Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
J&J : EPS 08


__ADS_3

Jayden&Mikha.


“Tenanglah.. Sudah Aku katakan padamu, Aku tidak  akan melepaskanmu, percayalah padaku Mikha,” ucap Jayden dengan penuh keyakinan.


Aku membawa Mikha kembali ke tempat Apartmentku. Di mana Ia yang masih merasakan ketakutan karena kejadian sebelumnya, terus menggenggam tanganku, karena rasa was-was dan takutnya masih bisa Aku rasakan.


"Jangan takut, sekarang Kau aman bersamaku." Aku memastikannya pada Mikha.


Mikha melepaskan perlahan genggaman tangannya dariku.


"Ayo aku bawa ke kamarmu, tinggalah di sini. Kapan pun kau mau, jika Kau takut satu atap denganku, Aku akan keluar." kataku dengan berjalan ke tangga dengan di ikutinya.


"Jay..." panggilnya ke Aku saat kami sudah tiba di atas.


"Hemmmm." balasku melirik ke arahnya.


"Kamu yakin enggak apa-apa Aku di sini?" tanyanya dengan hati-hati.


"Kenapa tidak? Ini Apartemenku, tidak ada yang melarang. Kenapa? Kau ragu?"


"Hemmm... Bukan seperti itu, Aku takut kamu terkena masalah karena Aku. Apa kamu tidak takut dengan kekasihmu, jika mendapatiku berduaan denganku?" tanya Mikha dengan gugup ke Aku.


Aku tertawa di dalam hati, ayolah... mana mungkin seorang Jayden bisa memiliki wanita lain, sementara aku mencari keberadaannya. Kau tidak tahu betapa aku mencintaimu dan mengagumi dirimu? pertanyaan itu ingin sekali aku lontarkan pada dirinya .


Tapi... bukan saat yang pas, karena Aku tidak mau Mikha berpikiran, Aku kasihan pada dirinya. Nantilah, saat waktu yang tepat, Apalagi sekarang Aku mau di jodohkan, bukankah itu hal yang mengerikan untukku?

__ADS_1


"Tidak... Kau jangan sembarangan bertanya. Kasihanilah Aku yang jomlo ini" tukasku dengan mendorong pintu samping kamar di depan kami dan berjalan masuk.


"Benarkah Pria tampan sepertimu masih jomlo" cicitnya sembari berjalan ke di belakangku dan saat aku berbalik, bummmmmmmm!


Kami berdua bertabrakan, tetapi syukurnya Mikha jatuh di atas dada empukku. Dia bersyukur dong, jatuh tepat di depan pria yang tampannya tidak terlewatkan.


"Aku benar-benar jomlo Nona Mikha. Bagaimana denganmu? Apa Kau sendiri tidak takut, ada pria mu yang mencarimu?" tanyakau karena aku memang harus tahu, selama ini Mikha pacaran atau tidak. Agar aku paham kapan aku akan bertindak, sampai ia bisa menjadi milikku seutuhnya.


Wajahnya merona merah, Ia merasa salah tingkah saat tanganku yang nakal ini merangkul pingganya dengan mesra. Karena groginya Mikha, Ia menolak tubuhnya agar Aku melepaskannya dari pelukanku. Kau tahu sialnya? tanganku menolak untuk melepaskannya, malahan tangan ini menahannya dan mulutku berkata, "Jawab dulu, baru Aku lepaskan."


Oh Jayden sayang... ada apa denganmu? rasanya aku ingin sekali memeluk tubuhnya Mikha yang menurutku sangat sexy dari segi manapun. Apa lagi, dia memang wanita pujaan hatiku, wanita pertama yang mampu menarik perhatianku untuk pertama kalinya.


"Jay... Aku... Aku tidak berpacaran. Mana Aku sempat, apa lagi mana ada Pria yang mau dengan wanita sepertiku. Aku hidup tidak seperti orang pada umumnya." katanya dengan kedua mata yang berkaca-kaca dan menatapku.


Raut wajahku berubah, Aku melepaskan tubuhnya dengan pelan. Aku berjalan menuju ranjang dan duduk di pinggirannya sambilan menepuk-nepuk ranjang untuk meminta Mikha duduk di sampingku. Ia pun berjalan mendekati Aku, lalu duduk di sampingku. Ia menunduk malu, Aku sangat tahu perasaannya campur aduk sekarang. Bis ku rasakan Ia malu berjumpa denganku.


"Mikha." panggilku.


Ia mencoba mengangkat wajahnya dengan perlahan sampai bisa ku lihat pandangan kedua matanya.


"Iya..." balasnya pelan.


"Bolekah Aku tahu duniamu?" entah kenapa, perkataan ini langsung terlontar dari bibirku.


