
Hotel Wijaya Park Ballroom, Kawasan Jakarta Barat
Menyempatkan diri langsung kebutik untuk membeli Gaun malamnya. April tidak meminta Astrid membantu menyiapkan semuanya ataupun sekedar menemaninya, dia tidak ingin mengganggu jam istirahat Astrid. Tapi karena urusan ini April sendiri sangat Ahli. Tak ingin kembali kerumahnya yang akan menyita waktunya untuk mengambil gaun miliknya, April langsung menuju butik dan Salon untuk menambah riasan wajahnya. Kemudian menuju kembali ke Apartemennya mempersiapkan dirinya.
Memakai Gaun Mewah dalam balutan satin brokat berwarna Hitam yang melekat ketat membentuk tubuhnya hingga menutup kaki jenjangnya sampai ke mata kaki, menambah kesan anggun dan mewah.
Dengan Model bagian belakangnya terbuka, dari bahu ke pingang yang dibalut dengan kain berbentuk pita, memperlihatkan kulit putihnya yang bersih, menambah keanggunan pada dirinya dan kesexiannya. Bagian Leher yang bermodel Sabrina itu menampakkan Kalung berliannya yang berkilau. Tak lupa perpaduan Anting dan gelang yang sudah dipersiapkannya. Terlihat sangat cantik ucapnya dalam hati.
Sepatu berhias mutiara dan Tas tangannya berwarna putih cocok dengan semua Aksesoris yang dipakainya. perpaduan yang sangat pas. Rambutnya yang pirang dan panjang di ikat kebelakang dengan jepitan bunga berwarna putih, bagian atasnya ditambah dengan sedkit cocangan melingkari bagian atas kepalanya. Dengan poni yang sedikit disampingkan kearah kupingnya.
" Selesai." ucap April yang melihat tubuhnya didalam cermin.
" Kau harus terlihat cantik April, tunjukkan sama si penghianat itu."
April pun bergegas turun dan berangkat bersama Pak Sony ke tempat lokasi undangannya.
***
" Jos.. kamu terlihat sangat tampan nak." ucap sang mama
" Kan dari lahir mam... siapa dulu pabriknya." ucap Joseph yang lagi menata rambutnya menghadap cermin.
" Hahah.. kamu inila nak." ucap sang mama.
Berbalut jas hitam dengan kemeja putih dan dasi pita hitam dilehernya. Joseph yang memang tampan sejak lahir katanya... menambah ketampanannya. Rambutnya yang dibasahi dengan pengeras rambut pun tertata rapi Bayangkan sajalah Oppa Oppa Korea yang menghadiri acara penghargaan.. ^_^ Sungguh tampan bukan?
" Masih menghadiri acara nikahan saja anak mama sudah seganteng ini. Bagaimana lagi kalau nikah sungguhan." ucap mama sambil merapikan Jasnya.
" Wah.. diatas rata rata ketampananku mam." ucapanya. "Dan Yang pasti anak mama ini banyak yang Naksir." mengedipkan matanya.
" Banyak yang naksir pun kamunya gak mau, sama saja nak."
Memeluk simama
" Mamaku tersayang, yang paling cantik.. jangan cemberut gitu, entar cepat tua loh. mau?."
" Ya Enggak." ucapnya cepat.
" Ya udah.. gak boleh merajuk, nanti cantiknya mama kabur nah kalau udah kabur kan susah ngejarnya. harus tersenyum, karena anak mama yang tampan ini mau berangkat dulu.. okey." ucapnya becanda.
" Iyala iya.. anak mama ini bisa aja. Ya sudah kamu hati hati dijalan ya."
" Okey mam.. Jos gerak ya. Bye..." melambaikan tangannya ke mama yang masih duduk kamarnya.
***
" Pak.. gimana penampilan saya? Bagus?" Tanya April.
" Wah..bukan bagus lagi bu. ayu tenan ibunya"
" Agh si bapak bisa aja" ucapnya tersenyum.
" Nanti saya tunggu ibu di Parkiran saja ya buk.." Ucap Pak Sony.
" Ow boleh pak.. tapi kalau bapaknya mau keliling juga bole nanti biaya apapun saya tanggung."
" Ndak apa apa buk.. saya tunggu diMobil saja. karena saya juga sudah makan malam." ucapnya dengan loga Jawa.
" Baiklah pak..." jawab April
April yang merasa gugup pun mengentak ngentakan kakinya. Ya karena dia akan bertemu dengan para mantannya. Bingung rasanya posisinya nanti gimana. apakah ada temannya disana untuk sekedar mengobrol. Tahu begini aku ajak kak Astrid Aja harusnya. ucapny lemas.
Mobilnya pun tiba didepan pintu masuk Loby Hotel itu. " Kita sudah sampai buk." ucap pak Sony membuayarkan lamunanny.
