
Membawakan kado terindah untuk sang ponakan pertama. April dan Joseph membelikan area beramain didalam kamar untuk anak cewek. April dan Joseph berangkat ke Bandung pagi itu dengan pesawat terbang.
Walupun hamil muda, tubuh April tidak selemah seperti sebelumnya. Karena setelah kontrol kemarin, Dokter memberikannya Suplemen kehamilan. Dan sebelum mereka terbang ke Bandung, Joseph sudah menghubungi Dokter kandungan April dan diijinkan untuk terbang asal tubuh April feed.
Sudah berapa hari juga, mereka tidak ngantor. Semenjak dari ketahuan April hamil mereka dua mengatur cuti bersama. Sekarang menikmati masa berduan bersama.
Beberapa jam kemudian meraka terbang, tibalah mereka diBandara dan dijemput oleh supir Clarisah. Menembus jalanan Bandung, April dan Joseph menatap indahnya Kota Bandung itu yang penuh pepohon rindang berwarna hijau, bunga yang bermekaran tumbuh di penjuru Kota.
Mata mereka disuguhi dengan indahnya pemandangan Di Bandung. Setidaknya ini adalah liburan bagi mereka berdua. Mereka pun tiba di perumahan Elit kediaman Clarisa dan Reza.
" kamu tidak capek kan?" Tanyak Joseph.
April menggelengkan kepalanya ."Tidak..tenang saja sayang." ucap nya ke Joseph.
Bersama mereka masuk kedalam rumah yang sudah disambut hangat oleh para pekerjanya. Dan tentu saja, mama kepoh yang sudah tidak sabaran melihat April.
" April... sini sayang." Ucap mama memanggil April. Lalu April tersenyum memberikan salim dan mencium mama mertuanya.
" Halo ma." Ucap Joseph juga memberikan salam dan mencium mamanya. Sedangkan sipapanya lagi sibuk menggendong cucunya dikamar Anak.
" sini saja, dudukla. Clarisa masi tidur. Semalaman dia tidak bisa tidur karena anaknya nangis." Ucap Mama.
" Agh... benarkah akan seperti itu?" Tanyak Joseph tak percaya.
" Ya benar dong, kan mama juga yang bantu jaga. Mertua Clarisa tinggal di Singapore jadi belum bisa datang, mama dan baby sitter gantian, dulu kamu tukang nangis, gak bisa buat mama tidur sedikitpun. Ternyata besarnya Resek. Pantesan ya." Ucap mama memulai pertandingan sengit.
" Mam.. jangan gitu dong ngomongnya. Ada istri aku ini. Gak enak dong, mana anakku dengar juga nanti malah ngikuttt Daddynya." Ucapnya sedih.
" agh kamu ini, sudah sana cuci tangan kalian nanti oleskan cairan anti septik baru memegang si bayi ya. Sekalian sapa papa kalian." Ucap Mama.
Joseph protes dia. " Dih.. mama tadi katanya suruh duduk, nah sekarang disuruh lagi berdiri, baru juga nempel bokong ini." Seru Joseph.
Lantas April lebih memilih berdiri untuk melihat anak Clarisa, sesuai tujuan mereka dan menyapa sang papa mertua.
" Lihat Istri kamu saja sudah berdiri, kamu ini protes aja. Mama Tabok mulut kamu itu, kemarin ngatain mama lagi." Ucap mama.
Joseph terkekeh, mamanya masi dendam dengan omongannya. " Parah... ingatan mama masi jituh, walupun sudah tua." Ucap Joseph kemudian berdiri mengejar istrinya.
Mama tidak bisa berkata-kata lagi melihat tingkah anaknya yang satu itu. Mama pun beranjak ke Dapur ingin membantu mempersiapkan makan untuk anak dan mantunya.
" Halo pa." Sapa April.
" Heeyy halo nak.. sini silahkan masuk." Ucap papa mertua.
" Halo pa." Ucap Joseph kemudian masuk mengikuti April memberikan salim kepapanya.
__ADS_1
" Lihatla dia baru saja tertidur usai minum susu."
" Hebat dong papa bisa jaga sikecil." Ucap Joseph.
" Kamu aja dulu papa jagain." Ucapnya papa.
" Dih... kenapa asik aku aja sih yang papa sama mama katakan."
" Memang benar... Clarisa waktu bayi sangat baik budi Jos, tidak suka menangis."
" Iyalah pa... aku tuh memang cengeng ya."
" Walaupun cengeng... besarnya kan baik budi sayang." Ucap April tersenyum kearahnya.
" Aghhhh... aku kan jadi senang dengarnya."Jawab Joseph manja.
April tersenyum lagi " Oya pa siapa namanya?" Tanyak April berjalan kebox bayi. Dengan tatapan penuh kehangatan April menatap Bayi yang masi polos.
" Namanya Clayren " ucap si papa.
" Nama yang indah, cantik seperti dirinya." Ucap April. Joseph pun menghampiri juga, memangdang wajah polos Bayi dari kakaknya. Keponakannya yang cantik seperti kakaknya.
