Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
NEGATIF


__ADS_3

Tiba di penghujung acara, April yang masih bersama dengan Joseph, Ferdinan dan Jorji tak sengaja menangkap pandangan Andrew ke arah meja mereka. Malah risih dengan tatapannya yang entah itu senang atau tidak.


" Sayang ayo kita pulang." ucap Joseph terus berdiri menarik kursi April.


April beranjak dari kursinya diikuti oleh Jorji dan Ferdinan. Mereka berempat berjalan dengan anggun melewati pintu keluar beriiringan dengan Andrew yang terang-terangan mecegah mereka saat hendak keluar. Mereka berempat pun terhenti.


" Sampai jumpa dilain hari Tuan Joseph dan Tuan Ferdinan." ucap Andrew sekilias melirik ke April.


Joseph hanya tersenyum sinis saat dia menangkap tatapannya ke April. sementara April menggenggam erat lengan Joseph. Joseph megerti dengan reaksi istrinya.


" Terimakasih Tuan Ferdinan, maaf kami permisi." ucap Ferdinan dengan senyuman.


April dan Joseph diluan keluar dari ruangan itu, dan disusul dengan Jorji serta Ferdinan.


" Pria itu aneh Jos." ucap April berbisik.


Joseph pun tertawa mendengarnya, karena wajah April berubah jadi takut. " Kenapa dengan dia?" Tanyaknya balik.


" Tidak enak cerita disini, nanti aku akan bercerita." ucapnya lagi.


Mereka pun berjalan keluar pak Yanto sudah menunggu didepan pintu yang terbuat dari kaca. Sebelum masuk mereka berpamitan.


" Kita diluan ya Fer." ucap Joseph


" Baik.. hati-hati dalam perjalanan." jawab Ferdinan.


" Kalian juga hati-hati." Ucap Joseph kembali.


" April..kapan-kapan aku main kerumah kalian. Kita ngobrol bareng ya?" ucap Jorji yang menyentuh tangan April.


" Iya.. saya tunggu ya mbak." ucapnya senang.


" Jangan bawak istriku berkeliaran, seperti dirimu." ucap Joseph.


" Yeee takut amat si lo Jos." Seru Jorji.


Ferdinan hanya tertawa, Jorji biasanya tidak secepat itu bisa berteman dengan teman wanitanya. Yaaa.. seperti ada daya tarik tersendiri dari April yang memang anaknya juga seruh.


" bye semuaaa." saat mobil Ferdinan sudah terparkir dibelakang Mobil Joseph.


Mereka semua berpisah dalam tenang dan damai. Menyudahi malam itu dengan tidak ada satupun kesalahan.


\======= Kediaman Joseph dan April =======


Tiba dirumah mereka berdua langsung disambut dengan siti. Yang Membawakan Teh Sereh dan Jahe untuk kedua majikannya. Untuk menghangatkan Tubuhnya.


" Malam nyonya dan Tuan, ini minumannya." ucap Siti.


Mereka pun mengambilnya satu persatu.


" Terimakasih Siti." ucap April


Joseph meneguknya diluan. " Wah ini enak banget Sit. Pintar kamu buatnya. Siapa yang ngajarin kamu?" Tanyak Joseph langsung menghabiskan minumannya.


" Ouwwww itu Tuan, Ibu saya, saya tauh dari ibu saya."


Aprill yang juga meneguknya sudah tinggal setengah


" pantesan saja enak banget." ucap April.


" Ibu kamu Pintar" sambung Joseph. " Terimakasih yah Sit." ucap Joseph mengembalikan gelasnya dan April keatas Nampan.


" Iya pak.. Siti permisi kembali kebelakang." ucapnya dan berjalan kearah dapur.


April dan Joseph melanjutkan langkahnya kearah kamar mereka. Dan bergegas membersihkan diri masing-masing dengan mengenakan piyama Tidur mereka.


Diatas Ranjang tidur yang besar, Joseph masih berkutat dengan Laptopnya, kemudian April memulai ceritanya.


