
April melihat kearah Joseph, berkutat dengan Komputernya dengan elegannya. Senyum sendiri melihat suaminya yang tampan itu, Joseph sadar, Melihat juga tatapan sang Istri yang menggoda. Joseph pun membalas senyum April.
" Ada apa sayang senyum-senyum sendiri. Entar dikirain Gilak loh." ucap Joseph kembali menatap layar komputernya.
April yang mendengarnya sigap mengerucutkan bibirinya. Joseph menatapnya kembali dan Tertawa. Tingkah Istrinya yang terkadang anak-anak itu yang membuat Joseph gemes sama April.
" Sini. Kemarilah." Seru Joseph.
April pun berdiri dan menghampiri Joseph. Joseph menarik tangan April dan memangkunya diatas pahaknya.
" Malu ah... entar kayak tadi ada yang datang." ucap April.
" Biarin... kamu kan Istriku bukan selingkuhanku." Jawab Joseph sambil memeluknya dari belakang.
April yang mendengar kata Selingkuh, memalingkan wajahnya ke arah Joseph, dengan wajah yang galak.
" Awas kalau berani selingkuh!!! Aku cekik leher kamu." ucapnya dengan penekanan.
Joseph tertawa " Wow.. Takuutttt. Ha..haha...ha... Ternyata Istriku ini pencemburu juga ya?. Jangan hawatir sayang, aku tidak akan menyelingkuhin kamu cuma menduakan saja." Joseph kembali tertawa.
April yang mendengar itu memukul bahu Joseph. Dengan bertubu tubi. " Itu namanya sama saja, Awas kamu ya!!! Gak akan aku kasi ampun kalau kamu ketahuan dibelakangku main Gilak!!!"Semprot April ketus.
Kembali memeluk April. " Kamu serius amat sih sayang, aku kan jadi takut." Seru Joseph meringis.
" Habisnya kamu sih! Aku kan gak mau diduakan, Sakit tauh."
" kamu tetap jadi yang pertama dan Terakhir untukku, percayalah sayang." Jawab Joseph menenangkan.
" Iya.. aku tuh memang percaya sama kamu. Tapi kan pelakorrr didunia ini kan banyak sayang. Termasuk Selena." ucap April pelan.
Joseph mendengar nama Selena yang tiba-tiba keluar dari mulut April, langsung nanggap dengan Yakin Selena masih mengganggu April.
" Selena??? Apa yang diperbuatnya dengan Kamu?" Tanyak Joseph serius. " Cerita ke aku."
April kemudian beranjak dari pangkuan Joseph, Wajahnya terlihat berubah. " Boleh kita duduk disana sayang?" Tanyaknya menunjuk ke Sofa.
Joseph berdiri dan menarik tangan April dan mereka duduk bersebelahan. " Ceritalah sayang." Ajak Joseph.
April menarik nafasnya sejenak, menggenggam tangan Joseph lalu memulai untuk bercerita.
" Sebenarnya... semalam itu... yang membuatku Kagettt adalah Omongan Selena." ucap April pelan.
" Apa yang dikatakannya sama kamu?" Tanyak Joseph penasaran.
April berpikir sejenak, takut kalau Joseph tauh dia akan marah. " Tapi kamu janji dulu. Jangan marah ataupun mencari Selena."
Joseph menaikan satu alisnya, Melihat kekawatiran April membuat hatinya merasa terusik.
" Baikkk.. aku janji. Katakan semuanya." ucapnya mulai dingin.
" Sebenarnya, Kontrak kerja sama perusahaan semalam. Selena menjadi Fashion Designer perusahaan itu. Selena ternyata bekerja di situ, kemudian dia dengan alasan ingin ngobrol tentang Desain yang akan kami buat. Ternyata nyatanya tidak. Selena membicarakan masa lalu kalian. Dan yang membuat aku kaget, Selena itu meminta aku untuk berpisah dengan kamu, dan mengembalikan kamu kedia, seperti omonganku saat aku jumpa dia di Mall. Ya waktu itu aku kan belum ada perasaan kekamu, Kamu tauh sendiri bukan? Saat aku berjumpa dengan kamu beberapa kali, karena Selena menggangguku, jadi aku bicara asal ke Dia" ucap April sedikit pelan.
