Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
Bermalam


__ADS_3

Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta


Setibanya mereka di tanah air, masi mengingat momen yang baru saja terjadi rasanya masi kurang percaya, April kini sudah menyandang status menjadi calon Istri seorang Direktur.


Apa lagi membayangkan Tadi malam, seingat April dia tertidur di kursi. Waktu terbangun di pagi hari menyadari dirinya sudah seranjang dan tertidur dipelukan Joseph.


"Syukur tidak terjadi apa apa " batinya berucap.


"Itu pak Yanto." Seru Joseph, dengan menujuk ke arah Mobil dan membuyarkan lamunan April. Dengan tangan yang digengam Joseph, April melangkah mengikuti Joseph menaiki mobil milik Joseph.


" Kamu lapar?" Tanyak Joseph yang merasa lapar dan masi Jet lag. Terasa pusing kepalanya.


" Iya.. aku mulai lapar nih." Ucapnya mengusap perutnya.


" kamu mau makan apa?" Tanyak Joseph yang masi merebahkan kepalanya dikursi belakang.


" Apa ya? Aku juga bingung. Apa sebaiknya kita pulang dulu saja. Kepalamu sakit kan?" Tanyaknya hawatir.


" Huum... tapi aku juga sangat lapar, lagian entar pusingnya juga hilang " ucapnya melirik ke April.


" Baiklah... kamu pengennya makan apa?"


" Hemm.. apa ya? Gimana kalau makan steak?" Tanya Joseph.


" Aghh..boleh juga tuh."


" Pak kita ke Daerah kuningan ada restorant Steak tempat langganan saya biasa ya pak." Seru Joseph ke Pak Yanto.


" Baik Tuan." Ucap sang Supir.


***


Mereka mengambil meja bagian paling belakang di restorant yang hanya kusus menjual steak. Bagian interior restortant itu pun memiliki atap yang berlapiskan kaca.


" Disini kamu bisa melihat ke arah langit malam" ucap Joseph menunjuk kearah atap.


" Benarkah? Sambil makan juga bisa menikmati keindahan bintang-bintang dong." Ucapnya kagum dan menguyah makananya.


" Iya...kamu suka kan?" Tanyaknya senang.


" Huum, Terimakasih ya sudah membawakku ke tempat ini." Wajahnya berbinar senang.


" Ternyata sangat mudah ya membuat kamu senang, baru aku sadari." Ucap joseph dengan lembut.


DRTTT...DRTTT...DRTTT...


Tak lama ponsel Joseph pun berbunyi. Melihat siapa yang menghubunginya.


" Mama.".ucapnya ke April.


Lalu menjawab panggilan itu.


" Iya mam?"


" Jos..." ucap si mama dari sebrang sana.


" Kamu di mana? Kenapa belum tiba diruma sih nak?" Tanyak mama hawatir.


" Ini mam, Jos lagi makan malam. Laperrrr berat mam."


" Iyakah... seberat apa nak?" Tanyak mama balik.


" Maaam.. jangan becanda dong.." Jawab Joseph yang masi mengunyah makannanya.


" Haahahah.. kamu sih serius amat. Hidup itu harus dibawak santai nak.. oya April denganmu?"


" Iya mam.. kenapa?" Tanyaknya balek.


" Bole kamu kasi Ponsel kamu ke April nak?" Ucap si mama.

__ADS_1


" Hemm.. mau ngapain? Jangan macam-macam ya?" Ucapnya becanda.


" Husss.. urusan perempuan. Buruan kasikan." Jawab mama kesal.


Joseph mau tidak mau memberikannya ke April.


" Nih... mama mau ngomong sama kamu." April pun kaget dan menerima ponsel Joseph dan menjawab.


" Halo tante." Ucapnya lembut.


" Halloooo nak... Selamat ya nak, Terimakasih sudah menerima lamaran anak tante yang tua bangka itu. Sssttt.. jangan bilang-bilang ke Jos y nak." Ucap mama yang meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya seakan April bisa melihatnya.


April yang mendengarnya pun kaget dan tertawa. Joseph yang melihat April seperti itu mengangkat kedua alisnya dan menatap tajam pada April.


" Aghh.. tante kejam amat sih sama anak sendiri." Ucapnya dengan rasa geli dan menatap ke arah Joseph.


" Kelamaan sih dia Jomblonya nak... hehehe.. oya.. kamu kesini ya nak. Tante ingin sekali jumpa dengan kamu. Mau ya?" Ucap si mama memohon.


" Agh... okey tante."


" Terimakasih calon mantu" ucap mama malu malu. " Berikan ponselnya ke Jos ya nak." Kata mama lagi.


" Iya tante."


Menyodorkan ponselnya kembali ke Joseph. " Nih mama masi mau ngomong" ucap April.


" Apa lagi sih mam?" Tanyaknya.


" Buruan pulang, bawak April kesini." Ucap si mama.


" Serius nih... kan April masi lelah mam."


" Sudah jangan ngebantah... cepat pulang."


