
Joseph yang masi menemani April diruang tamu, menemani April malam itu. Seenggaknya Joseph bisa tenang melihat keadaanya yang mulai membaik. Joseph sangat yakin, April memang wanita yang kuat, sekejap aja dia bisa melupakan kejadian yang baru di alaminya, pantes sajala Joseph mengibaratkan dia Bunglon, berubah ubah.
Kali ini Joseph ingin membujuknya agar dia bisa kembali ke kediaman orang tuanya. Bukan karena tidak aman, tentu saja sebagai pemilik Apartemen, Joseph memperketat keamanan Apartemen. Melarang orang sembarangan masuk.
Joseph hanya tidak mau, April kesepian.
" Sayang... sebaiknya tinggallah dikediaman orang tuamu. Sebelum aku yang seutuhnya melindungi kamu." ucap Joseph dengan membelai rambutnya.
" Baiklah... aku akan pinda. kemarin mama juga ingin aku segera pindah."
" Baguslah... mama mertuaku itu satu hati denganku.Saat pindah nanti aku akan membantumu." ucap Joseph tersenyum. " Oya... boleh aku bertanya sesuatu?" Tanyak Joseph lagi.
April menggelengkan kepalanya pertanda iya.
" Apa benar kemarin siang... Rendy datang menemui kamu dikantor?"
April pun terkaget. kenapa dia bisa tauh tanpa April memberitauhkannya. Tidak bisa mengelak lagi, dia harus ngomong yang sebenarnya.
" Maafkan aku Jos.... aku tidak cerita soal itu." Tertunduk menyesal.
Joseph pun menarik wajah April agar melihatnya, dan menggengam lembut tangannya.
" Sayang...aku tauh kamu punya alasan kenapa tidak ingin menceritakannya padaku. Tapi satu hal yang harus kamu ketahui, aku ingin kamu berbagi denganku. Aku juga tau... karena kamu terbiasa melakukannya sendiri, tapi sekarang aku ada disampingmu, aku layak untuk tauh. Cobala untuk menerima kehadiranku dihidup kamu. Hemmm... kamu mau kan?" ucapnya penuh kelembutan.
April yang memandang wajah Joseph seperti itu pun tak mampu, dialuluh, dia merasa kecil dihadapan Joseph. Yang bisa menjadikan dirinya seutuhnya dalam hidup Joseph. Bukankah mereka sama? sama-terhianati cinta sebelumnya. April menarik nafas panjang.
" Iya.. aku mengerti Jos." Jawab April pelan.
" Sudahla.. tidak usah dipikirkan lagi, Aku tauh karena kemarin habis dari kantormu Rendy mencariku ke Hotel."
" Apaaaaa!!!" ucap April kaget, ternyata Joseph tauh akan hal itu tapi dia sengaja tidak bertanyak.
" Iya...dia datang ke Hotel, mencariku. aku memang sengaja tidak menceritakannya, karena aku ingin kamu yang bercerita untukku, Cuma ya sudahla aku memaafkan kamu soal itu. Dia memintaku berinvestasi diperusahaanya. Perusahaan tempat dia bekerja, sudah tidak ada orang yang mau berinvestasi, mereka butuh tambahan Modal. Seperti denganmu, dia memintaku 500juta. kalau aku tidak mau, dia akan mencarimu lagi sampai kamu memberikannya. Aku awalnya tidak menduga pria laknat itu bisa senekat itu sama kamu."
April hanya mendengar ucapan Joseph tanpa mencelanya.
" kenapa diam?" Tanyak Joseph.
" Ah... eh.. itu.. Tidak... aku hanya masi belum bisa percaya. Rendy itu berubah seperti itu." ucapnya lemah.
" Kenapa? kamu hawatir?" Tanyaknya dengan wajah tidak suka.
" Bukan... Bukan seperti itu, aku hanya bingung aja... dia kan sudah punya Lina, kenapa juga dia nekat gitu sama aku."
