Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
REKAN BISNIS


__ADS_3

" Apa aku sudah terlihat cantik?" Tanyak April ke Joseph, April yang berdiri didepan Kaca menatap wajahnya yang mengenakan gaun Malam untuk menghadiri Acara syukuran teman Joseph. Sekaligus ada misi terselubung dari bisnisnya.


" Istriku tetap yang tercantik." senyum Joseph disunggingkannya dengan memeluk erat April dari belakang.


Mengenakan Jas Abu-Abu Joseph terlihat tampak berkharisma. Dengan April yang mengenakan Gaun malam panjang berwarna Merah, sangat pas untuk Tuan dan nyonya itu. Yang satunya tampan, yang satunya cantik. Sangat sepadan.


" Aku suka gaun ini, tadi aku melihatnya di Butik langganan mama dan Kak Clarisa, jadi aku membelikannya untuk kamu." Dengan pelukan Nakal dan mencium Leher April.


" Terimakasih sayang, Tapi Jangan memulai sayang, nanti kita terlambat." Kata April yang langsung berbalik merapikan Dasi Joseph.


" Ayo kita berangkat Ratu kecilku." memberikan tangannya ke April.


April tersenyum dengan perlakuan Joseph. " Mari pangeranku."


Berjalan bersamaan, menuruni anak tangga Rumah mereka, dengan hati-hati menggenggam tangan April, Joseph melihat langkah April yang mengenakan sepatu Heels 5cm, agar bisa menyeimbangkan tingginya dengan Joseph.


Sesampainya diluar mereka bergegas masuk ke Mobil yang dibawakan Pak Yanto. Meninggalkan halaman rumah, menembus Kota Jakarta malam itu menuju lokasi acara.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= Ballroom Hotel Jakarta\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setibanya Mobil mereka didepan pintu masuk Hotel yang terletak tidak jauh dari Rumah mereka. Pria mengenakan Jas hitam membuka Pintu mobil dan memberikan hormat ke Joseph serta disusul oleh April. Mereka pun dipersilahkan untuk masuk kedalam.


Tangan Joseph yang menggengam Erat April melangkah dengan pasti untuk kelokasi Acara itu berada. " Sayang... rasanya aku kok sangat gugup." ucap April berbisik ke Joseph.


" Jangan gugup ada aku disamping kamu, lagian kamu juga seorang CEO perusahaan, harusnya sudah terbiasa menghadiri acara seperti ini." kata Joseph kembali berbisik.


" Berbedah dong, ini kalangan teman bisnis kamu. Dan sekarang status ku sudah menjadi istri kamu. Kalau dulukan aku sendiri." Seru April.


" pasti kamu bisa, jangan takut. Aku mengandalkan kamu " ucap Joseph yang tersenyum melihat wajah April berubah tegang.


Pintu Ballroom pun terbuka, sudah banyak orang yang memenuhi meja ruangan. Joseph menelusuri satu persatu. Dan tiba salah satu wanita melambaikan tangannya ke Joseph. April juga menangkap lambaian itu.


" Kita kesana sayang." menunjuk kearah lambaian. April hanya mengikuti sang suami menghampiri meja yang kursinya kusus untuk empat orang, yang dua kursinya memang tidak ada orang. Tepatnya seperti sudah disiapkan untuk mereka berdua.


" Hallo Jos, selamat datang." ucap Ferdinan teman bisnis Joseph di Bali.


" Hallo Fer, ini perkenalkan Istri saya, kemarin kamu gak sempat hadir saat sedang di Eropa kan?" Kata Joseph.


" agh iya.. Hallo Nyonya Wijaya, saya Ferdinan, teman seperjuangan suami kamu. Maaf kemarin saya tidak bisa menghadiri pesta kalian." ucapnya sopan dan dengan senyuman memberikan tanganya ke April.


April pun menyambut hangat tangan Ferdinan " Saya April" ucapnya memperkenalkan diri. " Tidak usah sungkan Tuan, tidak masalah." jawabnya cepat dan melepaskan tangannya.


" Nah itu sayang, wanita itu simpanan sih Ferdinan." ucapnya mengenalkan Jorji Asisten Pribadi Ferdinan yang sudah 7 tahun bersama mencapai kesuksesan Ferdinan, serta ikut bekerja sama dengan perusahaan Joseph di Bali, saat mereka memulai bisnis dari Awal.


" Sialan Lo Jos... bukan simpanan, tapi Teman lo aja yang gak pekah." ucapnya menyindir Ferdinan. Ya benar saja, Ferdinan memang tidak memiliki wanita, alias Jomblo. Tapi dia menganggap Jorji wanitanya tanpa Status, bagi Jorji walaupun seperti itu, Ferdinan sangat perhatian sekali dengannya. Hanya mungkin belum menemukan waktu yang pas.