" Emangnya mau ngapain sih mam?" Tanyaknya yang masi penasaran


" kalian tadi ngomongin apaaan sih sampe kamu ketawak begitu."


" adaa dong.. Rahasia perempuan." ucap April genit.


" Isss.. mama sama kamu sama saja." ucapnga kesal dan memotong kasar Dagingnya karena dia sangat penasaran.


April hanya senyum melihat tingkahnya.


***


Disambut langsung dengan orang tua Joseph yang sudah berada di depan Pintu.


April yang melihat si mama pun langsung berjalan ke arahhnya dan memberikan salam


" Halo tante." Ucapnya memberikan salam dan disambut dengan pelukan hangat.


" Welcome Home nak." Ucap si mama senang dan melepaskan pelukannya.


" Selamat malam om" ucap April sopan lalu bersalaman. Sipapa tertawa senang dan menepuk bahu April dengan lembut.


" Selamat malam nak, pasti sangat lelah kan?" Tanyak nya perhatian.


April hanya tertawa menjawab sipapa.


" Mam aku gak di peluk?" Tanyak Joseph yang sedari tadi dikacangin.


" Agh.. kamu dah basi, Tiap hari juga ketemu." Ucap si mama singkat.


April pun tertawa geli melihat tingkah si mama ke anaknnya sendiri.


" Mam.. aku ini anakmu loh..masak anaknya baru tiba dirumah disambut pun tidak." ucapnya kesal.


" Kamu ini Jos... mama mu pasti lebi senang kedatangan calon mantu, ketimbang kamu." Ucap Sipapa memperjelas keadaan.

__ADS_1


" Papa juga sama aja." Ucapnya lagi.


" Sudah-sudah... ayok kita masuk dulu. " ucap si mama dan menarik tangan April lembut.


" Lihatla kedua orang tua ini. Anak sendiri dibiarkan." Melihat ke April yang berjalan masuk bersama kedua orang tua Jos dan meninggalkan Jos sendiri.


***


April yang disambut dengan hangat oleh semua keluarga itu pun merasa sangat senang.


Apalagi malam ini dia disuru menginap dirumah mewah itu. Kamar yang sudah tersedia untuk April pun seperti kamar Joseph dengan fasilitas lengkap.


" Apa aku bermimpi?" Ucapnya sendiri menatap langit kamar itu.


Kamar April dan Joseph hanya berjarak 2 kamar dari kamar utama.


" kenapa aku masi belum percaya." Ucapnya lagi.


" Benarkah kali ini pilihanku?"


" Isssssa... pikiran apa ini?" Menggelengkan kepalanya.


Tak lama terdengan suara ketukan pintu. April pun menuju kearah pintu dan membukanya.


Tampak wajah tampan Joseph yang memakai pakaian tidurnya. Benar benar berbeda yang biasanya pakai pakaian Formal, casual sekarang tampak lebih manja wajahnya berbalut pakaian itu.


" Kamu belum tidur?" Tanyaknya Ke April yang mengeluarkan kepalanya.


" Belumm... tepatnya aku susah sekali untuk terpejam." Jawabnya sedih.


" Bukala... biar aku temani." Ucapnya lagi.


" Tidak usah... nanti aku pasti tertidur sendiri. Lagian ini dirumahmu, tidak enak kalau ketauan mama dan papamu." Ucapnya berbisik.


" Kenapa? Aku kan cuma menemanimu, habis kamu tertidur aku akan kembali kekamarku." Mendorong lembut pintu dan menarik tangan April dan menutup pintu.


" Ayo buruan tidur, ini sudah jam berapa." Meletakkan tubuhnya ke ranjang April.


April masi berdiri disamping ranjang itu,bingung dengan sikap si Tuan muda ini.


" kenapa masi diam.. sini tidur." Ucapnya lagi dan menepuk kasur itu agar April naik.


" Kamu ini... suka banget memaksa." Ucapnya lalu naik dan duduk disebarang ranjang.


" Sini...." Tarik Joseph hingga April tertidur disebelahnya.


" Jos.... tidak baik seperti ini." ucap April yang sudah berada dipelukan Joseph, wajahny pun menyentuh bidang dadanya.


Harum tubuhnya sangat aku suka. Selalu sama. Ucap April dalam hati dan memejamkan matanya.


" aku kan sudah bilang, aku hanya menemanimu tidur, habis itu aku kembali kekamarku, karena aku tauh kamu pasti susah tidur ditempat baru." Ucapnya dan mencium kepala April.


" Iya.. terimakasih." Lalu memeluk pinggang Joseph dengan lembut


Joseph yang merasa kali ini April sudah mulai mau membalas pelukannya pun tersenyum senang.


" Aku sangat mencintaimu sayang." Ucapnya dengan mata terpejam.


April pun tersenyum dan menjawab " Aku juga sangat mencintaimu." Ucapnya dengan penuh rasa bersyukur.


Joseph pun membelai Kepalanya


" Tidurlah.. aku akan menjagamu." Lalu menepuk bahunya.


Taklama April pun terhanyut dalam buaian Joseph memasuki alam mimpi yang indah.


" Aku sangat mencintaimu"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2