" Sudahla... Tidak usah dipikirkan. Aku sudah suru Al menjebloskan dia kepenjara. Terus perusahaan dia itu akan aku hancurkan sekalian, karena memang sudah mau bangkrut."
Terdiam sejenak mendengar Joseph yang geram.
" Kasian anaknya dong Jos, belum juga lahir sudah tidak ketemu sama papanya." ucap April kasihan.
Menarik lengan April dan memeluknya.
" Kamu memang terlalu baik sama orang, walaupun orang itu keterlaluan. Tapi kamu juga harus bisa bedahkan, mana yang tidak seharusnya dikasihani." mengelus punggunggang.
" Ya sudahla...persiapkan dirimu. besok kita angkat barang-barang kamu dari sini yang perlu kamu bawak."
" Besok kah aku pindahannya?" Ucapnya melepaskan pelukan Joseph.
" Huum... gak mungkin kamu lama lama sendirian disini."
" Ouwww.. baiklah."
***
Pindahnya April kembali kekediaman orangTuanya di Kemang, Pak Sony yang mengetahui itu memberitahukan ke seluruh pekerja dirumah April yang berjumlah 14 orang itu. Semua pekerja yang tauh ingin menyambut nona kesayangan mereka itu dengan sukacita.
Joseph yang sudah mempersiapkan orang-orangnya membantu mengangkat barang keperluannya dan memerintahkan untuk mengantar ke Rumah April.
" Ayo kita gerak." ucap Joseph menyadarkan lamunan April yang memandang kesekeliling Apartemennya.
__ADS_1
" Yuks.." ucapnya tersenyum.
Melangkah menuju lift, turun kelobi Apartemen, semua karyawan menyapa ramah kepada mereka dua. Menjadi buah bibir para pekerja Apartemen, selama ini kekasih si empunya Apartemen itu ternyata tinggal di Apartemennya, tak percaya karena selama ini yang mereka tauh April memang tidak pernah membawa Pria ke Apartemennya.
Dengan santai mereka menyusuri Jalanan kota Jakarta, hingga tiba tepat dirumah Besar keluarga April. Sangat mewah, Rumah megah. bisala dibayangkan ya.
Semua pekerja Berbaris didepan pintu masuk. berjejer diruang tamu yang sejajar menyambut masuknya sang Nona kecil.
" Selamat datang Nona." ucap para pekerja sedikit menundukan kepala. dengan senyum dan kehangatan menyambut kembalinya April yang sudah lama tak berkunjung. Alasannya dia kesepian, kalau disitu selalu mengingat masa kecilnya bersama Mama dan Papa nya.
" Agh.. kalian ini, kenapa harus seperti ini sih. sudah-sudah semuanya kesini, kita duduk disana." menunjuk kearah ruang tamu. Joseph yang melihat adegan itu sebernarnya bingung, tapi dia yakin para pekerja itu pasti sangat menyayangi April hingga mendapatkan perlakukan istimewa dari mereka.
" Nak April.. kenapa lama sekali tidak kembali." ucap bik ijah memeluk April dengan erat dan meneteskan air matanya. Pembantu rumah tangga paling senior, semenjak April belum ada dia sudah bekerja dengan Mama dan papanya.
" Agh bibik... kok nangis. kan ini April sudah kembali. Jangan sedih dong.. nanti akunya jadi ikutan nangis nih. Bik ijah mau rumah kita banjir? mau ikut nguras bik?" Melepaskan pelukannya dan purak-purak mengusap air mata.
" Ya enggakla non... entar pinggang Bibik copot siapa yang bisa nyambungnya? kita kan ada mang ujang yang bisa nguras. " ucapnya menatap Mang ujang.
" Ele.. ele.. bik Ijah aya-aya wae, mang ujang cocoknya bercocok tanam bik... bukan kuras menguras." celoteh mang ujang.