" Ow iya pak."
Pak Sony yang ingin membukakan pintunya pun ditahan April, Dia membuka pintunya sendiri dan turun dengen elegan dan berjalan perlahan masuk dengan anggun, tak lama pun Pak Sony memanggil April dan dia berbalik kearah suara itu. " ini buk Tasnya ketinggalan."
" Ooo iya pak.. Maaf... Terimakasih ya pak." jawabnya ramah.
" Iya buk sama sama. saya permisi." Pak Sony pun meninggalkan lobi Hotel.
Saat hendak berbalik kembali menuju arah lift Hotel, tak sengaja matanya melihat kearah Pintu masuk yang berjarak tak jauh dari pintu kaca yang tertutup itu.
Dii**aaa.. itu dia kan? mata gua gak salahkan . Ya ampyunnn tampannya.. ooo Tuhan ternyata ciptaanMu yang satu ini sungguh sempurna.
Tatapan Kaget itu tertangkap dengan sosok Pria yang baru turun dari Mobil mewahnya. Dengan gaga dia berdiri memandangin wanita yang menatap kaget dengannya.
Si Bunglon ...dia juga disini. Sangattt cantik sungguh menawan dia seperti itu.
April yang mulai tersadar langsung refleks membalikan tubuhnya dan berjalan cepat kearah pintu Lift.
ayo prilll cepat jangan sampai ketemu. kalau udah ketemu pasti ada aja masalah dengannya.
Joseph yang melihatnya berjalan terburu buru pun langsung cepat berlari mengejar April ke pintu Lift.
April yang tiba didepan pintu Lift pun menekan terus menerus tombol agar cepat terbaku.
" Ayolah.. kenapa kau lama sekali. cepat buka pintunya." ucapnya panik.
__ADS_1
Tak lama Joseph pun datang mengampirinya dengan menarik nafas nya karena lelah berlari lalu berkata.
" Owww.. Ternyata benaran kau" ucapnya
April pun tertunduk dan mengerucutkan bibirnya.
Sial.. kenapa harus berjumpa sih.
" Iyaaa.. memangnya kenapa?" ucapnya ketus.
" Tidak apa-apa, aku senang berjumpa denganmu lagi." ucapnya tersenyum. " Kenapa kau tadi lari melihatku? Apa wajahku ini kayak hantu makanya kau lari?" Tanya Joseph ingin tahu.
" Tidak Apa-apa."ucapnya singkat. " Lagian kenapa juga aku harus senang berjumpa denganmu." Jawabnya ketus.
" Wah... jangan jutek jutek, ntar tuh make up luntur loh." ucapnya becanda.
April pun hanya diam dan tidak ingin memandang kearah Joseph.
Tak lama pun pintu Lift terbuka TINGGGGGGG.... April tak menunggu lama, langsung masuk lalu di ikuti Joseph.
Dari jarak tak Jauh Selena yang melihat Joseph pun mengejarnya, hingga pintu hampir menutup dilihatnya Joseph dan April bersama. Memasang wajah tak senangnya dengan yang baru di lihatnya. menunggu kedatangan lift lainnya.
awas saja kau April.. akan kubuat perhitungan denganmu.
" Kau mau ke lantai berapa." Tanya Joseph lembut.
" Ke Ruangan Ballroom." ucapnya singkat.
" Wah sama dong." ucapnya senang dan menekan tombol lantai 9 tempat dimana BallRoom itu berada.
April tetap terdiam tak ingin memulai percakapan, karena dia sangat Grogi. Dengan pakaian yang seperti itu dia bertemu dengan Joseph membuatnya tidak percaya diri. Tidak disangkanya diapun berjumpa dengannya walapun dia tahu Hotel itu miliknya.
kenapa bisa berketepatan begini sih. apa dia mengenal Bang Danish dan melani?
Joseph pun hanya memandang takjub pada kecantikan April yang berbalut gaun malam ketat nan sexy. matanya pun tak berkedip memandang wanita didepannya. April pun sadar akan tatapan Joseph padanya.
" Lihatin apa sih?" ucapnya ketus memandang kearahnya sebentar. Merasa risih.
" Lihatin dirimulah.. emang siapa lagi? kan cuma kita bedua disini." jawabnya dengan Cool tangan disimpan disaku celananya. " Kau sangat cantik malam ini." menunduk sedikit dan berbisik ke kuping April. April yang mendengarnya tak kuasa menahan kaget dan malu. Wajahnya pun memanas karena pipinya memerah.
" Apa yang kau lakukan, jangan menggodaku." Teriak April.
" Memang sangat cantik." ucapnya lagi memandang kearah depan.
Tak lama lift itu pun tiba TINGGGGGG...
April yang tidak menunggu lama langsung keluar karena sudah merasa sesak berduaan dengan babang tampan. Joseph yang mengikutinya dari belakang pun menatap kearah bagian belakang yang terbuka, kulit putihnya yang bersih pun ditatapnya.
