
Usai makan malam bersama , Joseph dan April kembali ke kamar. Bercerita tentang Carlo dan Linda. Yang sebenarnya tidak menyangkah , Carlo yang jomblo akut , mendapatkan Linda yang sebenarnya banyak menolak Pria. Setelah bercerita panjang lebar Mereka pun tertidur.
Paginya Joseph bangun diluan , melihat April yang masih tertidur disampingnya , Joseph tersenyum. Mencium kening April , lalu beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Bersiap untuk bekerja , menatap ke April yang juga masih tertidur nyenyak. Gemesin batin Joseph berkata. Pipi April mulai tembem efek kehamilannya.
Kembali Joseph mencium keningnya , tidak ingin membangunkan April , Joseph pun turun untuk sekedar sarapan lebih dulu.
" Siti jam 9 nanti kalau Ibu belum bangun , tolong kamu bangunkan ya? Biar sarapannya tidak kelewatan. " ucap Joseph sebelum beranjak dari kursinya.
" Baik Pak." ucap Siti.
Lalu Joseph beranjak , dan keluar untuk berangkat bekerja. Kali ini dia mengemudi sendiri. Melaju menembus Jalan Raya.
Sesampainya di Hotel , Joseph berjalan dengan elegannya , menuju ruangannya. Sebelum masuk , Linda dan Aldi menyapa.
" Selamat Pagi pak." ucap mereka berdua.
" Hem.. selamat Pagi. Al... kamu tauh Linda akan menikah." ucapnya sambil berjalan ketempat Linda dan Aldi.
" Tauh Pak , ini undangannya. " ucap Aldi mengangkat undangannya.
" Iiii si Bapak , pagi - pagi sudah ngegosip. Didepan orangnya lagi." ucap Linda dengan bibirnya yang dibuat - buat gemes.
" Bukan begitu , siapa tauh saja kamu lupa kan? Biar saya bantu ngundang Aldi. " Joseph ketawak sendiri.
" Gak gitu juga kali pak." ucap Linda.
" Jadi kamu gak patah hati kan Al? " Tanyak Joseph becanda.
" Yah enggak Pak , Linda memang cocok dengan Tuan Carlo. Saya juga sudah punya tunangan Pak." ucap Aldi salah tingkah.
" Santai aja Al , saya becanda. " menepuk bahu Aldi.
" Wuh pak Joseph minta digoreng nih? " ucap Linda becanda.
" Kenapa kalian sensitif amat? Siapa tauh kan kalian sering bersama , sudah lama lagi. Saya mikirnya kalian berdua bisa cinlok. Ternyata iman kalian kuat juga. " ucap Joseph tertawa.
Sambil berjalan Joseph menuju ruangannya. Tanpa melihat kebelakang.
" Pak Joseph udah kayak lambe" ucap Linda sewot.
Tidak menggubris. Joseph tetap berjalan menuju Ruangannya. Sesampainya di meja kerjanya , Joseph menghidupkan komputernya. Tak lama Telponnya berbunyi.
" Ya." ucap Joseph.
" Pak , Tuan Ferdinan dan Nona Jorji igin bertemu bapak." ucap Linda.
" Silahkan masuk Lin. "
" Baik Pak."
" Mau apa lagi dua insan ini pagi - pagi sudah kekantor orang, baru juga gua duduk. " ucap Joseph sendiri.
" Good Morning Bos." ucap Jorji sambil melangkah masuk diikuti Ferdinan.
Joseph pun berdiri , menuju Sofa.
" Silahkan duduk , tamu tak diundang. " Ucap Joseph sambil duduk di sofa.
" Issss segitunya Lo Jos. " ucap Jorji.
" Kalian berdua , bukannya bekerja , pagi - pagi malah kekantor orang." Jawab Josep risih.
" Bukan begitu bro , kita kesini kan ada maksud dan tujuannya. " ucap Ferdinan.