Wajah Joseph memerah menahan amarahnya. Tapi dia sudah berjanji kan tidak mencari Selena. Yah Joseph juga tauh, setelah mendengar April yang berjumpa dengan Selena tidak sengaja di Mall waktu itu saat mereka belum jadian, dan saat April belum memiliki perasaan ke Joseph. Wajar Sih.
" Terus Apa kamu jawab?" Tanyak Joseph.
April menatapnya. " Ya aku bilang saja, saat dulu itu memang jos Mencintai Kamu wajar karena dia pacar kamu! Dan itu masa lalu. Masa sekarang, Jos mencintaiku dan aku Istri sahnya. Jadi apapun yang terjadi dimasa lalu kalian aku tidak perduli. Karena setiap orang memiliki masa lalu. kalau dulu aku berkata seperti itu, karena Aku tidak tauh perlakuan kamu ke Jos. Tapi untuk sekarang Jos itu yang paling berharga untuk aku, jangan jadikan Jos seperti barang, terus terakhir kali aku bilang ke Selena kalau ingin kaya bekerjalah dengan baik!!" Ucap April kembali kesal mengingat semalam.
Joseph yang melihat April sedikit emosi menceritakannya dan mendengar perkataan April bahwa dirinya berharga untuk April, Joseph tersenyum, menarik tubuh April dan memeluknya.
" Terimakasih sayang, aku benaran bersyukur wanita seperti kamu yang menjadi Istriku. Walaupun umur kita jauh, tapi Pikiran kamu lebih dewasa. Tidak salah aku memilih kamu menjadi pendampingku." Ucapnya dan mengelus bahu April. " Maaf kan aku, membuat kamu menanggung itu."
April mengendurkan pelukannya. " Jangan minta maaf, siapa juga yang mau punya masa lalu seperti itu. Lagian kamu tidak salah, Selena saja yang terlalu memaksakan kehendaknya."
Joseph tersenyum " wajahmu yang cantik, sama dengan hatimu sayang. Tapiiii kalau tadi kamu tidak menyuruhku untuk berjanji, sudah ku datangin dia. Enak saja dia menggangu Istri kesayanganku ini." Ucap Joseph lagi.
" Tidak apa-apa sayang, kamu jangan macam-macam. aku sendiri bisa mengurusnya."
" jangan bermain-main sama wanita licik itu. Semalam kamu sampai sakit, aku tidak mau kamu sakit karena dia. Ketahuilah aku tidak akan tinggal diam. Jika kamu mengijinkanku, aku suruh Aldi yang urus."
" Tidak... aku tidak mau kamu ikut campur Jos. Sudahlah... biarkan saja dia seperti itu. Lagian kamu tidak mungkinkan kembali dengan dia???"
Joseph menatapnya dan memakai Jari telunjuknya menunjuk kening April " Bodoh! pertanyaan macam apa itu?"
Apirl memegang keningnya " Iyaaa... pertanyaan dari mana itu ya? Dari kolong sofa mungkin." purak-purak mencari.
Joseph tersenyum.
TOK... TOKKK...TOKKK...
" Ya silahkan masuk." jawab Joseph.
Linda berjalan masuk dan menghampiri Joseph dengan April.
" Ada apa Lin, mau ngintip kami lagi?"
" Ya elah bapak... saya gak gitu pak. Jangan berburuk sangkah dong Pak." Jawab Linda.
April tersenyum lagi melihat atasan dan bawahan yang kayak musuh ini.
" Yach sapa tau kan kamu mau dapat episode kedua dari yang pertama tadi." Jawab Joseph. " Dia lagi LDR sayang dengan sih Carlo." bisik Joseph ketelinga April.
April hanya tertawa lucuh saja.
__ADS_1
" Isss bapak.. kayak di Drama Korea aja ada Episode lanjutannya." Jawab Linda.
April terkekeh. " Lin bos kamu ini gak pernah nonton Drama Korea."
" Apaaa!! Yang benar buk?" Tanyaknya kaget.
April menganggukan kepalanya. Sedangkan Joseph malah melihat keduanya " sudahlah Lin mau apa kamu kemari, jangan cerita-cerita Drama nanti malah kamu yang jadi Ratu Drama." cetus si Joseph.
