KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
BEKERJALAH UNTUKKU


__ADS_3

Mbak Saroh membawa Catlea ke taman untuk menidurkan nya, karena tak kunjung terlelap kembali. Ia mengajak Lea ke kamar Zahra, untuk memastikan apa yang di ucapkan Mawar. Dan ketika Mbak Saroh membuka pintu kamar Zahra, ia tak dapat menemukan wanita malang itu. Lemari pakaian nya sudah kosong, dan Mbak Saroh pun membulatkan kedua matanya karena terkejut.


Ya Alloh dimana Zahra? Jangan-jangan Nyonya Mawar melihat apa yang telah ku lihat, dan ia mengusir wanita malang itu? Batin Mbak Saroh penuh tanya.


Dengan wajah sendu Mbak Saroh berjalan tertatih ke kamarnya. Ia meletakan Catlea di ranjang kecilnya. Bocah kecil itu belum memejamkan matanya, dan Mbak Saroh hanya bisa diam dengan berlinang air mata. Ia tak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Zahra selanjutnya. Gadis lugu itu telah dinodai oleh majikan nya sendiri, dan ia tak tau harus berbuat apa saat itu.


Di tempat lain Zahra terbangun dari tidurnya, ia melihat Melati yang sedang melakukan ibadah. Zahra mengernyit melihat seseorang yang ia tau sangat kejam, sedang melakukan ibadah di tengah malam seperti itu.


Aku tidak yakin jika dia adalah Nyonya Mawar yang aku kenal sebelumnya, batin Zahra kebingungan.


"Eh kau sudah bangun? Minumlah jahe hangat itu, aku lihat tubuhmu demam, karena itulah aku sengaja membuatkan jahe hangat untukmu." Ucap Melati dengan menyunggingkan senyumnya.


"Nyonya Mawaaar... Terima kasih sudah menolong saya, ternyata saya salah paham dengan Nyonya...." Zahra berbicara dengan terbata-bata.


Melati mengerutkan keningnya, terkejut setelah perempuan yang ditolongnya menyebut nama saudara kembarnya.

__ADS_1


"Jadi kau mengenal Mawar? Memangnya kau ini siapa? Sebenarnya aku adalah kakak kembarnya, perkenalkan nama ku Melati."


Zahra tertegun mendengar apa yang baru saja ia dengar. Tak percaya dengan apa yang didengar nya, ia menggelengkan kepalanya berulang kali.


Apa yang harus ku lakukan sekarang, apa lebih baik ku ceritakan segalanya pada Nyonya Melati. Tapi aku takut dengan ancaman Nyonya Mawar, batin Zahra resah.


"Namamu siapa? Kenapa kau bisa mengenal Mawar?."


"Aku aku mantan baby sitter anaknya Nyonya."


"Aku melakukan suatu kesalahan Nyonya, dan Nyonya Mawar sangat marah lalu mengusirku malam ini." Jelas Zahra tak berani mengatakan yang sebenarnya.


"Kesalahan? Kesalahan apa yang membuat Mawar mengusir mu malam-malam begini?."


Zahra tercekat mendengar pertanyaan Melati, ia menundukan wajahnya dengan peluh yang membasahi keningnya. Melati yang mengerti keresahan Zahra, mengalihkan pembicaraan karena tak tega melihat raut wajah Zahra yang ketakutan.

__ADS_1


"Aku tau jika Mawar sangat pemarah, dia bisa memaki siapa saja yang membuatnya kesal. Kau tak perlu cemas, aku tak akan mengatakan apapun padanya."


Zahra akhirnya menghembuskan nafasnya panjang, merasa lega dengan penjelasan Melati.


"Kenapa sepertinya kau sedang ada masalah Zahra? Ceritalah padaku, mungkin aku bisa membantumu."


"Ehm itu Nyonya, aku tak tau harus bagaimana. Setelah kehilangan pekerjaanku, aku harus mencari pekerjaan lain. Adikku seorang diri di desa, kedua orang tua kami sudah tiada, aku harus mencari nafkah untuk menghidupi adikku. Tapi mencari pekerjaan tak akan semudah itu." Jelas Zahra dengan mata berkaca-kaca.


"Jadi kau yatim piatu? Ya Allah malang sekali nasibmu Zahra. Bagaimana kalau kau menjadi babu sitter untuk menjaga bayiku? Tapi aku tidak tinggal di kota ini. Jika kau mau aku bisa memberikan pekerjaan itu untukmu, dan kau ikut bersamaku ke Semarang. Bagaimana apa kau mau Zahra?." Tanya Melati menawarkan pekerjaan untuknya.


Sebenarnya aku sangat ingin menerimanya, karena aku membutuhkan pekerjaan. Tapi aku takut dengan ancaman Nyonya Mawar, apa yang harus ku lakukan ya Allah? Batin Zahra kalut.


"Aku tak akan memaksamu jika kau tak mau Zahra. Pikirkan saja dulu tawaranku sampai pagi nanti, supaya aku dapat memesankan tiket pesawat jika kau setuju ikut bersamaku."


Zahra hanya terdiam, memikirkan langkah apa yang harus di ambilnya. Zahra takut jika Mawar mengetahui keberadaan nya, yang akan bekerja dengan saudara kembarnya. Padahal kedua saudara kembar itu sudah lama tak saling bicara.

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2