" Sayang." ucap April.


" Ya " Jawabnya sambil mengutat atik Laptopnya.


" Kamu tidak bertanyak?"


" Tanyak Apa?" Jawab Joseph sekilas melihat April. Dan kembali menatap Laptopnya.


" Tadi... saat aku ke Toilet, aku bertemu dengan Andrew." Ucapnya pelan.


" Iya... aku sudah tauh dari Aldi. Dia mengganggu kamu kan?" Tanyak Joseph.


" Huuum... tapi dia ternyata rekan bisnis Ferdinan kan?"


Merubah posisinya dan meletakkan Laptopnya ke Meja sebelah ranjangnya. " Iya.. dia rekan bisnis Ferdinan, kalau bukan karena itu aku sudah menghajarnya." mengepalkan kedua tangannya.


April membelalakkan matanya, Reaksi Joseph masi sama seperti kemarin saat dia tauh sipengendara Mobil itu Pria muda.


" Kenapa sayang?" Tanyaknya saat April hanya diam.


" Aku takut melihat kamu seperti itu." ucap April menatap keJoseph.


Joseph menarik tubuh April kedalam pelukannya.


" Tidak usah takut, aku percaya dengan kamu. Jadi seberapa pun dia mengganggu kamu, aku tidak akan tinggal diam, kecuali dia sudah melewati batas, baru aku yang turun tangan." ucap Joseph membelai kepala April.


" Terimakasih sayang, untuk tadi juga. Kamu sudah memerintahkan Aldi, tanpa sepengetahuanku." ucap April lagi.


" Sudah kewajibanku menjaga kamu. Ya sudahlah.. tidak usah dibahas lagi Pria brengsek itu, dia mungkin ingin merebutmu dariku. Tapi dia tidak tauh lawannya siapa. Kamu sekarang tidurlah, aku masi ada sedikit kerjaan.." Menurunkan tubuh April dan menyelimuti tubuhnya.


April tersenyum dan Joseph kembali membelai rambutnya dan mencium kening Istrinya.


" Selamat malam sayang, mimpi yang indah. Malam ini kamu selamat dari hasratku. " bisiknya nakal ke April.

__ADS_1


April memukul lengannya. " Dasar mesum kamu. Ya sudah jangan sampai larut malam. Aku diluan sayang."


Joseph hanya menggelengkan kepalanya dan Tersenyum.


\=============================


Tepat sebulan Mereka menikah. April yang terbangun lebih awal beranjak dari tempat tidurnya , melihat sekilas kearah Joseph dengan ketampanannya tidur dengan nyenyaknya. April kemudian melangkah masuk ke Toilet. Dibukanya lemari kecil yang terdapat diatas Wastafel, mengambil beberapa Testpack yang sudah dibelinya.


April pun mencobanya, karena memang belum pas dengan jadwalnya yang tinggal 1 hari lagi. April cuma merasa penasaran, tidak salah mencoba. Dia pun melakukannya sesuai petunjuk dikemasan.


Wajahnya tampak gusar, jantungnya pun berdetak lebih kencang. April menutup kedua matanya, sampai beberapa detik kemudian, dia pun membuka perlahan mata Kirinya. Dan Tappph... April merasa kecewa. Menarik nafasnya , lalu merenungkan sebentar dengan menatap Alat testpacknya yang hanya satu garis merah. Sebenarnya dia tidak ingin merasa kecewa, cuma April hanya memikirkan satu hal yang paling ditakutinya, saat Mamanya bercerita untuk mendapatkan April segala cara ditempuh papa dan mamanya. Apakah dia seperti itu juga? Pertanyaan itu selalu muncul dibenaknya.


April kembali menarik nafasnya dan menatap keatas langit kamar mandi. " Masi sebulan Pril, masi ada waktu untuk berusaha." ucapnya kedirinya sendiri.


April pun segerah membersihkan dirinya sebelum Joseph terbangun. Diletaknya diatas Wastafel sapa tauh saja pikirnya bisa berubah.


