Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
NGIDAM 01


__ADS_3

Joseph tertawa terbahak-bahak, tertawa hingga perutnya sakit, sampai air matanya akan keluar. Mereka berdua menceritakan tentang wajah Andrew yang berubah seperti kucing yang makanannya di ambil. Entaha kenapa bisa membuat Joseph tertawa begitu senangnya. Mungkin saja Joseph senang, karena jurusnya mengusir Andrew dari hadapan istrinya.


April pun tersipu malu , pipinya merah merona karena menahan malu apalagi menjadi pusat perhatian orang yang mendengarkan tawa dari Joseph itu.


" Iii kamu apaan sih , itu didengar orang tauh." ucap April memukul lengan Joseph.


" Aku tuh lucuuuu banget rasanya lihat wajahnya tadi sayang , makanya jangan macam-macam sama Joseph. " ucap sendiri sambil menatap kearah kerumanan orang.


Joseph membawak April ke salah satu tempat berlibur di Bandung. Dia memilih FarmHouse untuk sekedar Bersama berjalan menikmati Udara Segar , setidaknya mereka bisa bermain dan bersenang. Tak lupa mengabadikan gambar diri mereka lewat Ponsel Joseph. Tidak membawak Kamera digital , karena ribet banget untuk Joseph.


Sedangkan Aldi , mengikuti mereka dari belakang siapa tauh atasannya membutuhkan sesuatu. Terus berjalan , menyusuri tempat demi tempat , menikmati minuman yang ada terjual. Joseph mau istrinya tetap merasakan ketenangan yang berdampak baik untuk buah hatinya yang masih terbentuk didalam rahim Istrinya.


" Apa ada yang kamu pengen sayang?" Tanyaknya ke April.


April terhenti dari jalannya dan menatap ke Joseph.


" Sepertinya sudah tidak ada , aku sudah mulai lelah sayang. Mungkin bawaan Hamil ya , bisakah kita kembali saja ke Hotel? " Ucap April.


" Baiklah sayang , mari kita kembali. " ucapnya sambil menarik tangan April dan berjalan bersama.


Aldi yang tauh atasannya ingin kembali , bergegas mengambil Mobil agar mereka tidak menunggu lama.


_____________________


Sesampainya di Hotel , Joseph dan April disambut hangat oleh Karyawannya. Tauh Sang pemilik ada disana , mereka menjadi lebih hati-hati agar tidak membuat kesalahan.


Dengan hormat mereka yang melihat Joseph tiba pun memperlakukan dengan sangat Spesial. Tapi Joseph menolak diperlakukan seperti itu. Dia pun berbisik ke Aldi , agar tidak memberikan pelayanan kusus untuk mereka berdua. Karena April juga tidak suka.


Setelah sang atasannya masuk kedalam Loby Hotel , Aldi segerah melakukan tugas dari sang atasannya. Tiba didalam Loby , Merry datang menghampiri mereka. Untuk membawak mereka ke Kamar Hotel.


" Merry Terimakasih untuk tugas kamu , sampai disini saja. Selebihnya sudah tugas saya menjaga istri saya." ucapnya pada Merry.


" Baik Tuan , terimakasih sudah mempercayakan saya. Jika masi ada yang Tuan dan Nyonya butuhkan , saya siap untuk melayani." ucap Merry setengah menunduk.


April dengan sigap menarik tubuh Merry dan memeluknya.


" Terimakasih sudah membantu menjaga saya. "


Merry pun terkaget mendapatkan pelukan dari Nyonya Wijaya itu.


" Tidak nyonya ini sudah tugas saya , dengan senang hati saya menerima pujian Anda . " ucap Merry terkagum.


April hanya tersenyum , kemudian menatap ke Joseph.


" Sudah bisa kamu tambahkan bonus dua kali lipat dari gajinya. " ucap April sambil tersenyum.


" Baiklah... sepertinya Istri saya menyukai kinerja kamu Merry. Sudah tugas saya , memberikan hak karyawan saya. Baiklah untuk hari ini sampai sini saja. Lanjutkan kembali pekerjaan kamu. " ucap Joseph ke Merry dengan senyumnya.


" Terimakasih Tuan dan Nyonya. Saya permisi." ucap Merry lalu meninggalkan lorong Hotel.


April dan Joseph bergegas untuk masuk kedalam kamarnya. Bersiap-siap sebelum kembali pulang keistana mereka.


Usai mereka mengepak barangnya kedalam Koper , akhirnya bisa bersantai di atas ranjang. Meregangkan tubuh yang benar-benar lelah.


" Huh...akhirnya selesai juga." ucap April yang sudah merebahkan tubuhnya disamping Joseph.


