
Di perjalanan pulang, Nyonya Silvia sadar dari pingsannya. Wanita itu berteriak-teriak memanggil nama Rafael, rupanya ia sudah tau tentang kecelakaan yang di alami putra nya.
"Cepat bawa aku ke Rumah Sakit! Aku ingin melihat kondisi putraku!." Seru nya berderai air mata.
Zahra tercekat dengan mengerutkan keningnya, ia kebingungan dengan sikap mertuanya. Tapi fisiknya tak mampu untuk di ajak bekerja sama. Zahra hanya bisa menyenderkan kepalanya di jok mobil. Ya fisik dan mental nya sudah sangat hancur, hingga ia tak mampu menegakan tubuhnya hanya untuk sekedar bertanya apa yang telah terjadi. Melati duduk di antara keduanya, ia menggenggam kedua tangan wanita tersebut. Tak ada lagi yang bisa Melati ucapkan pada mereka, karena duka itu terjadi berturut-turut, hingga ucapan untuk menenangkan keduanya tak akan berguna.
"Mama... Melati tau cobaan ini sangat berat. Tapi mama harus kuat dan tegar, lihatlah Zahra yang sudah kehilangan begitu banyak kebahagiaan nya. Dia rela menerima keadaan dan menikah dengan mas Rafael, ia kehilangan buah hatinya, dan sekarang suaminya sedang terbaring kritis di Rumah Sakit. Mama harus kuat demi anak-anak mama, mas Rafael dan Zahra membutuhkan suport dari mama dan papa. Kuatlah ma, hibur Zahra yang sudah tak berdaya." Ucap Melati menyadarkan Nyonya Silvia.
Wanita itu memandang Zahra yang terdiam dengan sorot mata yang kosong. Tanpa diduga ia memeluk Zahra dan memberikan semangat untuknya. Ternyata hati Nyonya Silvia tak sekeras yang terlihat, ia mampu berdamai dengan ego nya, dan menerima Zahra sebagai menantu seutuhnya.
"Tolong kuatkan hatimu Zahra, meskipun kau belum bisa sepenuhnya menerima Rafael sebagai suami mu, kau tetap melakukan tanggung jawab mu. Kini Rafael dalam keadaan kritis dan membutuhkan doa dari kita semua, sadarlah Zahra jangan terpuruk dengan kesedihan mu sendiri. Kami disini juga sama hancurnya denganmu, anakmu adalah cucuku tentu aku juga menderita seperti mu." Nyonya Silvia berurai air mata dengan memeluk Zahra.
__ADS_1
Zahra memalingkan wajahnya menatap mertuanya dengan mengerutkan keningnya. Sadar jika lelaki yang telah menjadi suaminya dalam keadaan yang tak baik-baik saja, Zahra meneteskan air matanya. Meski belum ada cinta di antara mereka, ada ikatan emosional yang terjalin di antara pasangan suami istri itu.
"Tu Tuan Rafaeel... Apa yang terjadi padanya?." Tanya Zahra sesegukan.
"Tak apa-apa Zahra, mama hanya ingin menyadarkanmu jika kau tak sendirian disini. Kami semua ada untukmu, setelah ini kita akan sampai di Rumah Sakit. Tapi mas Rafael koma di ruang intensif, ia mengalami kecelakaan karena nekat mengejar Mawar yang melarikan diri. Kita harus berdoa untuk kesembuhan mas Rafael, dan semoga saja Mawar dan rekan penculik nya dapat segera tertangkap." Jelas Melati dengan menundukan wajahnya.
Tuan Satria sedang berdiri dengan memegangi layar ponselnya, ia sedang melakukan panggilan video dengan anak buahnya. Nampak di layar ponsel jika mereka sedang mengejar sebuah mobil sedan berwarna hitam. Seorang wanita ada di dalam mobil itu dan mengemudikan mobilnya dengan kencang.
"Cepat kejar dan tangkap dia! Jangan sampai dia lepas, jika tidak aku tak akan mengampuni kalian!." Seru Tuan Satria dengan suara lantang.
"Sialan! Aku sudah terkepung, dan tak dapat bergerak kemanapun. Jika aku keluar dari jalan tol ini, pasti polisi dan juga anak buah papa Satria akan menangkap ku. Apa yang harus ku lakukan sekarang?." Gumam Mawar pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Dari kejauhan nampak petunjuk jalan untuk memutar arah, mendadak Mawar membanting setir ke arah yang berlawanan. Tanpa diduga mobil yang dikemudikan nya menabrak sebuah mobil pick up yang mengangkut sayuran. Mobil itu terpelanting dan menabrak mobil lainnya. Karena situasi yang sudah diluar kendali, polisi memberikan tembakan peringatan. Supaya Mawar segera menghentikan mobilnya. Tapi ia tak memperdulikan peringatan itu, Mawar terus mengemudikan mobilnya ugal-ugalan, dan membahayakan nyawa orang lain.
Dduoor...
Polisi menembak ban mobil yang dikemudikan Mawar. Sontak saja mobil itu kehilangan kendali, mobil oleng ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya berputar di tengah jalan, lalu menabrak mobil yang ada di depannya. Kedua mobil itu terseret sejauh dua ratus meter, dan berhenti setelah menabrak tiang penyangga lampu. Semua sangat panik, terlihat dari wajah semua orang yang melamun sebelum mendekati kedua mobil itu. Beberapa petugas kepolisian bersama anak buah Tuan Satria mendekati mobil Mawar. Nampak wanita itu terkapar di dalamnya dengan bersimbah darah. Tuan Satria yang melihat melalui panggilan video berteriak pada anak buahnya, untuk segera melihat kondisi Mawar.
"Pastikan keadaan nya seperti apa, jika ia masih bernafas lekas evakuasi ke Rumah Sakit terdekat. Mawar tak bisa meninggalkan dunia ini dengan begitu mudah, ia harus membayar semua kejahatan yang telah ia lakukan!." Pekik Tuan Satria dengan membulatkan kedua matanya.
...Terus dukung author yuk, berikan gift atau vote nya. Terima kasih 😘💕...
...Bersambung....
__ADS_1
Hai yang suka novel genre horor bisa mampir di dua novel ku yang lainnya ya, dijamin ga akan menyesal salam sayang untuk kalian semua 🤗