Usai mandi, April bergegas berpakaian, mumpung ini Weekand dia tidak membangunkan Joseph. Karena semalam pun dia bergadang untuk kerjaan tambahannya. April keluar dari kamarnya, dan menuruni anak tangga lalu menuju kearah dapur.


Para pekerja terkejut melihat kedatangan sang Majikan yang memang jarang masuk kedalam dapur karena dilarang Joseph.


" Pagi nyonya April." ucap Siti dan yang lainnya.


Senyum manis diberikan April " Selamat pagi semua, ada yang bisa saya bantu?" tanyaknya sambil melihat kearah mereka satu persatu.


"Nyonya April biar kami saja, Nyonya jangan repot-repot, disini sudah tugas kami, nanti Tuan Joseph marah jika Nyonya disini." ucap Bik Asri.


" Biar saya yang masak bik, saya ingin menyiapkan makanan untuk suami saya." ucapnya dengan lembut.


Semuanya melihat kearah April, melongok tanpa tau apa yang dipikiran mereka.


" Heyyy kalian kenapa?" ucap April mengagetkan mereka.


" Agh... nyonya April lebih baik biar kita saja, nanti Tuan Joseph marah ke kita." ucap Siti.


Berpikir sejenak " Apa kalian ragu dengan kemampuan masakku?" Tanyaknya kemudian.


Dengan cepat Bik Asri jawab " Tidak nyonya... bukan seperti itu. Kita hanya takut kali aja Tuan Joseph melihat nyonya yang masak."


" Daripada itu, saya ingin masak untuk suami saya. Okey" sambil berjalan masuk, membuka Lemari Es mengecek stok, lumayan banyak ada seafood, daging, sayur, buah. Gilak semuanya terisi penuh dengan rapi dibagian masing-masing.


April mengambil semua bahan yang diperlukan. Saat hendak mengambil pisau untuk memotong bawang, Bik Asri mencoel Siti untuk melakukannya.


" Biar saja saja nyonya." ucap Siti mengambil pisau lain.


April menatap sebentar dan menarik nafasnya.


" Baiklah buat kalian semua yang disini, bantu saya untuk mennyiapkan semua bahannya, biar saya yang olah." ucapnya dengan senyum.


Semuanya melakukan tugas seperti yang diperintahkan April. Selesai semua April mengolah semua bahan dan meraciknya sesuai dengan pikirannya . Pertama kali dia memasak untuk suaminya. Sekalian dia membuang jauh pikiran buruknya tentang kehamilan.


\=========================


Joseph Terbangun, sadar mencari-cari April diranjangnya sudah tidak ada. Melihat kearah balkon pun tidak ada. Saat melihat kearah meja disebelah ranjang posisi April, terlihat ponsel April yang tergeletak.  Joseph yakin April masi dirumah, lalu Joseph mengambil ponselnya untuk sekedar mengecak pesan masuknya. "Ternyata hari ini Weekand." Seru Joseph sambil mengacak rambutnya sendiri. Kemudian dia beranjak dari ranjangnya untuk ke kamar mandi membersihkan diri lalu mencari keberadaan April.


" Ada apa? Tumben pagi-pagi gini nelpon gua." langsung disambar Clarisa ke Joseph tanpa basa-basi.


" Ele-Ele makbun sensian amat, Sorry ganggu. Kak gua mau tanyak kalau Testpack satu garis merah apa artinya?" Tanyaknya serius.


Clarisa sedikit kaget mendengarnya. " Kenapa Bro? kalian sudah ngetes nih? Kalau satu garis merah tandanya kalian mesti usaha lagi, artinya belum positif Hamil. Jika itu positif garis merahnya ada dua Jos."


" OWwww begitu.... Baiklah, Terimakasih Kak."


" Egh Tunggu dulu. Apa itu hasil TestPack April??"


"Iya kak,.. aku temukan di Wastafel kamar mandi. Mungkin dia melupakannya."


 


" Beri dia semangat terus ya Jos, Jangan kelelahan dan tidak boleh Stress biar kalian cepat dapat momongan." Seru Clarisa.


