KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
APA RENCANA MAWAR SELANJUTNYA?


__ADS_3

Dua hari kemudian Rafael dan Zahra akan segera melangsungkan pernikahan. Pernikahan sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat. Mawar tak menghadiri acara itu, entah kemana ia pergi dengan membawa mobil seorang diri.


Acara sakral berlangsung dengan lancar, ijab kabul sudah selesai, dan kini Rafael dan Zahra sudah sah menjadi sepasang suami istri. Dengan menundukan wajahnya Zahra mengecup punggung tangan Rafael. Tak ada raut wajah bahagia dari keduanya, Nyonya Silvia pun hanya terdiam tanpa ekspresi.


"Ma... Melati tak akan bertindak tidak adil pada kalian. Karena mas Rafael sudah mengetahui siapa Alvino yang sebenarnya, mama bisa menggendongnya kapanpun mama mau. Tapi tolong jangan berbuat apapun yang dapat memisahkan ku dengannya. Mama akan memiliki dua cucu, bukankah itu sudah lebih dari cukup. Kelak ketika Alvino dewasa, aku akan membiarkan nya untuk tinggal bersama kalian. Karena dia adalah cucu lelaki pertama di keluarga Hadinata."


"Sebenarnya aku tak keberatan jika cucuku tinggal bersamamu. Tapi kau juga benar Alvino adalah cucu lelaki pertama, dia yang berhak meneruskan semua usaha keluarga Hadinata. Terima kasih sudah mengerti dengan kondisi ini, maafkan mama jika sebelumnya mama selalu menyakiti mu. Tapi kau selalu bersikap baik pada mama." Ucap Nyonya Silvia dengan wajah sendu.


"Mama tak perlu bersedih, Melati sudah melupakan masa lalu yang pedih itu. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki segalanya. Melati harap mama bisa menerima Zahra dengan tangan terbuka."


Nyonya Silvia menelan saliva nya, ketika ia menyadari jika Zahra sudah berdiri dihadapan nya. Zahra sedang meminta restu dengan mengecup punggung tangan nya.


"Nyonya saya mohon restui pernikahan ini." Ucap Zahra dengan suara bergetar.


Tuan Satria menghampiri nya, ia menyunggingkan senyumnya dan mengusap kepala Zahra.

__ADS_1


"Panggil kami mama dan papa. Sekarang kau adalah istri putraku. Restu ku akan selalu bersamamu, aku harap kau bisa menjadi istri dan ibu yang layak bagi Rafael dan Catlea. Tolong anggaplah anak malang itu seperti putri mu sendiri, seperti yang kau tau Mawar tak pernah memberinya kasih sayang." Tuan Satria menghembuskan nafasnya panjang, wajahnya sendu menatap wajah lugu Catlea.


"Ya... Kali ini papa benar! Panggil aku mama, aku sudah menyadari semua kesalahan ku di masa lalu. Dan aku tak ingin mengulangi nya, mama harap kalian bisa menjadi pasangan yang berbahagia." Nyonya Silvia mendekap Zahra dan Rafael bersama an.


Setelah acara itu selesai, Melati berpamitan untuk kembali ke tempatnya tinggal. Tapi Tuan Satria meminta nya untuk tinggal beberapa hari lagi, karena ia ingin menghabiskan waktu bersama Alvino.


"Apakah kau tidak keberatan Mel untuk tinggal bersama kami, setelah ini kami akan berpisah dari Alvino, dan baru dua hari kalian disini." Pinta Tuan Satria dengan wajah sendu.


"Tentu saja Melati tidak keberatan pa. Lagipula mas Aldino mengijinkan ku untuk tinggal selama aku mau. Tapi aku hanya mencemaskan Aurelia saja pa, karena itulah aku ingin segera pulang. Papa tau mantan istrinya masih saja menemui nya di rumah, wanita itu ingin memiliki waktu bersama Aurel. Tetapi mas Aldino tak menyetujuinya, menurutnya Anya sedang mengincar sesuatu."


"Tidak apa-apa pa, Melati akan tinggal disini untuk dua hari ke depan. Lagipula Alvino juga harus merasakan kasih sayang dari papa kandung dan keluarganya."


Rafael masuk ke dalam kamarnya, dan tak melihat Mawar disana. Catlea yang sebelumnya berada di dalam ranjangnya tak terlihat. Rafael memanggil semua orang yang ada di rumahnya. Ia bertanya apakah anaknya berada dengan salah satu dari mereka. Tapi tak ada yang tau dimana Catlea berada, Zahra yang baru saja masuk ke dalam rumah memberitahu, jika Mawar baru saja kembali dan membawa Catlea pergi bersamanya.


"Kenapa kau tak menghentikan Mawar membawa Catlea hah! Wanita jahat itu pasti akan menyakiti putriku! Kau sudah tau kan, jika Mawar tak pernah menyayangi anaknya. Dan kau malah sengaja membiarkan nya pergi, apa kau memang ingin membiarkan Catlea pergi dari rumah ini!." Pekik Rafael dengan membulatkan kedua matanya.

__ADS_1


Terlihat Zahra terdiam dengan mata berkaca-kaca, ia sangat ketakutan melihat amarah Rafael untuk pertama kalinya. Mbak Saroh mendekati Zahra dan menggenggam tangan nya. Setelah puas memaki Zahra, Rafael mengambil ponselnya dan menghubungi Mawar melalui panggilan video.


...Yuk berikan Like dan komentar nya, berikan Gift dan Vote nya jika berkenan memberi dukungan nya. Terima kasih 😘💕...


...Bersambung....


...Hai aku punya referensi cerita yang bagus buat kalian. Biar ga penasaran aq kasih bocoran ceritanya kalau masih penasaran, langsung stalking novelnya....


Author: Komalasari


Judul : Pesona Tuan De Luca


Matteo de Luca adalah putra mahkota dari Klan de Luca, yang merupakan organisasi mafia terselubung dan sangat disegani. Sang ayah begitu menyayangi dan melindunginya. Ia seakan memiliki rasa kurang percaya terhadap Matteo, sehingga membuatnya merasa terkekang. Atas dasar itulah, Matteo mencoba melepaskan diri untuk membuktikan bahwasannya ia mampu.


Matteo melakukan transaksi ilegal dengan seorang sahabat lama yang ternyata mengkhianatinya. Dalam kondisi terluka, Matteo melarikan diri ke kota Venice. Di sana ia bertemu dengan sosok Mia yang kemudian merawat luka dan memberinya tumpangan untuk menginap di dalam kedai milik ayahnya.

__ADS_1


Apa yang terjadi selanjutnya, yuk mampir ke cerita di atas 🙏


__ADS_2