Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Dipantai Hermosa


__ADS_3

Berdiri dengan rasa penasaran April sangat gugup sore itu. Rendy dulu tidak pernah memperlakukan April spesial seperti yang dilakukan Joseph kedirinya.


" Jika dia menyatakan cintanya lagi gimana? Apa harus aku terima? Entar kalau aku gantung terussssss... mati pulak dianya. agh tidakkkk.. aku tidak akan rela." Ngomong sendiri sambil berjalan kekiri kekanan kayak gosokan.


Tak lama kemudian Suara ketukan Pintu pun terdengar.


Tok.. Tokk... Tokkkkk...


April kaget dan terhenti sejenak. " Itu pasti dia." Ucapnya dan kembali kekaca memastikan semuanya sudah tertatah Indah. "Semangattt Prill."


Berjalan perlahan menuju Pintu dan membukan.


Kreeek....


Tampak Joseph yang sudah sangat berbedah dari biasanya.


" Hallo baby..." Dengan senyum senang menyapa April dan melihat dari atas kepala hingga kebawah. " Wooooww... you are so beautiful."" Timpalnya memuji.


" Kau ini... suka banget menggodaku." Ucapnya malu.


" Benaran kamu sangat cantik memakai gaun pilihanku. Apa kamu suka?" Tanyaknya.


" Hemmm... sangat suka. Sesuai seleraku." Melihat kearah pakaiannya.


" Heeemm... bagusla. Oya pakai ini, pasti diluar sangat dingin." Memakaikan Jas panjang ke April.


" Terimakasih." Ucapnya Malu.


Lalu Joseph menunduk sedikit dengan tangan kirinya didada serta tangan kanannya ke arah April.


" Mari Tuan Putri kita berangkat." Ucapnya dengan penuh kepastian.


" Aghhhh.." April pun gelagapan dengan aksi Joseph. Dia merasa malu diperlakukan seperti itu. Joseph yang masi menunggu tangannya disambut oleh April pun menggerakkan tangannya lagi.


" Hah.. baiklah." April menyambut tangan Joseph. Dan mereka pun berangkat keluar Hotel dengan bergandengan tangan.


" Nah gitu dong." ucap Joseph yang sama sama tersenyum.


Sungguh romantis. memandangi tangannya yang digenggam.


Hingga keluar Hotel merekapun berjalan ke Arah Bus Station yang tidak jauh dari Hotel.


" Kita mau kemana sih Jos?" Ucapnya santai.


" Hemm.. aku sangat senang kau memanggil namaku." Jawabnya senang.


"Trusss kita mau keeee... ada dech. Sabar sebentar ya sayang. Aku sengaja tidak membawamu naik Mobil mewah disini. Kita akan naik Bus, sekalian menikmati pemandangan disini." Ucapnya dengan senyum dan memandang April yang berjalan disampingnya.


Tak lama sampai juga di Bus Station menunggu dengan sabar, Joseph yang terus memandangi April pun membuat April semakin gugup.


" Kenapa lihatnya begitu sih?" Ucapnya dengan gugup dan salah tingkah.


" Kamu selalu cantik. Aku selalu terpesona." Ucapnya berbisik ke kuping April.


April pun refleks memukul lengan Joseph yang sedang berdiri disampingnya dengan tangan terlipat didada. Joseph tersenyum melihat tingkah April yang selalu masi gugup dengannya.


Mengerucutkan bibirnya ke Joseph


" Hahaha.. kau ini benaran sangat manis kalau kayak gitu. Kayak kucing peliharaan tetangga." Seru Joseph .


" Masak cantik gini disamakan dengan kucing sih." Ucapnya ngambek.


" Agh.. sudah sudah jangan ngambek, sini" ucapnya dan menarik tubuh April kepelukannya.


" Sangat hangat kan?"


" Malu la Jos.. banyak orang disini." Melepaskan pelukannya.


Tak lama Bus menuju tempat tujuan mereka pun datang. Mendapatkan kursi dibagian tengah, April dan Joseph pun duduka dengan diam.


April melihat pemandangan keindahan kota diNegara itu pun sangat takjub.


Kenapa dulu aku tinggal dinegara ini tidak tauh tempat yang sebagus ini.


