Kekasihku Seorang CEO

Kekasihku Seorang CEO
BERMAIN 02


__ADS_3

Membawak April ke Bioskop salah satu Mall di Jakarta. Berjalan bersama sambil Bergandengan tangan seakan masi pacaran. April dengan senang hati dong suaminya memperlakukan dia dengan sangat spesial.


Memakai Kaos Couple putih, celana Jeans dan Sepatu kets , mereka berdua tampak pasangan serasi. Mungkin bisa jadi pandangan orang ke Joseph dan April yakinnya mereka pacaran. Bukan suami Istri, mungkinlah seperti itu.


Karena posisinya hari itu malam minggu, pengunjung bioskop sangatlah ramai, walaupun ramai tidak mengurangi semangat mereka untuk menonton film. Melihat kearah orang-orang yang terkadang sekedar mencuri pandang pada Joseph, ada juga mencuri pandang ke April.


Ketampanan Joseph sering kali membuat kaum wanita itu pangling. Terlalu tampan, bagi Orang pada umumnya. " Kamu duduk disini dulu, biar aku belikan PopCorn dan kawan-kawannya." ucap Joseph senyum dan menyuruh April duduk diruang tunggu yang tidak jauh dari pembelian makanan.


Dilihat April Joseph yang berjalan menuju antrian orang untuk membeli makanan dan minuman. Senyum-senyum sendiri April memandangnya, dengan gagah berani Seorang Direktur mau juga ya ngantri di keramaian, bukankah seharusnya dia bisa saja menyuruh Aldi untuk memesankan sebelumnya, sperti Tiket nonton mereka.


Ya bisa juga bagi Joseph momen seperti itu lebih baik dilakukan sendiri. Dari keramaian itu tampak Joseph dengan sabar menanti gilirannya.


Tiba giliran Joseph " Selamat Sore, mau pesan apa Mas?" Tanyak karyawan penjual Popocorn.


Saat dikata Mas mata si Joseph menelangsa entah kemana. Dia sangat jarang dipanggil Mas-Mas, jadi sedikit canggung.


" Agh... saya mau mesan PopCornnya sama Minumannya Mbak." ucap Joseph.


" Maaf untuk berapa orang ya Mas?"


Kaget lagi dia, menatap ke Mbaknya.


" Ouw.. buat dua orang." ucapnya datar.


" Boleh pilih paket Jumbo Couple Combo Mas, ini dapat PopcCorn berukuran Large dan dapat 2 Soft Drink." ucap Mbaknya dengan senyum manisnya. Biasa melayani Babang Tampan.


Menatap lagi ke Mbaknya.


" Agh iya , boleh juga. kalau untuk minumannya tolong diganti saja, Istri saya lagi Hamil. Jika ada Orange Juice ganti dua-duanya, no ice." ucap Joseph.


Kata Istri Hamil, membuat Mbak penjualnya sedikit kecewa. Mematahkan hati Mbaknya aja si Joseph ini, setidaknya purak-purak belum punya Istri kek, menyenangkan mata orang sedikitlah 😂.


" Baik Mas... Untuk PopCornnya mau rasa Apa ya Mas?" Tanyak si Mbak.


Menatap lagi ke Mbaknya.


" Yang ada manis-manisnya." ucap Joseph dengan candaan serta senyuman dibibirnya.


" Baik... Total keseluruhanya ini Mas."


Sebelum mengeluarkan Dompet di menatap lagi ke Mbaknya, lalu memberikan beberapa lembar Joseph pun membayar dengan uang Kes.


" Terimakasih Mas" ucap si Mbaknya dengan senyum ramah.


Joseph menatapnya lagi Kemudian membawak pesanannya, dan berjalan menuju April. Dari kejuahan menatap kedatangan Joseph, April sudah senyum-senyum sendiri.


" Kenapa kamu senyum sayang?" Tanyak Joseph ke April.


" Tidak apa-apa, kamu terlalu tampan berdiri disana untuk membeli ini semua. Kenapa tidak memesan ke Aldi juga sayang?" ucapnya dengan senyum.


" Heheehe... tidak apa-apa, aku ingin hari ini biar tanganku sendiri yang memberikannya untuk Istriku ini." Membelai Rambut April. April juga tersenyum.


" WOOOOII Kutu Kupret!!!." ucap Pria dibelakang Joseph, membuat Joseph kaget dan hampir terjatuh.


" BODAAATTTTT... " Teriak Joseph kemudian yang berdiri karena kaget.


Si Carlo dan Linda ngekeh habis melihat teriakan Joseph, karena semua mata didekat mereka pun tertawa dan melihat kearah Mereka.


