Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
PERTEMUAN KEMBALI


__ADS_3

Keluar dari kamar tamu, April berjalan menuju kamarnya, Baru teringat dia belum menghubungi suaminya yang sekarang entah dimana. Masuk kedalam kamarnya , buru-buru mengambil ponselnya. Kemudian dia membuka ponselnya dan ternyata pesan masuk disalah satu aplikasi chat nya memiliki tanda merah.


Dibukanya dan dibacanya pesan itu dari Pria tercintanya.


" Hello sayang, aku sudah tiba di Singapore, dan sekarang aku lagi di Hotel mempersiapkan berkas untuk rapat besok. kamu sudah sarapan kan?"


April buru-buru menghubunginya. Tak lama ponselnya terdengar suara Joseph.


" Haloo Darling, kamu baru membaca pesanku?" Ucap Joseph dengan suara ngantuk.


April tersenyum " Sudah sayang, kamu lagi istirahat ya? " Tanyaknya yang sebenarnya hawatir.


" Tidak... aku tiba-tiba tertidur sayang. Kamu sudah sarapan?"


April kembali tersenyum dari balik Ponselnya " Sudah.. kamu sudah kan?"


" Sudah... tapi aku kok masi lapar ya? Kepengen banget makan soto Ayam sayang."


" WAH.. kok bisa? Disana apa tidak ada masakan Indonesia sayang? Kamu bisa meminta tolong carikan. Lagian kamu aneh.. waktu disini gak pernah minta apapun." Ucapnya lagi.


" Gak tauh nih sayang... trus aku rasanya gerah banget disini padahal juga AC nya hidup. Mana perutku tidak bisa kompromi." Ucap Joseph mengelus perutnya.


" Kamu lapar ajak kak Ferdinan keluar cari makanan. Jangan ditahan, nanti pingsan." Ucap April mengingatkan.


" Itu kamu sayang... bukan aku."


" Oiya aku memang nih. Suka lupa hehehe., sudah sana cari kak Ferdinan minta temani ya. Baik-baik disana jangan macam-macam. Awas kalau macam-macam digigit Macan entar."


" iiiiii takuttttt... siap dilaksanakan Bos. Kamu juga jaga kesehatan ya, tunggu aku pulang. Semoga aku tidak lama disini, oiya Jorji akan sering mengunjungi kamu sayang jadi kamu tidak kesepian."


" Tidak masalah sayang, disini kan juga sudah banyak pekerja yang menemaniku. Kamu tidak perlu khawatirkan aku. ayo sana cari makan sama kak Ferdinan sebelum kelaparan merusak lambung kamu "


" Iya istriku... I love you Darling."


" Love you to Suamiku."


Mengakhiri telponnya, April merasa sedikit pusing. Entah apa lagi yang ingin dilakukannya. Mungkin saja berbaring akan sedikit mengurangkan pusingnya. April beranjak naik keatas ranjangnya, mengambil Remote TV nya sekedar menghidupkan asal. Menatap sebentar kelayar TV, matanya pun malah terpejam dan membawaknya kedalam alam bawah sadarnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari ternyata mulai memasuki jam Sore. Jorji yang membalaskan tidurnya tadi pagi pun sudah terbangun, mencari keberadaan jam dinding, melihatnya juga tercengang.


" Gila sudah berapa jam aku tertidur."


Buru-Buru Jorji beranjak bangun dari ranjang Keluar mencari keberadaan April yang tidak tampak sama sekali. Dibawah juga hening, sepi. Mungkin para pekerja ditempatnya masing-masing. Mencoba mencari keruangan kamar pribadi April. Jorji pun mencoba memanggilnya.


TOK...TOK.. TOKK... " Prilll... kamu didalam?"


Tidak ada jawaban. Jorji kembali mengetuknya. " PRILLLL...bangun sudah soreh ini." Ucapnya lagi.


Tidak ada sautan dari dalam, Jorji mencoba membuka pegangan pintu dan ternyata tidak terkunci. Perlahan Jorji masuk, melihat TV yang hidup. " Pantesan dia tidak dengar, TV nya lebih besar dari aku." Ucapnya sendiri.


