
Satu persatu Rafael melucuti pakaian yang menempel pada tubuh Zahra. Perempuan itu terus berteriak minta tolong, tapi tak ada seorangpun yang datang menolongnya. Dalam ketidak sadaran nya Rafael menyentuh setiap bagian tubuh Zahra. Sementara dia terus berontak berusaha melepaskan diri dari himpitan tubuh kekar Tuan nya. Kini tubuh polos Zahra terlihat jelas dihadapan Rafael. Lelaki itu menindih tubuh Zahra dan menekan nya dari atas, hingga Zahra tidak bisa bergerak sama sekali. Hanya dalam hitungan detik saja, Rafael berhasil menggapai titik pribadi Zahra. Dengan kasar Rafael memainkan nya dengan saliva nya. Zahra terus menjerit dengan berderai air mata. Tapi tangisannya tak dihiraukan oleh Tuan nya. Bahkan Rafael semakin beringas. Meski menolak dan berusaha melepaskan diri dari tubuh kekar Tuan nya. Permainan panas Rafael membuat tubuh Zahra merasakan kenikmatan. Di tengah-tengah tangisan dan ucapan minta tolong, terdengar pula suara-suara aneh dari bibir Zahra.
"Tuan tolong jangan lanjutkan lagi Tuan. Saya mohon lepaskan saya." Ucap Zahra berlinang air mata dibawah tubuh kekar Rafael.
Sejenak Rafael menghentikan kegiatan nya. Dia tersenyum miring di atas Zahra.
__ADS_1
"Dengan kita melakukan ini, aku harap kau akan hamil anakku. Dan lelaki itu tidak akan menikahimu Mel, jadi maaf jika aku harus melakukan nya!." Seru Rafael dengan mencengkeram kedua tangan Zahra.
Rafael memasukan paksa miliknya yang sudah sesak di dalam sana. Karena Zahra belum pernah melakukan hubungan itu, Rafael kesusahan melakukan nya. Beberapa kali dia mencoba selalu meleset. Apalagi Rafael melakukan nya disaat mabuk, Zahra menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri. Gadis itu berlari keluar meninggalkan Rafael di kamarnya, dengan tubuh polos Zahra bersembunyi di dapur. Rafael yang masih kehilangan kesadaran nya, mengikuti langkah Zahra yang terdengar pergi ke arah dapur. Dengan berjalan sempoyongan, Rafael yang tak mengenakan apapun ditubuh nya berteriak memanggil nama Melati. Zahra bersembunyi dibawah meja makan dengan tubuh bergetar, dia berjongkok dengan menggigit kuku tangannya.
Bruugh...
__ADS_1
Karena suara tangisan Zahra sangat keras, dan terdengar hingga kamar Mbak Saroh yang tidak jauh dari dapur. Mbak Saroh terbangun dari tidurnya dan mengerutkan keningnya, terheran-heran ada suara perempuan yang menangis di tengah malam seperti itu.
Mbak Saroh keluar kamar dan mencari dimana suara itu berasal. Hingga dia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Tuan nya sedang melakukan permainan panas dengan baby sitter anaknya. Mbak Saroh menggelengkan kepalanya berulang kali, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Mbak Saroh mengusap kedua matanya, dan menyipitkan matanya. Baru dia menyadari apa yang dilihatnya adalah nyata. Zahra terus memohon pada Rafael untuk melepaskan nya, tapi Rafael terus melakukan hentakan demi hentakan, yang membuat Zahra terkadang melenguh merasakan sesuatu yang menjalar di seluruh tubuhnya.
Karena panik dan tidak tau harus berbuat apa, Mbak Saroh kembali ke dalam kamar nya. Dia berjalan mondar-mandir dengan wajah panik. Tak tau apa yang harus dilakukan. Meski dia sangat ingin menolong Zahra, tapi dia juga takut dengan Tuan nya. Karena Mbak Saroh tau, jika Tuan nya sedang dalam pengaruh minuman keras.
__ADS_1
Rafael terus melakukan nya, dan menarik paksa tangan Zahra ke dalam kamarnya. Dia kembali melakukan permainan panas nya di atas ranjang. Sudah hampir satu jam Rafael menikmati tubuh Zahra, hingga akhirnya sesuatu didalamnya tubuhnya keluar dan menyembur didalam milik pribadi Zahra. Tubuh keduanya mengejang bersamaan. Mereka sama-sama mencapai puncaknya, hingga Rafael langsung tertidur di atas tubuh Zahra.
...Bersambung....