KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
MEMILIH PERGI (BERUSAHA MENGALAH)


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan mbak Saroh, Melati segera memesan taksi online menuju agen travel keluar kota, dia ingin menenangkan diri di Desa ayahnya dulu tinggal, didalam hati Melati sangat berat mengambil keputusan itu, tapi dia terpaksa melakukannya, sengaja Melati memilih tinggal di Desa ayahnya, untuk menenangkan diri dan menghindari Rafael.


Semoga mas Rafael tidak tau keberadaan ku, aku ingin menenangkan pikiran disana selama beberapa hari, karena urusan butik sudah ku pasrahkan pada pegawai kepercayaan ku, batin Melati dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Semalaman mbak Saroh tidak tenang, ingin sekali dia memberitahu Rafael tentang kepergian Melati, tapi dia sudah terlanjur berjanji untuk tidak mengatakan apa-apa pada siapapun, dan pagi itu, ibunya Melati datang ke rumah untuk mengunjungi anaknya, tapi mbak Saroh mengatakan jika tidak ada Tuan dan Nyonya nya di rumah itu, dan dia juga tidak tau kemana mereka berdua.


Tiba-tiba Rafael pulang ke rumah dengan wajah cemas, dia bertanya hal yang serupa pada mbak Saroh, tapi pembantu itu tetap berpegang pada janjinya, dan tidak mengatakan apa-apa, Rafael berkali-kali menghubungi Melati melalui ponselnya, tapi panggilan itu tidak tersambung.


Tentu saja tidak akan tersambung, mbak Melati sudah membuang simcard nya, tapi dia berjanji akan menghubungiku secepatnya, semoga mbak Melati baik-baik saja, batin mbak Saroh dengan wajah sendu.


"Ini salahku bu, harusnya malam ini aku bermalam di rumah, tapi aku malah menemani Mawar disana, padahal aku sudah tiga hari menginap disana, aku bukan suami yang baik untuknya, aarggh."


"Sudahlah Rafa, kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri, Melati pergi pasti bukan karena hal itu, percayalah pada ucapan ibu, Melati itu anak yang sangat baik dan pengertian, dia pasti pergi karena ingin mengalah dari Mawar, dia tidak ingin bayi yang dikandung Mawar tidak memiliki status, ibu sangat memahaminya, karena sebelumnya dia pernah mengatakan hal itu, tapi ibu sudah melarangnya melakukan nya, tapi akhirnya dia mengambil keputusan sendiri."


Kemudian Rafael pergi mencari keberadaan Melati, ke rumah beberapa teman dekatnya, dan akhirnya dia pergi ke butik, tapi pencariannya sia-sia karena Melati tidak ada disana, ibu mertuanya juga mencari ke rumah kerabatnya, tapi tidak mendapatkan hasil apapun, dengan perasaan yang kalut Rafael meminta bantuan Papanya, Tuan Satria yang memiliki banyak anak buah, mengerahkan mereka semua untuk mencari keberadaan menantunya, dua minggu berlalu, kabar hilangnya Melati disiarkan melalui media elektronik dan juga media sosial, sang Dokter yang sempat membantu kebohongan Mawar terkejut, karena dia baru tau jika perempuan yang bernama Mawar itu bukanlah istri sah pengusaha kaya Rafael.


Jadi perempuan itu mempermainkan emosiku dengan menceritakan omong kosong, sebenernya dialah pelakor yang merusak rumah tangga saudara kembarnya sendiri, ya Tuhan kesalahan apa yang telah ku lakukan, aku telah mendukung seseorang yang jahat, untuk merusak rumah tangga orang lain, batin Dokter itu dengan mengusap rambutnya kasar.


Disisi lain Mawar terus mendesak Rafael untuk segera menalak Melati, dengan mengatakan kehamilan nya akan semakin membesar, dan dia ingin anaknya mendapatkan status resmi, dengan pernikahannya secara hukum, tapi Rafael terus mengelak, dengan mengatakan jika dia ingin berbicara langsung dengan Melati, sebelum dia mengambil keputusan itu.

__ADS_1


"Kau juga harus mengerti War, Melati adalah istriku yang sah, tidak mudah untukku meninggalkan nya begitu saja, kami harus berbicara empat mata."


"Tapi aku tau mas, jika kak Melati sengaja meninggalkan mu karena dia ingin kau menjadi suamiku yang sah dimata hukum, aku tau dia sangat perduli padaku dan juga bayi yang ada dirahimku."


