
Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta
Tepat pukul Sembilan malam, Papa dan Mama April pun tiba di Jakarta. April yang bersama supir pribadi papanya menunggu di Terminal kedatangan. Joseph yang dilarang ikut oleh April tidak ingin membuat kesan pertama kedua orang tuanya menjadi berkurang. Biarlah esok hari menjadi momen pertama untuk Joseph melamar April didepan kedua orang tuanya.
Tak lama April melirik kearah Pintu kedatangan muncul sosok papa dan mama nya dari kejauhan. April berdiri dan melambaikan tangannya, agar terlihat oleh kedua orang tuanya.
" Mas Joko itu papa dan mama, yuk." ajaknya menghampiri Tuan dan Nyonya besar.
" Iya non." bergegas mengikuti kecepatan April.
" Paaaa..." ucap April , dengan senang terus melambai menghampiri kearah orangtuanya. papa yang mendengar suara April langsung menengok kearahnya.
Memeluk erat sang papa " Duhhh Anak papa, papa rindu banget sama kamu nak." ucap Papa April yang menghampiri putri semata wayangnya, memeluk erat dan membelai lembut rambutnya.
Sang mama juga datang memeluk anaknya " April mama juga rindduuu banget sama kamu."
" April juga sangat rindu sama kalian ma, maaf April tak punya waktu menyempatkan diri menjenguk kalian." ucapnya lalu meneteskan air mata.
" Sudah.. sudah... jangan menangis. yang penting papa dan mama sudah datang buat anak kebanggaan papa ini." ucap papa sambil tersenyum.
" Iya nak...jangan menangis. Kita harus Happy." ucap sang mama.
" Buk.. Pakk... selamat datang kembali." ucap Mas Joko sopan saat melihat temu kangen keluarga itu.
" Iya Ko terimakasih...kamu sehat kan?" Tanyak papa sambil menepuk pundak mas joko.
" Alḥamdulillah... saya sehat pak." ucap Joko.
" Ya sudah.. ini sudah malam, mari kita bicarakan dirumah saja ya." ucap sang mama.
" Baiklah.. mari kita jalan." ucap Papa
***
Tiba dirumah April... semua pekerja sudah tidak ada, sunyi, karena April melarang mereka untuk menunggu kedatangan papanya. karena sudah malam juga, alangkah indahnya yang semestinya istirahat harus benar-benar isitirahat memulihkan stamina.
Papa dan mamanya pun langsung beranjak ke kamar mereka untuk beristirahat.
April yang tidak memegang ponselnya sedari tadi karena hanya fokus kepada kedua orang tuanya, jadi lupa sama Joseph. April pun mengambil Ponselnya, dilihatnya noftidnya sudah ada 10 panggilan tak terjawab dari Joseph. " Gilaaaa 10???" Terbelalak melihat notif sang kekasih. belum lagi melihat pesan singkatnya yang belum d bacanya. Bukan tak ingin membalas, waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Besokla lebi baik.
***
" Selamat pagi mam.. pa." ucap Joseph yang menghampiri kedua orang tuanya.
" Pagi Jos." Ucap Papa.. " duduklah, nikmati sarapab pagimu."
" Pagi Jos..senang amat." Timpal mama.
"Iya ni ma... Papa dan mama April udah di Jakarta loh." Jawab Joseph dengan mata berbinar.
" Oyaaaaaaaaa..." ucap Mama senang.
" Astaga lebar amat tuh mulut ma, kayak mulut Buaya." ucap Joseph, mamanya pun sigap menutup mulutnya.
" Kamu ituh Jos yang Buaya, Buaya Darattttt " Kesel mamanya.
" Sudah-sudah, makanla dulu, habis itu kita bicarakan." jawab papa memisahkan Tom and Jerry.
Joseph pun menikmati hidangan paginya dengan tenang, tapi mata mamanya tetap melekat melirik pandanganya ke Joseph. Joseph yang tauh sih mama meliriknya juga ikut melirik dan malah ngoceh gak jelas. Si papa yang melihat aksi anak dan mama itu hanya menggelengkan kepalanya.
Selesai urusan makan pagi, mereka pindah keruang tamu keluarga. Ngeteh atau ngopi pun menjadi aktivitas biasa bagi mereka.
" Gimana Jos? Sudah ketemu sama calon besan?" Tanyak mama.
" Belum mam.. tiba di Jakarta tengah malam, hari ini kemungkin Jos ketemu." Jawabnya dengan meneguk segelas Teh.
" Wah.. udah siap kamu? ketemu sama papanya April? Sudah siap minta ijin?" Tanyak papa lagi.
" Iya pa... harus siap dong. Udah ngebet nih pa."
Mama yang mendengar langsung memotong dan menjabwab.