" Aprillll... Hey bangun." Menyentuh bahunya menepuknya dengan lembut.


April langsung terbangun dan menatap kearah Jorji." AGH iya mbak...maaf aku ketiduran."


" Iya tidak apa-apa aku juga baru bangun..Jangan tidur lagi sudah soreh. Sebentar lagi aku sudah mau pulang, jadi aku harus pamit dengan kamu."


" iya Mbak."


Beranjak dari tempat tidurnya, mereka berdua keluar dari kamar. Sedangkan Jorji kembali kekamar tamu dan membersihkan dirinya untuk bersiap pulang.


Dibawah April menunggunya turun untuk mengantarkan Jorji kedepan halaman rumahnya.


" sampai jumpa lain hari, Terimaksih ya Pril." Ucap Jorji membuka kaca mobilnya dan melambaikan tangannya.


" okey mbak.. sampai jumpa. Hati-hati ya." Serunya.


Usai kepulangan Jorji, April kembali kekamarnya, melewati malam sendiri tanpa Joseph untuk pertama kalinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kembali kerutinitas seperti biasa. April yang baru tiba dikantornya duduk sejenak menatap Layar komputernya. Email satu persatu dibacanya, kemudian mencoba untuk menghubungi Astrid dari Line ruangannya. Sebelum menghubunginya ternyata Astrid sudah mengetuk pintu dan masuk.


" Baru saja saya mau nelpon kamu kak." Ucap April.


" Iya Pril.. kamu sudah membaca email masuk dari PT Group kan?"


" Iya kak. Segerah atur waktu untuk pertemuan kita dengan mereka. Langsung saja hari ini, saya tidak ingin menundanya. Lebih cepat lebih baik untuk dijalankan. Hubungin juga bagian Perencanaan, supaya mereka bersiap untuk kerja sama dengan kita." Ucap April dengan seksama.


" Baikk saya akan atur waktu hari ini segerah Pril ." Ucap Astrid kemudian meninggalkan ruangan.


April kembali fokus dan memegang dokumen-dokumen yang sudah ada dimejanya, melihat lembaran-lembarannya. Membaca dengan seksama, lalu membubuhi tanda tangan setiap dokumen yang membutuhkan.


Taklama April menyudahinya, beranjak dari meja kerjanya menuju kebagaian perencanaan. Jarang-jarang dia terjun langsung ke bagian itu.

__ADS_1


" selamat pagi semua." Ucap April dan mengagetkan semua staff yang berada dilantai itu, kemudian manajer bagian perencanaan juga berdiri menyambut April.


" Kita sudah dapat informasi dari Astrid buk, akan saya siapkan semua yang diperlukan." Seru Marta Manajer bagian Perencanaan.


" Terimakasih buk Marta, saya bersyukur kalian bisa cepat tanggap. Saya cuma ingin memastikan staff terbaik bagian perencanaan. ketua Team " panggil April kearah James.


" Saya buk." Ucap James lalu berdiri.


" James kalian bisa ikut saya nanti ke perusahaan PT, sekalian kalian langsung bekerja sama dengan mereka. Bawak team kamu semua, kalian juga bisa membaca situasi dari Kerja sama ini di perusahaan mereka, jadi bisa sekalian belajar apa saja yang kita butuhkan disini. Kali ini berkaitan dengan perancangan busana untuk model fashion prodak mereka, dan kita juga yang mendanai. itu nanti tugasnya Dony. Saya minta kalian bisa bekerja sama dengan team mereka. Apa kalian sanggup?"


James dengan semangat " kita sanggup buk.. akan kita lakukan." Seru James semangattt.


April dan seluruh team yang bekerja berangkat keperusahaan yang bersangkutan. Untuk melakukan kerja sama yang baru dengan Perusahaan yang berkaitan dengan Fashion.


Setibanya mereka di Perusahaan PT Group April dan Astrid langsung menuju keruangan Direktur perusahaan untuk memperbincangkan masalah kerja sama.


April dan Astrid langsung disambut dengan serketaris bertugas yang langsung mengenali April sebagai perusahaan yang bekerja sama.


" Silahkan Ikut saya." Ucapnya


April dan Astrid berjalan mengikuti dari belakang.