" Pak Jos sensian amat. Oiya pak... saya jadi hampir lupa. Tuan Ferdinan dan Nona Jorji sudah diruang Tamu."
" suruh saja mereka masuk, kenapa harus menunggu?" jawab Joseph.
" Lah sih bapak... nanti kayak Tadi, makanya saya suruh menungguh, biar gak dapat Episode kedua kayak bapak bilang barusan."
Joseph menatap Tajam ke Linda, sedangkan April menahan Tawanya mendengar ucapan Linda. Sebagai atasan dan Serketaris walau kadang kayak Musuh juga sebenarnya sangatlah akrab.
" Kamu iniiii...!!! berani sekali mengulang perkataan saya."
" Pak... jangan galak-galak cepat tua nanti, kalau bapak tua diluan kasihan kan buk April yang masi cantik beliah ditemani sama orang Tua." ketus Linda.
Joseph berdiri." Cepat suruh mereka masuk!! berani ngomong lagi, saya lakban mulut kamu."
" Waduh" Linda refleks memegang mulutnya. " Saya permisi pak." ucapnya mundur dan berlari keluar.
April akhirnya terkekeh. Joseph yang mendengarnya menatap ke April. " Yang dibilang Linda itu ada benarnya tauk." Terkekeh kembali.
TOK...TOK...TOKK...
Pintu terbuka dan Ferdinan serta Jorji masuk keruangan kerja Joseph. Jorji yang melihat April langsung histeris kesenangan dan berlari kearah April.
" Aprillll.. kamu disini Juga? agh aku senang bangettttt." ucapnya sambil memeluk April.
" Iya mbak.. aku juga senang ada mbak disini." Jawab April dengan sedikit tawa.q
Ferdinan yang melihat Jorji senang seperti itu tak sadar dia menyunggingkan senyumnya. Joseph malah menangkap senyum Ferdinan dan menggelengkan kepalanya. " Bro.. jangan curi-curi pandang, senyum-senyum gak jelas. Halalkan dong." ucap Joseph tiba-tiba.
Ferdinan memudarkan senyumannya dan menatap ke Joseph. " sudah" Jawabnya dengan santai.
Jorji mengangkat jarinya yang sudah mengenakan cincin Berlian. Dengan senyum manis dan wajahnya Berekspresi senang memperlihatkan jarinya.
April menutup mulutnya tidak percaya.
" WOWWWW.. ini seriusan??? ya ampun Mbak Jorji." menarik Jorji dalam pelukannya. " aku ikut senang untuk kamu Mbak. Akhirnya 7 tahun itu tidak sia-sia." ucap April.
Sedangkan Joseph menarik Tangan Ferdinan dan menjabatnya serta memeluk Ferdinan dan menepuk bahunya. " Selamat Bro akhirnya gak kayak jemuran lo gantung si Jorji. Itu baru namanya Pria Bro."
Ferdinan tersenyum. Ferdinan ini memang susah untuk tersenyum ataupun tertawa. orangnya bawaannya dingin. " Sialan lo Jos, jadi selama ini gua apaan???"
" Selama ini... ya Pria." ucapnya purak-purak.
April yang melihat Joseph pun sedikit tertawa " Apa kamu pikir jangan-jangan kak Ferdinan itu Ho-" Joseph langsung cepat-cepat menutup mulut April dengan telapak tangannya.
" Hahahah." Joseph purak-purak tertawa.
April mencubit tangan Joseph yang membekap mulutnya. " Awwwww" Ucap Joseph merasa sakit.
" Kamu ini apa-apaan sih Jos" ucap April.
" maaf sayang." ucapnya tersenyum. " Oiya bro kok lo da balik, bukanya hari ini?" Sambil berjalan ke sofa untuk duduk.
Linda pun datang memberikan minuman untuk seluruh tamunya.
" Semalam usai rapat gua langsung balik bro. Gak ada kawan gua ngapain juga lama-lama gua disana."
" Hemmm... cepat-cepat pulang bukannya mau ngelamar Jorji? gak usah alasan segala bawak-bawak gak ada kawan lo."
