KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
MENCARI BUKTI (REKAMAN CCTV)


__ADS_3

Rafael pergi ke rumah lamanya, dia meminta anak buahnya untuk memeriksa rekaman cctv. Dia terlihat resah, karena hawatir bukti yang dicari nya sudah tidak ada. Mengingat Mawar adalah perempuan yang licik, bisa saja dia sudah menghapus rekaman itu.


"Maaf Tuan, kami sudah mengecek semua rekaman cctv selama satu tahun ke belakang. Dan semua rekaman itu tidak ada yang mencurigakan, kecuali ada beberapa rekaman yang videonya terpotong di jam-jam tertentu. Kalau hitungan hari semuanya lengkao, hanya ada beberapa rekaman yang videonya terpotong. Seperti sengaja dihilangkan." Jelas anak buah Rafael dengan bingung.


"Apakah kalian bisa mengembalikan rekaman yang hilang itu?." Rafael berdiri dengan berkacak pinggang.


"Maaf Tuan, jika bukan saya yang menghapus file nya, Saya tidak bisa mengembalikan data video yang hilang itu, karena saya tidak memiliki jejak digital nya."


Terlihat Rafael kesal dan menggebrak meja, ternyata dugaan nya benar. Mawar sudah menghilangkan rekaman cctv itu.

__ADS_1


Sialan! Mawar benar-benar sudah mempermainkan ku. Dia sudah berani memberiku obat kuat, dan sekarang dia menghilangkan jejak bukti itu. Apalagi yang harus ku lakukan untuk membuktikan semuanya, Karena dengan bukti itu, aku bisa menunjukan pada Melati. Jika aku tidak bersalah, karena Mawar yang sengaja mencekoki ku dengan obat itu, batin Rafael dengan memijat pangkal hidungnya.


Alhasil Rafael tidak mendapatkan apapun, selain kekecewaan. Dia mengemudikan mobilnya ke sebuah apotek untuk membeli obat sakit kepala, dan Rafael mendengar seorang lelaki yang bercerita tentang istrinya yang jarang melayani hasrat nya ketika malam. Lelaki itu sedang mengantri obat di apotek itu bersama teman nya, dan dia mengatakan sejak istrinya diberi obat kuat. Dia selalu mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari sang istri, tapi obat semacam itu tidak dijual secara bebas. Jadi dia harus memesan terlebih dahulu.


Aku tau obat itu tidak mungkin di jual di sembarang tempat, lebih baik aku bertanya pada lelaki itu, siapa tau ada rekaman cctv di tempat penjual nya. Dan aku bisa meminta rekaman cctv itu, batin Rafael seraya bangkit dari duduknya mendekati kedua lelaki itu.


Dengan memberikan beberapa lembar uang berwarna merah, Rafael meminta informasi dimana dia bisa membeli obat itu. Setelah mendapatkan informasi nya, Rafael nampak mengerutkan keningnya. Ternyata obat itu bisa dibeli dibeberapa apotek juga, dan jumlahnya bisa di akses melalui website.


Mereka pasti memiliki rekaman cctv di tempat penjualan, aku akan meminta bukti rekaman itu, batin Rafael langsung pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Setelah memberikan perintah pada beberapa anak buahnya, untuk mencari rekaman cctv di beberapa tempat penjualan obat itu. Rafael pergi ke rumah besar keluarga Hadinata, Rafael terlihat gusar. Dia menemui papa nya dan menceritakan segalanya.


"Untuk apa Rafa? Semua sudah terjadi, jika kau mencari bukti itu keadaan tidak akan berubah. Karena pada kenyataannya kau akan memiliki anak dari Mawar."


"Tapi pa. Setidaknya aku bisa membuktikan pada Melati, jika apa yang ku lakukan pada Mawar, bukanlah atas kemauanku. Tapi Mawar yang sengaja memberikan ku obat kuat itu, supaya aku tidak tahan dan melakukan nya dengan nya!." Seru Rafael dengan lantang.


"Pelankan suara mu Rafa, mama mu ada di rumah. Jika dia mendengar apa yang kau ucapkan, belum tentu dia akan percaya. Papa hawatir jika mama mu malah akan langsung bertanya pada Mawar, dan Mawar akan melakukan sesuatu untuk menghilangkan bukti cctv itu. Karena hanya dia yang tau dimana dia mendapatkan obat itu, sementara kau harus mencari di beberapa toko yang jumlahnya tidak sedikit." Ucap Tuan Satria dengan mengerutkan keningnya.


Apa yang dikatakan papa ada benarnya, lebih baik mama tidak perlu mengetahui nya sebelum semua ini jelas, batin Rafael dengan menghembuskan nafasnya panjang.

__ADS_1


...Bersambung. ...


__ADS_2