Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
"Bertemu Mantannya"


__ADS_3

Perusahaan Anugerah Corp, Jakarta Barat


April yang selesai tugasnya di kantor pun ingin sekali mencari udara segar. Ingin keluar dari ruangan kerjanya sejenak selagi jam istirahat juga. Mengambil tas dan Hpnya April pun berjalan keluar untuk Turun.


Lantai itu memang sangat sepi disaat jam Istirahat. Astrid pun ikut bergabung dengan karyawan lainnya di Kantin kusus Karyawan. Dibukanya lift menuju kantin itu berada. Hanya untuk mencari Astrid sekedar menginfokan kepergiaannya untuk beberapa saat. Tiba di Kantin kusus itu semua karyawan yang sadar akan kedatangan atasannya pun refleks berdiri.


" Sudah.. lanjutkan saja makan siang kalian. Saya cuma mau ketemu Astrid." ucapnya ramah.


" Iya buk.. mari makan." sapa karyawannya yang dijawabnya dengan senyuman. dan mendatangi meja Astrid.


" Ada yang bisa dibantu buk?" ucap Astrid.


" Tidak.. saya cuma mau pesan saya mungkin agak sorean kembali ke kantor. saya mau keluar dulu sekalian turun makanya saya langsung kesini."


" Ow.. baiklah buk."


" Silahkan dilanjut.. saya permisi." ucap April ke Astrid dan teman satu meja Astrid. Melangkah pergi dan menaiki Mobil yang sudah disiapkan Pak Sony.


Semua mata karyawan laki laki pun menatap takjub dengan kecantikan sang Atasan yang berjalan anggun meninggalkan Kantin. Semuanya pun jadi berbisik bisik karena tidak berani secara terbuka menceritakan sang pimpinan itu, karena Asisten Pribadinya, Astrid siap untuk melabrak siapa saja yang berani menceritakannya.


" Nyetir sendiri buk?" tanya pak Sony.


" Iya pak.. Saya sendiri saja. Bapak Lanjutin saja makan siangnya ya." ucapnya ramah dan kemudian hendak meninggalkan area Gedung itu.


" Baik Buk. Hati hati dijalan." ucapnya sopan.


Menelusuri panasnya cuaca siang itu April pun memasuki Gedung Mall GI. Melangkah masuk untuk melakukan perawatan diri sejenak. Dia pun berjalan kearah Salon dan Spa langgananannya. Menaiki Lift menuju Lantai 4 Tempat salon itu.


" Hair and Body Spa Salon " April pun masuk dan disambut hangat.


" Selamat Datang Mbak April.. Apa kabarnya?" ucap salah satu staff salon yang sudah sangat kenal dengan member VIP itu. Yah ini salah satu salon mewah langganan April yang sering dia kunjungi dikala stres ataupun bosan sekedar mengisi waktu luangnya.


" Saya sehat kok mbak." ucapnya dengan senyum. " Rame hari ini mbak?" tanya April.


" Lumayan Rame.. ayuk sini duduk sini dulu. Mbak April mau diapain hari ini? Seperti biasakah?"


" Mau creambath dan Spa aja Mbak." Jawab April.


" Boleh.. Mbak sebentar saya panggilkan yang menangani Mbaknya." ucap kaSalon.


April pun dilayani oleh staff Salon yang memang khusus ditugaskan dibagian Rambut.

__ADS_1


Dari pojok kursi sederetan April, mata memandang tajam seawal April masuk tanpa Astrid sadari sedari tadi. Wanita itu ingin sekali menghampiri April, tapi masi ditahannya karena tidak enak dengan pengunjung lain. Menunggu April Siap di Creambath pikirnya.


Selesai melakukan perawatan rambutnya saat ingin pindah keruangan Spa, Wanita itu menarik lengan April saat hendak melewatinya. Aprilpun refleks terkejut, siapa yang menarik dia. Menoleh kearah orang tersebut.


" Kamu yang bernama April kan?" tanyanya Datar.


Ternyata dia lebih cantik dariku, pantesan aja dia bisa mendapatkan hati Jos yang dingin itu.


" Iya.. kamu kenal dengan saya Mbak?" tanya April.


Siapa wanita ini, tidak asing. Apa aku mengenalnya?


" Aku? Cih.." Tertawa meremehkan. " Kamu tidak mengenalku? Yakin tidak mengingatku?" tanyanya ketus.


Staf salon pun permisi ke April dan mundur meninggalkan kedua wanita itu, karena tak ingin menjadi pendengar pelanggan tetap mereka.


" Maaf.. saya benaran tidak ingat. Apa bisa kasi tau jika Mbaknya kenal saya dimana gitu agar saya bisa mengingatnya." ucap April sopan.


" Baiklah.. aku akan mengingatkanmu, bisa kita pindah ke Cafe yang disana." menunjuk kearah cafe Kopi yang terkenal dengan logo bersosok cewek berwarna hijau.


