KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
JERAT HUKUM


__ADS_3

Dua hari setelah Mawar kembali ke dalam penjara. Polisi membuat surat perintah penangkapan untuk Steven Dixon. Penangkapan itu terjadi di Bandara, saat ia hendak menaiki pesawat yang akan membawanya ke Brazil. Polisi meminta pihak maskapai untuk menunda jam penerbangan sementara waktu, lalu Steven segera digelandang ke kantor kepolisian. Nampak amarah yang sangat besar dari dalam dirinya. Steven tak terima dengan penangkapan itu. Dia berteriak lantang akan menuntut semua polisi yang menangkapnya, dan salah satu polisi mengatakan jika ia tak akan bisa melakukan itu, karena penangkapan hari itu memiliki ijin resmi dari atasan mereka. Dengan wajah kebingungan Steven terpaksa mengikuti perintah polisi, ia pasrah diseret ke dalam mobil dengan tangan yang terborgol.


Sesampainya di kantor kepolisian, nampak Mawar dan semua mantan anak buah Steven yang sudah tertangkap, dimintai keterangan di tempat yang berbeda. Steven memandang ke semua tempat, ia curiga jika salah satu anak buahnya membuka mulut tentang nya. Tapi yang paling membuatnya terkejut adalah, kehadiran Mawar di salah satu ruangan, dan ia sedang dimintai keterangan oleh polisi.


"Sial! Apa Mawar sudah sembuh dari depresi nya? Dan ia mengadukan ku pada polisinya? Brengsek! Seharusnya aku melenyapkan nya ketika di Rumah Sakit Jiwa." Batin Steven kesal didalam hatinya.


Steven di masukan ke dalam sel, ia berteriak pada polisi jika ia harus menghubungi pengacara nya. Lalu seorang polisi menjelaskan, jika kakaknya sudah menyiapkan pengacara untuknya. Tapi polisi juga mengatakan, jika kasusnya sangat berat. Karena semua pelaku kejahatan sudah mengakui keterlibatan nya. Steven hanya bisa menelan saliva nya, matanya membulat sempurna karena terkejut mengetahui kenyataan yang ada.


"Selamat siang Tuan Steven, saya Beny pengacara yang akan mengurus kasus pidana anda." Ucap seorang lelaki paruh baya dengan setelan pakaian serba hitam.


"Jadi kau pengacara yang dibayar Daryl? Kau harus bisa membebaskan ku dari tempat terkutuk ini. Jika kau berhasil, aku akan memberikan uang yang sangat banyak untukmu!." Seru Steven dengan angkuhnya.

__ADS_1


"Saya bekerja dengan keadilan, jika anda terbukti tak bersalah pasti saya bisa membantu anda. Tugas saya adalah membantu klien dalam kasus hukumnya."


"Jadi kalau aku terbukti bersalah kau tak akan bisa membebaskan ku? Kau berkata tentang keadilan? Kau dibayar untuk mengeluarkan ku dari tempat ini, tapi kau bersikap seperti seorang hakim yang jujur!." Seru Steven dengan mengerutkan keningnya.


"Saya baru mempelajari kasus yang melibatkan anda. Dan semua tersangka mengatakan keterlibatan anda dalam kasus penculikan istri seorang pengusaha ternama Rafael Kusuma Hadinata. Jika anda memang terlibat, lebih baik anda mengaku saja. Supaya saya dapat membantu anda mendapatkan keringanan hukuman." Ucap Beny sebagai pengacara Steven.


Steven malah memaki Beny dengan kata-kata kasar, ia mengumpat dan membentak sang pengacara. Dia mengatakan jika Beny tak becus menjadi pengacara, karena ia bekerja berdasarkan fakta, dan tak bisa membela klien nya.


"Seharusnya kau berusaha melakukan apa saja supaya aku dapat terbebas. Rupanya Daryl salah memilih mu sebagai pengacara ku!." Seru Steven dengan membulatkan kedua matanya.


"Percayalah Stev, jika kau tak bersalah semua akan baik-baik saja. Kau akan segera terbebas dari jeruji besi ini." Ucap Daryl dengan menghembuskan nafas panjang.

__ADS_1


"Jadi kalau semua saksi mengatakan aku bersalah, hakim akan memvonis diriku bersalah?."


"Jika ada saksi, harus ada bukti juga yang diperkuat dengan penjelasan dari korban. Dimana korban mengaku mengenali suara anda, sebagai salah satu penjahat yang berbicara dengan mantan istri suaminya. Karena itulah saya minta anda jujur, supaya saya dapat membantu anda meringankan hukuman."


Steven terkekeh, ia menggelengkan kepalanya dengan tertawa lantang. Steven meminta Daryl untuk mencari pengacara yang lain, karena tak ada guna nya menggunakan jasa Beny sebagai pengacara.


"Aku tak membutuhkan pengacara yang bekerja secara jujur! Aku hanya ingin pengacara yang dapat membebaskan ku bagaimanapun caranya. Dan jika kau tak dapat melakukan nya, enyahlah dari hadapanku!." Seru Steven seraya mendorong Beny menjauh dari sel tahanan nya.


Karena merasa tak dihargai, Beny beranjak pergi dari sana. Lalu Daryl menjelaskan pada Steven, jika kasus yang menjeratnya sangat serius, dan tak ada satupun pengacara selain Beny yang mau menangani kasus nya. Tapi dengan entengnya Steven mengatakan, jika uang mampu membayar segalanya.


"Kau tau keluarga Hadinata sangat berpengaruh di Negara ini. Banyak pengacara yang mundur karena harus berurusan dengan keluarga mereka. Apalagi semua saksi mengatakan jika kau bersalah." Ucapan Daryl membuat Steven terkejut, karena anggapan nya tentang uang yang dapat membeli segalanya salah.

__ADS_1


...Berikan dukungan pada author yuk dengan memberikan Gift atau Vote nya. Terima kasih all 😘💕...


...Bersambung. ...


__ADS_2