" Hallo April, saya Jorji." memberikan tanganya dan disambut hangat oleh April dan saling memperkenalkan diri.


" Silahkan duduk." ucap Jorji.


Joseph pun menarik satu bangku mempersilahkan April duduk disebelah Jorji.


" Apa yang membuatmu jatuh cinta ke Jos Pril?" Tanyak Jorji sedikit menggoda.


" agh... itu... apa ya? aku juga bingung." ucapnya tertawa. Ferdinan yang mendengarnya ikut tertawa juga.


" Tampangnya aja yang tampan itu Pril, tapi cumburunya diatas rata-rata." sindir Jorji.


" jangan asal ngomong, Saya ini Pria baik-baik, ketimbang atasan Lo." Jawab Joseph.


" jangan bawak-bawak saya Jos. Kalian dua tidak pernah akur kalau sudah berjumpa."


" Lo itu harusnya pekah, betapa cintanya si Jorji pada diri lo yang jomblo itu, ngurusin segala kebutuhan Lo kecuali Nafsu lo." ucap Jos ngekeh.


" jangan berdebat soal itu, saya tidak mau membuat Jorji setelah ini mempersalahkannya ke saya." jawab nya dengan tegas.


" cemen lo bro.. tampang lo aja yang oke, sama cewek yang udah nemani lo 7 tahun aja lo takut."


Jorji hanya menatap mereka berdua sedangkan April cuma bisa ketawak karena dia memang belum mengenal satu sama lain dengan teman-teman Joseph. Dia yakin kedekatan mereka itu tumbuh dari masa mereka mendirikan Perusahaan Joseph yang berlokasi di Bali. Banyak orang Asing, yang tidak dikenal April disitu.

__ADS_1


" Itu Jos, si Mata Elang. Mari kita samperin." ucap Ferdinan menunjuk dan beranjak dari kursi.


" Sayang aku kesana sebentar nyamperin Investor yang akan bekerja sama dengan Ferdinan, kamu ditemani jorji ya" bisiknya ke April.


April menjawabnya dengan senyum dan anggukan pertanda ya. Dia yakin bisa berteman dengan si Jorji, wanita disampingnya yang juga teman dekat suaminya.


" Jos sangat perhatian kan Pril?" Tanyaknya tiba-tiba.


" Iya, dia sangat perhatian keaku mbak melebihi Dirinya sendiri." jawab April dengan senyum sedikit gugup.


" Jangan sungkan ke aku Pril, panggil saja aku jo atau Ji. sama aja. Kita mungkin seumuran."


" Tidak mungkin mbak.. saya masi berumur 26 Tahun." Jawab April.


" Serius kamu? kalau gitu memang manggil Mbak, saya 29 Tahun" Jawab Jorji . " Aku tuh sangat senang, tauh Joseph menikah dengan kamu." ucap Jorji bercerita.


" Kenapa bisa begitu mbak?" Tanyak April.


Merubah sedikit posisinya menghadap April dan memulai bercerita.


" Maaf sebelumnya Pril, dulu saat aku baru berkenalan dengan Jos, tepatnya 4 Tahun lalu, kami bertiga berjumpa dalam kerja sama diperusahaanya. Usai dari perusahaan Jos itu berdiri, lalu kami berpindah membantu Ferdinan diperusahaan barunya juga, kamu tauh saat Perusahaan lagi di atas jaya-jayanya, Selena itu tidak suka, Jos bergabung dengan kami. Gak tau salah aku dan Tuan Ferdinan itu apa. Selena menyuruh Jos kembali ke Jakarta, dari pada memegang perusahaan yang dikembangkannya di Bali. Jadilah Jos meminta Aldi dan Ferdinan yang mengelola perusahaan yang di Bali. Tapi tepat dengan papanya Jos yang mengundurkan diri dari Hotel, meminta Jos untuk melanjutkannya. Jadilah dia lebih fokus ke Hotel. Jos itu sangat penurut ke Selena. Semenjak aku mengenal si Selena itu wajahnya seperti rubah, yang mencengkram Jos dengan kukuh tajamnya." Jelas Jorji mengenang Masa lalu Joseph dengan sedikit kesal.


" Selena tidak seramah kamu Pri, Maaf bukan membandingkan, dari awal aku melihat kamu, aku yakin kamu memang pilihan yang pas dengan Jos. Aku ikut bahagia atas dia. Apalagi kamu bukan wanita sembarangan. Kami takjub, Istri si Jos seorang CEO juga." Senyum senang dia berikan ke April.