" Halo Jos..Apa kabar." ucap seorang wanita membuyarkan pandangannya.
" Heyyy halo.. " membalas pelukan wanita yang memangilnya. April yang berjalan menuju kemeja Tamu pun tertawa melihat Pria angkuh itu. " Dasar playboy." ucapnya. cemburuuuu ya? 😁
Bukanya malah masuk April malah pergi ke Toilet sekedar melihat riasannya. Melangkah perlahan melewati Joseph yang sebenarnya berjumpa dengan kakak Dan keluarga Danish.
Joseph yang tahu Danish masih diruangan dimana tempat pengantin berada mengahampirinya.
" Wesss selamat abang Bro.." dipeluknya Danish dan menepuk bahunya.
" Thankyou udah datang loh." Ucap Danish senang. " Gila ndro Tampan bener ternyata." ucap Danish
" Tampan sejak lahir Bang." Tampang cool.
" Oya Jos.. Kata Carlo lo ternyata udah putus sama Selena. Maaf ini... sebelumnya aku gak tau, karena kemarin waktu mau kabarin si Carlo dia ngabarin ke saya." ucap Danish serius.
" Ahhh sudahlah Bang.. gak sa dibahas. Ini kan hari bahagia." jawab Joseph.
" Oya teman Melani dia Juga Jomblo Jos. Saya kenalin nanti mau ya kalau dia datang. Nanti orangnya mau tak suru nyanyi. Liat aja pasti kamunya naksir." ucap Danis.
" Ahhh Bang Danish sudahla... ini Pesta bahagiamu Bang, bukan ajang perjodohan." jawab Joseph tertawa.
***
Acara pun dimulai.. Joseph yang mencari cari keberadaan April pun tak kunjung didapatnya. Selena yang memang sudah masuk diruangan Acara pesta itu sedari tadi juga mencari sosok Joseph yang ternyata baru saja masuk. Dihampirinya Joseph dan menyodorkan segelas Anggur.
Joseph yang melihatnya pun ingin sekali menghindarinya. Tapi tak mampu, dikerumuni banyak para tamu undangan dia tidak ingin sekali merusak suasana disitu.
" Silahkan" ucap Selena menyodorkan Gelas.
Dengan terpaksa Joseph mengambilnya. " Terimakasih."
" Tolong jaga jarak denganku." ucap Jos dan meneguk minumannya.
" Jos..tolong jangan sedingin ini padaku. setidaknya kita bisa berteman kan?" Tanyanya penuh harap.
" Berteman? Hemmm.. baiklah jika kau mau berteman denganku." Jawabnya Acuh.
Mencari cari sosok April kembali. Tersadar yang dilihatnya Rendy dan Lina.
Lah.. mereka yang membuat April menangis kemarin. Kok bisa disini juga.
__ADS_1
" Kenapa Jos? Kok kaget gitu."
Dengan gagap " Ah bukan apa-apa." ucapnya tanpa memandang Selena.
kemana siwanita bunglon itu.
Tak lama Mc yang membawa acara itu pun naik kepanggung BallRoom
Selamat Malam, Salam sejahtera untuk kita semua.
Bapak-bapak, ibu-ibu, serta saudara saudari yang kami hormati,
Pertama-tama saya mengucapkan syukur alhamdulillah, atas nikmat dan rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga pada malam hari yang berbahagia ini kita bisa berkumpul bersama dalam acara resepsi pernikahan Tuan Danish dengan Nyonya Melani.
Atas nama keluarga saya mewakilkan mengucapkan selamat datang kepada seluruh Keluarga besar mempelai laki laki dan seluruh mempelai perempuan serta seluruh tamu undangan yang sudah berkenan hadir memenuhi undangan kami. Terimakasih karena turut menjadi bagian dari momen yang terindah untuk kedua mempelai yang berbahagia.
Semoga pada kesempatan ini, doa restu dan kasih sayang dari anda semua bisa menjadi berkah dan awal yang baik untuk keluarga kecil yang baru ini. Selamat menikmati acara dan hidangan pada acara pernikahan ini.
Atas nama keluarga besar juga sebelumnya mohon maaf jika ada sesuatu yang kurang berkenan dalam acara resepsi malam ini. Akhir kata saya ucapkan Terimakasih. Marila kita sambut kedua mempelai yang berbahiga ini ntuk memasuki ruangan.
( Alunan musik megah mengiringi pengantin untuk masuk dan duduk dipelamanin)
***
April yang tadinya ingin masuk ke ruangan Acara Pesta itu menghentikan langkahnya saat sosok Selena masuk keruangan itu. April malas untuk ketemu wanita tidak tau malu itu. Kembali lagi dia ke Toiltet untuk menunggu waktu pas.
