
Pramugari mengangkat dengan perlahan, menggeser tubuh April dengan hati-hati membenarkan posisi tidurnya. Joseph yang juga melihat Pramugari menggeser tubuhnya pun merasa bersyukur walaupun dia merasa tidak mengenal orang yang disebelahnya.
" Sudah selesai Tuan, ada yang bisa saya bantu lagi Tuan?" Tanya Pramugari dengan sopan.
" Sudah tidak ada lagi,terimakasih untuk bantuannya." ucapnya dengan senyum.
" Baik Tuan... saya permisi." Timpal Pramugari meninggalkan kursi Joseph.
Kemudian diliriknya kearah wanita itu kepengen tahu. Wanita macam apa yang tertidur dengan asal. Saat diliirknya... kaget bukan main, matanya melotot, Tidak menduga wanita yang sedari tadi terbang bersamanya adalah orang yang mulai mengisi kekosongan hatinya.
" Apriiiillll.." ucapnya kaget. " Ya ampun... kok kebetulan banget dia disini?" Dengan wajah bingung.
"Kau benar benar tidak bisa jauh dariku kan?" ucapnya sendiri.
" Ini yang dinamakan berjodoh." ucapnya tertawa.
Bersyukur perjalananku kali ini ada dia yang menemaniku. Walaupun aku tidak tahu dia bakalan menuju kearah mana nantinya. Setidaknya aku saat ini bahagia ada dia disisiku .
Diperhatikannya ujung kaki April yang tidak tertutup dengan selimut. Tampak kakinya yang mungil, putih bersih itu lecet, akibat kejadian semalam. Josephpun menarik nafasnya, lalu dibenarin selimutnya agar menutup dengan baik.
Dia terluka karenaku.
***
" Aghhh... akhirnya tidurku pun terbalaskan." ucap April yang terbangun dengan meregangkan tangan dan tubuhnya.
Joseph yang mendengar suaranya itu mengangkat lehernya untuk menunjukan wajahnya ke arah kursi April agar lebih kelihatan.
" Kau sudah bangun?" ucapnya mengagetkan.
" Heh... Kau?" Tunjuk April yang kaget.
" Kau.. kenapa kau bisa disini?" Tanyanya tegas.
" Aku?" Jwab Joseph. " Kenapa ya aku disini? coba kamu tebak." ucapnya dengan bergaya membuat penasaran.
" Kau mengikutiku?" Jawab April asal dengan wajah kesal.
" Aku... mana mungkin aku segila itu, mengikutimu sampai sini. Mungkin kita Jodoh." ucapnya tersenyum kearah April.
" Jodoh? Jangan becanda. Aku tak mau berjodoh denganmu. Bisa-bisa aku dibunuh dengan wanita pujaanmu." Menyindir Joseph.
" Wanita pujaan? Siapa yang kau maksud? Selena?" Tanya Joseph mencoba menebak.
" Terserah mau siapapun itu. Aku tidak ingin mencampuri urusanmu seperti yang kau tuduhkan semalam padaku." Membuang pandangannya dari Joseph.
Menatap April serius. " April" Panggil Joseph.
April berpurak purak tidak mendengar panggilannya.
__ADS_1
" April." panggilnya lagi.
" Apa sih!" Jawabnya malas dan menatap Joseph.
" Ucapanku tadi malam aku memohon maaf untuk itu, aku sangat menyesal membuatmu menangis. jadi aku mohon jangan marah lagi padaku. dan satu lagi saat aku mengatakan Aku Menyukaimu, Tolong kau pikirkan kembali ucapanku semalam. Aku benar-benar serius." ucap Joseph dengan tulus.
April yang mendengarnya membuatnya mematung. Dia tersentuh sebenarnya dengan ketelusan Joseph.
Tapi aku tidak ingin salah langkah seperti malam kemarin untuk mempercayai nya semudah itu.
" Jangan seperti itu... aku tidak akan mudah untuk mempercayai ucapanmu begitu saja." Ucap April santai.
" Baiklah... aku tahu setelah kejadian semalam itu membuatmu ragu. mulai sekarang aku akan mengejarmu dengan caraku, sampai kau menerima cintaku." ucap Joseph penuh meyakinkan.
" Coba saja kalau kau bisa." ucapnya sambil mengangkat wajahnya dan menggerutu pelan
" Gak romantis banget nyatakan cinta seperti itu" ucap April pelan.
" Aku bisa mendengarmu." Timpal Joseph. " Tunggu saatnya, pasti dirimu akan mencintai Pria tampan sepertiku." ucapnya penuh Yakin.