Joseph dengan mata terpejam , kepalanya yang disandarkannya pada tangan April seolah bermanjaan pun meresponnya dengan suara manja.


" Hemmm... bisa santai kamu sayang . " ucap Joseph.


" Kamu juga sudah sangat lelah dari pagi tadi , tidurlah." ucap April menyentuh kepalanya.


" Sayang" ucap Joseph.


" Iya?" Jawab April.


Mengelus perut April yang mulai sedikit terdapat tonjolan.


Menatap ke wajah April. " Akuuuuu—" katanya terpotong. Tiba-tiba Joseph diam.


" Kamu kenapa?" Tanyak April curiga.


" Akuuuuuuu , sudah lama kita tidak itu itu." bisiknya malu.


" Apaan sih itu - itu." ucap April lagi.


" Masak kamu gak tauh sih maksudnya. " ucap Joseph sedikit kesal.


" Agh.. iya benaran aku gak tauh." Jawab April purak-purak gak tauh.


" Ya sudalah kalau enggak tau." ucapnya sedih.

__ADS_1


April tertawa , melihat wajahnya yang dari manja , berubah kesal , lalu berubah sedih.


" Aku tauh kamu mau apa. Tapi kan ada dua anak sayang disini." menunjuk kearah perutnya. " Apa kamu gak malu , mereka nanti tergoncang-goncang kirain gempa lagi dalam perut aku." ucap April sedikit manja.


" Gempa perut dong" Ucap Joseph.


" Ha..ha..ha.. apa ada itu?"


" Kan kamu yang buat gempanya. " ucap April tertawa.


" Ya sudah dech , berarti aku harus menahan itu sampai anak kita lahir ya?" ucapnya memelas.


" Enggak tauh juga , istrimu baru kali ini loh hamil. Nanti Waktu jadwal USG kita tanyakan ke Dokter. Okey?" ucap April menyemangatinya.


" Tapi kalau menyentuh yang lain boleh kan sayang?"


Teriak Joseph Histeris semangattt.


" Apaan sih kamu , mesum bangettt " ucap April lagi.


Joseph pun tertawa dan menarik tubuh Istrinya lalu memeluknya dengan lembut dan memberikan ciuman lembutnya.


" Tubuhmu ini sering sekali memanggil yang dibawah." Bisik Joseph genit ke kuping April.


April hanya menggelengkan kepalanya , kasihan sih lihat Joseph yang sudah beberapa minggu tidak bisa di layaninya yang memang tugas soerang Istri melayani suaminya.


_________________________


Kembali kediaman mereka , April dan Joseph langsung dijemput Pak Sony menuju kerumah mereka. Banyak barang bawaan yang akan diberikan pada pekerja dirumah mereka. Tak lupa mereka itu juga keluarga bagi April dan Joseph.


" Sayang.. aku lapar." ucap Joseph.


April menaikkan satu alisnya " Lapar lagi? tadi sudah makan 2kali nambonya sebelum terbang." ucap April saat mereka dimobil , pak Sony mendengarkan mereka.


" Iya ni... saya laparrrr banget sayang. Apa kita tidak makan dulu saja sebelum kembali kerumah?" ucap Joseph.


April pun berpikir gak mungkin ditahan kalau lapar.


" Baiklah.. kamu mau makan apa?"


" Aku pengen sekali makan Bakso Beranak disimpang jalan Mega."


April melotot kaget " Serius kamu mau makan bakso? gak pernah juga kamu mau makan dipinggiran jalan?" Tanyaknya aneh.


Pak Sony yang mendengarnya pun ikut nimbrung.


" Maaf nak April , bisa jadi nak Joseph yang ngidam tuh."


" Benar juga ya pak, berarti kita harus kesana dong?"


" Iya kan pak Sony , harus kesana kan? Nanti anaknya ngences kalau gak dituruti. " ucapnya sedih sambil pegang-pegang perut April dan perutnya sendiri.


" Ya sudahlah pak , bawak kita ketempat yang Jos mau ya."


" Baik nak April. " jawab Pak Sony.


Joseph yang disebelahnya pun senyum senang. Memberikan wajah seperti anak kecil yang berhasil meminta permen. April pun jadi gemes liatnya kepengen cubit kedua pipi Joseph.


setibanya ditempat tukang Bakso, April , Joseph dan Pak Sony yang turut diajak April , duduk disatu meja.


" Mbak kita mau pesan." Panggil April ke penjual.


Mbaknya pun datang ke meja mereka, mengambil secarik kertas dan pulpen.


" Mau pesan apa ya mbak?"


Joseph diluan yang jawab. " Saya mau pesan Bakso Beranak mbak , yang besar ya. " ucap Joseph.