Ferdinan jadi salah tingkah. Jorji malah senang jadi klepek-klepek.
" Oiya semalam katanya April sakit ya?" Tanyak Ferdinan mengalihkan pembicaraan.
Joseph yang mendengar hanya bisa tertawa.
" Iya kak... memang benar." ucap April sedikit tersenyum.
" Pantesan Jos semalam kayak orang kehilangan akal. Masi dalam rapat dia berdiri dan mencelah dewan direksi yang memimpin, meminta ijin tidak bisa mengikuti Rapat sampai selesai, belum juga dijawab dia langsung keluar. Tapi tidak ada yang berani sama suami kamu ini Pril. Biasa anak Sultan." ucap Ferdinan dengan wajah serius.
" Tsadeest." ucap Jorji. " so Sweet banget sih kalian." ucapnya lagi.
April menjadi malu-malu dan menatap ke Joseph. Betapa pentingnya dirinya untuk Joseph.
" Nanti kalau Jorji sudah jadi Istri kamu ya bro...baru bisa merasakan posisi Gua." Jawab Joseph.
" Ntap Jos... gua setuju sama lo." melihat ke Ferdinan. " Smoga saja calon suamiku ini juga perhatian." ucap Jorji.
Ferdinan menatap ke Jorji dan memberikannya sebuah senyum yang jarang singgah dibibirnya itu. Jorji jadi salah tingkah.
" sudahlah Jos.. gua mau membicarakan keputusan rapat semalam." ucap Ferdinan.
" April temani gua ke salon GI yukss... dari pada kita disini mendengarkan mereka. Baiknya kita perawatan. Mau kan?"
April tersenyum ingin menjawab mau, lalu dia melihat kearah Joseph. " Pergilah sayang, manjakan diri kamu. Aku takutnya kamu malah bosan disini. "
April langsung tersenyum senang. " Terimakasih sayang." ucap April tanpa malu.
__ADS_1
Joseph pun tersenyum manis. Ferdinan yang melihat kedua insan itu pun sedikit salah tingkah. Jorji pun begitu. " Ele-Ele yang cinta-cintaan, berasa milik berdua aja ruangan dan udara disini."
April tersipuh malu mendengarkan ocehan si Jorji.
" Tapi ingat Jor... Istriku baru saja pulih, jangan sampai kecapekan, kamu tolong jaga dia baik- baik." ucap Joseph.
" siap komandan." ucap Jorji. " berikan kunci mobil kamu." ucapnya ke Ferdinan. Dan memberikannya ke Jorji.
" kami pergi dulu ya Sayang, kak Ferdinan." ucap April pamit.
Dan mereka pun melangkah keluar dari ruangan menuju lantai bawah. Akhirnya Jorji melaju Mobil menuju GI.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setibanya di Mall mereka mencari Salon ternama yang memang juga langganan Jorji seperti April kemarin. Mereka memilih Treatment perawatan kecantikan, semua mereka lakukan dengan sama-sama.
April baru teringat saat melakukan Spa, berbicara dengan Jorji. " Mbak... besok ulang tahun Jos kan? Temani aku nanti membelikan Hadiah untuknya." ucap April.
" Benarkah besok?" Tanyak Jorji sedikit berpikir.
" Iya Mbak...besok aku ingin memberikannya kejutan. Tolong jangan kasi tauh siapapun." ucap April.
" Beres Pril."
Usai melakukan semua perawatan. April dan Jorji menujuh tempat perbelanjaan di Mall itu. Mencari sesuatu yang bisa dijadikan Hadiah untuk suaminya.
" sebernarnya aku bingung sih Mbak mau kasi dia apa. Soalnya dia sudah punya semuanya yang dia butuhkan." Ucap April sambil melirik Jam tangan bermerek keluaran Terbaru.
" maka dari itu.. kamu sebenarnya tidak usah repot-repot. Cukup berikan tubuh kamu saja, pakai lingerie biar keliahatan sexy di malam ulang tahunnya. Itu saja mungkin sudah cukup." ucap Jorji berbisik ke April.
" Mbak Jorji." ucap April kaget. dan wajahnya memerah malu.
