Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Banyak Kesamaan


__ADS_3

Siang pun berganti Malam. Pukul 19:28 waktu Abu Dhabi. April sudah tertidur selama Sejam lebih lamanya. Tidak terasa Joseph pun sesuai janjinya menjaga April untuk tertidur pulas. Sangkin Pulasnyala April mengigau.


" Joseph " ucap April. Joseph pun melihat kearahnya.


Matanya tertutup


" Joseph" Panggilnya lagi.


" Kau mengigau sekarang?"


" Joseph." panggilnya lagi.


" Iya ada Apa sayang? jangan seperti itu memanggilku. Seperti hantu saja, aku kan merinding"


iiiii..." ucap Joseph becanda dengan senyuman.


enak juga ngerjaian ni anak. tapi baru kali pertama dia meyebutkan namaku dengan benar.


" Jangan terlalu baik padaku, aku takut terluka lagi." ucap April yang mengigau dengan sedih.


" Betapa sakitkah kau dulu? sehingga kau menutup dirimu untuk orang seperti aku? " Tanyanya lembut


seperti apa masalalamu yang kau jalani?


Saat Bahu Joseph mulai pegal dia tidak sengaja bergerak untuk meregangkan bahunya dengan sepelan mungkin. Tapi apala daya, saat ingin membenarkan posisinya Joseph tidak sengaja menjatuhkan kepala April dari bahunya. Tanpa persiapan, akhirnya jatuh dipangkuannya. April pun terbangun denga Mata melotot karena kaget.


Joseph pun jadi salah tingkah melihat lototannya.


" Aghh... maaf aku tidak sengaja." dengan menggerakan kedua tangannya.


April pun bangkit dengan kesal.


" Cara membangunkan ku sungguh sangat kejam." Kesal dia.


" Bukan seperti itu.. aku tak sengaja tadi bahuku terasa sakit ingin meregangkannya sebentar, tak tau....nya, itu Kepalamu sangat berat." ucapnya Meledek dan memegang bahunya.


" Oya.. tunggula disini, jangan kemana mana." ucap Joseph yang langsung berdiri.


April hanya menatapnya yang beregegar lari entah kemana.


" Apa dia mau ketoilet?" Berucap dan mencoba merapikan rambut panjangnya. Saat hendak mengikatnya.


" Hah.. sial.. kenapa aku tidak bole mengikat rambutku sendiri." ucapnya kesal. " Ya sudahlah begini juga aku tetap cantik" senyum senyum sendiri.


Sudah beberapa menit menunggu Joseph pun tak kunjung kembali. Dengan gusar April mencari cari bayangan Pria itu.


" Kemana dia pergi?"


Tak berapa lama pun Joseph muncul dari arah belakang. Dan menyodorkan ICE Cream Vanila ke arah tepat didepan wajah April.


Sontak April pun kaget, lalu dia tersenyum. Dia tauh siapa orang dibaliknya. Josephpun menggerakan tangan yang menyodorkan Ice Cream pertanda untuk mengambilnya.


April pun tersenyum dan mengambilnya. Karena memang Ice Cream salah satu favoritenya. Seperti anak kecil yang mendapatkan Ice cream dari Ibunya. Wajah April pun berbinar binar.


Joseph yang melihatnya senang langsung duduk disebelahnya. Dan menatap padanya yang melahap Ice Cream dengan gigitan pertamanya dengan senyuman manisnya.


" Apa kau suka?" Tanyaknya senang.


April pun menggelengkan kepalanya mengatakan iya.


" Itu rasa kesukaanku, Syukur kau menyukainya. Karen aku bingung mau beli rasa apa."


April pun melirik kearahnya. Ternyata banyak kesamaan dia denganku. Ini kan juga favorite ku.


" Kalau kau suka kenapa membeli cuma hanya untukku?" Tanyaknya lembut.

__ADS_1


" Hemm ini..." mengangkat bungkusan ditangannya " Aku juga membeli Burger dan air Mineral untukmu. Tanganku cuma dua jadi kalau beli dua pasti sulit membawaknya. Makanlah aku memang berniat membelikannya untukmu." Jawabnya dengan senyuman.


Membuka bungkusan Burger untuk diberikannya ke April, tanpa dia sadari April mengarahkan Ice Creamnya untuk berbagi dengannya.


" Makanlah." ucap April dengan senyuman.


Masi diam dan menatap April dan ice creamnya " Ayo makanlah." ucapnya lagi dan menyodorkannya ke mulut Joseph yang masi diam.


" Kenapa? kau jijik ya berbagi denganku?" Tanyaknya membuyarkan pandangannya dan ingin menarik lagi Ice Creamnya.


Joseph pun menggigit bagian dimana April yang diluan melahapnya.


" Tidak.. aku tidak pernah jijik berbagi makanan dengan orang yang kucinta." ucapnya dengan mulut yang menikmati Ice cream itu.


April pun tersenyum kecil mendengar perkataan manisnya.


" ini makanla dulu." Joseph menyodorkan Burger kearah April. " Sebentar lagi kita terbang. Setidaknya isi lambung dulu, aku sangat lapar. " ucap Joseph memegang perutnya dan April mengambil bagiannya.


" Smoga kau juga suka ya." Menggit potongan pertama. " aku juga tidak tauh makanan kesukaanmu. lagian disini bingung mau makan apa." lanjut Joseph.


" Ini juga aku suka." tersenyum ke Joseph. " Terimakasih." ucap April.


" Tidak.. aku yang berterimakasih. Kau mau menemaniku disini. Kalau tidak ada kau mungkin akan sangat mebosankan." ucapnya sambil mengunyah makanannya.


