
Sun Resort, Seminyak Bali
Keluar dari Kamar Resort April dan Joseph menuju ke tempat acara untuk resepsi mereka. Setibanya mereka melihat kearah lokasi penuh dengan kagum, warna biru dan putih menghiasai setiap meja dan Kursi, dihiasi dengan Bunga-Bunga. Pandangan Alam yang menguntai indah pun melengkapi Tema Beach Party untuk resepsi mereka.
" Sesuai keinganan kan sayang?" Tanyak Joseph.
April pun berbalik dari pandanganya kearah Joseph
" Iya sangat pas... benaran sesuai konsep kita."
" Syukurlah... nanti kita disini." berjalan kearah April dan menarik tangan April merangkul pinggangnya dan mulai berdansa " Kita akan berdansa seperti ini."
April mengikuti irama tubuh Joseph yang memeluknya erat dan tertawa " aku tidak berdansa sayang, dan belum pengalaman untuk berdansa."
Joseph pun memalingkan wajahnya ke wajah April " Tidak perlu pengalaman. Ikuti saja gerak suamimu ini, pasti kamu bisa menyeimbangkan. Mari kita coba."
Mereka berdua mencoba berdansa, kekiri, kekanan, memutar, lalu kedepan, kebelakang, dan mundur lagi.
Tanpa irama musik mereka seperti sudah menguasai suasana yang disana ada seluruh tamu undangan.
" Lihat... kamu bisakan..." ucap Joseph tersenyum kearahnya.
" Iya... benaran bisa. Semoga besok aku tidak gugup." Jawab April sedikit pelan.
" Kamu pasti bisa.. karena ada aku disampingmu." menarik tangan April dan memeluk tubuhnya dengan lembut. Tak lama menatap lagi ke wajahnya.
" I love You sayang." dan mencium bibir April dengan pelan. April pun membalas ciuman suaminya. Perlahan hingga Joseph melumat bibirnya.
Suara langkahan manusia pengganggu gak tau diri dan tidak melihat suasana lagi panas-panaspun tak didengar oleh Joseph dan April sangkin menikmati ciuman itu. Pengertian dikit kek ya kan?
" ASTAGAAAAAAAA... Kalau mau bermesraan jangan didepan umum dong. Aku kan pengen" ucap Carlo dengan nada dibuat buat terkejut dan histeris.
April yang mendengarnya langsung malu, wajahnya pun memerah. Gak sangka ternyata manusia yang satu ini dilupakan mereka sebagai supir mereka diBali yang dipercayakan Joseph.
Joseph membuka sepatunya dan melemparnya kearah Carlo " Setannnn Lo gak liat apa? kita lagi menikmati suasana. Pengertian dikit apa, Biasa emang Jomblo sirik lo!!!"
Carlo pun menghindar dari lemparan Joseph yang hampir mendarat kemukanya. " Hahahahah... dasar otak lo mesum Bro... entah kenapa April mau sama lo pekok."
Joseph pun berlari untuk mengejar Carlo ditempatnya. Dengan terpincang tanpa alas disalah satu kakinya. Tapi nihil.. Carlo sudah berlari diluan masuk kedalam Resort. sambil berkata " hahaha Gua tunggu di parkiran... Byeeee." lari sekencang mungkin.
Joseph kesel dia..." Memang anak Setan tuh si Carlo.Ganggu ajaaaaaa." mengambil sepatunya.
April hanya tertawa... sampai kapan dua manusia itu bisa akur dan setidaknya malu dengan umur, udah 30 Tahun tapi kayak anak-anak.
Joseph melihat April dan mengangkat satu alisnya " Kenapa kamu tertawa? Bukankah tadi kamu malu?"
" Iya hahah..kalian dua itu gemesss amat sih. kayak anak-anak tingkahnya."
" jangan tertawa lagi.. aku lagi kesel sama dia tuh. suka banget mengganggu acara orang."
April menghampiri Joseph " Ya sudah... jangan merajuk dong gitu aja, kan namanya juga dia Jomblo, apa lagi yang mau dia lakukan. Yukss... kita ke Hotel Wijaya." ucapnya membujuk.
Mereka pun berjalan masuk kedalam Resort menuju Parkiran. Gimana gak kesal coba? Lagi terbawak suasana juga malah di diganggu.
***
Dimobil dalam perjalanan lagi, kali ini Joseph yang menyetir dia menyuruh April duduk disebelahnya dan Carlo dibagian kursi penumpang.
