
Waktu berlalu dengan cepat, Zahra dan Rafael memulai kehidupan baru mereka. Kebahagiaan sebagai pasangan suami istri yang sesungguhnya sudah terlihat, Catlea yang mulai bersekolah di taman kanak-kanak akan segera memiliki seorang adik. Karena Zahra sudah hamil dua bulan.
Melati dan Aldino memboyong kedua anaknya untuk tinggal di Jakarta. Mereka ingin memulai kehidupan baru tanpa bayangan Anya, mantan istri Aldino yang terus menerus mengganggu kebahagiaan keluarga nya. Kedua keluarga itu saling hidup rukun, seakan tak ada masa lalu di antara mereka.
Catlea sering bertemu dengan anak Daryl, dan keduanya berteman baik. Daryl memiliki seorang anak lelaki yang masih berusia dua tahun. Kehidupan mereka semua baru saja dimulai setelah masalah besar itu pergi. Daryl berusaha menjaga hubungan baik dengan Steven, tapi niat baiknya tak di anggap oleh adiknya. Steven menganggap Daryl adalah musuhnya, sa seperti keluarga Hadinata yang lainnya. Tapi Daryl tak pernah menaruh kesal pada Steven, bahkan ia mengenalkannya pada Catlea yang sudah mulai lancar berbicara. Semua itu atas izin Rafael, yang tak ingin menutupi apapun dari Catlea, dan ketika ia dewasa nanti akan menuntut kebenaran darinya. Rafael sudah menjelaskan pada Catlea tentang Steven ataupun Mawar. Gadis kecil yang masih bersekolah di taman kanak-kanak itu, mulai memahami arti kejujuran. Perlahan ia mengerti dengan penjelasan papa nya.
Suatu ketika Catlea menjenguk Steven dan juga Mawar. Gadis itu masih mengenali Mawar sebagai mama nya, tapi ia tak mau terlalu dekat dengan nya. Bagaimanapun Catlea merasa asing didekat Mawar. Tak lama setelah itu, Steven bertemu dengan Catlea. Steven memandang wajah lugu Catlea, ada kemiripan diwajah gadis kecil itu dengannya. Meski merasa asing dengan Steven, Catlea memberanikan diri bertanya pada Steven.
"Are you my father, right?." Tanya Catlea dengan mata berkaca-kaca.
Steven diam membisu dengan jantung yang berdegup kencang. Catlea disana didampingi dengan Uncle Daryl, gadis kecil itu membisikan sesuatu pada Uncle nya. Nampak Daryl mengerutkan keningnya terkejut mendengar ucapan Catlea.
"Are you sure Baby?." Ucap Daryl meyakinkan Catlea.
__ADS_1
Gadis kecil itu menganggukan kepalanya dengan memandangi wajah Steven. Lalu Daryl mengatakan pada Steven, jika Catlea ingin memeluknya sekali saja. Sontak saja Steven tercengang dengan membulatkan kedua matanya. Ia tak pernah menyangka, jika gadis kecil yang tak pernah ia inginkan ada di dunia ini ingin memeluk dirinya. Ternyata didikan dari Rafael sangat mempengaruhi pola pikir Catlea. Setelah memberitahu yang sebenarnya pada Catlea, Rafael meminta Catlea untuk menghormati kedua orang tua kandungnya.
"Thank you for everything, Im glad to meet you dad." Ucap Catlea seraya menghambur ke pelukan Steven.
Tanpa diduga bulir-bulir bening menetes membasahi wajah Steven. Lelaki itu menangis sesegukan dengan memeluk erat anak yang tak pernah di anggapnya. Steven merasa bersalah pada Catlea, dan ia mengecup keningnya seraya mengucapkan permintaan maaf. Sejak saat itu hati Steven tak dipenuhi dendam lagi. Hatinya yang sekeras batu, telah luluh dihadapan kasih sayang putri kandung nya. Mawar yang masih berada di ruangan yang sama dengan mereka ikut terharu. Dia meminta ijin pada petugas polisi untuk menemui Catlea kembali. Mawar mendekati Catlea dan sama-sama memeluknya, ia juga meminta maaf pada Catlea, karena tak bisa menjadi seorang mama yang baik untuknya. Ketiganya saling berpelukan, membuat suasana di lapas itu mendadak haru.