April yang melihat mereka tak kuasa tertawa.
" oiya Non April Kumaha,
Damang non? mang ujang terasa sepi tanpa ada tuan rumah disini non."
" saya sehat mang.. mulai sekarang saya akan tinggal disini lagi, kecuali kalau saya sudah menikah y mang. " ucapnya dan melirik ke Joseph dan merangkulnya. Joseph pun jadi tertawa kearah pekerja yang sangat hangat dirasanya.
Semua mata tertuju ke arah Joseph.
" Saha ieu non? kasep pisan." ucap Mang ujang.
" ow.. ini... kenalkan ini Joseph, calon suami saya mang." ucap April malu.
Semuanya kaget, dan kemudian para koki-koki pun ikut bersorak.
" Wuuuuuhhhhuhh... mari kita tepuk tangan"
" Selamat datang Tuan Joseph, Terimakasih sudah menjadi bagian untuk Nona Kecil kami." ucap mas Joko supir pribadi Papa April.
" Terimakasih untuk semuanya atas penyambutannya, saya bersyukur bisa menjadi bagian dirumah ini, walaupun belum seutuhnya." ucap Joseph senang.
" Sudah-sudah.. mari kita ke meja makan, kami sudah menyiapkan hidangan kesukaan Nak April." ucap bik Ijah.
Mereka semua menuju meja makan menikmati makan siang penyambutan sang Tuan rumah. Tidak ada terkecuali, semua harus makan bersama di meja yang sama. April tidak ingin membeda-bedakan pegawainya yang sudah dianggapnya keluarga bagi dirinya. Begitu juga denga papa dan mama April, April memang diajarkan orang tuanya semenjak dini untuk berbagi dengan sesamanya, tanpa memandang kelas atas ataupun bawah. Semua orang berhak untuk berbahagia.
Selesai makan siang usai, April mengajak Joseph ke kamarnya. Setidaknya untuk rehat sejenak dari aktivitas tadi pagi.
" Kamar kamu sangat simpel ya, bergaya Klasik sama seperti orangnya, sederahana" ucap Joseph menyusuri ruangan kamar yang berukuran lebar.
" Iya... aku memang suka yang simpel, gak mau yang macam-macamla." ucapnya." Sini duduk.." menepuk nepuk sofa didepan kasurnya.
Joseph pun mengikuti perintah April.
" Hemm... gimana? rumahku tidak terlalu jauh kan dengan rumah kamu?"
" oiya ya... bener juga. kok aku baru sadar. Bisa ngapelin tiap hari nih." ucap Joseph menggoda.
" Hahaaha.. kamu ini. Ya sudah dudukla disini... aku ingin membersihkan diriku." ucap April yang hendak berdiri. Joseph menangkap tangannya.
" Ada apa Jos?" Tanyak April heran.
" Hemmmmm.. boleh ikut gak?" Tanyaknya menggoda.
" Yeeeeee.. kamu ini. mau minta dibogem?" ucap April yang mengepalkan tangannya.
" Jangan ah.. sakit. cium aja deh." jawabnya Memonyongkan bibirnya.
" Iiii... Si pria ini." menundukan kepalanya dan mengecup bibir Joseph dengan lembut.
__ADS_1
" Dah..." ucap April.
" Terimakasih sayangku."
April hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu berjalan menuju kamar mandi.
Terkadang pacarku itu tingkahnya kayak anak kecil aja, terkadang sangat manis ah gemes deh.
Disamping April sedang membersihkan diri, Joseph malah merebahkan tubuhnya di sofa panjang itu. Tak lama juga matanya terpejam, entah karena dia lelah, hanya sekedar beristirahat sejenak.
April keluar dari kamar mandi, merasakan keheningan tanpa ada suara sedikitpun.Berjalan pelan, mencari dimana Joseph.
