
Namaku Jayden, anak dari pasangan Joseph Wijaya dan April. Pasangan yang di kenal oleh kalangan seluruh pembisnis. Aku adalah putra tunggal yang terlahir kembar dengan kakakku yang bernama Jayda. Meskipun kami kembar, jangan berpikir, Mama kami memakaikan kami baju yang sama melulu, seperti anak kembar pada umumnya.
Arti nama Jayden adalah Tuhan Maha Tahu.
Mungkin Mama dan Papa ku, memberikan nama itu untukku, karena aku pewaris tunggal keluarga Wijaya. Arti nama itu , mungkin tujuan Papa dan Mamaku agar aku senantiasa di berkati oleh sang Maha pencipta.
Apapun tujuannya, Aku yakin, Mama dan Papa menyelipkan doanya untukku. Perkenalkan Aku, Jayden Wijaya, Presdir perusahaan Wijaya Group dan juga pemilik dari perusahaan Mamaku yang sudah di gabung menjadi milik bersama. Perusahaan ini disebut dengan Konsolidasi, jadi semuanya Aku yang memimpin. Karena Papa dan Mama, Ingin menghabiskan masa tua mereka bersama.
Aku pun terjun ke dunia bisnis setelah lulus dari Universitas ternama. Dan di sanalah, aku juga mengenal cinta pertamaku, yang sekarang entah di mana keberadaannya. Selama Aku berkuliah, Aku memutuskan untuk tidak memacari wanita manapun. Kaena Aku sudah berjanji pada diriku, agar aku mampu menjadi pewaris keluarga Wijaya yang bisa di andalkan. Aku menjalin hubungan dengan wanita yang diam-diam aku sukai.
Aku dan dia terpisahkan saat kami sudah di wisuda. Akhirnya Aku melepaskan dia dengan rasa yang berat hati, karena apa? karena cita-citaku untuk menjadi pengusaha sukes seperti Papa dan Mamaku, sekaligus pewaris tunggal dari keluargaku.
Selama ini, banyak sekali mendekatiku, menjodohkanku, sampai para pewaris dari anak teman-teman Papa atau Mamaku, banyak yang meminta aku di jodohkan dengan mereka. Tapi... Karena Papa dan Mama mengerti ambisiku, keduanya tidak pernah memaksaku untuk menerima perjodohan-perjodohan yang di minta dari keluarga kalangan atas.
Aku masih menunggu wanita yang sempat aku abaikan perhatiannya dan cintaku pada dirinya. Mungkin saja, suatu saat nanti, atau beberapa tahun yang akan datang, Aku kembali bertemu dengan dirinya. Itu pun kalau dia masih sendiri, kalau sudah bersuami, mau gimana lagi ya?
Pagi ini, di ruangan kantorku, seperti biasa, sekretarisku bernama Alexa, yang bertubuh tinggi, putih, bodynya aduhai, suka tebar-tebar pesona denganku, tapi enggak pernah mempan ke Aku. Aku malahan enggak suka, liat cewek itu keganjenan, cari-cari perhatian pada atasannya. Tapi... Alexa ini lain, cari perhatiannya bukan dengan keseksiannya dia, tapi dengan kinerjanya. Meskipun cara berpakaiannya kurang bahan, tetapi aku acungi jempol kinerja dia dalam menyelesaikan tugasku maupun tugas di perusahaan.
"Tuan....Siang Nanti...Jadwal anda makan siang bersama Tuan Jerry, di Nine hotel." kata Alexa dengan suara manjanya.
"Baiklah Lexa, Terima Kasih." ucap Jayden tanpa menoleh ke Lexa.
Lexa langsung saja bergerak cepat keluar dari rungan Jayden, tiba-tiba Jayden memanggilnya.
__ADS_1
"Lex." panggil Jayden dengan suara datarnya.
"Iya Tuan?" balas Alexa dengan membalikan kembali tubuhnya.
"Nanti kamu persiapkan saja secara rinci yang akan di bicarakan dengan rekan bisnis saya, Dannn... Kamu enggak perlu ikut dengan saya, biarkan saya dengan Zona saja." kata Jayden dengan tegas.
"Baiklah Tuan.. Saya permisi." kata Alexa dengan anggun.
Tidak beberapa lama, pintu ruangan Jayden kembali terbuka.
"Sliahkan masuk Tuan dan Nyonya." kata Alexa pada Joseph dan April.
"Mama... Papa. Kok enggak bilang-bilang mau datang?" kata Jayden dengan cepat memeluk tubuh Joseph dan berpindah ke April.
"Kejutan sayang.... Ayo duduklah sini." ajak April.