" Agh.. mbak bisa aja dech. Oya mbak Kenapa rupanya dengan Selena dan Jos mbak. sampai gagal nikah?" Tanyaknya ingin tauh yang sebenarnya.


" Kamu tidak tauh?"


April menggelengkan kepalanya.


" Itu karena Jos mendengar Selena berbincang dengan pacarnya saat mereka sudah kembali ke Jakarta Dan mengurus pernikahaan, tidak sengaja Jos melihatnya dengan seorang Pria. Selena itu sudah punya pacar Pril, dapat beasiswa ke Jerman malah pacaran dengan si Jos. Memanfaatkan si Jos, ketika dia tauh tentang keluarga Jos. Jos itu menutupi diri bahwasannya dia anak dari yang punya Hotel Wijaya, dia kuliah itu juga dapat Beasiswa Pril. Kalau ingat dulu Jos cerita tentang Selena, aku tuh ibah. Banyak uangnya habis untuk membiayai Selena dan keluarganya. Kamu tauh apa yang membuatnya sangat terpukul?"


" enggak juga Mbak." jawabnya sekilas. sangkin seriusnya mendengar cerita Jorji.


" Itu Si Selena juga sudah pernah ditiduri pacarnya, sebelum dia berpacaran dengan Jos."


April kaget tidak percaya. Pantesan saja Joseph sangat membencinya. Wajar sudah ketipu dengan perbuatan keji Selena.


" Nah.. waktu kami tauh dia akan menikah dengan kamu, kami bersorak Pril. Karena Jos sempat menutup rapat-rapat hatinya beberapa tahun usai membatalkan pernikahan pertamanya dengan Selena." Jawab Jorji dengan senyum senangnya.


" Wah.. kok aku jadi gimana gitu dengarnya ya Mbak. Gak sangkah aja, pengalaman Jos segitunya soal wanita. Pantesan saja Jos sangat cemburu, kalau ada Pria menghampiriku" Seru April mengingat-ingat.


" kamu cerita dong soal kamu dengan Jos, Tapi lain kali ya, kita bisa ngopi bareng Pril." ucapnya lagi.


Dengan senyum ramah dan menggelengkan kepalanya " Baik mbak, saya tunggu ya." Menyambut hangat tawaran Jorji.


" Oya mbak saya permisi sebentar, sepertinya saya ingin ketoilet."


" Mau saya temani Pril?"


Buru-buru April menjawab " Tidak usah mbak, saya bisa sendiri." ucapnya lalu beranjak meninggalkan Jorji, melangkah keluar mencari Toilet sekaligus angin segar.


" Sangat bersyukur disini tidak ada yang mengenaliku." ucapnya sambil menatap kearah papan toilet.


Disisi lain seorang Pria yang baru saja berjalan saat April yang mencari Toilet dan segera masuk, menatapnya penuh hangat. Kaget sebentar Pria itu menunggu dari sisih ujung pagar Tangga. yang dihiasi dengan pemandangan Luar, dengan langit hitamnya.Menunggu April keluar dia terus menatap kearah Toilet. " Pertemuan Ketiga." ucapnya.


April merapikan dandanannya, mencuci tanganya dan bergegas keluar usai dari panggilan alamnya. Berjalan sebentar, melirik kearah bangku yang menghadap ke pemandangan luar , dia menghampirinya. " Duduk sebentar disini menikmati angin segar sebentar saja, selagi Jos masi bersama rekan bisnisnya." ucapnya sendiri.


Terdengar suara langkahan kaki, April menoleh dan ingin beranjak dari kursinya, karena dia pikir pastilah Joseph yang sedang mencarinya.


" agh." Saat berbalik dan menatap Pria itu.


" Selamat malam Nona April." ucap Andrew dengan senyum.


Mengangkat alisnya dan merubah mimik wajahnya


" Ouwww... kamu. Selamat malam juga. Maaf saya tinggal." hendak berjalan meninggalkan Andrew.


sialan kenapa dia juga disini, jangan sampai Joseph melihatnya..Bisa-bisa dia mendapatkan hantaman dari Joseph. Batin April berkata dan buru-buru dia berjalan.

__ADS_1


" Tunggu. " ucapnya menoleh kearah April. Dan berjalan keposisi April yang terhenti. " Tidak disangkah, kita berjumpa lagi. Usai dari pertemuan kita kemarin dan Mobil sudah kuambil ahli. ku pikir aku tidak bisa berjumpa lagi dengan Nona April. Malam ini kamu terlihat berbedah dan sangat cantik" dengan sopan dia tersenyum dan memuji April.