Beberapa menit acara yang baru dimulai , April pun bersiap untuk masuk. Melangkah elegan, dibukanya Pintu ruangan itu. Semua mata tamu undangan yang berdiri dibelakang menatap kearahnya penuh takjub
cantik banget itu cewek. Rata rata kaum Adam tak berkedip melihat sosok wanita yang berjalan anggun diatas karpet merah itu bak Putri Cinderella di negeri Dongeng.
April bingung.. mau kemana dia duduk. Temannya saja tak ada yang dikenalnya. Pelayan yang melihat tamu yang baru masuk itu menawarkannya segelas minuman. " Silahkan Nona Minumnya." ucap Pelayan ramah.
" agh iya... Terimakasih." ucap April.
Jauh dari mata memandang ke arah depan takjub melihat pesta yang megah nan mewah itu. Diteguknya minumannya. Diarah kiri April berdiri, Rendy dan Lina menatap padanya Yang menyadarin keberadaan April. Mereka ingin menghampirinya sekedar untuk menemani. Saat melangkah hampir mendekati April, Muncul Pria yang berparas tinggi, berkacamata berkulit sedikit putih menghampiri April Diluan. Langkah Rendy dan Lina pun terhenti karenanya dan hanya menatap kearah Mereka dan sedikit mendengar.
" Halo Nona April, boleh saya bergabung?" ucap Tuan muda dari PT. Sinar itu dan ingin menjabat tangan April.
" Hayyy... Tuan, Silahkan dengan senang hati" ucap April sungkan dan membalas jabatannya.
" Nona Cantik , CEO Dari Perusahaan Anugerah Corp, datang sendiri aja ya." Tanya Tuan Itu.
" Hahaha iya.. ni." ucapnya purak purak ketawak.
*Udah tahu saya memang sendiri malah di perjelas.
Dasar basa basi gak beken*.
" Kenalkan saya Frans Nona, Direktur PT Sinar. Maaf menggangu Nona April." ucapnya dengan gagah.
" Oww... iya salam kenal ya. Tuan Frans mengenal saya ya?" ucapnya penasaran.
" Siapa yang gak kenal seorang CEO muda yang memiliki Perusahaan yang berjaya ditangan Nona April ini." ucapnya berbasa basi.
Bisik Lina ke Rendy yang mendengar sedikit pembicaraan kedua orang itu. " Sayang...kamu bilang April hanya Manager, Itu pria yang bersamanya bilang dia pemilik perusahaanya." ucap Lina
" Iya aku juga baru tahu, aku juga mendengar. Entahlah selama aku denganya dia tidak perna mengungkit hal pribadinya termasuk kedua orang tuanya. Kamu sendiri gimana? kan kamu temannya dari kecil, masak gitu aja gak tau." ucapnya ketus.
Dari kejauhan Selena yang berdiri dengan Joseph pun mencari perhatian Joseph. Tapi tidak mudah mengambil hatinya kembali. Joseph tidak menghiraukan keberadaanya yang disebelahnya. Tapi gitu gitu Joseph juga masih punya hati, mungkin lebi tepatnya kasihan. Jika dia mengingat dulu bersamanya, dia tahu Selena itu jika ditempat umum punya rasa takut. Berbaik hati hanya untuk menemaninya saja, gak lebih.
Untuk malam ini saja aku berdamai denganmu Selena. Karena kau pun sendiri aku akan tetap disini.
" Jos." panggil Selena.
" Hemm." Matanya tetap menyusuri para tamu undangan mencari keberadaan April.
" Mau aku ambilkan makanan?" Tanyanya Perhatian.
Melihat kearah Selena.
" Tidak usah.. aku masih kenyang. Kau saja." ucapnya acuh.
Terdiam sebentar " Baiklah aku tinggal sebentar."
saat menatap kebelakang, Joseph melihat keberadaan Rendy dan Lina itu. Terdiam memandang kearah depan dengan Tatapan Tajam keRendy melihat April.
" Agh itu si Wanita Bunglon." ucapnya.
Dengan siapa dia? Laki laki itu kan... pemilik PT. Sinar yang terkenal Palyboy. Gawat tuh anak bisa bisanya dia.
Melangkah ingin menemui April, Langkahnyapun Terhenti...
Jos...
Bersambung...
***
Halo para pembaca... maaf ya kalau ceritanya terlalu panjang atau bertele tele semoga dimaklumi.
__ADS_1
Oya kalau suka mohon untuk setiap Partnya di Like dong 🥰, Dikomentarin, Dikritik pun boleh. Sekedar haha hihi huhu pun boleh. biar saya tahu memang Novel ini memang bisa dibaca oleh para pembaca .
Trus jangan lupa kasi ⭐⭐⭐⭐⭐untuk Novel ini ya. Terimakasih banyak untuk semua pembaca 🥰