Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Bos Cantik


__ADS_3

Apartemen Wijaya Park, Jakarta Barat


Setibanya di Apartmennya yang terletak di lantai 11 April langsung merebahkan tubuhnya. " Ahh lelahnya hari ini" Katanya sembari menatap langit langit kamarnya. Menggoyang goyangkan kakinya di tempat tidur " Nyaman sekali rindu tempat ini" katanya dengan manja. Apartemen mewah yang dibelinya ketika kepulangannya ke Jakarta. Jangan ditanyak suasananya gimana. Benar benar mewah untuk seorang April. Beranjak ke kamar mandi April ingin segera menyudahi hari nya, bersih-bersih , beristirahat dan menyambut harji esok dengan suasana hati yang baik.


***


Dilobi Apartemen April yang keluar disambut Pak Sony yang akan mengantarnya ke kantor "Selamat pagi buk April" Sambilan mempersilahkanya masuk kedalam Mobil.


" Pagi pak Sony" dengan senyum ramahnya.


Bergegas pak Sony masuk ke mobil dan berjalan menyusuri Kota Jakarta.


" Sudah sarapan pak?" ucapnya sambil melirik tablet kerjanya.


" Sudah buk terimakasih perhatiaanya. Maaf ibu sendiri sudah sarapan?"


"sama-sama pak. Iya ni saya belum sarapan, bahan makanan di Apartemen saya kosong melompong pak. jadi gak bisa masak dong. Hehehe... " menatap ke pak Sony yang masi tersenyum. Pak Sony sendiri juga sudah seperti keluarga bagi April.


" Mau dipesankan apa buk? biar bapak pesan kan."


"Tidak usah pak.. saya udah suruh kak Astrid"


"Ow.. baik buk"


Suasana Jakarta pagi itu mulai ramai , Bus TransJakarta mulai dipadati oleh para pekerja yang bersiap memulai aktivitas dihari itu. Hingga tiba digedung kantor Astrid yang menantinya sedari tadi menyambut kedatangan April sambil berjalan ke arah lift menyapa semua Karyawanya yang menunggu antrian di lift gedung itu. Ya lift di kantor April tidak memisahkan antara Karyawan staff dan Atasannya. April tidak mau membuat jarak seperti itu.


" Selamat pagi ibu April" Sapa karyawannya.


" Pagi semuanya karyawanku yang penuh semangat juang" mengangkat kedua tanganya bagaikan memberi semangat yang dilengkapi senyuman manisnya yang dihiasin lesung pipi kirinya. Karyawannya pun tertawa melihat tingkah sang atasan. sungguh manis ucapnya.


Tingggggg... Pintu lift terbuka.


" Silahkan masuk ibu bos kami yang cantik, baik hati dan tidak sombong." ucap Dony salah satu karyawannya, dan disambut gelak tawa karyawan lainnya. memasuki lift dengan senyum menanggapi perkataan karyawannya. Hingga tiba dilantai ruangan kerja April, dia dan Astrid keluar meninggalkan para karyawan yang berada dilantai atas.


" cantik benar ibu bos kita ya." kata Dony staff keuangan.


" Iya ni... senyumannya itu loh.. ahhh pengen aku lahap aja rasanya" Ucap James staff bagian perencanaan.


" Emangnya lauk pauk di lahap, sadar diri dong James " Kata Silvia ketus.


" Lah iri mah kamu sama kecantikan Ibu bos, kecantikannya mah natural gak kayak kamu, bedak apa tepung ditaruh di mukak." Jawab James yang disambut gelak tawa staff lain.


" Jahat amat sih becandanya james, gak bole gitu ah sama cewek." kata Ratna sembari mengelus punggung Silvia. Silvia, Ratna dan James merupakan satu team dibagian perencanaan yang diketuain oleh James. Hanya menyunggingkan bibirnya dan diam Silvia menanggapi James. Hingga sesampainya mereka dilantai ruangan mereka dan berbaur kemeja kerja masing-masing.


" Ini pril pesanan kamu". meletakkan diatas meja April.


" iya ka terimakasih ya. Maaf merepotkan."


" oya apa jadwal kerjaku hari ini kak?" sambil membuka dokumen dokumen yang harus ditanda tangani April.


