Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Kado


__ADS_3

Malam pun berganti pagi April yang masih tertidur tidak ingin dibangunkan Joseph. Joseph yang lebih awal bangun duduk di kursi Balkon yang menghadap kearah dalam kamarnya, dengan menggunakan Jubah putih menikmati secangkir kopi dan sekedar membaca koran sesekali menatap kearah wajah April yang sedang tertidur dengan tenang. Pemandangan seperti itulah yang telah di nanti-nantinya.


Langit sudah terang, April pun mulai tersadar dari tidurnya, dilihatnya kearah kiri dan kanan Kamar itu, lalu mencari Ponselnya dan melihat sudah jam 9 pagi, tidak sadar dia memekik " Sial!"


Biasanya April mengaktifkan alarm dari ponselnya, Hari kerja diset jam 7 pagi. Tapi dia bingung kenapa tidak bersuara. Lalu dia tersadar ketika membuka selimutnya, lalu dilihatnya tubuhnya yang tidak memakai sehelai benangpun juga dengan tubuhnya yang merasakan sakit dan dibagian kewanitaannya yang terasa perih. Dia lupaaaaa dia kan sudah menjadi Istri dari Joseph. Dipegangnya kepalanya yang terasa berat. " Agh.. aku kan sudah menikah." Ucapnya lemas. Lalu dilihatnya kearah sebelah ranjangnya Joseph sudah tidak ada.


Joseph yang sedari tadi melihat aksi April yang bingung, serta lupa dia sudah menikah hanya terkekeh kecil." imut banget sih dia." Ucapnya sendiri.


April pun mencoba mencari keberadaan Joseph, lalu dia mengubah posisi duduknya dan pandanganya tepat kearah Balkon. Dengan senyum coolnya Joseph menatapnya penuh cinta.


" Sudah bangun?." Suara rendah Joseph nan seksi dengan senyuman.


" Agh kamu ternyata sudah bangun. Kupikir sudah tidak ada orang dikamar ini. Kenapa juga tidak membangunkan aku?"


Joseph pun berjalan kearah Ranjangnya menghampiri April.


" Suara alarm kamu membangunkanku, jadinya aku matikan. Dan aku juga melihat waktunya masi pagi, masi bisa untuk kamu beristirahat." Ucapnya perhatian.


" Bukan seperti itu.. harusnya aku bangun lebi awal dari suamiku, dan juga akunya harus sudah menyiapkan sarapan untuk suamiku." Ucapnya dengan pelan.


Joseph mengernyitkan alisnya dan menatap wajah April lalu dia menjawab


" Untuk apa seperti itu? Dirumah ini kan sudah ada orang yang mengerjakan semuanya, buat apa istriku repot-repot untuk itu semua. Sudahlah soal itu aku tidak mau kamu memikirkannya, aku mencari pendamping hidup, bukan seorang pembantu rumah tangga."


April sebernanya sedikit tidak menerima perlakuan Joseph.


" Tapikan... harusnya kewajiban seorang istri juga harus mengurus suaminya sayang."


Joseph tersenyum " Kamu memang Istri idaman, tapi aku tetap tidak mau kamu berubah seperti itu. Lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan seperti masa kamu sebelum menikah denganku, aku tidak mau ada kekangan atau perubahan yang mengubah diri kamu sesudah menikah denganku. Kamu paham?" Sambil membelai lembut wajahnya.


" Terimakasih" ucapnya lembut.


" Hemm... Ayo.. mandi, aku sudah menunggu kamu sedari tadi. Habis itu kita sarapan" ucap Joseph penuh arti.


April yang masi duduk dikasur pun diangkat Joseph untuk kekamar mandi.


" hey...tunggu dulu " ucap April menghentikan jalan Joseph yang sudah mengangkatnya.


Joseph heran " Apa ada masalah?" Menatap April yang digendongannya.


" Kamu mau apa?"


" Aku? Aku... ya mau memenuhi permintaan ku tadi malam" ucapnya dengan senyum nakal.


" Tapi suamiku... masi perih bekas yang tadi malam." Ucap April purak-purak menangis.


Joseph pun tidak mau menunda hal yang satu ini, karena kenikmatannya yang sudah dirasakannya masi terngiang dipikirannya. Dia mencoba membujuk April


" Tidak akan terasa. Tenang saja, aku tidak akan bermain kasar. Lagian kalau tidak sering-sering berhubungan, bagaimana bisa terbiasa. Mau sakit terus?"


April menatap tajam ke Joseph lalu mencubit punggunggnya " Urusan begini aja kamunya cepattt banget."


" Aw... sakit tauh. Lagian kamu sih.. tubuh kamu itu sexy banget, buat aku ketagih. "


April mengingat sesuatu, sebelum Joseph membawaknya untuk berhubungan yang tidak memakan waktu cepat teringat pada keluarganya yang menginap dirumah mereka.


" Bagaimana dengan keluarga kita sayang, nanti mereka menunggu lama loh keburu lapar dong."