Mereka pun hanya terdiam setelah pernyataan Joseph ke April. Lalu para Pramugari mulai melayani mereka semua yang ada dikelas Bisnis, menyajikan makan malam untuk para penumpang. April yang kurang suka dengan menu makananya pun hanya menyantap Buah dan Roti serta segelas susu putih hangat yang tersaji. Bukan karena tidak suka saja. Menu Seafood Udang yang tersaji membuat April merasa geli. Geli yang menimbulkan Alergi untuknya. Saat dia hanya menatap ke arah menu yang didepannya, Joseph juga memperhatikannya sejenak.
" Kenapa kau tidak memakan makananmu?" ucap Joseph bingung dan terhenti dari aktivitas makannya.
" Tidak usah memperdulikanku, nikmati saja makan siangmu." ucap April tanpa memandang ke arah Joseph.
" Kau tidak suka menunya?" Tetap berusaha untuk mengajaknya ngobrol dan memberikannya perhatian.
" Mau aku pesankan yang lain?" Tanyanya perhatian
" Tidak usah repot-repot, aku sudah biasa." ucapnya acuh Sambil mengunyah Rotinya.
" Setidaknya makanlah sedikit agar perutmu kenyang, kita sebentar lagi mau Transit di Abu Dhabi. akan memakan waktu beberap jam." ucap Joseph mengingatkan.
Terdiam sebentar karena dia pun tahun Transit itu memakan waktu lama. Jika aku kelaparan bagaimana. ada benarnya juga sih. Tapiii.... :(
Batinnya pun sedih.
" Kenapa wajahmu sedih." Tanya Joseph yang sadar dengan perubahan wajah April.
" Owww ituuu... aku tidak bisa memakan hewan yang satu ini." ucapnya sedih menunjuk ke arah Udang.
Joseph pun tertawa melihatnya.
" Kenapa kau malah tertawa?"
" Wajahmu sangat manis. Aku sangat suka." ucapnya meledek.
" Manis apanya. Emangnya muka ku terbuat dari Gula." ucapnya ngambek dan wajahnya pun tiba tiba memerah.
__ADS_1
" Itu wajahmu memerah kayak Tomat." meledek April lagi.
" Sudahla nikmati saja makan siangmu." ucap April.
" Ini... makanla daging ini." sambil menyendokan Daging ke piring April. " Tadi aku memesannya, harusnya kau tanya dulu menunya apa. jadi kan tidak mubajir. Ini udang biar aku yang memakannya. Makanlah daging itu biar perutmu tidak kosong." ucap Joseph perhatian.
April pun menatap pada Joseph. " Jangan baik kepadaku, aku tidak ingin diperlakukan lebih." ucap April dan menunduk.
" Jangan keras kepala. Aku sudah bilang Aku menyukaimu juga mencintaimu. dan akan aku buktikan padamu saatnya nanti cintamu hanya untukku. Aku akan membuatmu jatuh cinta pada pria Tampan sepertikh" ucapnya lagi dengan serius.
" Ahhh.. Terserah padamu." ucap April dan memakan makanan yang diberikan Joseph.
" Baiklah tuan Putriku" Menatap April dan tersenyum, April hanya menggelengkan kepalanya.
Gimana aku bisa menolaknya kalau begini. Dia sangat perhatian padaku. Ucapannya juga tulus. Dan sebelumnya dia juga menjagaku. Tapi aku masi ragu dengan masa lalu nya. Apa dia benar benar mencintaku. Aaghhh biarkanla dulu seperti ini.
Makan siang pun selesai April ingin beranjak ke Toilet setidaknya membersihkan dirinya mengganti pakaiannya.
"Mau kemana?" Tanya Joseph.
April mengangkat alisnya bingung.
" Kenapa.. apa aku harus ijin?" Tanyanya kesal dan tetap berjalan meninggalkan Joseph yang sebnarnya hanya tak mau dia sendiri.
" Spertinya susah mendapatkan hatinya. Tapi aku gak boleh menyerah." ucapnya sendiri.
Dibukanya Ponselnya yang terhubung dengan Wifi Pesawat. Mencari mesin pencarian Cara menaklukan hati wanita.
Lalu muncul
* Percaya Diri ( Gua banget tuh)
* Jangan ada Rahasia ( Rahasia apa? gua juga gak punya)
* Pengingat yang baik (Nah kan tadi aku melakukannya)
* Perlihatkan Empati dan Pujian ( nah itu apa lagi? Kan juga gua sudah lakukan.)
* Humoris ( Gua juga ni. udah Tampan Humoris lagi)
* Hindarin Mengakui perasaan lebih awal ( Nah yang ini gak benar nih.. ntar terlalu lama pun dikirain gua gak peka. Gak setuju gua)
* Jadi pendengar yang Baik ( baik akan gua lakukan)
* Tersenyum ( Pas ini... gua akan sering tersenyum untuknya.)
April pun kembali kekursinya dan Joseph yang melihatnya datang menyunggingkan senyumannya ke April. April merasa ada yang aneh dengannya pun bingung.
Kenapa dia seperti itu? kesambet wewe gombel ini orang.
__ADS_1
Bersambung...