Mereka hening sejenak. cuma butuh 15 menitan menggunakan Mobil mereka tiba dihalaman Hotel punya Joseph.
" Besar banget Hotel yang disini ya sayang?"
" Iya lebi besar dari yang di Jakarta sayang. Di Bandung juga ada sama percis seperti yang disini."
Carlo yang berdiri disamping April juga ikut nimbrung " Gitula enaknya punya teman Seorang Direktur, pemilik Hotel, kemanapun aku berjalan bisa menginap sesuka hatiku." ucapnya melirik Ke Joseph.
" Di Otak lo Gratisan aja" menarik tangan April " yuk kita masuk, pasti sudah pada menunggu. Kita langsung ke ruangan Ballroom mama dan papa sudah memesan makan malam untuk para tamu undangan."
Mereka berjalan bergandengan tangan. Carlo jadi sirik melihat mereka " Aku mau juga dong Jos digandeng " memberikan tanganya ke Joseph.
April tertawa Carlo ini memang sangat usil ada aja yang bisa dibuatnya candaan.
" Gandengan aja sama SETAN!!! Makanya otak dipakek waktu gua Jomblo lo suru gua kawen nyatanya lo datang benaran gua kawen nah lo mau sampe kapan ngejomblo, percuma lo udah kaya benaran tapi masi ragu mencoba hubungan baru." Merepet si Joseph tanpa melihat ke wajah Carlo.
" Iya Tuan Joseph.. kalau udah ada yang pas gua juga gak akan Jomblo"
" Banyak alasan lo... nanti jumpa sama mama kenak repet lagi lo baru sadar."
sambil terus mengandeng April yang tidak mau ikut campur dengan cerita dua sahabat itu. hingga masuk kedalam lift. Mereka pun mulai hening.
__ADS_1
TINGGGGGG...
Pintu terbuka dan dengan elegannya mereka bertiga berjalan ke arah Ballroom tepat didepan pintu Joseph membukanya dan menggandeng tangan April masuk kedalam diikuti Carlo . Semua mata memandang kearah mereka.
Mama Joseph yang tauh langsung berdiri menyambut kedua anak mereka " Hallo sayang... gimana kabarnya? Malam pertamanya gimana lancar?" Tanyaknya sambil memeluk dan berbisik ke Joseph.
" Mama... malu didengar orang ah."
Mama purak-purak gak mendengar Joseph lalu berpindah arah ke April " Halo anak mama yang cantik... sehat kamu kan sayang? Gimana anak mama ini sangat liar kan."
Tertawa gelik April memblasa cipika cipiki dan pelukan mama mertuanya " Sehat ma... ia liar kayak uget uget ma."
Mama Tertawa mendengar jawaban mantunya kembali mama membelai rambut April... " Sehat-sehat terus ya nak... jangan sampai kelelehan." ucapnya memandang wajah April.
" Terimakasih ma." jawabnya senyum.
" Itu mama dan papa kamu sudah menunggu." ucap mama Jos tersenyum
" Iya ma..." berjalan kearah papa dan mamanya yang sedari tadi sudah tersenyum dari kejauhan.
Saat menatap kebelakang Joseph mama Joseph melihat Carlo " Heyyyyy Carlo... apa kabar anak tak sedarah tante" memeluk Carlo.
Joseph tertawa melihat aksi mamanya itu.
" Hallo mama angkatku yang super duper cantik dan tetap awet muda bak Artis Korea. anakmu ini sehat selalu ma.. " ucapnya membalas pelukan sang mama
" kamu sudah besar nak.. mana calon mantu mama?"
" Hehehe..belum ada ma." ucapnya terkekeh.
mama pun memukul bahu Carlo " Makanya jangan main-main aja kerja kamu. Buruan susul Jos." ucap mama penuh penekenan.
" Okey Siap bos..." ucapnya menghormat. Papa Joseph ketawak lalu dia pun menyambut Carlo yang mendatanginya dengan salim sopan Carlo memberikan salam.
" Jos sapa tamu kamu semua sebelum memulai acara jamuan makan malam." ucap papa.
" Baik pa..." Joseph berjalan keatas mimbar yang memang sudah tersedia. untuk menyambut seluruh Keluarga, sahabat, teman, pembisnis dari luar Negara , Direktur perusahaan, pemegang saham, pejabat tinggi semua yang hadir memenuhi undangan. Kali ini Resepsi diadakan tertutup tanpa Awak media, agar menjaga privasi tamu undangan.