" Apa tujuan kalian berdua? " Jawab Joseph memicingkan matanya curiga.
" Kami kesini tuh." mengambil sesuatu dari tas Jorji.
"Untuk ini Jos. " memberikan Undangan Ke Joseph.
Joseph mengambil Undangan yang diberikan Jorji.
" Gilakkkk... apa musim kawen kah bulan depan?" Tanyak Joseph kaget.
" Maksudnya Jos?" Tanyak Jorji.
" Semalam sahabat Gua si Carlo tuh sama serketaris saya didepan , juga datang ngasi undangan , nikahan nya bulan depan juga. Syukurlah bedah seminggu dari kalian berdua. " ucap Joseph.
Joseph membaca undangan mewah itu.
__ADS_1
" Lah ini resepsinya di Singapore ya Bro? " Tanyak Joseph kaget.
" Iya Bro , di Kapal pesiar Cruise. Dari Singapore kita akan bertolak ke Phuket. Karena itu kita mengundang sekarang. Besok kita udah bertolak ke Singapore untuk memantau semuanya. " ucap Ferdinan.
" Baguslah , gua ikut senang untuk kalian berdua. Terlebih lagi buat Jorji , tidak sia - sia penantian kamu selama ini. " ucap Joseph dengan senyuman.
" Terimakasih Jos , salam buat April ya. Tidak bisa mengundangnya secara langsung." ucap Jorji.
" Tidak masalah , April malah akan senang melihat undangan kalian. "
" Baiklah Jos , kita Pamit " ucap Ferdinan yang sudah berdiri.
" Okey , hati - hati dijalan "
------------------------------------------------
Benar yang dikatakan Joseph , jam 9 April belum terbangun. Efek hamil muda , membuatnya sering sekali mengantuk. Siti pun memasuki rungan kamar tidur April.
" Buk , sudah pagi bangun buk." ucap Siti dengan lembut.
April sama sekali tidak merespon.
" Ibu April , sudah siang buk. Mari bangun." ucap Siti lagi.
Akhirnya April bergerak , meregangkan ototnya.
" Aggggghhhh... " ucapnya menarik tangannya.
" Maaf buk , sudah jam 9. Waktunya Ibu sarapan. Tadi Pak Joseph menyuruh saya membangunkan Ibu. "
" Bapak sudah berangkat ya? " Tanyaknya dengan suara khas bangun tidur.
" Sudah dari jam 7 tadi buk." ucap Siti.
" Wah sudah lama juga saya tertidur ya? jadi tadi Bapak sarapan gak siti?"
" Sarapan kok Buk. Makanan Ibu sudah terhidang dimeja makan. Ibu mau makan dibawah atau dikamar buk? " Tanyak Siti Sopan.
" Saya makan dibawah aja Siti. Ini saya mau mandi dulu , nanti saya kebawah ya. "
" Baik buk , saya permisi. " ucap Siti kemudian keluar dari kamar April.
DRTTTT....DRTTTT....DRRTTTT...
" Hallo " ucap April.
" sayang kamu sudah bangun ,benaran dibanguni Siti ya?"
" Iya sayang , maafkan aku kesiangan mulu nih. Tidak bisa mengantar kan kamu bekerja. "
" Tidak masalah sayang , ya sudahlah aku cuman mau memastikan aja, kamu mandilah habis itu nikmati sarapan pagi kamu ya. Akan aku usahakan untuk pulang cepat. Okey? "
" Okey sayang , I love You." ucap April.
" Love You to Honey. Byeee..."
April kemudian beranjak kekamar mandi. Bersiap untuk sarapan pagi. Usai bersiap dia pun turun untuk keruang makan , menikmati sarapan paginya , walaupun cuma sendiri , ada Siti dan yang lainnya didapur.
------------------------------------
" Ini pak Laporan bulan ini , yang sebelumnya bapak minta. " ucap Linda.