Lalu di belakang punggung Daryl nampak beberapa orang berjalan ke arahnya. Rupanya Rafael bersama Zahra dan Melati dengan Aldino, datang ke lapas juga untuk melihat Catlea bertemu dengan kedua orang tua kandungnya. Mawar bangkit berdiri memandang wajah sang kakak dengan berurai air mata.
Melati dan Zahra sama-sama memaafkan Mawar, dan memintanya untuk bertaubat. Mawar juga meminta maaf pada Rafael dan juga Aldino, karena mengganggu kehidupan rumah tangga mereka. Rafael pun luluh dan segera memberikan maaf pada mantan istrinya itu, sementara Aldino yang merasa tak punya masalah secara langsung dengan Mawar kebingungan, kenapa Mawar juga meminta maaf padanya.
"Tanpa kau tau, aku lah yang telah mendukung Anya untuk mengusik kehidupan keluarga mu. Anya selalu meminta saran padaku, dan aku terus mendukungnya untuk merebutmu dari kak Melati. Karena itulah aku juga meminta maaf padamu, tolong maafkan aku!." Penjelasan Mawar membuat Aldino tercekat, ia merasa sedikit kesal, tapi Melati menghentikan nya untuk berkata kasar pada Mawar.
Dengan menghembuskan nafas panjang, Aldino akhirnya memberikan maaf pada Mawar. Setelah itu Steven berjalan dengan menggenggam tangan Catlea, ia meminta maaf pada Rafael dan juga Zahra. Nampak semua orang terkejut, karena lelaki yang berniat membalaskan dendam pada mereka, akhirnya mengutarakan ucapan maafnya.
__ADS_1
"Kasih sayang Catlea telah membuat ku sadar, jika aku tak bisa bersikap angkuh terus menerus. Putri yang tak pernah ku harapkan memberikan kasih sayangnya padaku, dia menganggapku sebagai papa nya. Itu semua karena didikan kalian berdua, yang membuatnya tumbuh menjadi anak yang penyayang dan berbudi. Aku ikhlas Catlea dirawat olehmu. Terima kasih sudah mendidiknya dengan baik." Steven menundukan wajahnya dengan wajah sendu.
Rafael menepuk pundak Steven seraya merangkulnya. Rafael mengatakan jika Steven adalah papa kandungnya Catlea, dia juga berhak memberikan kasih sayangnya.
"Aku hanya ingin jujur pada Catlea sejak ia masih kecil, karena ketika ia mengetahui segalanya ketika dewasa nanti, semua akan sulit untuk dikendalikan. Jadi akan lebih baik Catlea mengetahui segalanya dari sekarang."
Semua orang tersenyum lega, karena tak ada keributan yang terjadi. Semua masalah berakhir dengan bahagia, dan tak ada yang ditutupi lagi. Rafael dan Zahra memulai kehidupan barunya bersama Catlea dan calon bayi yang ada di kandungan Zahra. Melati dan Aldino tinggal di satu lingkungan bersama keluarga Hadinata, supaya Alvino bisa selalu dekat dengan papa kandungnya juga opa oma nya. Sedangkan Maear dan Steven menghabiskan sisa hukuman nya di penjara dengan bertaubat dan belajar agama. Keduanya sudah terketuk pintu hati nya setelah berbagai musibah yang terjadi, semua orang berharap jika keduanya akannterbebas dari penjara dengan pribadi yang jauh lebih baik.
Tapi di lain tempat, Anya masih terus berusaha masuk ke dalam kehidupan Aldino. Karena keinginan nya untuk merebut Aurelia belum terlaksana, sehingga ia terus melakukan segala cara, untuk memisahkan Aldino dan juga Melati. Anya masih berambisi untuk menjadi istri Aldino, dan menikmati semua kekayaan nya.
Apakah Anya bisa menjalankan rencananya dengan baik? Rencana merebut mantan suami dan anak semata wayangnya. Kisah kembaranku maduku ini, memetik kisah jika kasih sayang yang berlebihan untuk salah satu anak itu tidak baik. Karena semua anak itu sama, tidak ada yang lebih penting ataupun spesial. Semoga semua orang tua diluar sana, tak ada yang memilih kasih antara anak satu dan anak lainnya. Terima kasih sudah mengikuti kisah ini dari awal, siapa yang mau terusin kelanjutan kisah Anya dalam usahanya memasuki kehidupan keluarga Melati dan Aldino? Tulis komentar kalin di kolom komentar di bawah ini.
...See you 👋...
__ADS_1