" Medan kali kau Bang." ucap Carlo.


" Lo... sih hampir copot kan Jantung Gua, Kamu Juga Linda, punya cowok bloon gini bukannya diajarin, biar berkurang Gilaknya. Bikin kaget anak-anak gua aj Lo!!!" ucap Si Joseph kemudian mengelus perut April.


" Sayangnya Daddy kalian aman disana kan? gak kaget kayak Daddy tadi kan? Maafin Uncle kalian yang bloon ini ya sayang Daddy." ucapnya berbisik keperut April.


" Loh... April udah ngisi ya? " Tanyak Carlo ikut bergabung duduk di dekat Joseph. Dia ngomong tapi tangannya mengambil PopCorn Dimeja dan berbicara ke April. Sigap Joseph memukul tangannya.

__ADS_1


" Beli sono Lo! enak aja main ngambil-ngambil." ucap Joseph langsung menyimpan popcornya.


April tertawa saja kalau yang dua ini sudah kumpul. sedangkan Linda juga hanya bisa tersenyum saja, duduk disebelah April.


" Kalian kok so Sweet banget sih, pakai Couple gitu." ucap Carlo.


" Berisik Lo, udah kalau mau suruh si Linda Beli." ucap Joseph.


" Isss Pak Joseph, jangan diajarin Ikan berenang Pak." ucap Linda.


" siapa ikan?" Tanyak Joseph polos.


" Perumpamaan Loh Pak."


" Agh iya... jadi kapan si Carlo ini datang Lin? Kamu gak ada ngabarin saya."


" Iya Pak kejutan saja." ucap Linda cepat.


" Jadi kalian mau nonton Apa Lin?" Tanyak April lembut.


" Ow.. kita nonton Film Horor Buk."


" Wah sama dong kalau gitu." Ucap April senang


Mereka mengecek Tiketnya, ternyata Judul yang sama, teater yang sama, Berbeda nomor kursinya saja. Carlo tertawa ngekeh.


" Kamu yakin Pril? Bawak si Kampret ini nonton Horor?" Tanyak Carlo.


April menganggukan kepalanya. " Joseph bilang dia mau."


" Jangan merusak Mood Istri gua Lo!." ucap Joseph.


Mohon perhatian Anda, pertunjukan film di teater 3 segera dimulai. Para penonton yang telah memiliki karcis dipersilahkan untuk memasuki ruangan teater'.


" Hey.. ayok sudah dibuka itu" ucap Joseph semangattt.


Film pun sudah dimulai. Dengan serius April sambil makan popcorn menatap kelayar lebar itu. Sedangkan Joseph, harap-harap cemas disampingnya. Mengintip dari balik tangan April, menatap ke Layar lagi. Tiba-Tiba suara dari film itu mencekam. Sigap Joseph menarik tangan April menutup wajahnya.


April menjadi pusing sendiri, tidak bisa menonton dengan tenang, selama Joseph ketakutan. Alur ceritanya pun tidak bisa di ikuti oleh April. April menatap ke arah wajah Joseph. Joseph malah melepaskan tangannya dan berpurak-purak duduk dengan posisi baik, serta kembali menatap pada layar Bioskop.


Mati guaaaaa.... bunuh saja guaa... bunuhhh saja.


Teriak Joseph dalam hatinya. Jantungnya pun berdetak tak karuan.


Tiba-tiba layar menampilkan sesosok Kuntil Anak beserta suaranya. Refleks Joseph Teriakk.


AGHHHHHHHHHHHHH..!!!!!! AGHHHHHHHHH!!!


Semua mata tertuju pada Joseph. Termasuk si Carlo dan Linda yang didepan mereka. " suara Lo kampret, besar banget Kayak diperkosa aja Bikin rusuh aja lo!." ucapnya ke Joseph yang masi ngos-ngos karena teriak.


" Lo juga berisikkkkk." ucap Joseph kemudian.


April senyum-senyum saja , sudah menjadi pusat perhatian orang. Tampan-tampan kok penakut. Hadeh... memang si Joseph ini terkadang suka aneh-aneh. Tapi karena demi Istrinya dia rela, menonton hal yang paling ditakutinya.


April menatap ke Joseph lagi. " Kamu tidak apa-apa sayang? Wajah kamu pucat." ucap April tersenyum.


" Aku tidak apa-apa sayang, cuma terkaget saja." jawabnya tidak mau mengecewakan.


" Temani aku ke Toilet sayang." Jawab April kemudian membawak Juice dan PopCornya.


