Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Persiapan


__ADS_3

Berlalunya pertemuan kedua belah pihak Keluarga, April dan Joseph yang semakin sibuk dengan urusan Pernikahan mereka pun hanya sekedar saja untuk singgah dipkerjaan mereka masing-masing.


" Kak astrid.. mungkin belakangan ini aku akan sibuk untuk urusan pernikahnku." ucap April yang pagi itu baru tiba.


" Duh... yang calon manten, memang harus sibuk. lagian babang tampan boskiu ini pengen cepat-cepat saja menghabiskan masa lajangnya."


" hahah.. iya ya.. bener juga. aku tuh heran juga sama Jos... dia paling ngebet tuh. tapi aku juga mikirnya ka..untuk apa lama-lama kalau kita sudah saling cocok bukan?"


" Iya benar saja... jadi gimana Pril urusan kantor? selama nanti kamu gak ada yang Handle disini siapa?"


" Saya juga masi bingung kak. mungkin untuk sementara waktu kedudukan saya kosong. Palingan yang pekerjaan saya yang bisa kakak atasin, aku serahkan ke kakak aja."


" Baik... siap dilaksanakan."


" oaya ngomong-ngomong, gimana dengan David?" Tanyak April.


Astrid pun tersenyum tiba-tiba mengulurkan tangannya.


" Nih." ucap Astrid menunjuk cincinya.


April yang terkaget menilihatpun histeris. " Waaaaaaaaaaaaa... kak Astrid, akhirnya kak. Kita sama-sama dilamar ya." ucapnya sambil berdiri memeluk Astrid.


" Ia.. Pril.. saya tuh senang banget. kemarin itu saat tiba di Jakarta, saya gak sangka dia datang kerumah. Jumpa dengan Ibuku dan adikku si Tony, dia memperkenalkan diri ke mereka sekalian minta ijin."


" Astaga kak... pasti ibu kamu sangat senang." Terharu dia.


" Iya Pril.. Ibuku sampe nangis haru dia."


" Jadi kapan rencannya kak nikahannya?"


" Mungkin di akhir tahun Pril... aku tidak ingin secepat itu, biarla berjalan dulu kan." ucapnya. " Setidaknya kamu diluan kepelaminan, saat saya menikah nanti kamu lagi mengandung" ucapnya tersenyum


" Hahaah kak Astrid sudah sejauh itu saja mikirnya."


" Lah.. kan emang benar. Apa kamu mau menunda kehamilan nantinya"


" Tidak.. aku tidak akan menunda kak.."


" Baguslah.. "


DRTTR....DRTTTTT....DRTTT....


Ponsel April bergetar, dilihatnya Ternyata Jos yang menhubungi.


" Iya Jos..."


" Sayang... kamu sibuk?"


" Tidak sudah selesai urusan disini, Ada apa?"


" Aku ingin mengajakmu membeli cincin Pernikahan kita."


Terdiam sejenak.


Wah... aku benar-benar masi seperti mimpi.


" Ow... Baik aku segera ketempat kamu." ucap April.


" Tidak usah.. aku akan menjemputmu, tunggula di lobi."


" Baiklah aku tunggu."


Lalu menutup sambungan teleponnya.


" Kak Astrid saya keluar ya, Jika ada yang penting kabari saja secepatnya, saya kemungkinan akan lama."


" Siap komandan." ucapnya tegas dan tersenyum.


April hanya tersenyum lalu bersiap mengambil tasnya dan turun kebawah.


Saat menunggu lift karyawannya Dony berpapasan dengannya. " Selamat siang Ibu Bos "


" Hey siang Don.. "


" Duh Ibu bos ini memang selalu cantik, kalau calon manten itu aura kecantikanya terpancar jelas ya buk."


" kamu menggoda saya ya?" ucapnya purak-purak tegas.


" Agh ibu.. jangan marah-marah dong saya kan cuma ikut bahagia ibunya juga bahagia."


" Hahah kamh ini, ayok masuk"


Mereka pun masuk dilift yang sama. melihat kedatangan buk bos , karyawan yang sudah di lift pun memberikan hormat. Kabar Bos mereka akan menikah pun sudah terdengar. memang disengaja oleh April, agar karyawannya bisa mempersiapkan diri , jika nantinya posisinya akan digantikan setelah menikah.


Sampai di Lobi, tak lama pun Joseph sudah parkir didepan pintu masuk. Pakai kaca mata Hitam melambai ke April yang baru saja jalan menuju pintu.


Gila suamiku ini tampannya.


Melihat april yang berjalan keluar, karyawan yang berpapasan dengannya pun memberi salam. Lalu dilihat kearah luar Joseph yang menunggu, membuat mereka berbisik. Beruntung benar hidup seorang Bos ini. sudahla kaya raya, dapat calon suami kaya raya tampan lagi. Apa tidak membuat iri para wanita.


***

__ADS_1


Tiba disalah satu toko berlian. Mereka pun disambut ramah.


" ada yang bisa saya bantu Tuan dan Nona?"


" Agh.. kita mau cari cincin pernikahan." ucap Joseph, April merasa canggung dia pun tersipu malu.