Melihat kearah wajah April " Kau suka?" Ucap Joseph membuyarkan lamunnnya.

__ADS_1


" Iya sangat suka." Ucapnya dengan senyum.


Tak lama Bus itu berhenti. Menampung penumpang lansia, suami istri yang dibilang masi kuat untuk berjalan.


Karena keadaan Bus sudah sangat ramai, April pun refleks berdiri untuk memberikan kursinya untuk kedua lansia itu. Joseph pun mengikuti April. Mempersilahkan kedua orang itu duduk. Lalu April dan Joseph bergabung dengan penumpang yang sedari tadi berdiri dibagian tengah itu.


Joseph melihat banyak sekali pria Bule disekitar mereka. Dia tidak ingin wanitanya sampai bersentuhan langsung dengan Pria disitu. April yang bingung meneruti Joseph yang menarik lenganya agar posisi April berdiri tepat dihadapan Joseph tepat terkunci didepan kursi.


Dengan tangan memegang gantungan Joseph pun tersenyum memandang April yang berdiri didepannya.


" kenapa wajahmu memerah." Tanyak Joseph yang melihat April sudah tertunduk dan tersenyum.


April yang mendengar pertanyaan itu pun mengangkat wajahnya.


" Kau ini Pria yang sangat panas ya? Kenapa selalu bisa membuat wajahku seperti ini." Ucapnya malu.


" Karena jauh dilubuk hatimu itu, kau mengingkan Pria seperti aku" Jawabnya berbisik.


" Heh..hah.. jangan becanda. Disini sangat sumpek. Kenapa sih seorang Direktur malah milih naik Bus." Ucapnya protes.


" Hemmm.. biar romantis aja, seperti ini contohnya" Ucapnya membuat April tertawa.


" Hahaahah. Dasar otak mesum." ucapnya lagi.


Tiba tiba seorang penumpang memencet tombol agar bus berhenti. Bus yang harusnya bukan berhenti ditempat menurunkan penumpang pun refleks menginjak remnya karena kaget mendengar suara penumpang yang ingin turun.


April yang masi berbicara tidak memiliki ancang ancang pun terlepas dari pegangannya. Syukur ada Joseph yang sigap menarik pinggangnya. Lalu memeluknya dengan hangat.


"Hahh.. aku sangat kaget." Ucap April ketakutan.


Dengan tubuh yang masi didalam pelukan Joseph dia merinti.


" Syukur aku disampingmu. Jangan takut." Bisiknya yang dijawab April dengan anggukan.


***


Sesampainya mereka di Pantai Hermosa. April yang tiba disana langsung menyusuri pandangannya ke kiri dan kekanan.


" Sungguh sangat Indah." Ucapnya yang menatap ke Pantai dari kejahuan.


" Huum.. kau sangat bisa diandalkan." Jawabnya senang.


" Aku sengaja membawamu kesini, karena disini sunsetnya sangat bagus." bisiknya lagi.


" Benarkah? Aku tidak pernah melihat sunset secara langsung begini. Thank You." Ucapnya lagi.


" kau jadi banyak bicara jika itu menyenangkanmu ya?" Tanyak Jos.


April hanya tersenyum.


Rambutnya yang tergerai pun melambai lambai mengikut arah angin. Joseph yang melihat April kewalahan mengikat rambutnya, membantu April mengikat rambutnya dengan ikat rambut April yang disimpannya kemarin.


April pun kaget dengan Aksi Sang Direktur itu.


Kenapa dia ini, kemarin tidak boleh diikat seperti ini. Sekarang sangat romantis mengikat rambutku.


" kau boleh mengikatnya saat genting seperti ini." Ucapnya yang menangkap kebingungan April.


" Hah.. iya." Ucap April gagap.


" Baiklah.. mari kita kebawah. Kepantai itu." Menunjuk kearah bawah bagian kanan.


Mereka pun berjalan menurunin anak tangga yang menghubungin pantai yang indah itu. Dijam seperti inilah sunset yang mulai menampakkan dirinya dengan gagah melewati langit pantai.


Berulang kali April takjub dengan tempat itu. Sungguh sangat mempesona baginya yang jarang berlibur karena kesibukannya.


" mari duduk disini." Ucap Joseph yang mengajaknya memasuki tempat kusus melihat sunset.