" Jadwal kamu hari ini hanya menemui Klien di Hotel Wijaya Park untuk bertemu Tuan Carlo dari Jerman Pril."


"Ooo sejak kapan dia udah di Jakarta kak?" sambil menyuapkan makanan kemulutnya.


" Sudah dua hari yang lalu Pril. Dan pertemuann Kita hanya membicarakan tentang perusahaan yang kamu punya di Jerman. Carlo yang menanganinya." jawabnya dengan sejelas mungkin. Agar April lebih mengerti tujuanya bertemu Carlo.


" Baikla kak... ingati saya nanti ya. selesai saya menandatangi laporan ini, tolong suruh Dony menyiapkan laporan bulan ini kak. Saya mau mengecek Hasil produksi kita."


" Baik pril...saya permisi" ucapnya sambil meninggalkan ruangan kerja April.


Selesai menandatangani dokumen dokumen itu April bersantai sejenak dan terdengar ketukan pintu.


Tokk... Tok.. Tok...


" Silahkan masuk"


" Ini buk laporan yang ibu minta" kata Dony


" oya terimakasi ya Don, semuanya berjalan baik kan?" membuka lembaran demi lembaran.


" Seperti yang ibu lihat buk. Bulan ini produksi kita meningkat dua kali lipat dari bulan lalu. harga saham kita pun terus naik buk." mengangkat dua jempol kepada April.

__ADS_1


" Wah... kalian emang bisa diandalkan." Baiklah entar malam ajak semua team yang bekerja tanpa terkecuali untuk menyambut hal baik ini." sambil mengembalikan laporanya ke Dony.


" Bener nih buk?" Tak percaya karena masi kaget. April menganggukan kepalanya dan memicingkan bibirnya seraya mangatakan iya kepada Dony. staff yang satu ini humorisnya tinggi.


" Dan semuanya biar perusahaan yang biayai. Nanti saya suru Kak Astrid yang memesankan Tempat buat kalian."


" Wah baik buk... Terimakasih banyak, saya ijin keluar buk." mau melangkah keluar tak lama April memanggilnya lagi.


" Satu lagi Don cepat amat kamu mau keluar."


" Ah iya buk... Maaf apa lagi ya buk?"


" Bonus kalian akan saya transfer. Segeraaaaa ..."


" Alhamdulillah buk...baik bangat" ucapnya senang. April hanya tersenyum melihat tingkah karyawannya itu.


" Baik buk... saya ijin sekalian mau menyampaikan keteman lainnya."


" Baik.. silahkan" jawab April.


Selang beberapa menit Astrid pun masuk dan mengabarkan April untuk bersiap menuju Hotel Wijaya Park yang tidak jauh dari kantornya. Hanya butuh 1 Jam untuk tiba disana.


***


" Selamat siang Pak Direktur "ucap Carlo yang memasuki ruangan Direktur Hotel Wijaya Park. Carlo pria berumur 29 Tahun, Tinggi dan berkulit putih berdarah Indonesia Jerman yang diturunkan dari Ibunya. Carlo merupakan rekan bisnis April di Jerman dan sekaligus teman dekat Joseph saat kuliah di Jerman. Jangan tanyak ketampanannya gimana ya.


" Hei Brooooo... Apa kabar?" Beranjak dari kursi kerjanya menghampiri Carlo dan menjabat tangan serta memeluk pria itu.


" Baik pak Direktur. Lama gak jumpa makin keren aja lo bro. Jadi jatuh cinta gua sama karisma sang Direktur." ucap Carlo yang menjahili Joseph sambil mengedipkan matanya.


" Gilak lo bro." mengambil bantal sofa di ruang kerjanya dan melemparkannya pada Carlo. Dan refleks di tangkap Carlo. Mereka berdua pun ketawak terbahak bahak.


" Silahkan duduk Tuan Carlo." mempersilahkanya selayaknya pelayan yang mempersilakan tamunya untuk duduk.


" Biasa aja bro... pakek tuan tuan segala." hingga duduk disofa dan menyilangkan kaki panjangnya.


" Kok gak bilang-bilang sih mau main ke Hotel gua atau uda di Jakarta. Gua kan bisa nyambut lo dengan musik dan tari tarian." Sambil nari nari gak jelas.


" Hahaha... sengaja Jos. gua mau kasi kejutan ke lo. lagian gua ke sini bukan untuk ketemuan sama lo."