" Ngebet apa????" Tanyak mama
" Ya ngebet Nikahlah mam.. bukan itu juga kemauan mama, biar dikata sama Ibu-ibu sosialita mama tuh, iiii jeng..akhirnya anaknya jeng laku juga ya. Iii Jeng.. anak gantengnya Nikah juga." sambil menirukan gaya emak-emak ngomong.
Sipapa yang melihat tingkah anaknya itu pun Terbahak gelik. Mama nya juga tak tahan melihat sikap si Joseph melempar bantal sofa kearahnya.
" Kamu tu yah... bisanya ngejek mama aja."
" Lah bukan ngejek mam... itu kan fakta, dari dulu teman-teman mama kalau lihat Jos matanya udah kayak mata ikan Hiu, teruss sibuk mau jodoh-jodohkan Jos sama anak mereka, emangnya Jos dipikir lelangan."
" Kok kamu jadi merepettt sih..." ucap mama Kesel.
" Bukan merepet mam... cuma esmosi aja." membela dirinya.
" sudahla.. kalian dua ini anak mama gak perna serius, bejanda mulu sih."
Langsung melirik ke Papa " Becanda kali pa." ucapnya kesal.
" Ow iya itu maksud papa ma, kepleset lidahnya."
Joseph hanya tertawa... keluarga yang aneh.
" Ya sudah Jos... nanti kamu harus berikan yang terbaik didepan kedua orang tuanya April. Yakinkan mereka kamu bisa menjadi pendamping yang terbaik untuk anaknya, kalau gagal jangan bersedih, karena biasanya tuh, anak Tunggal susah dapatkan restu orang tua, apalagi anak cewek satu satunya." ucap Papa
" Agh papa jangan buat Jos ngedown dong."
" Bukan seperti itu nak.. papa cuma mau mengingatkan saja. kalau dari segi materi kamu pasti lulus. Kalau ketampanan okeyla gak kalah jauh dari papa." Dua orang itu langsung melirik ke papanya. " Cuma orang tua pasti punya penilaian kusus kan untuk anaknya."
" Hemmm benar itu kata papamu." ucap Mama.
" Baikla.. akan Jos siapkan yang terbaik."
" Good Morning semuanya." ucap Clarisa yang datang bersama suamianya Reza.
Semuanya menatap kearah suara.
" Hey.. Morning." ucap mama
__ADS_1
Reza dan Clarisa menghampiri papa dan mama serta adiknya. Memberi salam dan menicum mama dan papa.
" Hallo bro.." ucap Reza.
" Halo juga bro, lama gak keliatan" ucap Joseph dan tersenyum.
" Iya... nih ngurusin perusahaan cabang." ucap Reza dan ikut duduk disamping Joseph.
" Gua da lihat perusahaan kak Reza lagi diatas nih."
" Ngejek dia pa..." ucap Reza menatap ke papa.
" Hahaha.. kok ngejek sih. Kan lagi booming tuh perusahaan Kosmetik kak Reza banyak yang berminat kerja sama."
" Iyaa.. tapi kan masi jayanya perusahaan lo Jos. sama itu tuh.. calon istri. Perusahaan besar bergabung menjadi satu induk perusahaan terbesar di Asia."
" Agh.. kak Reza bisa aja. " ucap Joseph merendah.
" Gimana kabar April Jos?" Tanyak Clarisa.
" Baikk.. dia sangat baik kok." ucap Joseph.
" Jadi kapan kalian menikah?"
" Sabar dong kak... hari ini aku mau jumpa papa mamanya yang baru pulang dari Sydney. Doain ya... ketrima."
" Udah belajar kamu?" Tanyak Clarisa dengan mata tajam
" Belajar? Belajar apaaan? kayak mau ujian aja." ucapnya heran.
" Iya.. kan kamu sendiri yang bilang doain biar keterima, mau nyoba CPNS kan?" Ucap Clarisa gak jelas. smuanya pada tertawa.
" Sial gua ngomong mamak bunting ini."
" Sabar bro...biasa dia mah gitu." ucap Reza.
" Sekalikali bawak April dong jalan sama kakak." ucap Clarisa.
' Iya.. sama mama juga, kan bisa nyalon bareng, nemani mama belanja, nemani mama arisan, kan mama juga mau."
" Sabar ya semua... pada nunggu antrian." ucap Joseph.
" Kayak nunggu jatah aja ngantri."
***
Dikamar mandi April dan mamanya berendam bersama pagi itu. sang mama sudah lama sekali jauh dari anaknya. Digosoknya Badan April yang didepannya, dibelainya rambutnya, mengingat masa kecil April. " Kamu sudah dewasa sayang." ucap Mama Haru.
