
Rafael mengemudikan mobilnya pergi kembali ke Hotel, dia berjalan ke Bar Malam yang ada di salah satu gedung itu. Duka nya kembali terasa ketika melihat Melati ada didepan matanya, tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Apalagi setelah Rafael mendengar rencana pernikahannya dengan lelaki lain. Rafael menghabiskan beberapa botol minuman keras, akal sehatnya sudah mati saat itu. Dia tidak memperdulikan apapun lagi, selain meneguk minuman beralkohol itu.
"Melati kenapa kau melakukan ini padaku, aku masih sangat mencintaimu. Tunggu saja sampai Mawar melahirkan bayinya, maka aku akan menceraikan nya." Gumam Rafael yang sudah dimabukan minuman keras.
Seorang perempuan berjalan memasuki Bar, mata Rafael tertuju padanya. Dia berhalusinasi jika perempuan itu adalah Melati, Rafael berjalan gontai menghampiri nya. Tangannya menarik paksa perempuan itu dan mendekapnya dalam pelukan nya.
"Melati jangan tinggalkan aku lagi. Aku sangat mencintaimu, tolong maafkan kesalahan ku." Rafael terlihat payah, dia berjalan sempoyongan dan ingin mengecup perempuan itu.
Plaak...
Sebuah tamparan mendarat tepat di wajahnya, Rafael tersenyum miring dengan memegangi wajahnya.
__ADS_1
"Tampar! Tampar aku semau mu, asal kau mau memaafkan ku. Dan tidak menikah dengan lelaki lain, aku tidak rela kau menjadi milik orang lain!." Seru Rafael dengan lantang.
Karena kegaduhan terjadi, beberapa petugas keamanan datang, dan membawa Rafael ke Ruang keamanan, nampak Rafael tidak sadarkan diri. Dia tergeletak di lantai begitu saja, karena Rafael tidak sadarkan diri, dia tidak bisa dimintai keterangan. Hingga petugas keamanan meminta data dari staf Hotel, dengan identitas diri yang Rafael bawa di dalam dompetnya.
"Rafael Kusuma Hadinata? Beliau adalah tamu VIP di Hotel ini, memangnya ada apa pak?." Tanya receptionist dengan mengerutkan keningnya.
"Lelaki itu membuat keributan di Bar, dia mengganggu salah satu pengunjung perempuan. Karena dia sedang mabuk dan tidak sadarkan diri, kami tidak bisa meminta keterangan darinya. Kami berinisiatif mencari datanya di Receptionist, melalui data diri yang dibawa nya, siapa tau ada teman atau keluarga nya yang berada di dekat sini. Kami akan memintanya untuk membawa lelaki tersebut." Jelas kepala keamanan.
Setelah mengetahui semuanya dari Receptionist Hotel, Tuan Satria mengutus anak buahnya untuk membawa Rafael ke kamar Hotel nya. Nampak wajah Tuan Satria menahan amarah, dia mengepalkan tangannya dengan memaki anak semata wayangnya.
"Lihatlah apa yang dilakukan anak bodoh itu, bukannya istirahat di kamar, dan besok kembali menjenguk istrinya, dia malah minum-minum dan mengganggu perempuan lain. Aku akan memberinya pelajaran, lihat saja!." Pekik Tuan Satria dengan berkacak pinggang.
__ADS_1
"Sudahlah pa, mungkin Rafael sedang stress memikirkan kondisi istrinya. Kita tau kan dari dulu Rafael selalu seperti itu ketika memiliki sebuah masalah." Nyonya Silvia berusaha meredakan amarah suaminya.
"Tapi dia sudah berubah semenjak Melati menjadi istrinya, Rafael yang dulu ku kenal ketika dia bersama Melati, adalah manusia yang sangat berguna dan memiliki kepribadian yang baik. Tapi sekarang dia kembali ke jurang kehancuran, padahal sebentar lagi dia akan menjadi orang tua, dimana tanggung jawab nya sebagai seorang laki-laki!." Seru Tuan Satria dengan menggebrak meja yang ada di depannya.
Terlihat Nyonya Silvia sangat mencemaskan kesehatan suami nya, karena Tuan Satria memiliki riwayat sakit jantung, sehingga lelaki itu tidak boleh terlalu banyak pikiran, apalagi emosi berlebihan seperti itu.
"Sudah ya pa, biar mama yang akan berbicara dengan Rafael. Kembali lah ke kamar dan minum obatmu, mama akan ke kamar Rafael sekarang juga." Pinta perempuan itu seraya mengajak suaminya kembali ke kamar.
Tiga anak buah Tuan Satria sudah sampai di Ruang keamanan, nampak Rafael sedang berbaring di lantai ruangan itu. Beberapa pengunjung Hotel mengambil foto Rafael yang nampak acak-acakan, setelah menyadari hal itu, para anak buah Tuan Satria mengusir paksa semua orang yang berada di luar ruangan. Akhirnya Rafael dibawa kembali ke kamar Hotel, nampak dia berjalan sempoyongan dan dipapah dua orang lelaki di sisi kanan dan kiri nya.
...Jangan kemana-mana ya terus ikuti kelanjutan cerita ini, berikan Like dan komentar nya. Terima kasih 😘💕...
__ADS_1
...Bersambung. ...