"Emang gua nginap di sini tapi Gua mau ketemu sama atasan gua di Hotel lo. Perusahaan yang gua pegang di Jerman itu yang punya orang Jakarta bro. saya di utus untuk mengelola semua yang di Jerman. Tapi sudah setahun berdiri gua gak tau yang punya itu perusahaan itu siapa. Seenggaknya kan gua harus tau orangnya gimana. Bener gak?"


" Hemmm... bener juga bro. gua sependapat sama lo. Tapi kok bisa ya bro yang empunya gak campur tangan langsung?"


" Huum... karena pemiliknya bekerja sama dengan orang yang menetap disitu. Dia juga sebagai Investor perusahaan disana."


" Hemmm.. hebat juga ya. Oya ceritanya lo mau minum apa bro? biar gua suru serketaris saya ambilkan."


" Gak sa repot repot bro. gua cuma sebentar aja. Ntar lagi atasan gua datang"


" Okeyla gak berkurang stok minuman Hotel gua." ucap Joseph usil.


" Gilak seorang Direktur berkera banget. Oya bro teringatnya gimana hubungan lo dengan Selena?" Tiba tiba carlo menanyakan masa lalu yang ingin dilupakan Joseph. Ya karena memang dia tidak tau bagaimana kisah sang sahabatnya setelah mereka kembali ke Tanah Air. " Selena Apa kabar bro?"


" Hemmm... gak sa dibahas bro. Bikin sakit hati" Jawabnya ketus. " Kalau lo mau tau kabarnya cari aja orang nya langsung, gak usah tanyak tanyak gua. Merepet nih ceritanya.


" Loh kok lo gitu Jos?" Ekspresi bingung dan melihat Joseph dengan tatapan menunggu jawaban.


" Kan gua bilang gak sa dibahas bro" mimik wajah Joseph berubah 180° kalau ingat yang membuat hatinya hancur berkeping keping.


" Hemmm... yasudahla. Waktu gua juga udah gak banyak. lain kali kalau udah siap cerita ke gua ya." Sambil menepuk bahu Joseph yang lagi mematung dan beranjak keluar ruangan.


Berjalan menuju tempat yang sudah dijanjikan. Carlo yang tiba lebih awal di Restaurant Mewah yang terletak di Hotel itu, Masuk dan disambut ramah oleh pelayan Restaurant. Dan juga Banyak mata yang memandang padanya ketika dia tiba, terutama yang berjenis kelamin perempuan. "Wah tampannya" bisik bisik para tamu restaurant.


" Untuk berapa orang tuan?" Tanya sang pelayan ramah.


" Saya sudah reservasi atas nama Astrid" jawabnya.


" Maaf sebentar Tuan" sambil membuka buku tamu " Mari ikutin saya Tuan" Menuju ke ruangan VIP Restaurant.


" Silahkan masuk Tuan." menarik kursi untuk memperisilahkan duduk.

__ADS_1


" Terimakasih" Seru Carlo.


" Mau pesan diluan atau menunggu tamu lainnya Tuan?" Tanyaknya dengan sopan.


" Ya nanti saja kalau semua udah datang baru kita pesan."


" Baik Tuan saya permisi keluar dulu" berjalan keluar."


Mobil April pun tiba di depan Lobi Hotel Wijaya Park. Tak menunggu lama pintu mobil langsung dibukakan oleh pegawai Hotel yang bertugas dipintu masuk dan mempersilahkan April dan Astrid untuk turun dan masuk ke dalam Hotel. " Selamat datang Nona April" Kata pegawai Hotel dengan mengkatupkan kedua telapak tangannya yang sudah tauh ada tamu penting di Hotel itu. Dikarenakan Astrid juga sudah mengkonfirmasi CEO perusahaanya mengadakan rapat penting di Restaurant Hotel mereka. tanpa perintah pun pegawai umembawak mereka langsung ke bagian Tempat yang sudah mereka booking.


Sesampainya di Restaurant pelayan Restaurant mengambil alih menuntun April dan Astrid memasuki ruangan VIp.


" Silahkan masuk Nona, Tamu anda sudah menunggu didalam."


" Iya terimakasih " langsung masuk dan menyambut Carlo yang sudah menunggu.