" Iya ma... sudah tua masi mau mandi sama mamanya." Jawab April yang tak tauh mama meneteskan air matanya.
" Dulu mama.. susah sekali mendapatkan kamu nak. Berkali kali mama keguguran, akhirnya dapat kamu itu rasanya kesenangan yang luar biasa untuk mama dan papa. Tapi sekarang.. anak kecil mama sudah besar, mandiri. Mama bangga sama kamu."
Hanya mendengar cerita si mama.. April dengan bersyukur masi bisa menikmati sentuhan Tangan lembut mamanya.
" Nanti kalau sudah jadi Istri orang harus pintar ya nak, jangan mengecewakan suami, mertua dan iparmu. Jadilah Pribadi yang baik, walaupun kamu nanti tak serumah dengan mereka. harus sering-sering mengunjungi ibu mertua. Itu poin penting." ucap mamanya.
" Hehehe mama... iya pasti akan April ingat."
" Itu ma... waktu April putus sama Rendy, gak sengaja April tabrak mobilnya. Gak sengaja sih ma."
" Astagfirullahaladzim" ucap mama Kaget " Jadi... mobilnya gakpapa nak?"
" Loh kok mobilnya diluan yang ditanyak ma? Anak mama dong."
" Ya kan kamu gakpapa buktinya kamu bisa jadian sama yang punya mobil, gimana sih." ucap Mama
" Oiya ya ma hahaha.. iya mobilnya penyok, mau tak ganti yang baru dianya gak mau, malah minta dibenarin. Itu gara-gara si Rendy ma.. kemarin ketahuan selingkuh, berduaan dikamar dengan si Lina " ucapnya panjang lebar.
" Yasudah... sekarang kamu kan sudah nemukan yang lebi baik, harusnya bersyukur." ucap mama lagi.
" Iya sih ma.. malahan April bersyukur, Joseph itu kayak papa ma, perlakuannya ke april kayak papa ke mama." ucapnya yang tidak ingin memperjelas perlakuan buruk Rendy yang ingin memperkosanya.
" Syukurlah.. pasti papa setuju."
" Benarkah ma?" ucap April langsung melihat kearah mamanya.
" Pasti nak..." ucap mama dan menyentuh hidung April dengan jari telunjuknya.
Mereka pun bergegas menyelesaikan mandinya. Dulu April paling senang mandi bareng sama mamanya karena memang mamanya suka sekali menggosok tubuhnya putrinya yang selalu dianggapnya masi kecil. Hingga sekarang sebelum menjadi Istri orang, dia masi ingin menikmati sentuhan lembut soerang ibu yang sudah merawatnya.
" Pa..." ucap April yang menghampiri papanya di taman rumah dengan santai membaca Koran
" Hemm.. ada apa nak?" ucap papa. "Dudukla dulu."
"Paa... mama sudah cerita?"
" cerita apa?" Tanyak si papa.
" Itu pa... " ragu ragu " Ituu.. tentang... lamaran"
Papanya langsung menutup korannya, menatap putrinya dan meneguk kopinya.
" Kenapa lamarannya?" ucap papa sengaja membuat anaknya tegang.
"Agh papa.. kata mama udah cerita." ucapnya manyun.
" Sini sama papa..." ucapnya menyuruh mendekat.
" Kamu sudah ada yang lamar ya?" Tanyak papa yang memeluk anaknya.
" iya pa.. ini." ucapnya menunjuk Cincinya.
" Kamu sudah yakin sama dia?" Tanyak papa lagi dengan lembut
" Sudah pa." sambil menganggukan kepala
" Apa yang membuat kamu yakin dengan nak Joseph." tanyak papa lagi.
" Ya...karena Jos itu seperti papa." ucapnya lagi.
__ADS_1
" Benarkah? emangnya papa dimata kamu sperti apa?"
" Super Hero. Papa dan Joseph itu sama-sama bisa diandalkan dalam hal apapun, perhatiannya, ucapannya, Tanggung jawab, perlakuan Jos ke April tuh kayak papa ke mama. Itu yang membuat April percaya Joseph bisa jadi pendamping hidup April pa."
Papa nya berpikir sejenak " Benarkah? bagus dong kalau seperti itu, papa bisa melepas gadis kesayangan papa ini." ucap papa dengan memeluk erat punggungnya.
" Serius pa?" Tanyak April kaget dan tak percaya.
'Iya... serius, kapan papa bohong?" Dengan senyum melihat putri kesayangannya senang.
" Agh papa.. Terimakasih pa." ucap April dan memeluk Papanya dengan erat.
'Iya... asal anak papa bahagia pasti papa lakukan. Kelak kamu harus menghormati suami mu ya nak. Harus pintar melayani suamimu." ucap papa
" Iya pa.. akan April ingat nasehat papa."
