KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
KONDISI MEREKA KRITIS?


__ADS_3

Ayah Mawar sangat terkejut hingga mengalami serangan jantung. Lalu keduanya dilarikan ke Rumah Sakit bersamaan. Keduanya sedang berjuang di antara hidup dan mati, Mbak Saroh segera memberi kabar pada Rafael tentang kondisi istri dan ayah mertua nya. Rafael yang sedang meeting bersama kliennya sangat cemas pada bayi dan juga ayah mertuanya, dia bergegas meninggalkan meeting itu dan mengemudikan mobilnya cepat.


Dokter tidak dapat menunggu lama lagi untuk memberikan penanganan pada Mawar. Akhirnya sang Dokter menghubungi Rafael melalui panggilan telepon.


"Maaf pak saya ingin memberitahu jika kondisi ibu Mawar semakin lemah, dia kehilangan banyak darahnya. Jika saya tidak memberikan tindakan sekarang juga, kemungkinan ibu dan bayi nya tidak akan selamat. Saya membutuhkan persetujuan dari bapak untuk melakukan operasi sesar sekarang juga, dan jika bapak sudah sampai di Rumah Sakit segera tanda tangani berkas yang ada." Penjelasan Dokter itu membuat Rafael terguncang, dia tidak ingin bayinya kenapa-kenapa hingga sempat melamun untuk beberapa saat.


Dokter terus memanggilnya, tapi Rafael tetap diam hingga dia hampir saja menabrak pendendara sepeda motor yang ada di depan nya.


"Maaf Dok, saya sangat terkejut mendengar nya. Baiklah Dok lakukan apa saja yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan mereka." Sahut Rafael dengan menepikan mobilnya.


Rafael sangat resah dengan keadaan saat itu, dia memijat pangkal hidungnya. Dengan perlahan Rafael kembali mengemudikan mobilnya. Sesampainya di Rumah Sakit ibu mertua nya menangis sesegukan, dan menjelaskan pada Rafael jika Mawar kehilangan banyak darah. Dan kondisinya sedang drop, karena pengaruh penyakit ginjalnya. Dokter sempat mengatakan jika mungkin hanya salah satu dari mereka yang akan selamat.


"Bagaimana ini Rafa. Ibu tidak bisa membayangkan jika sesuatu yang buruk terjadi padanya."

__ADS_1


"Kita berdoa saja bu, semoga semua itu tidak akan terjadi. Lalu bagaimana dengan kondisi ayah?."


"Entahlah aku tidak perduli dengannya." Jawab ibu mertua nya dengan memalingkan wajahnya.


Rafael berjalan menghampiri Mbak Saroh, perempuan itu sedang menunggu ayah Mawar yang sedang diberikan penanganan. Mbak Saroh tidak dapat memberikan informasi apapun, karena Dokter belum keluar dari ruang IGD.


Hawatir jika sesuatu terjadi pada ayah Mawar. Mbak Saroh mengirimkan pesan singkat pada Melati, dia memberikan kabar tentang Ayah nya yang masuk ke Rumah Sakit karena serangan jantung.


Melati yang sedang mengurus ijin cuti kerja nya, tidak sempat melihat ponselnya. Dan ketika semua urusannya selesai, Aldino menghubungi nya melalui panggilan telepon. Dia akan menjemput Melati saat itu juga, lalu dia akan mengajak Melati ke tempat Desainer yang akan merancang gaun pernikahan nya.


Setelah membaca pesan itu, Melati menggelengkan kepala nya berulang kali. Dia tidak menyangka akan mendapatkan kabar buruk itu. Air mata nya mengalir deras, dia terduduk lesu di koridor Play Group. Aldino baru saja tiba bersama Aurelia tercekat, dia berlari tergesa-gesa menghampiri Melati yang sedang berderai air mata.


"Ayah ku Al... Dia masuk Rumah Sakit karena serangan jantung." Melati terisak dengan wajah cemas.

__ADS_1


"Tenang Mel, jangan panik dulu. Jelaskan padaku pelan-pelan saja." Aldino menenangkan Melati dan menyeka air mata nya.


Melati memberikan ponselnya, dan Aldino yang memahami perasaan Melati menawarkan untuk mengantar nya menjenguk Ayahnya.


"Kita bisa menunda semua rencana, yang terpenting adalah keselamatan Ayah mu. Mari kita pergi ke Jakarta, untuk melihat kondisinya." Aldino menatap haru Melati, dia menggenggam tangannya erat.


"Kau yakin ingin menemani ku menjenguk Ayahku? Lalu bagaimana dengan Aurelia, dia harus bersekolah kan?."


"Ada bibi di rumah yang akan menjaganya, dan Aurelia akan mengerti. Kenapa kita meninggalkan nya di rumah, mari kita bersiap sekarang juga."


Aurelia yang mendapat penjelasan dari papanya setuju, untuk bersama asisten rumah tangga yang ada si rumah nya. Gadis kecil itu tau jika ayah dari ibu peri nya sedang sakit, hingga dia mengerti kenapa harus ditinggal di rumah oleh kedua orang yang sangat disayanginya.


"Aurel sayang maaf ya kami harus pergi beberapa hari, Aurel tidak marah kan?." Tanya Melati dengan wajah sendu.

__ADS_1


Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya seraya memeluk Melati. "Aurel akan berdoa pada Tuhan, supaya ayah ibu peri lekas sembuh. Dan papa bersama ibu peri akan segera pulang." Ucapan gadis kecil itu membuat Melati kembali meneteskan air mata nya.


...Bersambung. ...


__ADS_2