TOK...TOK...TOKK


" Maaf pak... Ibu April sudah datang." Ucapnya dan membawak masuk mereka berdua.


" Selamat datang Nyonya Wijaya, Silahkan duduk." Ucap Pria seumuran Joseph. yang berdiri dan mempersilahkan April dan Astrid duduk.


" Terimakasih Tuan Salman " ucap April.


" Tolong kamu ambilkan minum untuk Tamu kita." Ucap pak Salman ke serketarisnya. Yang langsung menganggukan kepala dan berjalan keluar.


" Gimana Nyonya, sudah sepakat untuk kerja sama ini." Dengan senyumnya.


April langsung menyambutnya dengan tawa " Kita sepakat Tuan, bukankah ini kerja sama yang anda tunggu?" Ucapnya santai.


" Benar...sudah lama saya ingin bekerja sama dengan Nyonya Wijaya, masi mudah sudah memiliki pengalaman yang luar biasa. Saya beruntung untuk kali ini, apa lagi gelar nyonya Wijaya sudah bertambah semenjak menikah dengan Tuan Wijaya." Ucapnya tertawa.


Tidak lama kemudian Serketarisnya datang membawak minuman. " Silahkan diminum nyonya." Ucapnya.


" Terimakasih." Jawab April. " Tapi maaf tuan, ini tidak ada sangkut pautnya dengan Perusahaan suami saya, Anda hanya bekerja sama dengan perusahaan yang saya pegang. Tolong dapat dipahami."


" Ya..ya.. saya tauh. Saya cuma kagum saja untuk nyonya Wijaya dan Tuan Wijaya. Kalian pasangan yang serasi."


" Agh... Terimakasih atas pujiannya. Boleh berikan ke kita perjanjian kerja samanya. Biar serketaris saya bisa membacanya." Tanyak April.


Memberikan berkas kerja sama, dan Astrid mengambilnya, kemudian mulai membaca.


DRTT...DRTT...DRT..


ponsel April bergetar adanya pesan masuk.


" Sayang... apa kabar? Aku sangat merindukan kamu. " pesan dari Joseph.


April tersenyum sekilas lalu membalasnya.


" Aku baik-baik saja. Kamu juga kan sayang? Aku juga sangaatt merindukan kamu. Oya sayang, aku sedang melakukan penanda tanganan kontrak kerja sama diperusahaan PT Group." Balas April.


" Buk.. sudah bisa ditanda tangani." Ucap Astrid.


Selesai penandatanganan kontrak kerja sama mereka.


" Boleh ikut saya... untuk melihat-lihat perusahaan ini." Tanyak Tuan Salman.


" Dengan senang hati, saya juga sudah membawak team dari Devisi perencanaan saya, agar mereka langsung paham dengan situasi perushaan ." Ucap April.


" Baiklah mari ikut saya." Jawab Tuan Salman.


Mereka berempat berjalan keluar ruangan. Dan memasuki lift. Tiba-tiba seorang Pria mengganjalkan kakinya, Lift pun terbuka kembali.


Tidak disangkah Andrew Angkasa Direktur Angkasa Group juga berada diperusahaan Itu, kemudian dia masuk kedalam Lift. April terkaget tidak menyangkah. Bisa berjumpa lagi. " Hallo nyonya April." Ucapnya tersenyum ke April. " Hallo Bro." Sambungnya lagi.


" Wah kalian saling kenal?" Tanyaknya ke Andrew.


Andrew memandang kearah April. Dia tidak menjawab sama sekali. " iya Bro... kenal dari cara yang salah."


" Maksudnya gimana?" Tanyak Salman.


" Waktu itu-" ucapanya pun terhenti karena dipotong April.


" Tuan tolong jangan berbicara diluar konteks pekerjaan!!!" Ucapnya ke Andrew.


Salman kaget dengan perkataan April. Dia pun menatap Andrew yang juga tidak berani berbicara.


" Agh.. Maaf nyonya Wijaya." Ucap Salman.

__ADS_1


TINGGGG....


Pintu Lift terbuka. Mereka keluar dari Lift. Andrew malah ikut dengan mereka.