" kenapa dibawak semua sayang? cuma mau ke Toilet kan?"


" Iya gak apa-apa bawak saja. Nanti di ambil Carlo loh." ucap April.


" Agh benar juga. mari jalan."

__ADS_1


Film masi diputar, mereka pun merunduk agar tidak menjadi penghalang bagi penonton lain. Carlo dan Linda melihat kepergian Joseph dan April Kearah pintu keluar. Kemudian Joseph membawanya kearah Toilet.


" Sayang...situ jalannya." ucap April menunjuk pintu keluar area Bioskop.


" Loh.. tadi kata kamu mau ke Toilet sayang?" Ucap Joseph.


April malah tersenyum dan jalan saja. Joseph pun berjalan mengampirinya dan berjalan disampingnya.


" Kamu marah ya?" Tanyak Joseph.


April membawaknya keluar dari area Bioskop.


" Tidakkkkk... aku tidak marah. Aku tidak tega saja, sesuatu yang tidak kamu sukain dipaksakan hanya untuk aku senang. Aku tidak mau egois." ucap April tersenyum.


" Agh.. bukan begitu sayang. Aku tidak ingin kamu kecewa. Tapi ya aku tidak sekuat kamu untuk menonton begituan. Aku juga jarang sekali nonton. Baru sekali ini sama kamu nontonya."


April tersenyum lagi. " Tidak apa-apa sayang, mmm... baiknya kita kemana ya?" Tanyak April.


" Kemana ya? apa kamu mau makan malam?" Tanyak Joseph.


" agh... boleh. Mari kita nongrong saja, mengahabiskan malam minggu ." ucap April kemudian.


Joseph memelih restaurant yang terletak di Mall itu. Makanan sehat yang bisa dimakan Ibu hamil. Kemudian mereka mencari, dan menemukan Restauran sesuai yang dimaksud dengan Joseph.


Mereka duduk dan memesan beberapa menu. Dengan Live Music menambah kesan romantis untuk mereka berdua. Wajah Joseph tak setegang dibioskop tadi, wajahnya sudah kembali seperti semula.


DRTTTTTT.....DRTTTTT.....DRTTTTT


Ponsel Joseph bergetar.


" Mama" ucap Joseph lalu mengangkat Ponselnya.


" Iya mam?" ucap Joseph.


" Jos.. kakak kamu sudah lahiran. kamu sudah sah jadi Uncle nak." ucap mama bahagia.


" Wow... hebattt... apa anaknya mam?" Tanyak Joseph.


" yah anak manusia dong!! Gimana sih kamu ini, pertanyaan kamu aneh-aneh saja." ucap Mama dengan wajahnya yang berubah jadi sinis.


Joseph menarik nafasnya. " Ya ampun Mam.. maksud saya itu jenis kelamin anaknya loh Mam. Cewek atau cowok, Gitu loh." ucap Joseph merepet.


April senyum-senyum melihat mulut Joseph yang merepet itu.


" OOOOO... kalau ngomong itu pakai perkataan yang jelas, Anaknya cewek Jos. Ya sudah ada waktu mampirlah kalian kemari melihat keponakan kalian yang cantinya kayak mama kalian ini."


" Idittttt kalau mirip mama, gak cantik dong." ucapnya becanda.


" mulutmu itu Jos...tak racun mau kamu. Kalau mama kamu gak Cantik, wajahmu tak setampan itu. Dasarrrr anak gak tauh diri banget sih kamu ini." ucap mama penuh emosi dia.


Joseph terkekeh habis dibalik ponselnya. Dia paling tauh mamanya tidak akan terima dikatakan seperti itu.


" Jangan marah-marah dong mam.. nanti bertambah kerutan wajah mama loh." Jawab Joseph lagi.


" Dasarrr kamu.. sudah ah." Masi kesal dia.


Tutttt...tutttt... Ponselnya pun dimatikan sudah.


" Kamu ini suka bangettt ganggu mama." ucap April.


" Senang aku tuh kalau lihat mama marah." Jawabnya dengan tawa.


" Jahattttt. Habiskan makanan kamu." ucap April dengan senyumnya.


" Kamu juga." membalas senyum April.

__ADS_1


Mereke melewati hari itu dengan penuh kebahagiaaan. Mengisi hari dengan candaan dan Tawa. Saling mengerti satu sama lain. Tidak Egois mungkin juga kunci kebahagiaan seseorang. Saling menutupi kekurangan pasangannya, pastilah suatu hubungan akan tetap berjalan mulus.


\=\=\=\=\= BERSMBUNG \=\=\=\=\=


__ADS_2