"Agh... Aku tidak apa-apa Jay." katanya dengan membuang mukanya ke arah lain.

__ADS_1


Tangan nakal ini kembali beraksi, Aku sentuh dagunya dan menarik wajahnya agar bisa memandang wajahku.


"Ceritalah padaku, Kau bisa menceritakan apapun padaku, bukankah kita dulu sahabat. Kenapa sekarang Kau sangat berubah seperti sungkan padaku. Sahabat macam apa kau ini, menganggapku seperti orang lain. Ceritalah padaku, agar bebanmu berkurang, aku tidak akan menertawaimu" ujar ku meyakini dia. Dia yang ku cinta, wanita pertamaku, cinta yang ku abaikan.


"Kamu yakin mau mendengarkan ceritaku?" tanyanya padaku.


"100% Aku mau!" kataku dengan tegas.


"Baiklah... Akan aku ceritakan. Kau ingat... saat terakhir kali kita wisuda, Kau tidak lihat? setelah acara wisuda aku langsung menghilang?" tanyanya padaku dengan air mata yang ia tahan dari kedua matanya.


Aku menggeleng, "Tidak... Tapi aku memang mencarimu, Kau tidak tampak sama sekali."


"Saat di hari wisuda, Mamaku masuk rumah sakit. Tetangga menghubungiku dan aku segera ke Rumah sakit, dan kau tahu... itu hari terakhirku bersama mama." ucapanya memecah tangisannya, yang membuat tanganku menepuk-nepuk pundaknya.


Aku tahu dia terluka, Aku pun hanya mendengarinya tanpa menyelah.


"Kata Mama... Aku harus bisa mandiri jika Mama tidak ada bersamaku. Selama ini, Mama menutupi sakitnya dari Aku. Aku merasa sangat bersalah, mama menahan sendiri sakitnya. Karena penyakit paru yang di derita mama , mengantarkannya kembali pada yang kuasa Jay. Aku terpuruk, Aku sendirian, bahkan Aku hampir mengakhiri hidupku, saat masalah kembali datang. Ya.. di tante dan om ku, anak dari kakekku tepatnya adik papaku, yang sempat tidak di anggap di keluarga papa karena memang om ku dan istrinya menguras hartanya kakek, jadilah mereka tidak di anggap. Saat mereka tahu mamaku uda meninggal, mereka datang ke rumahku setelah dua hari pemakaman mamaku. Kamu tahu Jay, mereka mengusirku dari rumahku. Rumah di mana, papa membangunnya untukku. Rumah itu, mereka ambil sebagai hak milik karena itu duit kakek kata Omku. Aku tidak mengerti, saat aku melawan rasanya tidak bisa sama sekali, karena percuma, aku sendirian Jay. Tidak ada yang menolongku, sampai mereka membawaku tinggal di rumah besar, di mana rumah itu yang juga aku tahu milik kakek untuk Papa, warisan yang di tinggalkan Kakek untuk Papa, di sanalah aku tinggal, tinggal dalam hidup tersiksa. Aku di jadikan pembantu, meskipun di rumah itu ada pembantu. Tapi karena aku merasa lelah untuk melawan, aku terima Jay. Di perlakukan mereka, Aku takut karena setiap tangan mereka mengenai kulit tubuhku, belum lagi perlakuan anaknya padaku Jay. Mereka semua menjebakku Jay, dan orang-orang tadi adalah suruhan rentenir. Mereka meminjam uang mengataskan namaku, identitasku. Aku menjadi buruan mereka, mana kala aku ingin mencari pekerjaan secara diam-diam, selalu saja takut, karena seperti tadi, mereka tau keberadaanku." ucapnya dengan terisak sedih.


Wanitaku menangis haru, tubuhnya gemetar di iringi dengan sesenggukan dari rasa kesedihan. Kepingan masa lalunya melukai hatiku secara alami. Aku menarik tubuhnya dan memelukya dengan erat. Hanya itu yang bisa ku lakukan. Merasakan sedihnya saja, air mata yang keluar dengan leluasanya, sangat di sayangkan bagiku, aku melepaskannya tanpa memulai saat itu.


Mungkin sajakan... Dulu jika aku memulai hubunganku dengannya, Mikha tidak akan tersiksa begini.


"Jangan bersedih.. mulai sekarang, aku yang akan menjadi benteng kehidupanmu" kataku tiba-tiba dengan sendirinya.


Bersambung.

__ADS_1


....


Nah... Up ya kak... bagian Jayden...Semoga suka. Dan mohon buat VOTE nya berikan ke My Chosen Wife ya... Terima kasih semuanya...🥰🙏


__ADS_2