
Kehadiran pengacara keluarga Dixon sudah terdengar oleh Tuan Satria. Beliau menghubungi Daryl dan bertanya apa maksud dan tujuan adiknya, ia mengaku sebagai ayah biologis dari cucunya. Membuat Tuan Satria murka, dan tak bisa menerima segalanya.
"Kenapa Steven melakukan itu pada Rafael? Kita sudah berdamai dan menjalankan bisnis bersama. Tapi rupanya adikmu itu memiliki niat lain, tolong jangan lanjutkan lagi, itu hanya akan merenggangkan hubungan di antara keluarga kita." Pinta Tuan Satria melalui panggilan telepon.
"Maaf Om, aku tak tau apapun tentang hal itu. Memang Steven pernah mengatakan, jika ia memiliki seorang anak. Tapi aku benar-benar tak tau, jika yang ia maksud adalah cucu om."
"Dia meminta test DNA sebagai bukti jika Catlea adalah darah dagingnya dengan mantan menantuku Mawar. Entah itu benar atau tidak, yang aku tau Catlea adalah putri Rafael. Kami sangat menyayangi nya meski dengan keterbatasan nya."
Daryl meminta maaf atas masalah yang ditimbulkan adiknya, ia berjanji akan berbicara langsung pada Steven.
__ADS_1
Di tempat lain, Rafael sedang meminta ijin pada polisi untuk bertemu dengan Mawar. Jam besuk tahanan masih tersisa lima belas menit, dan Rafael dipersilahkan untuk menemui mantan istrinya, di ruangan tertutup berjeruji besi. Keduanya duduk berhadapan, nampak Mawar duduk dengan tangan terborgol dan penampilan yang kacau. Rafael membulatkan kedua matanya, ia memaki Mawar dan mengatakan kata-kata kasar.
"Jadi selama kau menjadi istriku diam-diam kau berhubungan dengan lelaki lain? Kau berselingkuh dengan lelaki bernama Steven? Katakan padaku, apa semua itu benar hah!." Seru Rafael dengan menggebrak meja.
"Apa perduli mu mas! Selama kita berumah tangga, kau tak pernah memperlakukan ku layaknya seorang istri yang sesungguhnya. Jika aku tak memberimu obat kuat, apa kau akan menyentuh ku? Aku kesepian mas, aku membutuhkan kasih sayang dan kehangatan darimu. Tapi kau tak pernah memberikan semua itu padaku. Jadi apa salahku jika aku mencari kehangatan di luar rumah? Aku seperti itu juga salahmu mas! Jangan hanya menyalahkan ku secara sepihak, dan tentang Catlea, aku tak tau dia darah dagingmu atau bukan. Karena setelah aku melakukan nya dengan Steven, aku juga melakukan nya denganmu. Jadi bisa saja Catlea memang anakmu, aku pun tak tau itu! Steven adalah mantan kekasih ku, kami tak sengaja bertemu dan melakukan hubungan itu. Hanya beberapa kali saja aku melakukan nya dengan nya." Jelas Mawar tanpa merasa bersalah.
Rafael bangkit dari duduknya dan menampar wajah Mawar. Rafael tak bisa menahan amarahnya lagi, apalagi Mawar tersenyum sinis ketika melihat ketidak berdayaan nya.
Mawar terdiam dengan berlinang air mata, bagaimanapun ia masih mencintai Rafael. Kata-kata pahit yang dilontarkan Rafael sangat melukai hatinya. Mawar mengutuki dirinya sendiri, kenapa ia harus melakukan hubungan dengan Steven. Sejak pertemuan terakhirnya dengan Rafael, kondisi fisik dan mental Mawar jadi menurun. Dia tak bisa mengendalikan dirinya sendiri, terkadang ia berhalusinasi seakan Rafael datang menjenguknya, dan ia mulai berbicara sendiri. Dokter tahanan memeriksa kondisi Mawar, dan ia di diagnosa mengalami depresi. Dengan keadaan mental yang kurang waras, Dokter memberikan saran supaya Mawar dibawa ke Rumah Sakit Jiwa. Karena untuk memulihkan kondisi mentalnya, Mawar memerlukan penanganan khusus. Apalagi tahanan dengan keadaan kehilangan akal sehat seperti itu, memang memerlukan penanganan khusus dari ahlinya.
__ADS_1
Sementara Rafael sedang berjuang demi mempertahankan Catlea. Steven nampak berbahagia karena hasil test DNA menunjukan jika Catlea memanglah positif darah dagingnya. Semua keluarga Hadinata tertunduk sendu, mereka memandang wajah lugu Catlea. Gadis kecil itu memeluk Rafael dengan mengeluarkan suara seraknya. "Papa... Mama...." Ucap Catlea seraya menghambur ke pelukan Rafael.
Di depan mereka, nampak Steven yang tengah tersenyum angkuh. Steven mendongakan kepalanya ke atas, ia berjalan mendekati Catlea dan mengusap kepalanya.
"Kau adalah putri dari keluarga Dixon, Catlea Dixon hahaha...." Ucap Steven dengan berkacak pinggang.
"Jangan panggil putri ku dengan embel-embel nama keluarga mu! Meski kau terbukti ayah biologis nya, aku lah yang merawatnya sejak ia bayi. Dia lebih pantas menyandang nama keluarga Hadinata, karena kami semua sangat menyayangi nya!." Seru Rafael seraya mendorong Steven, hingga ia kehilangan keseimbangan nya.
Mendadak suasana di Rumah Sakit itu panas. Steven tak terima dengan sikap Rafael, hingga keduanya berkelahi disana. Para ajudan kedua Tuan itu saling berhadapan, hingga membuat keributan yang diluar kendali. Karena situasi semakin kerus, pihak keamanan Rumah Sakit menghubungi pihak yang berwajib. Hingga mereka sama-sama digelandang ke Kantor Polisi.
__ADS_1
...Maaf jika kurang berkenan dengan kisah ini. Terima kasih yang setia membaca dan mendukung author recehan sepertiku, maaf jika ada salah kata 🤧🙏...
...Bersambung....