" Bro.. lo ngapain ikut?" Tanyaknya sedikit berbisik. " Tika tolong antarkan nyonya wijaya melihat-lihat. Nanti saya menyusul." Ucapnya lagi.


Tika pun membawak April dan Astrid meninggalkan kedua Pria itu.


" Lo salah apa sama dia, sampai segitunya liat lo aja dia gak mau."


" Gua waktu itu nabrak mobilnya bro. Gak sengaja. Gua ganti mobilnya nah dia marah bro. Tapi kalau dia marah gua senang bro, manis amat wajahnya." Ucap Andrew.


" Lo jangan gila!!! Itu binik orang, berani lo main-main sama Joseph Wijaya?"


" Ya enggak...gua cuman kagum sama dia. Untuk mendapatkan hatinya ya gua sih mundur. Lo liat kan tadi cara dia ke Gua. Lo jadi kerja sama dengan dia? Kemarin gua kerja sama dengan Suaminya."


" WOOOW... hebat dong. "


" Bukan asli perusahaan suaminya, lebih tepatnya gua kerja sama dengan perusahaan teman suaminya. Cuma suaminya juga yang mengawasi."


" Ya sudah lo... kesini mau ngomong sama gua kan? Tunggu diruangan gua. Selesai dari kerjaan ini baru kita bicara." Ucapnya


" Tidak biarkan gua ikut."


" jangan buat masalah lo, sudah sana!"


Langsung berjalan meninggalkan Andrew. Yang menatapnya dengan acuh. Terus berjalan menyusul keberadaan April dan Astrid.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Semua staff berdiri menyambut kedatangan April, Astrid, Tika. Kedatangan mereka melihat langsung ruang pengerjaan segala macam kebutuhan Fashion di perusahaan itu.


" Ini buk team kami dan team ibu sudah bisa berpartisipasi untuk perencanaan kedepannya. " ucap Tika.


" Okey... saya serahkan semua kemereka." ucap April. " Segala kendala ataupun jika ada diperlukan, kalian bisa sampaikan ke Serketaris saya " ucapnya lagi.


Kemudian Salman datang dari belakang.


" Semoga semua lancar dan aman terkendali kedepannya." ucap Salman kemudian.


" Yach... saya juga berpikir seperti itu."


" Mari ikut saya keruang Fashion Designer , biar saya perkenalkan ke Nyonya Wijaya. "


" Baik." melangkah keluar bersama.


DRTTTT....DRTTTT....DRTTT...


Ponsel April bergetar, diambilnya dan melihat. Joseph menghubunginya. April pun terhenti dan mengangkat ponselnya.


" Maaf Tuan Salman sebentar saya mengangkat Ponsel saya."


" Silahkan" ucap Salman.


" Hello sayang." ucapnya sedikit berbisik.


" Kamu masih sibuk ya?" Tanyak Joseph.


" Sebentar lagi akan selesai. Ada apa sayang?"


" Tidak... aku cuma mau bilang jika tidak ada halangan lusa aku baru kembali."


" Baiklah akan aku tunggu" ucapnya tersenyum


" Tapi sayang... entah kenapa aku akhir-akhir ini agak mual dan pusing." memegang kepalanya.


" Kamu sakit?"


" Tidak hanya mual dan pusing, mungkin makananya tidak cocok untukku ya."


" Agh...bisa jadi. Jika ada yang tidak beres cobala untuk diperiksa. Okey."


" Baiklah... aku tutup ya. Kamu jangan melewatkan waktu makanmu. Byeee sayang."


" Bye.."


kembali keformasi untuk melanjutkan perjalanan mereka. Tiba diruangan kusus Fashion Designer, banyak anggota yang sedang bertugas, April berjalan melihat-lihat, Menelusuri setiap ruangan, menatap kagum. Sedikit tersenyum melihat perancang yang benar-benar ahli dalam bidangnya.


Berdiri seorang Wanita dari belakang April


" Sudah lama kita tidak berjumpa." ucap Selena.


April menoleh kebelakang dan mendapatkan Selena.


" Oww kamu." ucapnya datar.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\= BERSAMBUNG \=\=\=\=\=\=


__ADS_2