Jorji malah ketawak melihat ekpresi wajah April dan kedua pipinya yang memerah.
" Habisnya kamu sih... benaran Jos itu sudah mempunyai semuanya, dengan kamu saja disisinya dia sudah senang." ucap Jorji.
" Kan ini ulang tahun pertamanya denganku Mbak.. masak seperti itu." Jawabnya sedih.
" Baiklah kalau begitu, ambil jam yang kamu pegang tadi. Itu kata SPG tadi keluaran terbaru. Paling harganya berapa puluh juta masi kecillah sama kamu." ucap Jorji
Akhirnya April mengiyakan itu, mengambil Jam tangan berwarna hitam sesuai warna kesuakaan suaminya. Dan meminta untuk dibungkuskan dengan pita diatasnya.
Sesudah selesai membayar jam, mereka berjalan keluar. Tiba-tiba April kembali pusing. Jorji yang melihatnya langsung mendekati April.
" Kamu tidak apa-apa? apa terlalu melelahkan?"Tanyak Jorji Hawatir.
" Sebentar mbak.. kepalaku terasa pusing." April berjongkok.
Jorji melihat kekiri dan kanan mencari cari cafe terdekat.
" sini aku papah, kita kesana biar kamu bisa istirahat sejenak." ucap Jorji.
Mereka pun berjalan pelan menuju Cafe. Sesampainya disana, Jorji mendudukan April dengan sedikit memijat lembut bagian kepalanya. Lalu Jorji memesankan Air putih hangat untuk April.
" Saya hubungin Jos aja Pril." ucapnya mengambil ponsel.
" jangan Mbak.. aku mohon jangan membuatnya kembali hawatir seperti yang terjadi saat rapat, aku tidak mau. Istirahat sebentar saja, pasti akan baikan." ucap April.
" Baiklah kalau begitu." ucap Jorji mengurungkan Niatnya.
Beberapa menit kemudian April merasa sudah enakan. Dan buru-buru mengajak Jorji kembali, sebelum dia merasa pusing kembali. Entah kenapa memang April merasa aneh, pada tubuhnya. setiap kali berjalan lama, dia merasakan pusing dikepalanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tiba di Hotel April meminta Linda untuk menyimpan Kado untuk Joseph. Memberikan perintah ke Linda untuk acara kejutannya besok. Kemudian Jorji dan April kembali keruangan Joseph. Dan mereka berbincang seperti biasanya. Jorji merahasiakan kejadian tadi, seperti yang dikatakan April. Tapi Joseph yang melihat ke April tiba-tiba merasakan sesuatu juga.
" Kenapa wajah kamu terlihat pucat sayang?"
" agh
.. tidak apa-apa Jos, mungkin kelelelahan." jawab April segerah.
" Kalian emangnya kemana saja Jorji?" Tanyak Joseph.
" kami cuman ke salon doang, itu saja."
" baiklah kalau begitu, kita pulang saja. Aku takut sesuatu terjadi pada April, dia butuh istirahat. karena wajahnya kembali seperti semalam." jawab Joseph kemudian.
" Kali ini kita diusir." kata Ferdinan.
" Bukan maksud gua begitu Bro... lagian sudah soreh. Apa Lo juga tidak capek baru pulang dari perjalanan semalam. Istirahatlah sebelum Tubuhmu Tumbang." ucap Joseph dan mengajak April untuk pulang.
April menjadi tidak enak pada Jorji dan Ferdinan. Tapi akhirnya mereka pun keluar dan berpisah di area parkiran Mobil.
\=\=\=\=\= BERSAMBUNG \=\=\=\=\=
TERIMAKASIH UNTUK SEMUA YANG UDAH KOMEN
AKU TUH BACA SEMUA KOMEN KALIAN.
KADANG SUKA SENYUM-SENYUM SENDIRI.
UNTUK KOMENTAR YANG MEMBANGUN AKU UCAPKAN TERIMAKASIH BANYAK SUDAH MEMBERIKAN HAL YANG POSITIF. SEMOGA KALIAN TETAP IKUTIN KISAHNYA MERAKA YA. 🥰
__ADS_1
UNTUK TULISAN YANG MASI BANYAK KEKURANGAN MAAFIN YA KAKAK"