
Hotel Wijaya Park, Kawasan Jakarta Barat
Joseph yang sedari tadi menahan penasaran nya, berlari kecil menghampiri Carlo yang masi dalam keaadan bingung.
Dihampirinya Carlo dan mengikuti Carlo menuju kearah lift. Masi dengan banyak pertanyaan yang terlintas dipikirannya.
" Bro... lo kenal cewek tadi?" Tanya Joseph bersemangat.
Carlo malah bertambah bingung dengan pertanyaan dari sahabatnya ini. Carlo menaikan Alisnya menatap Joseph.
" Kenapa kalau gua kenal? Lo naksir?" Tanyanya penasaran.
" Emang kelihatan banget gua naksir?" Tanya Joseph kemudian.
" Jadi apa kalau gitu?" Malah nanyak balik
Sambil berjalan masuk lift yang sudah terbuka. Tanpa sadar pun Joseph ikut masuk mengikuti Carlo.
" Gua cuma mau tauh bro. Karena waktu lo berpapasan dengan dia, Lo ngobrol sama dia tadi kan?"
" Mau tau aja atau mau tauh bangeeeet.... hayoo" Jawab Carlo dengan tampang imutnya.
" Jijik banget tampang lo bro... payah ya ngomong sama lo. Bisa gila gua ni. Ya sudahla kalau gak mau ngomong juga gakpapa. Sial gua ngikutin lo sampe sini" Mulai panas dia.
" Hahahaha... gitu aja ngambek lo bro, kayak cewek lagi PMS lo. Hahahaa..." Hati-Hati entar diliat karyawan lo, masak seorang Direktur pemilik Hotel bintang Lima ngambek. Malu sama kucing ngeong ngeong ngeong..." Sambil terkekeh senang.
" Hemmmm... puas lo ketawaknya? kesambet sama Hantu di lift ini nyahok lo bro..." Berkata dengan gaya keren walau sedang menutupi malu, dengan kedua tangan didalam saku celananya. Apa mungkin Carlo menaru curiga?
Tinggggggg... pintu lift pun terbuka, keluar dari lift Carlo pun mengajak Joseph ngobrol di kamarny. Mengikuti arah jalan Carlo ke kamar dimana dia menginap, karyawan hotel yang sedang bertugas melintasi area Hotel dimana Carlo menginappun dengan sigap menyapa Joseph yang berjalan mengikuti Carlo.
" Selamat sore Pak." sapa sm Karyawan Hotel sambil membungkukan setengah bahunya.
" Iya Sore.. silahkan dilanjutkan" Jawabnya
Mendapati kamar Carlo, Joseph pun ikut masuk. Sekaligus ingin tau sahabatnya nginap dikamar berapa, dan terutama pengen tau gimna Carlo bisa mengenal April.
Sesampainya di kamar Carlo.
" Duduk bro.. anggap aja dikamar sendiri." Ucap Carlo.
__ADS_1
" Jangan lupa Hotel ini milik gua bro... lo cuma numpang disini" ucapnya ketus.
Yang disambut ketawak sama Carlo.
Melihat tingkah Joseph yang sebenarnya penasaran dengannya Carlo pun melirik kearah Joseph dengan senyum senyum sendiri. membuat Joseph risih ingin beranjak meninggalkan Carlo. Ya Joseph paling tidak suka menunggu gak jelas.
" Hey.. mau kemana? Tunggu dulu, gua kan belum cerita udah mau main kabur aj. sabar dong bro." Berjalan sambil menyuru Joseph kembali duduk dan memberikannya minuman kaleng. Mau tak mau Joseph hanya mengalah tidak ingin memperpanjang kesengajaan Carlo padanya.
" Diminum dulu tuh" sambil membuka tutup minuman dan memulai membuka cerita.
" Gua kenal sama April itu.. Ya itu dia orang yang kutemui barusan tadi."
" Maksudnya?" Dengan nada serius.
" April itu atasanku Bro... perusahaan yang diJerman gua kelola milik dia. Gua pikir Bapak-bapak yang punya, ehg gak taunya wanita muda yang sangattt cantik cetar membahenol bro" menyengirkan mulutnya dan membuat gaya tanganya menggambarkan bentuk tubuh April.
" Busettttt... biasa aja kali bro." salah tingkah
" Kan emang benar... bodynya wuih... wajahnya apa lagi bro. Pantesan aja lo pengen tauh kan? Oya lo kok tau dia...? lo juga kenal sama dia ya?" Tanyaknya penasaran.
