KEMBARANKU MADUKU

KEMBARANKU MADUKU
ADA PERASAAN LAIN???


__ADS_3

Sontak saja Aldino dan Liliana berlari panik menghampiri Melati, ternyata Melati sedang memegangi kepalanya yang pusing, seluruh tubuhnya gemetar, hampir saja Melati jatuh tersungkur ke lantai, tapi Aldino dengan cepat mendekap nya.


"Apa kau sakit, kenapa tidak menelpon ku untuk datang, kau masih lemah dan harus banyak istirahat, apalagi kau pasti sangat terguncang, biarkan aku yang membopongmu ke mobil." Ucap Aldino dengan wajah cemas.


Aurelia berjalan dibelakang mereka dengan digandeng Liliana, nampak Liliana memperhatikan sikap Aldino pada Melati, dia tersenyum melihat perhatian Aldino pada sahabat nya. Aurelia berjalan dengan menanyakan kondisi ibu peri nya, Liliana pun menjelaskan jika ibu peri nya hanya kurang istirahat saja.


"Oh iya Aurel sayang, ngomong-ngomong mama mu dimana, kenapa setiap harinya kau bermain di rumah ibu peri, apa mama mu juga bekerja seperti papa mu?." Tanya nya penasaran.


Sama seperti penjelasan nya pada Melati waktu itu, Aurelia juga mengatakan jika mama nya sudah berada di surga.

__ADS_1


Apakah ini sebuah pertanda, jika Tuhan sudah mempertemukan mereka dengan cara seperti ini, semoga saja mereka bisa lebih dekat lagi, aku ingin Melati bahagia memiliki keluarganya sendiri, batin Liliana terenyuh.


Melati sudah duduk di mobil, Aldino menawarkan untuk mengantar Liliana, tapi Liliana menolak dengan alasan membawa mobil sendiri, padahal dia sengaja mengatakan itu, untuk memberikan keduanya waktu bersama.


"Terima kasih, aku bawa mobil sendiri kok, titip Melati saja ya, antarkan dia ke kontrakan nya." Liliana berpamitan pada mereka dan bergegas pergi.


Disepanjang perjalanan Melati hanya terdiam dengan membayangkan masa depan bayi yang ada didalam rahimnya, sementara Aurelia sudah tertidur di jok belakang. Aldino menatap wajah cantik Melati, wajahnya terlihat sendu, dengan mata yang sembab.


Tiga puluh menit berlalu, Melati terbangun dari tidurnya, dia sangat terkejut mengetahui ketika dia membuka kedua matanya, dia terlelap di pundak Aldino sepanjang perjalanan pulang.

__ADS_1


"Maaf aku tertidur, kenapa kau tidak membangunkanku saja." Melati salah tingkah dengan wajah yang memerah.


"Aah tidak apa-apa, mari ku antar sampai depan rumah."


Sempat menolak tawaran Aldino, tapi lelaki itu bersikeras mengantarkan nya karena hawatir. "Kalau ada yang kau butuhkan hubungi aku saja ya, dan kalau kau tidak bisa membantu menjaga Aurelia lagi tidak apa-apa, aku mengerti jika kau harus banyak istirahat."


"Terima kasih banyak, tapi aku bisa melakukan semuanya sendiri, dan aku tidak merasa repot untuk menjaga Aurelia, lagipula dia anak yang manis dan baik, aku akan sangat senang bisa bersamanya sepanjang hari, apalagi aku juga membutuhkan uang lebih untuk masa depan bayiku kelak, tentu aku membutuhkan pekerjaan sambilan." Jelas Melati dengan tersenyum kecil.


"Baiklah ibu perinya Aurelia, besok setelah pulang sekolah, Aurelia akan tetap menemani ibu perinya, tapi besok kau harus libur dulu dari Play Group selama beberapa hari, karena Dokter memintamu untuk banyak istirahat dulu, bagaimana ibu peei, apakah kau setuju dengan saranku."

__ADS_1


Keduanya tersenyum dengan saling menatap, malam itu ada perasaan lain didalam hati Aldino, entah perasaan iba atau sekedar perduli dengan kisah hidup Melati, karena sepulangnya dari kontrakan Melati, Aldino jadi sering memikirkan perempuan yang sangat disayangi putrinya.


...Bersambung....


__ADS_2