" Baiklah sebentar saya pembayaran dulu." ucapnya dan pergi kearah kasir Salon dan membatalkan kegiatan Spanya.


***


" Pesanlah dulu.. biar saya yang mengantri."Ucap siwanita itu.


" Ow.. saya mau... Caramel Macchiato saja Mbak." ucapnya sopan.


Siwanita yang tidak ramah ini pun terhenti sebentar, lalu mencoba menahan wajah penuh emosinya berjalan untuk memesan.


pilihian coffe nya pun sama dengan favorit Jos


April mencoba mengingat ingat kembali


Dimana aku bertemu dengannya ya.


Selang beberapa menit pun siwanita pemarah itu membawa 2 coffe dan 2 Cake. April pun mengambilnya dan menikmati makanan yang telah tersaji.


" Anyway kamu tauh kan, dulu aku calon Istri Jos." ucap wanita itu. " Kau ingat waktu itu kita bertemu dirumah Jos."


Kaget April pun terhenti seketika saat menikmati menunya. Lalu menatap ke arah Selena.

__ADS_1


Pantesan aja aku tidak asing dengannya, tapi aku tidak langsung mengenalnya karena dia yang sekarang jauh berbeda pertama kali berjumpa denganya waktu itu. Sekarang rambutnya pendek dan hitam sedangkan waktu itu hampir sepinggang dan berwarna cokelat.


" Aggghhh.. iya Aku sudah mengingatnya. Maaf tidak mengenalin Mbak sebelumnya." ucapnya hati hati.


****** guaaa.. kenapa bisa ketemu sama nenek sihir ini eh tidak lebih tepatnya mantan calon istri si priah angku. Tampangnya aja sedari tadi tidak bersahabat. Tamatla riwayatku.


" Aku dan Jos dulu satu kampus saat dijerman. Jarak Apartemenku dan dia berdekatan. Kami juga dulu sering bersama hampir setiap hari menghabiskan waktu bersama." ucapnya bangga.


" Oww iya." Wajah April biasa saja menanggapinya. " Tapi Joseph menegaskan bahwasannya kalian sudah putus, tidak jadi menikah." ucap April tiba tiba.


Gua ladeni ajalah


Insting April menangkap kearah mana pembicaraan Selena. Dia berusaha untuk menceritakan masa lalunya dengan Joseph yang dikiranya benar pacaran dengannya.


" Ya.. sepertinya kamu sudah tauh, sekarang hubunganku dan Jos berakhir kan. Apa Jos cerita padamu?" ucapnya masi dengan elegan walaupun sudah langsung April membuka Status yang sebenarnya.


" Agh tidak.. tidak.. dia cuma mengatakannya sekilas." Jawab April.


" Maaf.. saya jadi ingin tau, mbak mengajak saya ngobrol, sebenarnya mau memibicarakan perihal Hubungan saya dengan Jos, atau Hubungan Mbak dengan Joseph?" Katanya perlahan.


" Hemm.. saya hanya sekedar ingin mengenal pacar mantan Calon suamiku." ucapnya singkat.


" Tapi saya bukan pacarnya Joseph, jadi mbak gak perlu repot repot untuk mengenal saya." Langsung di Jawab April yang memang tidak ingin memperpanjang.


" Seriusss kamu? jadi kamu bukan pacarnya?" tanyanya kaget.


" Huum.. saya bukan siapa siapanya Joseph. Jadi tolong untuk kedepannya saya tidak mau ikut campur urusan kalian." katanya ketus dan berdiri ingin pamit.


" Maaf saya pamit diluan ya mbak.. masi ada kerjaan. Terimaksih untuk Traktirannya. smoga Mbaknya juga bisa balikan sama Joseph, itupun kalau mbaknya mau." ucapnya Asal dan meninggalkan Selena yang masi menatap bingung pada April.


Mall yang berada di pusat kota Jakarta itu cukup ramai dengan pengunjung. Mall yang menjual berbagai macam barang dengan kualitas tinggi dan barang dari Luar negeri cukup banyak peminatnya.


Ada yang datang dan pergi hanya sekedar melihat lihat saja, ada pulak yang sekedar mampir untuk makan di restaurant ternama, dan ada juga yang hanya membuang waktu ataupun suntuk.


April pun menyusuri satu demi satu lantai untuk turun menggunakan Eskalator, hanya ingin menenangkan sedikit jiwanya yang terguncang yang berjumpa dengan Selena. Sesampainya dilantai dasar April pun menuju area Parkiran untuk kembali ke Kantor Tak terasa waktupun mulai sore.


Selena tak ingin percaya gitu aja yang diucapkan oleh April. Menetapa kearah langkah April yang meningglkannya dengan tergesa gesa. Hingga bayangan April hilang.


mungkin dia hanya ingin mempermainkanku., Baikla aku tidak akan melepaskan kalian begitu saja.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2