaskan pelukannya pada April.
" Kamu istirahatlah , tidak usah mengantarku. " ucap Joseph lagi sebelum meninggalakan ruangan kamar anak mereka.
__ADS_1
April pun mengangguk Iya. Dipandanya Jayda yang sudah tertidur pules. Begitu juga beranjak ke Jayden dengan hangat dia menatap kedua Putra putrinya. Kemudian April kembali kekamarnya untuk membersihkan diri.