"Bagaiamana Nak perusahaan? apa ada masalah?" tanya Joseph
"Tidak Pa... semua aman terkendali. Siang ini, Jayden akan bertemu dengan Tuan Jerry Pa. Pembisnis asal Jepang yang pernah berkolaborasi dengan perusahaan Mama." kata Jayden.
__ADS_1
"Baguslah Nak... Aturlah, Papa sangat yakin dengan apa yang Kau lakukan." kata Joseph berbangga hati."
"Tapi... Jayden bawakan saja dia Teh bunga Mawar, jamulah dia dengan kesukaannya." sambung April.
"Baiklah Ma, Terus... Maksud kedatangan Papa dan Mama ke sini, ada apa? Hayoooo." kata Jayden dengan menatap papa dan mamanya.
"Jayden tahu aja ya Pa." kata April dengan tersenyum kecil.
"Tahu dong... Kalau enggak penting, Papa dan Mama pasti datang ke Apartemen Jayden, bukan ke perusahaan kan?" jawab Jayden.
"Benar juga ya... Ya sudahlah , langsung ke topiknya saja Pa." kata April.
"Agh... Iya sayang... ." kata Joseph ke April, lalu Joseph merubah posisinya tepat di depan Jayden.
"Begini sayang...Papa sebenarnya sangat berat. Karena memang selama ini, siapapun yang meminta kamu di jodohkan Papa dan Mama tolak. Tapi untuk yang kali ini, sepertinya Papa harus menyampaikan ke Jayden. Karena umur Jayden sudah 28 Tahun Nak, sudah sangat cocok untuk berumah tangga. Tetapi, kembali lagi ke pilihan Jayden... Papa tahu, selama ini kamu tidak mengurusi tentang masalah percintaan, mungkin karena kesibukan kamu. Tapi karena Papa sudah berjanji Pada Kakeknya , untuk menjodohkan salah satu anak Papa dan Mama kelak. Dan janji itu, kembali teringat dalam pikiran Papa, saat Papa dan Mama berziarah ke makam oma dan opa kamu. Jadi... Maksud Papa dan Mama ke sini untuk membicarakan ini." jelas Joseph dengan hati-hati.
"Tapi Pa..." ucap Jayden.
"Sayang... Pikirkanlah dahulu. Mama dan Papa tidak akan memaksamu, tapi setidaknya kamu pikirkanlah. Karena ini sudah janji antara Papamu, Opamu, dan Omamu pada Kakek itu." ucap April dengan lembut.
"Tapi kenapa enggak Kak Jayda sih Ma? Kenapa harus Jayden?" tanya Jayden mulai kalut.
"Sayang... Cucunya cuma satu dan dia wanita. Kalau cowok yang sama Jayda dong." kata April dengan tersenyum.
"Terus bagaimana Ma?" tanya Jayden ke April.
"Pikirkanlah Sayang, Anaknya juga baik, Mama juga baru melihat fotonya. Wajahnya sih enggak asing, karena foto yang di kasi saat Ia masih kecil. Kamu tahu, sekarang dia hanya sendiri, karena Mamanya sakit. Sedangkan Papanya sudah duluan berpulang, yang kami dengar dia malahan memilih bekerja di perusahaan lain, sebagai Manager. Dia menutup dirinya sebagai pewaris tunggal dari Kakeknya Nak," ungkap April.
"Ya sudahlah Ma... Pa.. Biar Jayden pikir-pikir dulu, berikan saja alamat rumah dan perusahaan dia tempat bekerja." celetuk Jayden.
"Kau memang anak Papa.... Kau sangat tegas. Tapi Papa yakin, mungkin jodohmu adalah dia." kata Joseph dengan bangganya.
"Dari mana Papa bisa seyakin itu?" tanya Jayden penasaran.
"Entahlah Nak... Kalau begitu, nanti di kirim sama Mamamu. Nanti malam datanglah ke rumah, makan malam bersama." kata Joseph seraya beranjak dan di ikuti oleh April dan Jayden.
"Baiklah Pa... " balas Jayden senang.
"Mama sama Papa pulang ya Nak. Jangan lupa hubungi Kakakmu . Tanyakan kabarnya." perintah April.
"Baiklah... Mamaku sayang. Hati-hati Ma... Pa.. " ucap Jayden dengan mengantarkan keduanya ke depan pintu.
"Mungkin aku harus mempertimbangkan yang satu ini, karena Papa dan Mama enggak pernah sampai segitunya." gumam Jayden seraya berjalan kembali ke meja kerjanya.
Bersambung.
__ADS_1
....
Tekan like dan jangan lupa VOTE ya. Maaf.. Ini enggak akan up tiap hari, karena saya masih Fokus ke My Chosen Wife. Jika ini belum update, ada baiknya baca dulu My Chosen Wife ya... ❤🙏