" Lah.. dia bisa juga tidur seperti itu. ada ranjang kenapa tidak menidurkan tubuhnya disitu?" Heran melihat pria tampan itu bisa juga tertidur ditempat yang berukuran pas pas an.
Dihampirnya Joseph, duduk di meja tepat depan sofa. Diliriknya dari atas hingga bagian bibirnya.
Dibelainya rambutnya dengan senyum.
Priaku ini... pasti sangat lelah.
" Apakah aku sangat tampan?" Ucap Joseph dan membuka matanya.
" Agh... iya... " April pun gagap dan malu.
Joseph pun beranjak langsung menarik April dan memeluknya.
" Mau lari kemana kamu." ucap Joseph menggoda.
" gak ah bukan lari.. aku cuma terkejut saja tadinya kan kamu nya lagi merem, aku pikir kamu tuh lagi tidur. gak taunya ngagetin aja." Memukul lengan Joseph yang merangkulnya dari belakang.
" Kamu ini memang sangat menggoda... pengen aku gigit aja tubuh mu ini." Ucapnya Joseph mencoba menggit badannya.
" Heyyy.. sakit tauh" mengerang dan mencoba melepaskan diri dari Joseph. Joseph pun semakin giigih menggelitik tubuh April.
DRTTTTT... DRTTTT... DRTTTT...
Ponsel April pun bergetar. Menghentikan aksi mereka.
" Awass.. aku lihat dulu siapa yang menghubungiku." ucap April lalu beranjak menuju meja.
" PAPA..." ucap April ke Joseph.
Joseph yang mendengarnya pun mengiyakan seraya menyuruhnya mengangkat.
" Halo Pa." ucap April.
" Sayang.. papa lagi transit, kemungkinan ntar malam papa udah di bandara Jakarta. Kamu bisa suru mas Joko jemput?"
" Loh... papa kenapa gak bilang-bilang sih mau datang." ucap April senang campur kaget.
" Hahahaha.. harusnya sih papa sama mama mau kasih surprise sama kamu. Tadinya jadwal jam terbang papa bukan jam segini, karena Delay makanya kami tibanya malam nak."
" Wah... sungguh merusak aja ya pa.. jadinya ketahuan dong.. idittttsss papaku inilah. Okey deh.. nanti kalau sudah mau terbang kabarin ya pa. "
" Iya sayang.... Tunggu kami ya nak. Papa sangat merindukan kamu." ucap papa haru.
" Iya pa.., papa dan mama hati-hati ya."
Selesai sambungannya terputus. April pun menghampiri Joseph dengan girang dan meloncat loncat karena senang. Joseph yang melihatnya pun ikut merasakan kesenangannya.
" Yeee... aku senang Jos.. Papa dan mama merestui kita, karena itu mereka datang." ucap April yang menduga kedatangan orang tuanya berkenaan dengan lamaran Joseph.
" akhirnya... Mertuaku akan datang." Joseph pun senang.
***Bersambung...
***
Maaf saya baru bisa up ya, karena lagi ada sedikit kendala, terus jika isi eps ini kurang memuaskan. Saya juga mohon dimaklumi, karena sya lgi kurang fokus, lagi ngurus ibu yang sakit. jadinya apa yang ada dipikiran saya saat ini juga, langsung saya ketik.
__ADS_1
Dan terkusus saya ingin berterimakasih untuk kedua mbaknya yang sudah Vote Novel saya dengan koinynya.. saya sungguh mengucapkan Terimakasih banyak, smoga diberikan Rejekinya. Itu saja sudah membuat saya senang. Karena saya bersyukur, ternyata Novel saya ini ada juga yang benar-benar mau memberikan apresiasi untuk membuat Novel ini.
Hehehe.. makasi banyak ya mbak" nya yang udah Vote. semoga ada yang mau membantu Vote lagi.. biar April dan Joseph bisa tampil teratas di Lomba Novel ini. Terimakasih semuanya 🥰***