" Halo... saya April" mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.


" Halo nona April saya carlo, senang bertemu dengan anda." menyambut tangan April.


" Silahakan duduk. Panggil saja saya April" katanya dengan sopan dan tersenyum dengan lesung pipi kiri yang menambah kecantikan April.


" Owww... baiklah April." dengan senyum ramah. Astrid pun permisi keluar untuk menyuru pelayan menghidangkan jamuan makan siang mereka. Lalu Carlo membuka percakapan diantara mereka.


"Ah... maaf Pril maksud kedatangan saya ke Jakarta saya hanya ingin bertemu sang pemilik perusahaan yang saya kelelo di Jerman. Karena saya berpikir, bahwasannya saya perlu tauh tujuan utama pemiliknya. Ternyata saya tidak menyangka, diluar dugaan saya." dengan senyum ramah dan merasa kecanggungan dirasakan Carlo, Karena yang dipikirkan sebelumnya bukanlah seorang cewek secantik Park Shin Hye ini.


" Benar... saya juga sependapat dengan anda. oh ya Hal tak terduga apa yang anda maksud Tuan Carlo?" Katanya dengan mimik wajah serius.


" Owww... bukan apa-apa kok Pril" Malu jika ketauan pikirnya. Karena yang di pikirkan Carlo ketika menjabat atasannya seorang bapak bapak. Ternyata cewek berusia 25 Tahun. ya 25 Tahun perusahaanya udah banyak. Malu dong gua" Ucapnya dalam hati.


" Baiklah... tujuan saya untuk perusahaan di Jerman sama seperti di Jakarta ingin memunculkan terobosan baru dalam bidang infrakstruktur serta target pasar untuk pembangunan. Terutama target pasar kita itu yang perlu dikembangkan" katanya dengan serius.


"Nah.. pak Albert yang memilih anda untuk memegang perusahaan saya. Karena dia percaya sama kinerja anda. Dia mengklaim, analisis anda sangat baik sejak perusahaan itu diluncurkan dan kabar baiknya perusahaan sudah menandatangani kontrak dengan sejumlah penyewa besar dibawah naungan anda. Apalagi yang harus saya ragukan?" dengan Tersenyum dia menjelaskan panjang lebar.


" Wah.. baiklah saya terima semua yang anda sampaikan. Saya merasa percaya diri jika atasan saya ini sudah merespon positif atas kerja keras saya dan karyawan."


" Baik... bekerjala dengan senang hati" memberikan senyuman dan tatapan menyemangati. Yang disambut hangat oleh Carlo. Tak lama kemudian Astrid masuk dan memerintahkan pelayan untuk menyajikan makan siang mereka.


" Ibu April dan Tuan Carlo dipersilahkan untuk menikmati Jamuan makan yang telah disediakan"


" Terimakasih, Silahkan di santap Tuan Carlo" April mempersilahkan.


" Ya Terimakasih untuk jamuan mewah ini." ucap Carlo." Di Jawab dengan anggukan oleh April.


" Kak Astrid mari gabung dan nikmati makan siangmu"


" Iya Terimakasih buk..." Tidak berani menolak permintaan sang atasan. karena dulunya Astrid perna menolak dia semeja dengan Atasannya sewaktu baru bekerja, malah April marah marah gak jelas padanya.


Makan dengan hening hanya terdengar suara sendok dan garpu yang berdenting di piring.


Tak sepatah katapun keluar dari mulut mereka.


DRTTTTT DRTTTTT DRTTTTT


Getaran Hp Carlo pun memecahkan keheningan. Dia pun menatap layar HP nya melihat nama yang muncul di layar.


" Maaf saya terima Telepon " Ucapnya sopan.


" Silahkan" April pun menjawab.


" Iya bro... ada apa?"


" Lo masih lama gak?"


" Sudah mau siap. Ada apa Bro?"


" Kalau tidak ada acara nanti malam temani gua Minum ya bro?"


" Ahhh... baikla sobat. Entar jemput gua ya bro?"


"Sippppp... ntr gua hubungin lo." Tanpa jawaban Joseph mematikan panggilannya.

__ADS_1


Kembali melanjutkan makan siang hingga menutup pertemuan itu dengan April. Mereka pun melenggangkan kaki keluar dari Restaurant.


Bersambung....


__ADS_2