
Mawar yang terlalu banyak pikiran, memikirkan tentang kehamilan Melati tiba-tiba kesehatan nya drop. Dia yang dijadwalkan untuk melakukan cuci darah harus menunda rencana itu, sang ibu yang kebetulan sedang mengunjungi nya sangat panik dan membawa Mawar ke Rumah Sakit. Dia menghubungi Rafael melalui panggilan telepon, dan menjelaskan tentang kondisi Mawar saat itu.
"Rafa saat ini Mawar sedang berada di dalam ambulance menuju Rumah Sakit, kesehatan nya tiba-tiba menurun. Tolong segera datang ya Nak." Jelas ibu mertua nya dengan suara panik.
"Baiklah bu, ibu yang tenang ya. Rafael akan segera ke Rumah Sakit."
Tuan Satria terkejut mendengar jika Mawar sedang dilarikan ke Rumah Sakit, dia mengatakan sesuatu pada Rafael. Untuk tidak melanjutkan penyelidikan nya tentang obat kuat itu.
__ADS_1
"Tidak pa! Meskipun Mawar sakit, aku harus tetap mengungkapkan kebenaran itu."
"Bukan begitu maksud papa Rafa! Dengan kondisi nya yang sedang sakit, pasti Mawar akan sangat membutuhkan mu. Kau tanyakan langsung saja padanya, siapa tau dia akan mengakui segalanya. Tapi kai harus melakukan nya dengan lembut, hanya dengan kelembutan saja seorang perempuan akan tunduk dihadapan laki-laki." Jelas papa nya membuat Rafael mempertimbangkan keputusan itu.
******
Sesampainya di Rumah Sakit, ibu mertuanya terlihat sangat bersedih. Dia menjelaskan jika tekanan darah Mawar tiba-tiba menurun, sehingga tubuhnya lemas. Padahal besok dia harus melakukan cuci darah. Lalu seorang perawat datang, dan mengatakan jika Mawar membutuhkan transfusi darah secepatnya.
__ADS_1
"Darah saya saja sus, darah saya sama dengan anak saya." Ucap ibu nya dengan berurai air mata.
Setelah itu sang ibu segera melakukan pemeriksaan sebelum proses donor darah, Rafael menghubungi beberapa Rumah Sakit dan Kantor PMI. Tapi ketersediaan darah itu sedang kosong, mengingat golongan darah yang langka. Kemudian dia meminta semua anak buah dan pegawai di kantor nya yang memiliki golongan darah AB- untuk mendonorkan darahnya dengan imbalan uang yang cukup besar. Sepuluh juta rupiah untuk sekantong darahnya. Dengan kekuasaan nya Rafael berhasil menemukan beberapa calon pendonor. Dan sangat mengejutkan ketika enam orang yang sudah sampai di rumah sakit ditawarkan untuk mendonorkan ginjalnya untuk Mawar.
"Untuk pendonoran ginjal ini saya tidak memaksa, apakah kalian mau atau tidak. Jika salah satu dari kalian memiliki kecocokan ginjal dengan istri saya, saya akan memberikan nominal uang yang cukup untuk kalian hidup sampai anak cucu kalian." Jelas Rafael pada mereka.
Aku sengaja mencari pendonor ginjal dengan cara seperti ini, karena anak yang didalam kandungan nya adalah anakku juga. Meski ibu nya melakukan banyak kesalahan, aku tidak akan tega membiarkan bayi itu ikut menderita. Dan jika Mawar sampai terbukti memberikan ku obat kuat, setelah kelahiran bayi nya, aku akan menceraikan nya, batin Rafael dengan memijat pangkal hidungnya.
__ADS_1
Kemudian semua calon pendonor segera memberika transfusi darah. Dokter juga memeriksa ke empat orang yang kemungkinan memiliki kecocokan ginjal dengan Mawar. Rafael sedang duduk bersama ibu mertua nya menantikan berita dari sang pendonor, dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut hanya ada satu pendonor ginjal saja yang memiliki kecocokan hampir delapan puluh persen. Tapi proses pemeriksaan tidak behenti sampai disitu saja. Terlihat sang ibu bersujud syukur, setelah mendengar kabar baik itu. Sementara Rafael hanya menghembuskan nafasnya panjang. Meski Rafael tidak perduli dengan kondisi Mawar, dia tetap memperdulikan calon bayinya. Karena bagaimanapun bayi itu adalah keturunannya.
...Bersambung....