
"Cepat usir perempuan ini dari rumah ku pak, dan jangan pernah membiarkan nya datang kesinj lagi." Perintah Aldino pada security nya.
Anya berjalan keluar dari rumah itu, padahal kedatangan nya kesana hanya untuk mendekati Aurelia saja. Karena dia baru tau jika orang tuanya meninggalkan warisan untuknya dan juga Aurelia, orang tua Anya yang telah meninggal dunia, baru saja meninggalkan harta warisan untuknya. Tapi sebagian kekayaan itu juga diwariskan untuk cucu merela, selama ini kedua orang tua Anya mengetahui jika cucu mereka putri satu-satunya dari Anya, tinggal bersama mantan menantu mereka. Dan sepeninggalnya mereka mewariskan kekayaan dengan pembagian 40% untuk Anya, dan 60% untuk cucu mereka Aurelia. Tidak terima dengan pembagian warisan itu, Anya datang kembali untuk merebut hak asuh atas Aurelia. Aldino sendiri tidak mengetahui jika mantan mertua nya telah tiada dan meninggalkan warisan untuk putri nya.
Anya kembali ke apartemen dengan emosi yang meledak-ledak, dia membanting pintu kamarnya. Anya membuka satu botol minuman keras, lalu meneguknya, dia menghidupkan sebatang rokok dengan emosi yang masih ada didalam dirinya.
__ADS_1
"Aarggh... Sialan! Jika bukan karena warisan dari mama dan papa, aku tidak akan pernah lagi perduli dengan anak itu. Ternyata selama ini kedua orang tua ku menyembunyikan semua hartanya, mereka membiarkan ku hidup susah, setelah aku menelantarkan anak itu, mama dan papa berlagak tidak memiliki kekayaan. Jika aku tau mereka menyembunyikan semua hartanya, aku pasti akan meminta semua bagiannya, kalau aku tidak segera merebut anak itu dari Aldino, aku hanya akan mendapatkan sedikit bagian saja. Dan Aldino akan bertambah kaya, apalagi aku lihat hidupnya sudah jauh lebih baik. Bahkan seperti nya kekayaan nya, jauh lebih banyak dari sebelum aku meninggalkan nya." Anya tersenyum licik, dia sedang merencanakan sesuatu, jika keadaan tidak lagi menguntungkan nya.
Tiba-tiba seorang lelaki asing masuk ke dalam kamarnya, lelaki itu memeluk Anya dari belakang. Anya membalikan tubuhnya membalas pelukan lelaki itu. Dia adalah Justin Anderson, lelaki berkebangsaan Jerman yang selama ini hidup bersama dengan Anya. Semenjak pandemi berlangsung, bisnis Vila yang dimiliki Justin di Bali tidak berjalan mulus. Karena pariwisata sempat terhenti, dan banyak turis yang membatalkan liburan nya. Semua itu mengakibatkan Justin mengalami kerugian, dan sebelum bisnis Justin semakin terpuruk. Anya merencanakan untuk merebut bagian warisan yang dimiliki Aurelia, Justin adalah lelaki yang baik, dia sempat melarang Anya untuk melakukan rencana nya. Tapi Anya mengancam akan meninggalkan nya jika bisnis Justin benar-benar bangkrut. Karena Justin sangat mencintai Anya, dia tidak bisa melakukan apapun, selain berdiam diri melihat tindakan jahat yang akan dilakukan perempuan yang dicintainya.
"Honey... Please lupakan rencana itu. Terima saja bagian warisan yang diberikan untukmu, biarkan Aurelia memiliki apa yang semestinya dia miliki. Selama ini kau tidak pernah menjenguk nya, padahal aku sudah sering meminta mu menemui anakmu, tapi kau tidak mendengarkan ucapanku. Sekarang kau datang hanya untuk merebut hak nya, aku benar-benar tidak setuju dengan tindakan mu." Ucap Justin memalingkan wajahnya dari Anya.
__ADS_1
"Aku melakukan semua itu untuk berjaga-jaga, jika kau benar-benar bangkrut aku tidak akan hidup susah setelahnya. Kalau tidak aku meninggalkan mu sama seperti aku mencampakkan mantan suamiku." Ucap Anyak dengan lantang.
Justin sangat terkejut mendengar perkataan perempuan yang selama beberapa tahun ini hidup bersamanya, dia baru menyadari jika Anya hanya menginginkan harta saja. Padahal sebelumnya Anya tidak pernah mengatakan hal semacam itu padanya, nampak Justin memijat pangkal hidungnya. Lelaki itu merasa salah memilih perempuan, karena dulu Justin mengira jika Aldino lah yang mencampakan Anya. Ternyata apa yang diketahui nya itu salah besar, dan Justin sudah terlanjur mencintai perempuan yang salah.
...Bersambung. ...
__ADS_1