Aldi yang sudah memantau semua kemanan sebelum ditugaskan dia sudah bekerja lebih awal. mengecek kesiapan segala urusan para tamu undangan sisanya dikerjakan para anggotanya.
" Baik para hadirin semua yang saya hormati, Before Heading To Dinner ijinkan saya mengucapkan Terimakasih atas kehadiran kalian semua. Disini kita akan menjamu makan malam kusus untuk semua tamu. Terimakasih."
Semuanya pun bertepuk tangan. Joseph turun dan berjalan kembali kearah tamu undangan dan sedikit membungkukan badannya setiap melihat tamu penting mereka.
Mendekati April Tante Nita berkata ke April " Ini hotel milik suami kamu juga ya Pril?" Tanyaknya dengan senyum kepura-puraan.
" Hah.. oiya tan... ini juga milik Jos. Resort untuk resepsi juga milik Jos tan " sekakian saja dari pada entar ditanyaki mulu.
Citra yang disitu pun memandang ke Arah April. Dari dulu dia juga punya rasa sirik melihat kehidupan April yang beruntung karena papa dan mama April juga sukses berbeda dengan keluarga Citra yang hanya punya papa bekerja jadi pegawai kantoran. Meski tidak berkekurangan, matanya sakit dengan April yang hidup berlebih. Padahal April biasa saja. Tidak pernah pamer dengan kemewahannya.
Sedangkan Herry terkadang saat memandang April dia menyunggingkan senyum tipis. Mengagumi dia dalam diam. Rasa sukanya dia ke April tak terbalaskan karena dia tauh April mengagap dia Kakaknya. Kakak sepupu lebih tepatnya.
" Enak banget hidup kamu ya Pril. Tidak bisakah kamu membantu Citra mendapatkan lelaki kaya seperti suamimu? Sepertinya disini banyak keluarga dari suami kamu yang masi Single dan juga teman-teman pembisnis kalian semua. Setidaknya bantula Citra Pril bekerja di perusahaan kamu atau Joseph." ucapnya lagi.
" Hah... Tante maaf... untuk penerimaan kerja kita sudah menerapkan sistem lamaran kerja dan mencoba. Kalau tante mau Citra boleh ngelamar mengikuti prosedur perusahaan." ucapnya sopan.
Dari kejahuan Joseph bisa menebak apa yang terjadi pada istrinya, tatapan kesal April dia sangat paham situasi macam apa yang lagi dihadapi Istrinya. Tapi dia yakin istrinya mampu mengatasinya, karena tidak enak keluarga besar semua berkumpul, jika Joseph Ikut campur apa kata mereka.
" Tante.. benar yang dikatakan April. Jangan memaksa lagi Tan..Biar Citra berkreasi sendiri dengan Talenta yang dia punya." ucap Herry yang juga semakin kesal melihat paksaan tante Nita. April pun menatap ke Herry, dan mereka saling memandang , dengan senyum kecil dia berikan ke Herry.
" Iya Nita.. jangan bikin malu la. Lihat mama dan papa April disitu juga tamu mereka. Jangan buat onar." ucap tante Merry.
" Kalian ini kenapa sih. apa salahnya mencoba!!!" ucapnya meninggi. " kamu lagi Herry masi anak-anak sudah berani menasehati saya!.'
" Sudah-sudah ma... malu ah. duduk saja. Gak sa ditanggapi ya nak April." ucap Om Bambang yang tak kala malunya. Sebenarnya dia juga takut dengan Istrinya.
Citra pun akhirnya bangkit dari kursinya merasa malu dengan perbuatan mamanya. Tapi jengkel juga mendengar Jawaban April dan pembelaan Herry. " Sombong banget dia. Sementang kaya raya!" ucapnya ketus sambil berjalan keluar.
***
Makan malam pun berjalan dengan baik. April keluar sekedar menghirup udara segar. Dari kejahuan Herry melihatnya.
sangat cantik. aku suka dengan senyumnya yang menawan.
Dia pun menghampiri April " Hallo " ucapnya membuyarkan Lamunan April.
" Hey.. kak Herry , gimana sudah kenyang?"
" Sudah.. sangat kenyang. Jamuan dari suami kamu memang enak" ucapnya basa basi.
__ADS_1
" Syukuralah kalau suka."