 


" Okey kak.. Terimakasih, kalau begitu aku tutup. Byeeee, Salam dengan ponakanku" Ucap Joseph berasa ponakannya sudah lahir.


" Okey Uncle Jos... Byeeeee" Jawab Clarisa lalu memutuskan percakapan.


 


Menatap kembali ketestpack yang dipegangnya " Pasti dia sedih." Ucap Joseph buruh-buruh masuk kamar mandi dan bergegas berpakaian kemudian turun kebawah.


Dari tangga tampak kearah ruang makan, April yang sedang menghidangkan makanan dengan tatapannya yang lembut, dengan yakin Joseph merasakan April baik-baik saja. Melangkah cepat menghampiri April.


" Morning Sayang." Ucap Joseph lalu berjalan kearah April dan mengecup keningnya.


" Morning Suamiku, sini duduk, ini semua aku yang masak." Ucapnya dengan senyum termanis.


Sementara raut wajah pekerja yang membantu April semua berubah kaku, Takut mendengar respon dari Joseph.


 


"Wawwww... Benarkah? Segini banyak kamu masak sendiri? " Tanyak Joseph yang menatap ke menu yang dihidaangkan di meja makan. Sayuran, Sup Ayam, Udang asam manis, Keurpuk, Buah-buahan maupun puding makanan Penutup.


"Tidak sendiri... sama mereka semua." Menunjuk kearah pekerja.


" Maaf Tuan nyonya yang ingin sekali masak untuk Tuan, maaf kami tidak bisa melarang permintaan Nyonya April." Ucap bik Asri.


 


" Tidak apa-apa bik, sudahla mari kita makan sebelum dingin." Ucap Joseph. mengajak pekerjanya makan.


Joseph memulai makannya, kemudian dia terhenti lalu menatap ke April. April yang menangkap wajah Joseph pun jadi penasaran.

__ADS_1


" Gimana?" Tanyaknya.


Joseph belum menjawab, membuat April semakin penasaran melihat Joseph diam. " Apa ada yang tidak beres?" Tanyaknya lagi agar Joseph cepat menjawabnya.


Semua mata pekerjanya juga menatap ke araah Joseph dengan tegang, Denyut jantung pun berdetak tidak beraturan.


Joseph menggelengkan kepalanya " Tidak... hemmmmm ini sangat Lezat, benar-benar lezat." Ucap Joseph tersenyum. " Kamu ternyata Ahli juga dalam memasak"


Para pekerja yang mendengar membuang nafas mereka, Gak menyangkah April jago masak juga,


" Ayo kalian lanjut makannya, jangan sampai gak dihabisi. Masakan istri saya benaar-benar lezat." Ucapnya lagi


 


\============================


Kembali kekamar mereka " Duh kenyang banget aku sayang" Ucap  Joseph mengeluskan perutnya didepan April.


"Siapa suruh makannya banyak sih, Jadinya seperti itu kan. Sudah duduklah dulu" mengarahkan Joseph ke Sofa ruangan kamar mereka.


 


" Kamu sih makananya enak-enak banget, aku kan baru kali ini nyicipi masakan kamu."


"Lagian kamu tidak pernah mengijinkanku ke dapur."


" Bukan tidak mengijinkan, aku tidak mau kamu lelah" Ucap Joseph


 


DRTTTT....DRTTTTT...DRTTT


Ponsel April bergetar, Dia beranjak dari duduknya dan mengambil Ponselnya, Dilihat layar ponselnya itu papanya.


 


" Iya Pa" Jawab April


" Sayang..besok pagi papa dan mama akan kembali ke Sydney, kamu ada waktu nanti sore kerumah kita makan malam bersama?" Tanyak si papa.


 


" Aghh iy pa... sore kami kesana"


 


" Baiklah nak... papa Tunggu ya. Bye..."


"


"Bye pa....sampai jumpa sore nanti." Ucap April mengakhiri.


 


 


 


\========= BERSAMBUNG =========


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2