" Hidungnya mancung banget kayak Kak Risah." Ucap Joseph.
" Syukurnya kalian semua pada mancung." Ucap Papa. " April kamu juga jaga kesehatan kamu ya nak, Hamil pertama itu sangat rentan. Jangan terlalu kecapekan."
" Iya sama-sama nak. Papa tinggal dulu ya, papa ngantuk." Ucap papa meninggalkan ruangan.
Saling memandang penuh cinta, Joseph jadi manja ingin memeluk istrinya, pengen ngobrol sama anaknya. Tapi tidak bisa suka-suka kayak dirumahnya sendiri.
" Sudah bisa bayangkan bagaimana kamu nanti jadi seorang Daddy Sayang?"
Joseph tersenyum. " Sudah dong.. aku sudah siap untuk menggendong dua bayi sekaligus. Akan aku tunjukkan, kehebatan seorang Ayah." Ucap Joseph.
" Wow... Kita tidak salah pilih ini nak. Punya Daddy yang kuat dan tampan lagi." Ucap April pada perutnya.
Tiba-tiba Clarisa datang dari belakang.
" Heyyy adik-adikku, kalian sudah datang." Ucapnya senang.
" Halo kak Risa, selamat ya kak untuk kelahiran baby cantik dan sudah jadi ibu." Ucap April senang dan memeluk Clarisa.
" Agh.. terimakasih adikku sayang, sekarang giliran kamunya. Harus tetap semangat dan kuat ya Pril. Twins Baby harus ekstra kuat." Kata Risa sambil memberikan sentuhan pada tangan April seraya menyemangatkan.
" Baik kak.." jawabnya senang.
__ADS_1
Kemudian Joseph memeluk kakaknya.
" Selamat ya kakakku. Terimakasih sudah memberikan keponakan yang sangat cantik." Ucap Joseph mengusap-ngusap bahu Clarisa.
" Iya... sama-sama ya Jos. Terimakasih juga buat hadiah kalian, gilakkkkk besar amat. Satu ruangan kosong itu, untuk mainannya." Ucap Clarisa senang.
" iya dong... biar bermanfaat sampai besar." Ucap Joseph kemudian.
" Iya juga sih. Ya sudah itu lagi bobok, kalian dipanggil mama untuk makan. Biar kakak yang jaga." Ucap Clarisa.
" Baik kak.. kami keluar" ucap Joseph. " Yuk sayang, pasti kalian lapar." Menarik tangan April.
Clarisa pun tersenyum tidak percaya adiknya juga bakalan jadi orang tua. Perhatiannya terhadap April yang sedang mengandung itu benar-benar sudah seperti seorang Papa yang bersiap untuk siap siaga dalam apapun.
" Sini sayang.. duduk disini, mama udah masak Sup ayam kampung, bagus buat kamu." Seru mama melihat April dan Joseph sudah tiba diruang makan.
" Terimakasih ma" jawab April dan duduk di bantu Joseph.
" Buat Joseph ada ikan asam manis kesukaan kamu." ucap si mama.
" Terimakasih mam.. tapi Joseph bisa makan apa yang dimakan April mam, jadi mama jangan capek-capek." Ucap Joseph.
Mamanya memicingkan matanya. " Wah.. anak mama semenjak mau jadi papa berubah benaran ya. Biasanya juga kamu gak suka makan Ayam Kampung." Ucap mama.
" Benarkah ma?" Tanyak April.
" Huum.. benaran sayang, suami kamu itu paling tidak suka Ayam kampung, mau diapain dia juga tidak suka. Lah ini, malah mau dianya."
April pun kaget dan menatap ke Joseph. Joseph yang menangkap senyumannya pun tertawa." hehehe.. sudah jangan dipikirkan, makanlah. Ma Jos makan ya." Ucapnya.
" iya makanlah. April makan yang banyak ya. itu sudah dibuat bibik Jus kalian ya. Dihabisin ya sayang." Ucap si mama ke April.
" Baik ma.." jawab April.
" Mama mau ke kamar sikecil, kalian tidak apa-apa kan mama tinggal?" Tanyak mama.
" Tidak mam... Terimakasih ya mam." ucap Joseph.
Tinggal mereka berdua di meja makan. Dengan lahapnya mereka makan yang dimasak kusus oleh mamanya.
" Masakan mama selalu enak." ucap April.
" Kamu suka.. kalau suka makan yang banyak sayang." ucap Joseph.
April pun menganggukan kepalanya. Dan kembali menyantap menu makanan yang sudah terhidang. Joseph menyendokan kembali nasi kepiring April. Tidak menolak April dengan senang hati menerimanya. pikirnya perbaikan Gizi untuk tubuhnya yang kurus itu, apa lagi mengandung dua anak didalam Rahimnya.
__ADS_1
\=\=\=\=\= BERSAMBUNG \=\=\=\=\=