" Gimana... apa kamu bahagia menikah dengan Pria itu?" Tanyaknya sedikit ketus.
" Ahg... namanya Joseph kak."
" hah.. iya Joseph."
" Aku sangat bahagia bisa menjadi pendampingnya. Pria yang bisa membuatku bahagia dari segi manapun." ucapnya dengan senyum.
" Aku sangat senang.. jika kamu bahagia." ucapnya dengan tatapan penuh cinta.
Dari kejauhuan Joseph yang lagi mencari cari keberadaan Istrinya yang memang ditinggalnya untuk menyapa para tamu dari luar Negeri itu sadar tidak adanya keberadaan istrinya di ruangan. saat hendak berjalan tak lama seorang wanita memanggilnya.
" Jos? Is That You?"
Joseph pun memalingkan tubuhnya melihat kearah suara.
" Heyyyy... Oh my God Anggreni! Yes, It's Me! ucapnya mendatangin wanita itu. " Kamu datang juga ya? astaga aku gak nyangka... undanganku bisa sampai ke kamu." menjabat tangannya.
" Iya..aku dapat dari kak Risa." ucapnya dengan senyum.
" Sorey... aku minta maaf bangettt bisa sampe lupa." ucapnya lagi.
" No Problem, Yang terpenting aku bisa melihat kamu langsung. Istri kamu sangat cantik." ucap Anggreni senang.
" Ow.. Thank You... aku bersyukur punya dia." Dengan menyunggingkan senyum.
" Yes. I see." Jawab Anggreni senang. " Kamu juga sangat tampan Jos berbeda waktu sekolah dulu ya."
" hahaha... jelas bedah dong."
" Iya dong.. sekarang jadi Bos besar juga."
" Hahaha.. ya gitula.oya sudah ketemu sama orang mama?" Tanyaknya.
" Belum... Jos... aku sungkan karena banyaknya tamu kalian. Istri kamu juga Bos besar ternyata pantesan aku sedikit bingung banyaknya orang asing "
" hahah.. ya sudahla mari aku bawak ketemu sama orang mama."
Anggreni mengiyakan tapi joseph kembali menatap ke Istrinya yang ditemani Herry. Dia akhirnya mengambil Ponselnya.
" Al..."
" Iya Pak." Jawab Al.
" Tolong kamu pantau sepupu Istriku, jangan sampai ketauan. Aku tidak mau sepupunya dekat-dekat Istriku." Ucap Joseph berbisik.
" Baik pak."
Joseph pun melangkah masuk kembali bersama teman Sekolahnya dibangku SD. Juga tetangga mereka dulu sewaktu mereka di Bandung. Jangan salah tanggap, Joseph hanya menganggapnya teman gak lebih. Walaupun dulu mamanya suka sekali menjodohkanya barengan dengan mamanya si Anggreni.
***
Dari kejauahan Aldi memantau April dan Herry.
" sibos pencemburu amat. Padahal ibu April biasa aja. gak ada gerak gerik mencurigakan. cuma berbeda memang dengan Herry pandanganya ke Ibu April berbedah. Benar juga sih kalau Bos takut dia macam-macam sama buk April." ucapnya sendiri.
Dari sisi lain Aldi malah melihat teman seperjuangannya Linda ketawa ketiwi sama seorang Pria. " Lah itu sih congek... ngapain dia ma cowok. kayak gak asing. Siapa ya..." berpikir sejenak.
" Itukan Tuan Carlo. Agh... gawat ini si Linda. Sahabat bos pun diembat. haduh... aneh-aneh saja itu anak." menggelengkan kepala.
DDRRRRTTTTT.. ponselnya bergetar.
" Iya pak.." ucap Aldi.
" Gimana Al?"
" Sejauh ini saya lihat ibu April biasa aja pak. cuma ya saya memang curiga sama sepupu ibu April, sepertinya perhatian gitu sih pak. suka curi pandang sama Ibu April."
" Benar dugaan saya." ucap Joseph.
" Tapi pak.. maaf... saya cuma mau ingatin jangan gegabah pak.. ini hari besarnya pak jos. maaf bukan mau menasehati bapak."
" Emang saya mau ngapain Al? kok kamu takut?"
" Lah.. bukannya bapak mau " dipotong oleh Joseph
" Saya cuma mau tau itu si Herry dekat-dekatin Istri saya. cuma itu. gak lebih. Yasudahla." dia mematikan Ponselnya.
__ADS_1
***
Bersambung....