Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
USG


__ADS_3

Joseph berinisiatif membawak ke Dokter Obgyn untuk memeriksakan kandungan Istrinya, untuk Melihat perkembangan sang Jabang Bayi. Joseph semenjak tauh April mengandung , dia menjadi lebih cerewet dan Protektif pada April. April tidak diperbolehkan memakai pakaian ketat, tidak diperbolehkan menggunakan Heels, jadilah penampilan April sekarang berubah, pakai sepatu Flat atau sendal jepit. Dan memakai Dress kemana-mana. karena Joseph Takut ada apa-apa pada bayinya.


" Mari sini aku pegangin." ucap Joseph menggandeng sang Istri turun dari tangga Rumahnya.


April bertambah senang saja, melihat Suaminya yang makin bertambah perhatian padanya, suka senyum-senyum sendiri. Karena kadang jadi lucu, Joseph bertingkah aneh, mulai melarang ini gak boleh, itu gak Boleh. Tapi April bukannya tidak nyaman, berasa lebih disayanglah.


" Ayo sayang, kita kerumah sakit, melihat Bayi kita." mengelus perut April dan membawak April keluar memasukin Mobil.


Siang itu dengan Mobilnya Joseph menembus Kota Jakarta yang saat itu sangat panas. Sudah membuat janji dengan Dokter di Rumah Sakit tempat April pernah dirawat. Tidak menunggu lama, mereka pun tiba di Rumah Sakit. Dan langsung menuju ke arah ruang Dokter kandungan yang kusus untuk tamu VVIP. Tidak menunggu lama Joseph yang ingin duduk sementara waktu dihampiri seorang perawat.


" Tuan Joseph?" Ucap seorang Perawat.


" Iya saya."


" Silahkan masuk Tuan, Dokter Endrik sudah menunggu anda." ucapnya


" mari sayang kita masuk." Joseph memegang tangan April.


Mereka pun masuk diruangan mewah, yang memang khusus dibukakan untuk tamu VVIP.


" Selamat siang Pak, buk mari Silahkan duduk dulu." ucap Dokter Endrik.


Sang pemilik Rumah Sakit datang bersama Istrinya, Dokter Endrik mendapatkan Info dari bagian Informasi dimana Joseph membuat Janji temu, yang harusnya Dokter Endrik bertugas pada jadwal Sore hari dirumah Sakit Joseph. Tapi karena sang Pemilik ini maunya sama Dia dan mempercayai dia untuk memeriksakan kandungan Istrinya. mau tidak mau Dokter Endrik harus bekerja siang itu.


" Terimakasih Dok." ucap Joseph kemudian menarik kursi untuk April.


" Baiklah langsung saja ya pak. Ini kehamilan pertama ibu April ya? apa ibu April ada keluhan?" Tanyak Dokter.


" Iya dok yang pertama. Sejauh ini tidak ada sih Dok, cuman kemarin sempat pingsan karena sering pusing." ucap April.

__ADS_1


" Ow itu biasa sering dialami setiap Ibu yang mengandung pada Trimester awal buk." ucap Dokter Endrik. " Kalau begitu ijinkan saya untuk mengecek kandungan Ibu April."


" Maaf Dok sebelumnya, apa boleh saya bertanyak?"


" ow boleh... Silahkan." ucap Dokter Endrik.


" Begini Dok, sebulan pernikahan saya kemarin saya TestPack itu hasilnya Negatif. Garis satu merah. Esoknya saya coba tes tapi tetap sama. Tapi setelah lewat beberapa minggu, saya merasakan keanehan pada tubuh saya, sering pusing, dan cepat lelah dan baru tauh saya hamil saat saya pingsan. Itu bagaimana bisa ya Dok?"


" Maaf Buk.. mungkin saat itu perhitungan waktu Ibu menstruasi berbedah, baru menikah dan menstruasi kan tidak sama buk. Bukankah melakukan Testpack mengacuh pada perhitungan Menstruasi Buk? Waktu pernikahan Ibu dan Pak Joseph sudah berjalan Satu bulan, sebelum berhubungan dimana masa subur ibu April beberapa hari sesudah menikah, ataupun Berovulasi saat beberapa minggu usai menikah. jadi perhitungan Tetspack tadi tidak mengacuh pada usia Pernikahan ibu dan bapak." ucap dokter Endri sambil tersenyum manis.


" agh..jadi begitu ya Dok." ucapnya yang sebenarnya masi bingung dengan perkataan Dokter Endrik. Maklumlah ini pengalaman pertama untuk April jadi dia tidak tauh menauh tentang kehamilan.


" baiklah ibu... dibantu suster saya untuk menimbang berat badan Ibu dulu." ucp Dokter Endrik.


" Mari silahkan buk." ucap seorang suster membawak ketempat timbangan.


Usai menimbang berat badannya, April dirujuk ke Bed dengan sebuah Alat bermonitor disampingnya. Joseph yang melihat April berbaring mendatanginya. Sebenarnya Joseph sedari tadi hanya diam, karena dia sendiri juga bingung dengan yang dijelaskan Dokter Endrik, karena untuk pertama kalinya dia mengunjungi Ruangan Dokter kandungan. Biarlah semuanya diserahkannya pada Dokter terbaik rumah Sakitnya.