" Mereka sudah pulang kehabitat masing-masing, saat aku terbangun sudah tidak ada orang." Jawab joseph.


" Sudahla." Tanpa pikir panjang Joseph langsung membawak April kekamar mandi. Mengulang rasa nikmat tadi malam. Kali ini dia tidak ingin cepat-cepat , beberapa jam terus menikmati tubuh April.


Sampai 1 jam an dia menyetubuhi April dengan gaya-gaya yang sudah diliatnya dari sebuah Artikel diinternet. Bisa dibayangkanla gimana pusingnya April meladeni suaminya yang masi berbinar binar dengan namanya berhubungan intim.


***


Habis selesai berhubungan intim dan mandi. April mengenakan pakaian casual yang sudah dipersiapkan suaminya dikamar pakaian mereka berdua. dengan lemari terpisah kusus pakaian April sudah penuh terisi. Meja rias yang juga sudah tertatah rapi dengan semua Alat make Up yang dibutuhkan April, tas, sepatu, jam, perhiasan juga sudah disiapkan oleh suaminya sebelum mereka menikah.

__ADS_1


April terkesan dengan cara berpikir Joseph untuknya, sekecil apapun dia tau yang berurusan dengan Istrinya.


" Sayang... ini semua kamu yang siapkan?" Tanyak pada Joseph yang sedang mengenakan pakaiannya.


Joseph pun melihat kearah istrinya " Iya.. sebelum kita menikah, aku sudah menyuruh Al mempersiapkan itu untuk kamu. Kamu suka sayang?" Tanyaknya.


Dengan tersenyum haru dia menjawab Joseph " Iya suka bangettt... aku jadi tidak perlu membawak barang-barangku kesini. Kamu sungguh pengertian." Ucapnya dan berdiri dari duduknya memeluk Joseph.


" Terimakasih sayang.. sudah memilih aku menjadi pendamping kamu."


Joseph memeluk erat tubuh mungil April dan mencium kepala April " Tidak.. aku yang berterimakasih, kamu sudah mau menjadi bagian hidupku. Sebisaku akan membahagiakan kamu."


April yang mendengarnya pun merasa lebi haru, semakin memeluk erat tubuh Joseph.


" Kamu sudah siap? Ayo kita sarapan."


Mereka berdua pun menuruni anak tangga menuju meja makan diruangan paling ujung. Disambut dengan ramah oleh Bik sinta dan para pekerja lainnya yang memang dipercayai bertugas mengurus kebutuhan rumah tangga dirumah mereka.


" Selamat pagi Tuan dan nyonya." Ucap para pelayan yang mempersiapkan makanan. Berlalu lalang menuju meja makan.


" Iya selamat pagi semua" ucap mereka berdua.


" kalian sudah makan?" Tanyak Joseph kesemua yang ada diruangan meja makan.


" Kami.... menunggu Tuan dan nyonya dahulu." Ucap Bik Sinta yang juga ditunjuk Joseph sebagai atasan para pekerja didapur.


" Bik Sinta jangan menunggu kami." Ucap April yang protes " Kalian makan saja diluan tidak perlu menunggu kami, karena kami juga gak tentu entar jam bangunnya."


" Iya benar itu bik... ikuti kemauan Istri saya ya bik, selebihnya kalau tidak tauh boleh bertanyak. Kita disini semua keluarga." Joseph yang mendukung Istrinya.


Bik Sinta kaget, selama dia bekerja tidak pernah punya majikan seperti pengantin baru ini. Kelihatannya saja wajah Joseph seram kalau tidak tersenyum dia nampak dingin.


" Baik Tuan dan nyonya, Terimakasih sudah mengangap kami keluarga. Silahkan dinikamati menu yang sudah tersedia." Ucapnya lalu meninggalkan mereka.


Melihat sarapan yang sangat luar biasa terhidang diatas meja.


" Makanlah apapun yang kamu suka sayang."


" Baiklah.. aku harus mengisi lambungku dengan makanan yang cukup, karena harus punya kekuatan ekstra untuk meladeni nafsu suamiku." Ucapnya menggoda.


" Haahah.. kamu memang jenius sayang."


Mereka Menyantap sarapan pagi untuk hari pertama menjadi sepasang suami istri.


" Ini benar-benar enak kan sayang?" Mengambil makanan dan menggigitnya lagi.


" Iya sayang" Joseph dengan nada pelan mengeluarkan suaranya.


Setelah Joseph memakan Habis sarapannya, diam-diam dia melirik ke April, melihat April makan dengan elegannya, tanpa dibuat-buat benaran elegan cara makannya.


Sontak April kaget ketika memandang suaminya yang meliirik kearahnya.


" Apa aku terlalu terburu-buru?" Tanyaknya heran saat Joseph memandanginya.


" Tidakkkk.. kamu sangat cantik."


" Jangan bilanggggg kamu menggodaku mau minta jatah lagi?" Ucapnya penuh penekanan.


Joseph langsung terkekeh, dan menyentuh kepala April. " Kamuuu tauh aja sayang."