" Terus kalau kamu menikah, gimana perusahaan kamu? apa masi mau bekerja?"
" Masi belum kepikiran pa." ucapnya bingung.
" Papa lihat biografi calonmu itu pengusaha kaya raya, apa mungkin dia ijinkan Istrinya ngantor?" Tanyak papa lagi
" Benar juga pa.. tapi Joseph tidak perna menanyakan itu ke April pa."
" Ya sudahla, itu keputusan kalian berdua. Ingat apapun nanti keputusan suami kamu, kamu harus menghormatinya. Kamu paham?" Tanyak papa.
" Siap pa..." ucapnya senang.
" Ya sudah... jangan lupa undang Nak Joseph malam ini. Papa mau lihat gimana tampang bocah yang bisa merebut hatinya dari papa." ucap papa becanda.
" Iya pa.. Baiklah." Dengan senyum senang.
***
My Love : Sayang... papa mengundang kamu untuk makan malam dirumah.
Bunyi pesan April ke Joseph. Joseph membacanya lalu berdetak kencang jantungnya.
Astaga benar juga dugaanku bakalan ketemu sama calon mertua.
Tak menunggu lama April mendapatkan balasan dari Joseph
Pria Angkuh : Apa kata papa kamu sayang? Apa dia setuju denganku?
April tersenyum dan merasakan Joseph yang mulai penasaran lalu membalasnya.Joseph langsung membacanya.
My Love : Papa mengjak kamu makan malam , sekalian papa ingin melihat kamu.
April pun menerima balasannya.
Pria Angkuh : iya maksud aku tuh, kamu pasti sudah cerita tentang aku ke papa mertua, jadi menurut kamu papa kamu setuju gak denganku? kasi tauh dong akukan pernacayan.
April semakin tertawa dan langsung membalas.
My Love : Penasaran kale.... masak percnacayan. Sudah tidak usah dipikirkan kemari entar malam jangan terlambat, persiapkan saja dirimu.
Kesal rasanya membaca chat terakhirnya. Menarik nafas lalu membuangnya. " sabar Jos.. ini cuma ujian hidup."
***
" Wahhhhhhhhh... ganteng sekali anak mama." ucap Mama yang melihat Joseph sudah turun.
" Gilak... kayak cover majala kelinci." ucap Reza
" Sial lo bro.. gini cakepnya lo kata gua Playboy."
Terkikik Clarisa mendengarnya.
" Adek gua tampannya memang diatas rata-rata. Lo udah baca mantra gak? biar di restui."
" Emang gua Mbah dukun komat kamit, pakek mantra segala."
" Kalian inii.. jangan menggoda terus, gak kalian liat tuh mukanya, katanya aja ganteng diatasa rata-rata, muka ketakutan begitu gimana mau dapat restu." ucap papa
" Papaa... dasarrr sama aja kalian semua nih.. bagusan gua berangkat dari pada berlama-lama gak jelas." ucapnya langsung berjalan keluar rumah. Lalu menunggangi Ferari Hitamnya.
***
Sesampainya dikediaman Keluarga April. Joseph yang turun dari Mobil sangat Nervous, gugup. Ditariknya nafasnya dalam dalam. Lalu dia berjalan dan disambut Oleh pekerja rumah April.
" Selamat datang Tuan Joseph." ucap mbak Marni pelayan saji rumah itu, denngan senyum-senyum menatap Pria tampan itu.
" Iya mbak...terimakasih."
" Silahkan masuk Tuan, Non April, bapak dan ibu ada diruang Tamu." ucapnya.
" Ha.. okey mbak.. saya masuk." ucapnya lalu melangkah dengan mencoba santai.
Memasuki ruang tamu April yang melihat kedatangan calon suami yang yang sangat tampan itu merasa bahagia.
Tampan sekali dia pangling aku jadinya.
Melayangkan senyuman ke Joseph yang sudah tiba diruang Tamu.
" Selamat malam Om... " ucap Joseph sambil memberikan salam santun ke keningnya.
" Ouh malam.. ini ya nak Joseph?" ucap papa
" Iya.. perkenalkan saya Joseph om, calon mantu om" ucapnya tegas.
Sipapa hanya senyum melihat keberanian anak itu. lalu dia pindah ke arah mama April.
" Selamat malam tante. " ucapnya sopan dan memberikan salam.
" Malam nak Joseph." ucap Simama dengan senyum.
" Silahkan duduk... ucap Mama ke Joseph."
" Jadi.. maksud kedatangan kamu ngapain" ucap papa menangkap ketegangan Joseph.
__ADS_1
" Lah papa.. baru juga duduk." ucap si mama..
Bersambung...