" I.. iya ni... kemarin itu dia nabrak mobil gua, dari situ gua kenal dia. cuma gua gak sempat kenalanlah. Eh gaktau dia tuh ternyata seorang CEO perusahaan ternama di Jakarta Barat ini. Gua juga baru tau tadi, waktu ada petugas Hotel ngabarin di Hotel ini tanpa pengawalan ketat seorang CEO muda itu mampir di sini. Ternyata cuma ketemuan sama lo. Itu pun sedari tadi gua ngikuti dia yang gak sengaja gua liat waktu gua mau ke Front Office, dianya lagi dilobi. Ya gua ikutin aja , kirain gua tu cewek mau nyari gua. Eh rupanya mau ke toilet. Malah salah jalan masuk keruangan kerja Papa Gua dulu."
" Kenapa jadi omongin Selena bro? Gak sa dibahasla. Gua malas mengulang cerita. Ya sudah jam 7 nanti Gua jemput lo di Lobi Hotel. Ingat jam 7 ya.. temani gua minum."
Berjalan cepat keluar pintu meninggalkan Carlo dengan banyak pertaanyaan yang dilontarkan padanya tanpa ada jawaban, Joseph pun menyeusuri Lorong Hotel dengan luka masa lalu. memasuki lift dan bergegas kembali keruangan Kerjanya.
Joseph menyandarkan dirinya kekursi ruangan kerjannya. Kalau sudah menyebut nama Selena rasanya kepalanya mau pecah. Ya sangat berat jadi Joseph jika mengingat kejadian yang dialaminya Dua Tahun lalu.
" Arggggghhhhhh.." Keluh Joseph sambil mengenggelamkan wajahnya keatas meja kaca kerjanya.
Joseph mengacak ngacak rambutnya sendiri sembari menahan luka dalam hatinya karena mengingat kejadian itu.
***
" Yuk kak balik... Maaf menunggu lama kak tadi saya jumpa setan" ucapnya Asal. Sambil bergerak menuju pintu keluar.
" Setan? dimana ada Setan" Tanya Astrid polos dan masuk ke Mobil.
" Gak sa di ambil pusing kak" ucapnya tidak mau menjelaskan kejadian yang dialaminya tadi dan masuk kedalam mobil bagian penumpang dan diikuti oleh Astrid.
__ADS_1
" Oya Pril... kamu ingat yang kemarin saya bilang pernah melihat Pria yang kamu tabrak mobilnya?" Menganggukan kepalanya.
" Itu dia yang punya Hotel ini Pril" sambil menunjuk Hotel yang hendak mereka laluin berjalan keluar area Hotel.
" Joseph Wijaya. Ya itu namanya Pril" ucap Astrid.
" Are you seriously..?" Tanyaknya kaget.
pantesan aja tadi dia sangaat cool mengusirku dari ruangan itu. Ternyata daerah kekuasaannya. Malu sangat aku diperlakukan seperti itu.
" Iya Pril. Minggu lalu saat saya memesan tempat di Hotel itu sekalian melihat langsung area Restaurant tidak sengaja saya berpapasan dengannya yang sedang melakukan Observasi bersama karyawannya." menjelaskan dengan seksama.
" Tolong cari tauh dong kak profilnya, saya ingin tauh lebi lanjut." ungkapnya pada Astrid.
" Baikla Pril akan saya laksanakan secepat mungkin." Jawabnya meyakinkan.
***
Tok Tok Tok... Ketukan pintu ruangan Joseph.
" Ya silahkan masuk" Jawabnya
" Maaf pak... sudah waktunya jam pulang. Apa bapak masi ingin dikantor?" Tanyak Linda serketaris Joseph yang sedari tadi hanya berdiam diri.
" Ah baikla... saya sebentar lagi mau pulang, silahkan kamu diluan. Besok kamu juga bisa libur saya besok tidak ke Hotel." Jawabnya sopan.
" Baik pak... Saya permisi" Sambil berjalan meninggalkan ruangan sang atasan."
Tak lama kemudian Membuka pintu bergegas untuk keluar menyusurin ruangan kantor para staff back office Hotel hingga masuk kedalam lift dan menekan tombol lantai bawah.
Karyawan Hotel yang berpapasan pun menunduk hormat pada sang Direktur yang berjalan keluar area Hotel dan menaiki Mobilnya menyusuri Kota Jakarta. Sebelum menginjak Gas Joseph mengeluarkan Hp nya dan mengetik " Perumahan Pondok Indah No.1" mencari kontak Wanita aneh lalu klik send.
Bersambung.
***
***Mohon untuk pembaca kalau suka Novel ini kasi like dong atau komen. Biar penulis tau benaran bisa jadi Novel atau dongeng ni cerita hahaha...
Maaf kalau masi banyak kekurangan penulis ya. jika ada salah kata dan penulisan monggo dimaafin. Penulis juga manusia biasa***^_^
__ADS_1