" Okey Lin, tolong kamu juga pantau Perkembangan perusahaan saya yang baru saya buka kemarin. Karena untuk serketaris disana saya belum bisa percaya 100% , Jadi sebelum kamu cuti Menikah , tolong bantu saya ya Lin." ucap Joseph.
" Baik Pak , akan saya usahakan." ucap Linda.
-----------------------------------------------
Siangnya April duduk diruang tamu sambil menonton TV , dia mulai bosan karena kesendirianya. Tak lama suara Bell rumah mereka berbunyi. Siti membukanya , dan membawak tamu itu keruang tamu.
" Mama!. " ucap April sambil memberika salam dan mencium Mama mertuanya.
" Hallo sayang , gimana sehat? "
" Sehat ma , seperti yang mama lihat. "
" Iya , tampaknya kamu bosan. Dengar - Dengar , Carlo yang menggantikan kamu ya? "
" Iya Ma , April sering merasa lelah Ma , Jadi dari pada ada sesuatu yang tidak diinginkan , baiknya April yang mundur diluan ma. "
__ADS_1
" Ya sudah baik kalau kamu berpikir seperti itu. Gimana kalau ikut mama ke arisan, temani mama. Dari pada kamu disini sendiri menunggu Jos pulang."
" Bolehkah ma? " Tanyak April senang.
" Boleh Dong , ayo bersiap mama tunggu kamu disini. Tidak usah terburu - buru. " ucap mama.
Beberapa menit kemudian , April turun segera mereka keluar dan berangkat menuju ketempat arisan sang mertua.
Sesampainya mereka , ditempat Rumah teman sang mama. Semua pada heboh melihat menantu mama Joseph yang cantik dan elegan. Pada rempong seperti yang dikatan Joseph tempo hari.
" Jeng... ini menantu kamu yang baru nikah kemarin?"
" Ya ini dia , cantik kan? Siapa dulu mertuanya." ucap mama bangga.
April tertawa mendengarkan omongan sang mertua.
"Apa hubungannya denganmu Jeng? Harusnya Pabriknya dari sononya Jeng. Dari papa dan mamanya menantu Jeng , bukan jengnya dong." ucap Teman rempong si mertua.
"Hemmm... sewot aja Lu Jeng. Tinggal melihat terus bilang Iya aja apa susahnya sih? Yok Pril." ucap mama sambil menarik lengan April dengan wajah kesalnya. April hanya tertawa sambil mengangguk untuk permisi.
" Dasarrr sok cantik." ucap si rempong tanpa didengar mama Joseph.
Berbaur dengan rekan mamanya yang lain , sedikit terlintas dibenaknya April. Ternyata si mama mertua sosialita benaran. Bedah jauh dengan April , yang tidak memiliki banyak Teman untuk berbagi bersama ataupun bercanda. Mungkin karena efek dari dia mengejar pendidikannya untuk mendapatkan keinginannya.
Mama mertunya Hebring menyapa tuan Rumah.
" Hello Jeng , Akhirnya kita ketemuan juga ya. " ucap mama Mertua.
" Iya jeng , Aduh lama ya kita gak jumpa. Nih bawak mantu Jeng?." ucap Jeng Rita melihat ke April.
" Iya jeng sekali - kali perlu juga dong dibawak mantu kesayangan." ucap mama mertua .
" Hallo tante " sapa April memberikan salam hormatnya.
" Iya sayang Hallo , duh lagi hamil nih , makin cantik aja kamu nak. Beruntung ya Jeng dapat mantu begini. Udah cantik seorang CEO lagi. Rejeki amat Lu Jeng. Andai si Endro anakku itu sama dengan kamu Jeng." ujar Jeng Ria.
" Jangan banyak memuji Jeng , ini dapatnya saja Jos bermula dari kecelakaan aneh. Kamu mau Endro seperti itu?"