' Konsepnya mau seperti apa Tuan?"


" Kamu mau yang gimana sayang?" Tanyaknya ke April.


" Aku juga bingung, sebenarnya cincin yang kamu kasi buat melamar aku itu saja sudah cukup bagiku." ucapnya berbisik.


" Heyy..Ini berbeda sayang, cincin ini akan aku pakaikan dijarimu didepan banyak orang, keluarga dan tamu undangan." ucapnya berbisik dengan mesra.


" Hemmm baiklah...aku sih ikut kamu saja." ucapnya lagi.


" Yakin...? gak mau memilih?"


" Tidak.. aku mau kamu yang memilih." ucap April lagi


" Baiklah..." ucapnya


Mengarah ke si mbak yang bertugas.


" Mbak saya mau cincin berlian untuk mempelai wanita, Didesain kusus, dua Ring dijadikan satu. Lingkaran dalam dibuat nama pria, seluruh ring memakai mata Berlian, Perbatasan kedua Ring ditengahnya buat Sepetak kecil mata Berlian untuk penyambung Ringnya. Kalau untuk Prianya buat saja simple seperti Ring pertama dari cincin mempelai wanita, lalu dibalik ring juga ukir nama mempelai wanita " ucapnya panjang lebar.


" Baik Tuan... akan kita tempa. Pesanan Tuan akan selesai pertengahan bulan ini, mohon untuk melakukan setenga dari harga seharusnya " ucapnya ramah


" saya ingin membayar full mbak, berapa total keseleruhannya."


" Total 3 ring ya Tuan , 2Ring disatukan untuk mempelai wanita, 1 ring untuk mempelai Pria. Keseluruhannya menjadi Rp. 95.474.000 "


Joseph pun mengeluarkan cardnya dan membayar.


Lalu mereka keluar dari toko berlian mereka keluar menyusuri area toko-toko yang banyak pengunjung.


Masi mengenakan pakaian kantor mereka berjalan santai , menikmati udara yang bertiup dengan tenangnya. Rambut April yang panjang pun menjadi terbang tak beraturan.


" Bawak ikat rambut?" Tanyak Joseph disampingnya, melihat April kewalahan dengan rambutnya yang terbang mengikuti arah angin.


" Tidak . kan kamu melarangku untuk mengikat rambutku. Ntar kamu bilang aku menggoda laki-laki dengen leherku."


" Hahah..itu benar aku tidak mau kemolekan wanitaku dinikamati laki-laki lain.


" Wuh.. bedah dengan kamu tuh. Tuhhhhh.. liatttt sana tuhhh.. ituuuu semua cewek matanya kekamu. Gak liat dari tadi?" ucapnya kesal.


" Tidak.. aku biasa aja tuh." berucap dengan cool, dengan tangan dikantong celananya. " sudah terbiasa dengan mereka yang memandangku, kamu masak gitu aja cemburu."


" Sudah jangan cemberut, duduk disini dulu."


Joseph pun meninggalkan April sendiri di kursi taman yang berada didekat Mall dimana mereka menempah cincin mereka.


April yang suka bingung dengan tingkah laku sang kekasih itu hanya duduk mengikuti kemauannya.


" Nih..." ucap Joseph memberikan ice cream.


" Wah... kok bisa ada ini disini, kayak yang dibandara kemarin." katanya sambil mngambil ice creamnya


" iya.. mungkin cabangnya disini juga ada, tadi aku tidak sengaja melihatnya, ayo dimakan." ucap Joseph yang duduk disampingnha


" Sebentar.. mari kita berfoto bersama dengan ice cream kita." ucapnya sennag.


April pun mengambil ponselnya dan memulai berfoto.


Joseph pun tertawa dengan Ice cream yang diangkatnya lalu menjilatnya.


" Sekali lagi." Pinta April.


Mulai tersenyum kearah Kamera dan Hendak menekan pilihan mengambil foto. cekrek.


Hasilnya Joseph yang berpose menjilat Pipi April. April pun protes.


" Jah.. kamu ini. Jorok tauh." ucapnya sambil mengusap pipihnya.


" habisnya kamu manis banget sih, aku kan pengen nyicipi." jawabnya sambil menjilat Ice creamnya.


Refleks April mumukul lengannya


" aw.. sakit."


" Biarin."


" kamu kalau begini bikin aku gemes gimana."


" Isss... sudah jangan menggodaku." ucapnya lalu diam sejenak.


Joseph melihat kearahnya yang tauh ada sesuatu yang disembunyikannya.


" Ada apa sayang? Kenapa tiba-tiba diam. Apa yang kamu pikirkan?" tanyaknya sambil membalikan badan tepat didepannya.


" aku tuh masi bingung Jos." ucapnya

__ADS_1


" kenapa Ayo cerita." ucapnya


Banyak sepasang mata pengunjung mall sepintas jalan menatap diam-diam kearah mereka. Ya tentu saja yang satu cantik, satunya ganteng. pasti menjadi pusat perhatian.


" Jos.. jika nanti aku sudah menjadi istrimu, apa aku masi bole bekerja?" Tanyaknya perlahan


" Kamu minta pendapat aku nih?" Tanyaknya.