April pun hanya tersenyum, karena jauh dari dalam hatinya. Joseph itu Pria yang sangat spesial yang dia pernah jumpai, bedah dengan Rendy hal kecil sperti ini pun tak mampu dia berikan untuk April. Kalau Joseph selalu tauh apa yang dibutuhkannya tanpa dia berkata.


" Habiskan makananmu." ucap Joseph yang meneguk Air mineral yang dibawaknya.


" Kau sangat lapar ya?" Tanyak April perhatian.


" Bisa dikatakan seperti itu. Disini sangat dingin bawaanya lapar."


Ternyata saat aku tertidur dia menahan laparnya. Pantesan saja dia lari tergesa gesa.


" Tidak usah kamu makanlah. Aku sudah kenyang."


" Kalau gitu kita bagi dua." ucapnya lagi.


" Kau memaksaku?"


" sudahla ayo buruan sebelum kita terbang lagi."


" Makanla diluan nanti sisahkan untukku."


April bingung dengannya lalu membagi dua Burger itu dan menyodorkannya.


" Tidak baik makan makanan sisa punya orang." ucapnya dan mengunyah bagiannya.


Joseph hanya tersenyum melihat April yang mulai memberi perhatiannya.


***


Tepat Tengah pagi pukul 05:00 waktu LA, Mereka mendarat di Bandara tujuan mereka.


Dengan mata sembab kurang tidur mereka berjalan keluar bersamaan. Rasa yang sangat dingin dengan tubuh yang belum menyesuaikan itu menusuk kulit April memeluk tubuhnya sendiri. sedangkan Joseph sibuk dengan dua kopernya dan menyadari April yang tengah kedinginan.


" Sangat dingin Ya." ucap Joseph.


" Huum.. dingin banget ini. Gak sangka jam segini tibanya. Diluar dari dugaan."


" Sini mendekatlah padaku." Ucap Joseph " Biar aku hangatkan."


" Huh.. jangan becanda ah." Melirik Joseph dengan telapak tangan digesekkan.


" Kenapa becanda.. sini aku peluk." Menarik April lalu menarik pinggangnya dan merangkul bahunya masuk kedalam pelukannya.

__ADS_1


April tak mampu mengelak. Diapun masuk kedalam pelukan Joseph, wajahnya tepat mendarat di dadanya yang berbidang.


Benar Sangat hangat, Harum tubuhnya sangat menggoda iman. Eh syetan jangan ganggu keimananku. Batin April berkata.


" Hangatkan?" Tanyaknya dengan senyum yang tersungging.


April tidak ingin menolak. karena sangat manis perlakuan Joseph kedirinya. Perhatiannya yang membuat April mulai membuka diri untuknya.


Menggelengkan kepalannya seakan menjawab iya ke Joseph.


" kau tidak kedinginan?" Tanyak April.


" Hemmm.. tidak karena ada kau disisiku." Ucapnya mengelus bahu April agar hangat. " Kau tidak membawak jas sejenisnya gitu?"


" Sepertinya aku tidak membawaknya karena aku malas membawak banyak barang. Nanti aku beli saja." Mundur melepaskan pelukan Joseph.


" Apa sudah tidak dingin?"


" Huum mendinganlah" Jawabnya dengan malu. " Trus kamu tujuannya kemana?"


" Aku? Sebentar aku cek." Joseph membuka ponsel trus melihat pesan dari Lina.


" Aku akan menginap di Hotel Waldorf disini harusnya aku dijemput jam 08:00 pagi. Kau sendiri?"


" Aku..ah iya coba aku lihat. " membuka pesan dari Astrid.


ngah..kok sama lagi?


" Kenapa kau diam?" melihat April yang bingung.


" Aaa... kenapa ini semua sangat kebetulan begini sih?" ucapnya bingung.


" Maksudnya?" tanyak Joseph yang tidak mengerti.


" Ini... aku juga bakalan menginap di Hotel yang sama denganmu." ucapnya dengan lemas.


" Wah.. bukankah itu sangat baik.Bukankah Tuhan ingin kau dan aku berjodoh kan?" Memandang dengan tampang senang.


" Apanya yang baik, ah sunggung aneh."


" Kenapa aneh? kalau boleh tauh urusanmu kesini untuk acara apa?"


" Hemm.. aku mau menghadiri rapat dewan direksi dengan para investor serta Apresiasi perusahaan yang aku pegang untuk kerja sama perusahaan yang disini.


" wah.. Apa mungkin perusahaanku dengan perusahanmu saling kerja sama? karena aku juga bakalan menghadirin rapat itu sebagai undangan investor terbesar diperusahaan lain milikku yang di Bali." ucapnya panjang lebar.


Bakalan bisa sering ketemu dia ni. ucap Joseph.


" Agh benarkah.. Kenapa ini aneh." Ucapnya lagi


" Aneh gimana..itu tandanya kita berjodoh. kau aja yang keras kepala menolakku." ucapnya kesal.


" Aghh.. kau ini. Sekarang gimana? aku sangat lela, ingin sekali tidur :( . harusnya jam 8 pagi pihak mereka menjemput dari Bandara."


" Tidak usah hawatir langsung ke Hotel aja kita gunakan Taxi Bandara. setau ku tidak jauh dari Bandara."


" Baiklah." ucap April senang.


Mereka pun menuju ke arah Taxy yang sudah tersedia. Mengkonfirmasi tujuan mereka ke supir.


Cuma Dua Puluh menit akhirnya mereka pun tiba.


Turun dari taxy dan disambut hangat dengan karyawan Hotel. mencoba mengkonfirmasi nomor Hotel yang sudah di Booking perusahaan. Mereka pun diantarkan mengarah kamar mereka masing masing.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2