" Ngah masyak iya Jeng? "
" Masak maksudnya Jeng? gitu Aja kepleset Jeng lidahnya. "
" Hahaah kamu bisa aja jeng , sudah sebelum mulai acara bawak mantu kamu menikmati hidangan kita ya. Saya mau sapa yang lain dulu." ucap Jeng Ria.
Jeng Ria yang tuan Rumah pun pergi kearah rekannya yang lain. karena hari ini dapat jadwalnya dirumah Jeng Ria , dia pun sibuk mempersiapkan segalanya. April yang ujung nya ditinggalin sang mama mertua untuk berbaur sebentar , memilih ketempat makanan yang terhidang. Mengambil makanan berupa cemilan , sesuatu yang enak dimakan oleh Ibu hamil. Tak lama kemudian.
DRRTTTT.....DRTTTRT...DRTTTR...
Ponsel April bergetar , segerah dia mengambil ponselnya dan menatap layarnya . Ternyata My baby Bala - Bala nya menghubunginya.
Sebelum menerima panggilan , April menjauhkan diri dari keramaian. Dia pun keluar dengan asal dan ternyata kearah Taman.
Bussset lupa gua kabari suami untuk keluar sama mama.
" Iya sayang." ucap April kemudian.
" Kamu dimana sayang? Aku cariin satu rumah , gak nemu keberadaan kamu. Aku kan takut." ujar Joseph.
" Aghhh. . . Heh. . . Maaf sayang , aku lupa tadi mama datang ngajakin aku nemani mama di arisan temannya. "
" Loh. . . kenapa gak bilang sih sayang, aku buru - buru loh dari Hotel takut kamu kesepian. Tapi tunggu dulu , kamu yakin betah disana? Kalau tidak betah biar aku jemput Nih?" Tanyak Joseph khwatir.
" Tidak usah , aku Betah kok sayang , emangnya kenapa? "
" Duh sayang , itu teman mama semua pada penggosip , sewot , rempong semua diomongin aku tuh kalau mama buat arisan dirumah , langsung Out dari rumah , malasssss. Belum lagi Jodoh - Jodohin Suamimu yang tampan ini." ucapnya sok Cool.
April tertawa mendengar omongan Joseph. Karena yang dibilang Joseph tidak ada yang salah. Benar adanya. Pantesan saja Joseph sering kesal sendiri jika mamanya arisan.
" Gak apa - apa sayang , aku kan sekali - sekali menemani mama , selagi mampu. " ucap April membuat suaminya tenang.
" Baiklah. . . aku akan menunggu kamu pulang. Jaga diri kamu disana..Okey. "
" Siap komandan." Jawab April dengan senyuman.
Dari kejahuan dua bola mata menatap April dengan kagum. Betapa Indahnya pemandangan Taman dengan wanita hamil didepannya. Sungguh mempesona.
-
---------------------------------------------
__ADS_1
Maaf saya sanggupi untuk Up cepat. Walaupun masih kurang sehat , Demam tinggi sampai 40 Derajat , flue dan Batuk. Sama juga dengan sikecil. Apakah dikalian ada yang sama mengalaminya? Semoga pada sehat ya , dijauhkan dari segala penyakit untuk menyambut Tahun yang baru. Buat semua yang membantu saya dalam doa , semoga Tuhan membalasnya satu persatu buat kalian.
Oya dalam rangkah menyambut Tahun baru , ada banner dibawah Deskiripsi Novel untuk memberikan salam kepada Author untuk menyambut Tahun Baru 2020. Yuk silahkan berpatisipasi ya Berikan ucapan kalian kepada Author. Satu lagi , saya mohon bantu VOTE dong untuk Novel saya karena mengikuti Contest. Jangan menuntut Author saja untuk Update cepat , jangankan VOTE , like atau komen saja susah. Author sampe kenal mana yang sering komen dan VOTE. Dimohon untuk VOTEnya juga ya. Terimakasih 🙏🙏🙏