Dengan sigap mbaknya mencatet pesanan.


" Pak Sony pesan apa?"


" Samakan saja nak." ucap Pak Sony.


" Lah pak Sony ngidam juga? " Tanyak Joseph.


April malah tersenyum mendengarnya. Ada-ada saja suaminya tuh, gitu-gitu pak Sony sudah punya cucu dua. Wajahnya tampak muda walaupun sudah berumur.


" Bukan nak Joseph , saya hanya yakin saja kalau nak Joseph mesan itu , pasti itu enak."


" Oww gitu." jawab Joseph lalu tersenyum.

__ADS_1


" Sayang kamu lagi hamil tidak usah ikut makan bakso ya?"


" Iya aku juga tidak berani makan bakso , karena masi hamil muda juga." ucap April.


" Mbak yang makan cuma dua orang saja." ucap April lagi.


" baik mbak , minumnya apa?" Tanyak si Mbak penjual.


" Saya jus jeruk saja Mbak." ucap Joseph.


" Pak Sony?" Tanyak Joseph.


" saya teh hangat aja Nak Joseph." Jawab pak sony.


" Lah saya kirain kita sama lagi." ucap Joseph becanda.


Pak Sony dan April pun tertawa.


" Ini aja ya mbak?" Tanyak si penjual.


" Iya mbak" jawab April.


kemudian Si penjual pun berjalan kembali ketempatnya , menyiapakan semua pesanan mereka.


Sambil ngobrol menceritakan apapun yang bisa diceritakan. Sampai pesanan mereka pun tiba diatas meja mereka.


" Makan sayang." ucapnya ke April.


" Makan nak." ucap Pak Sony.


" Baiklah selamat makan buat kalian." ucap April.


April dengan bertopang dagu dengan tangannya ,terus memandang kearah Joseph yang sangat lahap menyantap Bakso yang beranak 10 itu. Keringat yang becucuran dari kening Joseph pun di hapusnya dengan Tisu.


" Sayang.. aku tambah seporsi lagi dong , belum nendang di lambung kanan, yang tadi masi ngisi lambung kiri." ucapnya ke April dengan bibir tipisnya.


Pak Sony dan April menatap kaget pada Joseph.


" Astaga...kamu yakin? gak kepenuhan itu perut kamu? Entar meletus loh." ucapnya ke Joseph.


" Balon hijau dong meletus." jawab Joseph dengan senyum menampakkan gigi putihnya. " Tapi aku masi pengen sayang." ucap Joseph.


" Baiklah.... sekali lagi saja ya." seru April.


Joseph pun mengangguk senang.


" Mbak bakso beranaknya seporsi lagi ya!" Teriak April.


" Pak Sony gak temani saya nambo?" Tanyak Joseph.


" Tidak nak Joseph , bapak sudah kenyang." ucap Pak Sony polos.


" Baiklah... buat kedua anakku aku akan makan terussss" ucap Joseph semangat 45.


April terkekeh. " Hati-hati , tubuhmu yang kekar akan hancur karena lemak. Mauuu?"


" Tidak masalah , aku rajin berolahraga sayang." ucapnya dengan menyentuh lembut rambut April.


Kemudian datang lagi pesanan Joseph , semangkok Bakso beranak yang besar.


Orang yang sekeliling mereka menatap kagum pada Joseph. Udah tampan , makan segitu banyaknya pun tetap aja tampan jika dipandang dari manapun. Mendengar kata anak , orang yang didekat mereka pun berbisik. Saat tau Joseph ngidam demi anaknya.


Lucu saja karena bukan ibu yang hamil kenak efek ngidam , malahan suaminya.


" Pelan-pelan saja makannya. Aku tidak ingin memintanya." ucap April.


Joseph hanya tertawa mendengarkan istrinya.


" Selesai!!!!." ucap Joseph dengan senyum kemenangannya.


April pun jadi ikut tertawa melihat Joseph mengangkat Mangkok Baksonya yang sudah kosong melompong.


" Kamu hebattt sayang." ucap April kemudian.


Joseph pun meminta jumlah yang harus dibayarnya. Kemudian mereka beranjak pergi kembali kerencana awal, untuk pulang kerumah. Dengan perut yang sudah penuh terisi bakso beranak , Joseph pun merasa puas. Mendapatkan apa yang dimaunya.


_________ **BERSAMBUNG __________


JANGAN LUPA LOVE, LIKE KOMENTARNYA YA ❤


DAN JUGA VOTENYA DONG , JANGAN PELIT-PELIT UNTUK NGEVOTE HIHIHIHI..

__ADS_1


TERIMAKASIH YANG MASIH SETIA MEMBACA NOVEL INI. 🥰**


__ADS_2