" Iya.. aku minta masukan kamu."


" Hemmm kalau aku sih maunya, kamu itu tidak bekerja lagi. aku maunya kamu menjadi istriku seutuhnya, ibu bagi anak-anakku Karena aku sendiri sudah mampu membiayaimu." ucapnya sambil menggengam tangan kanan April. " Tapi aku tidak akan melarangmu, jika kamu masi mau bekerja. Aku tidak ingin mengekang kebebasan kamu, selagi kamu mampu silahkan, aku tidak masalah." ucapnya serius.


" oee.. itu.. agh. aku galau." ucapnya meringis dan mengesek-gesekan kakinya


" Loh..kenapa bingung. Jangan dipikirkan jalanin saja. Okey... " Joseph tertawa melihat nya seperti anak-anak.


" Oya.. besok kita fitting baju.. supaya kamu tidak kecapekan aku buat besok."


" Iya.. Terimakasih."


" Semua jadwal yang dipersiapkan untuk pernihakahan kita, sudah saya serahkan ke Al . dia yang berurusan dengan WO. Jadi kamu jangan banyak yang dipikirkan ya." mengusap lembut kepalanya.


" Apa yang tidak bisa dilakukan seorang Joseph ya?"


" Apa yaa? aku juga tidak bisa menjawabnya.


" Gimana perasaan kamu, akan nikah dengan pria berumur 30tahun. "


" ya gimana... menikah sama Oppa-Oppa keren kayak kamu umur tidak masalah. "


" Apa itu Opak? Sejeni kerupuk ya?" Jawabnya bingung.


" Astaga Jos... kamuuu gak perna nonton Drama Korea ya?


' Enggak.. aku tuh gak punya waktu untuk nonton."


" Kasihan amat sih"


" Heyy.. aku tuh mempersiapkan masa depan yang baik untuk Istri dan anakku."


" Gimana denganku? aku bekerja, tapi masi bisa bersantai." Berdiri dan berjalan meninggalkan Joseph.


" Heyyy tungguuu"


***


Keesokan harinya mereka melakukan fitting baju. Gaun untuk akad dan resepsi sudah dirancang kusus oleh desainer ternama yaitu teman si Joseph lulusan Paris dan membuka butiknya di Jakarta..


" Wah.. cantik banget mempelai wanitanya."


Saat tirai dibuka.


Joseph yang melihatnya pun terpana.


Tersenyum kearah April. " Apa aku terlihat bagus memakai ini?" Tanyak nya ke Joseph.


" sangat cock. kamu terlihat cantik." ucapnya senyum dan terpana.


Gaun putih yang didesain dengan mata berlian disetiap kain. menambah kilauan disaat April bergerak.


Lalu berganti lagi dengan gaun malam. Semuanya sangat mewah, 6 gaun dirancang untuk akad serta resepsi. Biasala kalau mempelai wanita itu memang lebih banyak urusannya ketimbang Pria.


" Calon istrimu Jos, bentuk tubunhnya bagaikan model, semua baju yang saya desain terlihat cocok dipakainya." ucap Desainer itu.


' Hahaha.. tidak salah memilih aku kan?"


" Iya benar.. cantik tubuhnya juga memiliki bentuk tubuh yang tida semua wanita miliki. Ya..sudah sana giliran kamu." ucapnya


Tak lama bagian Joseph mencoba. April yang duduk tepat didepan tirai yang menutupi ruangan itu pun menunggu melihat sang kekasih keluar .


Tirai pun terbuka , April melihat Joseph yang mengenakan Jas hitam pekat rancangan Temannya.


" woo...tampan bangettttt kamu."


Karena April yang kaget melihatnya dia pun memasang tampang Cool.


" Oppa-Oppa yang kamu tonton itu masa kalah jauh kan denganku."


" Ahahahaha.. angkuh banget sih." ucapnya "kamu itu sudah tidak tau Oppa itu apa sok sokan. Tapi kamu benaran Oppaku, Oppa ku paling tampan seduinia." mengangkat kedua jempolnya dengan wajah mantap.


" Baiklah...sudah beres kan."


Joseph pun masuk kembali mengganti pakaiannya.


" Sudah selesai urusan.kita sayang Tinggal selangkah lebi maju " ucap Joseph.


Semua yang harus dipersiapkan mereka pun selesai, Baju, cincin, prewedding sudah mereka siapkan. Selebihnya urusan WO yang sudah diatur oleh Aldi.


Tinggal menunggu hari pernikahan saja


Pernikahan mereka pun menjadi berita manis untuk semua kalangan pembisnis kali ini Joseph membiarkan Pernikahannya mencuat ke media. Karena dia yakin, wanita pilihannya kali ini memamg sudah tepat. Bagaimana dengan Rendy yang dipenjara mendengar kabar nikahnya April, sedangkan Lina yang sendiri menjalani Harinya melihat berita yang terpampang dimana mana , Apa lagi dengan Selena, yang paling terpukul denga kabar itu. Tidak ada harapan sama sekali. Tunggu tanggal mainnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2