" Kau tidak kediinginan kan?" Tanyak Joseph.


" aghh tidak.. syukur kau membawa ini." Menunjuk Jas panjang yang dikenakan April.


" Sabar ya.. sedikit lagi sunsetnya full." Ucap Joseph.


Akhirnya yang ditunggu pun datang. Sunset yang sudah melingkupi langat pantai mengubah warna langit sekitar pantai menjadi orens.

__ADS_1


" Waaaaw... indah banget." Seru April takjub. Joseph yang melihat senyumnya yang dihiasi lesung pipi kirinya pun menangkap gambar melalu Ponselnyaa.


" kenapa kau mengambil gambarku?" melihat Joseph bingung.


" Hemm.. sangat manis." Jawabnya senyum " ini.. yang melengkapi senyum manismu." Mencoel lesung pipinya.


April pun tertawa kecil.


" sini kita ambil gambar kita berdua." Ucap Joseph dan menarik April duduk didekatnya.


April menjadi gagap dan salah tingkah.


" Banyak orang disini Jos." Ucap April yang malu.


" Tidak apa.. kemari mendekat denganku."


April pun mendekatkan tubuhnya hingga Joseph merangkul bahunya.


" Ayoo senyum." Ucap Joseph lagi. Dan akhirnya gambar mereka bedua pun sekrang sudah tersimpan di ponsel Joseph.


"Kau Sangat manis kayak gula, benar kata Kak Clarisa." Ucap Joseph lagi.


" Apa yang dikatakannya?"


" Kau itu sangat manis. Kak Clarisa dari Awal pertama melihatmu dia sendiri sudah menyukaimu "


" owww.. kak Clarisa sangat baik, berbeda denganmu." ucap lembut tapi Joseph hanya tersenyum dan sibuk dengan ponselnya.


Lalu mengatur gambar mereka tadi menjadi Wallpaper ponselnya. April yang melihat aksinya itu membuat jantungnya berdebar kencang. Sedangkan gambar April sendiri dijadikannya Wallpaper kuncinya.


" Selesai." Ucap Joseph menatap ke April.


" kenapa kau mengganti itu?" Tanyaknya bingung.


" Agar setiap saat aku bisa melihatmu." Ucapnya tersenyum.


April mematung melihatnya. Memandang Joseph sangat takjub. Mungkin benar Pria ini sangat tulus.


Aku sunggu sangat tersentuh dengan hal kecil yang dilakukannya. Apa aku pantas untuk dia? Semua perlakuannya padaku selalu mengundang tawa. Walaupun awal awal dia itu menyebalkan. Tapi sekaranggggg bisala di pertimbangkan.


" Kenapa senyum senyum sendiri?" Tanyak Joseph.


" Tidak.. kau itu sangat menggemaskan." Ucap April.


" aku? Menggemaskan?" Tanyaknya menunjuk dirinya sendiri. " gini tampannya aku." Ucapnya dengan sombong.


April hanya tertawa melihat kesombongannya itu.


" Baiklah.. tunggu sebentar disini. Aku tidak akan lama." Ucapnya dan meninggalkan April yang tak sempat bertanyak.


" Mau kemana dia?"


Tak lama seorang Pria Bule mendatangin April.


"Excuse me, Miss. I got a message from Mr. Joseph. to take you there."


" Agh..okay."


Berdiri lalu berjalan mengikuti pria itu kearah bibir pantai itu.


Tampak dari kejahuan pasir pantai putih yang sudah dihiasi dengan lilin putih menyala dan kelopak bunga Mawar putih.


April yang bertanyak tanyak siapa yang membuat kemewahan itu dimalam hari begini. Dihiasi sekelilingnya dengan banyak bunga mawar.


" Sangat romantis ini." Ucap April sendiri.


Tapi April juga bingung dia diarahkan ke tempat romantis itu.


hingga mereka pun tiba.


"Wait a minute here miss." Ucap Pria Bule itu.


" Agh.. Yah.. Thank You." Ucapnya sungkan.


Bersambung...

__ADS_1


Maaf hari ini Upnya kelamaan ya. Bukan disengaja ya. Jangan lupa like dan komennya para pembaca yang baik hati :)


__ADS_2