Tiba-tiba Perawat ayahnya datang mengetuk pintu kamarnya, Mawar bertanya ada kepentingan apa, sehingga dia mengganggu pembicaraan nya dengan Rafael.


"Begini mbak, saya mendapatkan pesan dari Dokter yang pernah memeriksa kehamilan mu, dia ingin bertemu denganmu dan berbicara tentang hal yang sangat penting," ucap sang perawat.


Apa yang ingin dibicarakannya, jangan-jangan dia melihat berita tentang kak Melati, astaga bodohnya diriku, lebih baik aku menemuinya, sebelum dia mengatakan kehamilan palsuku pada mas Rafael, batin Mawar dengan wajah cemas.


Sama-sama Rafael mendengar percakapan mereka, dia menghampiri keduanya dan bertanya hal penting apa yang ingin Dokter itu bicarakan dengan Mawar, lalu dengan panik Mawar menjelaskan jika dia telah melewatkan jadwal pemeriksaan.


Tanpa rasa curiga Rafael percaya dengan penjelasan Mawar, bahkan dia menawarkan untuk mengantarkannya ke Tumah Sakit, tapi dengan tegas Mawar menolaknya, dia bersikeras ingin pergi sendiri.


"Kau pergi ke kantor saja mas, siapa tau ada urusan yang penting disana, karena sudah satu minggu kau tidak kesana, jika ada sesuatu yang penting tentang bayi kita, pasti aku akan memberitahumu."


Setelah itu Rafael meninggalkan Mawar di rumahnya, karena ada telepon dari papanya, yang memintanya datang ke rumah besar, sedangkan Mawar nampak kalut di dalam kamarnya.


Tanpa menunggu hari esok, Mawar menemui Dokter itu di Kliniknya, mereka berbicara empat mata, Dokter itu sangat marah karena Mawar mempermainkan emosinya.

__ADS_1


"Kau menipuku untuk membuatmu tetap berada di rumah besar itu, apa kau tidak punya hati, yang ingin kau singkirkan itu adalah kakak kembarmu sendiri, aku sangat menyesal telah membantumu menipu semua orang, cepat jelaskan pada mereka semua tentang kehamilan palsumu, aku memberimu waktu sampai lusa, jika kau tidak melakukannya, aku sendiri yang akan membongkar nya dihadapan semua keluargamu, dan itu akan membuatmu malu sendiri," ucap sang Dokter dengan membulatkan kedua matanya.


"Kau tidak boleh melakukannya Dok, tolong mengertilah keadaanku, aku terpaksa memintamu untuk berbohong, karena aku sangat mencintai suamiku, aku tidak ingin berpisah dengannya Dok."


"Kau harus sadar diri, di agama sudah dijelaskan jika hubungan kalian tidak bisa dilanjutkan, karena Tuan Rafael lebih memilih kakakmu, kau harus rela berpisah dengannya."


Percuma aku memohon padanya, apa yang harus ku lakukan supaya Dokter ini tidak mengatakan yang sebenarnya, batin Mawar didalam hatinya.


Setelah itu Mawar menundukkan kepalanya dan mengikuti ucapan Dokter itu, tapi Mawar meminta waktu lebih lama lagi, setelah kakaknya ditemukan baru dia akan menjelaskan segalanya.


"Tolong beri aku waktu lebih lama lagi, aku masih menunggu kabar dari kak Melati, supaya dia dapat mendengar kebenaran ini dariku langsung," ucap Mawar memohon dihadapan Dokter itu.


"Baiklah jika itu yang kau mau, setelah Melati ditemukan aku akan datang mengunjjngimu, jika kau belum mengatakan yang sebenarnya, aku sendiri yang akan mengatakan pada mereka semua."


Nampak keringat dingin membasahi keningnya, Mawar sangat cemas dengan degup jantung yang kencang, dia sudah terpojok dan tidak mempunyai pilihan, selain menuruti ucapan sang Dokter, kemudian dia berjalan tertatih di sepanjang jalan, teriknya matahari tak dihiraukan nya, Mawar sangat frustasi dan berjalan tak tentu arah, matanya berkunang-kunang dan dia kehilangan kesadarannya, Braak... Mawar tergeletak di pinggir jalan, beberapa orang membantunya dan menghubungi orang terdekatnya, melalui ponsel yang ada didalam saku jaketnya.


...Beri dukungan untuk author yuk kak, dengan cara memberikan Vote atau giftnya, jangan lupa tekan tombol like dan favoritnya, terimakasih 🤗...


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2