" Dasarrrr mesum." Ejeknya


"Heyyy sssttttt... malu didengar yang lain. ya Sudah... habiskan makananmu, Oppa tunggu diluar." Ucapnya langsung berdiri dan berjalan kearah Luar.


" WHATTTT!!! OPPA?" kaget dia mendengar ucapan suaminya yang sudah berdiri meninggalkannya.


April pun menyudain makanannya dan berjalan keluar untuk mencari sang suami. Ketika melangkah melewati Pintu...

__ADS_1


" THARRRR"


April kaget... " Happy Birthday Sayang." Ucapnya dan memeluk April yang masi terkaget serta mencium kening April.


" LOH... kan sudah lewat sayang."


Senyum senang Joseph sukses memberikan surprise " Iya... tapi hari ini.. kusus dari suami kamu untuk istrinya yang cantik. Dan lihat itu kado dariku semoga kamu suka ya." Ucapnya menunjuk kearah tengah halaman rumah mereka yang terbalut kain hitam dan diikat pita.


April pun mencoba berjalan dengan perlahan, penasaran apa lagi yang diberikan suaminya itu. Kemudian April menarik kain hitam dan tak menyangka dia menutup mulutnya karena sangat kaget.


" Ya ampunnnnn... ini keren bangettt sayang." Ucapnya tak percaya.


Joseph kembali tersenyum melihat respon April. " kamu suka? Yang ini belum ada kan koleksi dirumah kamu?" Tanyaknya.


" Hahahah.. ini gila keren banget tauh."


" Koleksi keluaran Terbaru buat istriku." Ucapnya langsung memeluk April.


" iya....Agh.. Terimakasih bangetttt sayang."


Ulang Tahun penuh berkat bagi April ditahun ini, sudah diberikan suami, sekarang kado dari suaminya Lamborghini Putih Terbaru. Padahal kalau dipikir-pikir apa perlu semewah itu. April juga bakalan sering bareng suaminya.


" Digunakan dengan baik ya. Siapa tau aku tidak bisa mengantar sewaktu-waktu nanti."


" Husssttt.. jangan berbicara seperti itu aku kan serem." Ucap April yang merinding.


Joseph pun menyentil kening April " Kamu ini..jangan pikirkan yang aneh-aneh." Lalu menarik pipi April " Hemm... jadi... nanti malam bisa dapat jatah lagi dong akunya sayang."


" Lah... kamuuu... semalam udah, pagi tadi udah. Masak malam lagi sayang? Capek tauh." Ucapnya meringis.


" Hahaha sudah kamu tinggal terima saja, biar aku yang goyang." Ucap Joseph menawar.


" Goyang maut ya sayang?"


" yang penting goyang la sayang. Oya... besok siang kita sudah berangkat ke Bali ya sayang, sekalian cek untuk acara Resepsi kita ."


" Iya... teringat di Bali, teman-teman kamu yang dari luar negeri juga datang dong."


" Iya sayang.. kamu juga kan? "


" Iya.. untuk penginapan gimana sayang? Apa cukup buat semua tamu?"


" Kenapa tidak cukup? Hotel Wijaya di Bali tidak jauh berbeda besarnya dengan yang diJakarta. Acara resepsi kita tidak jauh dari Hotel kita."


" Syukurlah.. aku sudah tidak sabar ke sana. Sudah lama gak kesana juga."


" Baguslah.. kita akan bersenang-senang disana."


" HUUMM..."


Mereka saling menatap penuh mesra. Dengan penuh harapan untuk sekedar berlibur serta berbulan madu. Tidak Tidak.. bulan madu belum juga dibicarakan, apakah mau berbulan madu atau langsung ngantor karena keduanya merupakan inti perusahaan mereka. Entahlah... apa yang terjadi setelah acara resepsi mereka usai.


April dan Jossph pun kembali masuk, dan menuju ruang kerja Joseph , hanya untuk berbincang " nanti lihat di Koran, di TV juga.. kita hari ini tampil bak Artis yang menikah. Dan kamu lihat.. saham perusahaan ku dan kamu juga meningkat..banyak yang menyambut pernikahan kita sebagai wadah kesuksesan. Bukankah itu sangat keren?" Ucap Joseph


" Benarkah??? Benaran keren itu." Jawab April.


" Iya... sini sayang... lihat juga ini ruang kerja yang sudah ku desain seperti kantorku." menunjuk kearah pojok ruangan kerja yang disulap seperti dikantorny. berukuran tidak kecil.


" Tuan Joseph ini kan seleranya tinggi." Gumam April.


" Hahaha.. nggak juga kok sayang."


'Ya sudah... kamu disini, sapa tauh kamu memang mau melihat kerjaan, aku ke atas mau memepersiapkan apa yang mau dibawak besok ya."


" Baikla sayang.. nanti aku menyusul, jangan terlalu capek, perlahan saja. sisanya biar aku yang bantu ya."


" Biaklah.." Jawab April dengan nada kecil dan tersenyum. lalu meninggalkan Joseph yang hendak sekedar mengecek segala urusan perusahaannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2