April tidak bisa mengelak untuk melangkah lagi, sedikit bingung dengan Naifnya pujian Direktur Angkasa ini " Maaf Tuan Andrew, saya tidak bisa sesantai itu dengan Tuan. Anda juga tauh siapa saya kan? " Tanyaknya dengan Tegas.


" Ouw maafkan saya, iya saya tauh Nona April Istri dari Tuan Joseph Wijaya yang akan bekerja sama dengan perusahaan Saya." ucapnya kembali.


ngah... kerja sama. Astaga... berarti ini rekan mereka tadi? apa tidak salah? ucap April dalam hati.


Wajahnya berubah kecut.


" Ada apa Nona April? Apa perkataan saya mengganggu Kamu?"


Mengangkat kepalanya " Tolong jangan sebut saya Nona April, status saya sekarang Nyonya Wijaya. Tolong di garis bawahin."


Andrew sedikit terkejut dengan pernytaan April.


" Maaf jika saya salah penyebutan, kalau begitu-"


" Owww rupanya anda disini Nyonya." ucap Aldi memotong perkataan Andrew. " Silahkan mengikuti saya, Tuan Joseph mencari Anda nyonya."


Menarik nafasnya legah kedatangan Aldi menolongnya dari situasi yang panas. Karena April tidak bisa membuat masalah, karena ternyata Andrew rekan kerja dari Joseph dan Ferdinan.


" Baik" ucapnya ke Aldi.


" Maaf Tuan, kami permisi." ucap Aldi memberikan hormat.


" silahkan " Jawabnya sedikit kecewa. Menatap kearah punggung April yang berjalan dengan Elegan.


Lalu ikut berjalan menuju ruangan.


" Terimakasih Al sudah datang tepat waktu." ucap April.


" Tidak nyonya, ini tugas saya." jawabnya sopan.


" Tapi kenapa kamu bisa kesini?"


" Saya diperintahkan Tuan Joseph untuk datang dan berjaga-jaga saat Tuan Joseph berbincang dengan Kliennya dan tidak bisa 100% melihat Nyonya didepannya."


" jadi dari tadi kamu sudah disini?"


" Iya nyonya.. sebelum Tuan dan Nyonya April tiba, saya sudah disini. Saat Nyonya keluar saya sudah melihat gerak-gerik Tuan Andrew dari jarak jauh." ucapnya dengan senyum.


Melanjutkan lagi " Tuan Joseph juga menghubungi saya, rekan kerja Tuan Ferdinan ternyata Andrew Angkasa, melihat beliau keluar dari ruangan saya yakin percakapan mereka sudah usai, kemudian saya juga melihat nyonya April keluar, jadi saya berjaga-jaga untuk Anda nyonya."


" Agh.. sungguh saya tidak mengira itu semua sudah dipikirkan dengan Joseph sebelumnya, memerintahkan kamu, saya sendiri saja tidak tauh." ucapnya ke Aldi.


" Maaf nyonya, jika itu membuat Nyonya kaget."


" Tidak.. saya malah sangat bersyukur dengan cara berpikir Jos."


Aldi tersenyum sendiri, sudah lama bekerja dengannya Aldi sangat mengerti memang Joseph itu lebih dari yang April tauh. Joseph memiliki segala cara untuk sesuatu hal kecil dalam apapun. Apalahi menyangkut dengan orang yang disayangnya.


Mengantarkan April hingga kedepan pintu Ballroom, kemudian Aldi pamit dan kembali pada tugasnya.


April kembali ketempat duduknya. Semuanya sudah menunggunya untuk menikmati makan Malam dengan segelas Anggur digelas berkaki.


" Sini duduk." ucap Joseph lalu memasangkan kain Putih untuk melapisi bajunya dari kotoran.


" Makan yang banyak sayang." ucap Joseph berbisik ke April.


Dia tidak bertanyak ke April dari mana, karena dia sudah tauh dari Jorji, sedangkan Aldi juga sudah menginfokan ke Joseph. Dia tidak ingin bertanya sekarang mungkin nanti, menunggu April bercerita.


" jangan sayang, malu nanti dilihat orang, entar aku dikirain rakus." bisik April ke Joseph.


Joseph jadi tersenyum mendengar jawaban April. lalu dia memotong dagingnya. " nah buka mulut kamu rasakan yang ini." ucap Joseph dengan suapan isi daging yang dipanggang.


Jorji dan Ferdinan melihat aksi mereka pun saling bertatap dengan sama-sama tersyum. ketika pandangan mereka tertangkap. Jorji langsung menghilangkan senyumnya dan kembali melanjutkan makanannya.


 

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= **BERSAMBUNG** \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


 


__ADS_2