Suster yang bertugas menarik selimut, untuk menutupi bagian bawah April, kemudian menarik Dress April hingga dibawah dadanya, membuat perut nya yang mulus, putih dan masi rata terekspos.


Menatap ke arah Joseph, seakan Joseph mengerti arti tatapan Istrinya. Dimana dia tauh, April tidak pernah membuka perutnya didepan Pria lain, Dan Dokter Endrik asalah seorang Pria, Tapi kali ini Joseph biasa saja. Karena itu memanglah tugas seorang Dokter kandungan. " Tidak masalah." bisik Joseph kekuping April.


Lalu Dokter Endrik duduk diposisinya. " Bagaimana timbangan Ibu April Sus?" tanyaknya.


" Bagus Dok... masi dalam posisi Normal." ucap Suster.


Dokter Endrik tersenyum. " Kalau begitu, mulai sekarang Ibu April harus menjaga asupan Gizinya. Harus diperhatikan setiap makanan yang Ibu makan. Karena apapun yang Ibu April makan, akan menjadi makanan untuk Janin Ibu."


" Baik Dok..." ucap April.

__ADS_1


" Saya yang akan pastikan Dok asupan Gizi makanan yang akan dimakan Istri saya benar-benar cukup untuk mereka berdua." jawab Joseph kemudian.


" Benar pak Joseph itu sudah sewajarnya." ucap Dokter Endrik sambil mengangguk senang. Lantas Dokter Endrik mengambil Stetoskop dari Jas Dokternya untuk memeriksakan April. " Bagus... bagus." ucap Dokter Endrik. " Ibu April, usahakan untuk tidak Stress selama kehamilan ini, karena ibu hamil yang stress bisa berdampak buruk pada janin." ucap Dokter.


" Oehhh.. okey Dok tidak boleh stress ya." menatap ke April membantu menjawab ucapan sang Dokter. tatapan Joseph tentang kata stress memiliki penekanan tersendiri untuk April. April mengerti maksud tatapannya.


Joseph yang berdiri disampingnya , tampak merasa bersalah, akan hal yang baru saja terjadi pada April. karena masa lalunya, yang membuat April sampai pingsan. Joseph tampak Gugup dengan tangan terlipat dida , mencoba mencerna kata-kata Dokter Endrik barusan. semoga sajalah dia berharap membuat April jauh dari stress.


" Baiklah... sekarang kita melihat Sikecil ya." ucap Dokter Endrik.


Tanpa diperintah, Suster langsung mengoleskan Gel yang terasa dingin diperut April. Dokter Endrik kemudian meletakkan alat diatas perut April. Otomatis Alat itu menampilkan Hasilnya di Monitor. Sebentuk gambar aneh yang tidak dimengerti April dan Joseph. Joseph memajukan tubuhnya, sedikit lebih dekat untuk melihatnya.


" Kehamilan Ibu April sudah berjalan empat minggu" ucap Dokter Endrik sambil memindah-mindahkan alatnya yang diperut April. " Untuk usia kandungan ini, kita belum bisa mendengarkan denyut jantung bayi. Bisa kita ulang saat beberapa minggu kemudian. Ehmmm tapi ini." menunjuk kearah monitor " Bapak dan ibu bisa lihat ini, Ini kantung Rahim Ibu April ada dua. Waaaah... ini kehamilan Kembar, bisa dilihat pak?" tanyaknya ke Joseph.


" yang ini kah Dok?" Tanyak Joseph yang sebenarnya masi tidak menyangkah.


" Iya yang ini Pak. Ini yang satunya, dan sebelahnya. Itu janinnya sudah terbentuk." ucap Dokter Endrik.


April yang mendengarnya meneteskan air mata Haru. Tak menyangkah, sekali hamil langsung punya anak kembar. Langsung punya dua anak, susah dibayangkan.


Joseph yang menoleh keApril kembali kesebelahnya dan mengusap air mata April. " kamu lihat itu ada dua sayang, kamu mengandung dua anak sekaligus." ucap Joseph senang dan membelai rambut April.


" Iya sayang. Aku tidak menyangkah dapat dua sekaligus begini." ucapnya haru.


" saat kontrol berikutnya, kita baru bisa mendengarkan detak jantung janinnya ya." ucap Dokter Endrik kemudian menekan Tombol Print Out hasil USG.


Joseph menggenggam tangan April. Bersama mereka merasakan kebahagiaan dari sang Semesta alam.


\=\=\=\=\= **BERSAMBUNG \=\=\=\=\=

__ADS_1


MAAF LAMA UPDATE, KARENA AUTHOR KURANG SEHAT. DAN JIKA KURANG PADA CERITA DIATAS MOHON DIMAKLUMI KARENA INI YANG BISA DIPIKIRKAN OLEH SAYA.


JANGAN LUPA UNTUK VOTE YA. KOMEN, LOVE DAN LIKENYA. TERIMAKASIH**.


__ADS_2